Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Episode 59


__ADS_3

"guru mengapa kau diam saja ketika di perlakukan oleh kein dihadapan banyak orang ?" Tanya yiyi seirama dengan senyum tipis di bibir lan wu


"Coba kau pikirkan berapa usia ku sekarang?" Lan wu menatap yiyi dengan tenang


"emm..sekitar 22 kalau aku tidak salah ingat" jawab yiyi sedikit ragu


"Kau benar, usiaku kurang lebih seperti yang kau katakan tadi. Aku menyadari satu hal seiring dengan bertambahnya usia ku. Aku merasa bahwa aku semakin sombong dan hanya menyelesaikan sebuah masalah mengunakan kekerasan. Secara tidak langsung aku sudah termasuk dalam kelompok orang yang meninggikan dirinya, beruntungnya aku menyadari hal ini sebelum terlambat" lan wu terlihat menatap kosong kearah depan


"Jangan sekalipun termakan tipu daya dunia ini, aku bahkan hampir melupakan pesan berharga dari guruku" sambung lan wu tersenyum lebar


Nampak Ming yu mendekat dan ikut bergabung bersama lan wu dan yiyi "aku sepemahaman dengan guru, namun meskipun begitu, terkadang aku merasa tidak dapat mengendalikan diri dan bersikap tenang " Ming yu kini duduk di sebelah yiyi


"Kita tidaklah sempurna jadi wajarlah bila merasa marah terhadap sesuatu" seru lan wu sembari menghela nafasnya


"Terlepas dari itu, sekarang apa yang ingin guru lakukan? Tanya Ming yu dengan nada penasaran


"Hmmm.. aku sepertinya akan melamar seseorang" ujar lan wu tersenyum sembari menatap yiyi yang kini terlihat gelisah


"Apa..a..apakah guru serius?" Ming yu sontak berdiri dari duduknya usai mendengar perkataan lan wu


"Tentu, dan kebetulan yang ingin aku lamar telah berada di depan ku" lan wu berdiri mendekati yiyi seraya berlutut di depannya


Pernyataan lan wu sontak mengejutkan yiyi yang masih menebak maksud dari tindakan lan wu tersebut.


Wajahnya nampak memerah usai menahan malu serta bahagia yang begitu besar


"Gu..guru tidak bercanda kan ?" Yiyi bertanya dengan nada sesak


"Begitulah, sepertinya aku telah lama merasa nyaman dengan mu. Aku merasa nyaman dengan mu,lalu mengapa tidak menikahi mu saja?" Lan wu mengusap kepala yiyi sembari tersenyum lebar menatap yiyi yang tertunduk


"Kau bersedia menikahi ku ? Selain itu kau juga akan di sibukkan oleh xuya nantinya" tanya lan wu menanti jawaban yiyi


"Aku..a.aku bersedia " jawab yiyi usai memastikan bahwa lan wu tidaklah bercanda


"Hahahaha..aku sangat senang dengan hari ini. Guru kapan kau akan melangsungkan upacara nya ?" Tawa Ming yu dengan keras


"Mungkin besok. Aku akan membahas masalah ini dengan kaisar sebentar" jawab lan wu sembari menggenggam tangan yiyi


"Bagaiman jika kau ikut dengan ku untuk berkeliling sebentar. Kita bahkan tidak memiliki waktu untuk berkencan seperti sekarang" ujar lan wu menarik yiyi dengan lembut


"Ehm..aku akan menyampaikan perihal ini kepada adik lili dan lainya. Aku yakin mereka akan senang mendengarnya" kini Ming yu memberi salam kepada lan wu kemudian meninggalkan lan wu yang di penuhi dengan senyum lebar di bibirnya


Lan wu menggandeng tangan yiyi sembari melangkah keluar dari kediamannya. Sepanjang perjalanan lan wu menatap tenang kearah depan, sementara yiyi tersenyum bahagia sembari menatap wajah pria yang begitu di cintai olehnya. Yiyi begitu bahagia penantianya selama ini tidaklah sia-sia. Yiyi tak sedetikpun membiarkan tangannya terlepas dari genggaman lan wu, ia ingin selamanya seperti ini.


"Tak di sangka ya?" Ucap lan wu sembari menatap yiyi


"Maksud guru?" Yiyi balik menatap lan wu sembari menunjukan wajah bingungnya


"Tak di sangka murid ku merupakan calon istri ku" sambung lan wu membuat yiyi terlihat kesal


"Memangnya kenapa jika seperti itu?" Ujar yiyi sembari menhembungkan pipinya


"Tidak kenapa-napa, aku sangat senang mengetahui nya " jawab lan wu sembari menyapa kearah depan


Mereka mengunjungi kota pedang dewa dan singgah di salahsatu restoran mewah di kota tersebut.


Perhatian penghuni restoran terarah kepada lan wu dan yiyi yang terlihat begitu mesra,nampak beberapa dari mereka memberi salam kepada lan wu dan sekedar berbincang ringan sembari menunggu hidangan mereka siap.


"Wah.. ini merupakan berita yang menggembirakan kami semua" ujar salah satu pelanggan usai mengetahui bahwa kan wu akan mengadakan ucapara pernikahannya dengan yiyi


"Apakah kami bisa bergabung dalam hati baik tetua lan?" Tanya seorang pendekar yang kebetulan berada di restoran tersebut


"Tentu saja. Kehadiran saudar sekalian sangat membuatku senang" balas lan wu di sertai dengan sorakan bahagia dari para pengunjung di restoran tersebut


"Aku meminum arak ini sebagai simbol dari kebahagiaanku atas hari besar tetua lan, yang akan segera berlangsung"

__ADS_1


Ujar seorang pria yang di ikuti dengan lainya


Lan wu mengangkat gelasnya dan meminum arak bersamaan dengan lainya. Wajah lan wu di penuhi dengan kebahagiaan yang begitu besar.


....


Sementara di kamar kaisar an, nampak lili yang tengah berbincang mengenai pernikahan lan wu dengan yiyi kepada kaisar. Kaisar terlihat begitu senang mendengarnya. Ia memang telah menanti hari baik tersebut.


"Emmm..menurut mu baju apa yang cocok untuk ayah kenakan di acara pernikahan tersebut?" Tanya kaisar an seraya mengelus jangut nya


"Tentu saja pakaian kebesaran ayah, ini merupakan hari bahagia bagi kakak yiyi pokoknya semua harus menjadi sempurna di acara bersejarah tersebut" lili terlihat begitu antusias


"Kau benar, aku akan segera menghubungi seluruh jendral dan Mentri untuk datang kemari" kini kaisar Napak berdiri dengan terburu-buru


"Huhuhu..akhirnya putri kecilku akan menikah" kaisar Napak berguru emosional


Sementara lili tertawa lepas usai menyaksikan ekspresi dari ayahnya yang jarang ia saksikan.


**


Usai dari restoran, kini lan wu dan yiyi mengarah ke mbalo menuju pedang dewa. Lan wu hendak menepati janjinya untuk membantu xioca dalam peningkatan kultivasinya..Mereka akhirnya sampai di kediaman milik lan wu


Lan wu menyuruh agar yiyi beristirahat sementara dia hendak menemui xioca di jurang pedang dewa.


Dengan cepat lan wu telah berada di tempat tersebut seraya memanggil xioca menggunakan energi miliknya, merasakan energi lan wu akhirnya xioca melesat kencang kearah lan wu.


"Apakah kau sudah siap?" Tanya lan wu seraya mengaliri api suci di sekelilingnya


"Tentu kak, aku akan berkultivasi di dasar jurang agar tidak menciptakan hamguang energi bagi para murid" jawab xioca dengan wajah tenang


"Kita tidak akan bertemu dalam waktu dekat,namun kau dapat menghubungiku melalui gelombang energi milik mu. Ingatlah untuk tidak memaksakan diri dan bertindak bodoh" ujar lan wu menasehati xioca


"Aku mengerti kak, tapi sebelum itu aku hendak mengucapkan selamat atas pernikahan mu" xioca tersenyum seraya melompat kedalam jurang


"Bodoh..itu bahkan terlalu cepat " ujar lan wu seraya membentuk 20 pedang api suci di udara


Lan wu tidak menginginkan adanya pengganggu yang mencoba menyerang xioca di saat ia tengah fokus dalam pelatihanya. Selain itu bola api suci dapat membantu xioca untuk menghalangi ujian besar yang akan menghampirinya di akhir kultivasinya.


"Berjuanglah" seru lan wu seraya mengarah ke pedang dewa.


Keesokan harinya nampak suasana di pedang dewa begitu ramai. Ratusan orang yang berpakaian rapi sembari duduk di ratusan kursi yang telah di sediakan di halaman aula pedang dewa. Terlihat juga para ketua sakte dan orang penting di istana kaisar hadir dalam suasana ramai tersebut.


Di dalam aula terlihat lan wu yang mengenakan jubah tetua pedang di dampingi oleh yiyi yang mengenakan baju khusus seorang putri kaisar,nampak berjalan pelan mendekati pintu keluar dari aula tersebut.


Pandangan lan wu menatap lurus ke depan seraya tersenyum tenang melihat tatapan dari kaisar dan ketua Jian yang telah menanti mereka tepat di depan pintu.


Usai lan wu berada tepat di luara,kini terdengar sorakan serta ucapan selamat yang berdatangan diri seluruh orang yang menghadiri pernikahan lan wu.


"Emh..apa yang harus ku katakan?" Ucap lan wu dengan nada bingung seraya menatap Jian yang berdiri di sebelahnya


Jian dan kaisar an nampak tertawa menyaksikan raut gugup di wajah lan wu


Kini terlihat seorang sesepuh yang mendekat kearah lan wu sembari menyuruh lan wu dan yiyi untuk saling berhadapan.


"Oh..sial, tidak ku sangka akan semenegangkan ini" gerutu lan wu tersenyum bimbang menatap wajah yiyi


"Dengan ini aku menyatakan kalian berdua adalah sepasang suami dan istri. Segala kesusahan dan kesenangan akan kalian rasakan bersama, kalian akan mengarungi bahtera hidup yang sulit, namun percayalah bahwa selam kalian bersama tidak akan ada kesulitan yang tidak bisa kalian lewati" ucap sesepuh tersebut


"Apakah kalian menerima hal tersebut?" Tanya sepuh tersebut


"Tentu saja aku menerimanya. Nyawaku adalah nyawanya,dan nyawanya adalah miliknya seorang. Takan ku izinkan siapapun untuk menyakiti yiyi meskipun hanya sebuah perkataan. Aku adalah seorang pendekar, dan janjiku bisa di pegang " jawab lan wu keras membuat seluruh tamu tersenyum mendengar perkataan lan wu


Usai ritual sakral tersebut, kini banyak ketua yang maju dan memberi selamat kepada lan wu dan yiyi. Mereka juga memberikan hadiah. Terlepas dari hal tersebut kini yiyi sedetikpun tak pernah melepaskan tangannya dari lengan lan wu. Pandanganya selalu memastikan agar ini bukanlah mimpi semata, setiap kali ia melihat lan wu tersenyum entah mengapa ia juga akan ikut merasakan kebahagiaan tersebut.


"Hay bocah kecil, bisakah kau bermain dengan ibu baru mu? Ucap lan wu bersamaan dengan xuya yang tertawa riang

__ADS_1


Yiyi mengambil xuya dan menggendongnya dengan pelan, xuya menatap wajah yiyi dan tertawa riang. Tangan xuya mengelus wajah yiyi sementara lan wu di sibuki dengan para ketua yang terus mengajaknya berbicara.


Acara tersebut di langsungkan hingga tengah malam. Lan wu pamit terlebih dahulu usai merasakan kelelahan dasyat yang menyerangnya.


Kini lan wu telah berada dikamarnya. Ia melepas jubahnya dan mengenakan baju sehari-harinya.


Ia begitu merasaka kelelahan dan tanpa sadar telah terlelap sembari merangkul xuya yang juga tertidur dengan pulas.


Di ruang tamu terlihat yiyi tengah berbincang bersama kaisar an.


"Kau telah memulai hidup mu, aku yakin ibumu pasti akan senang di atas sana" ucap kaisar tersenyum bahagia


" Tentu saja ayah. Aku yakin ibu juga tengah berbahagia di atas sana" sahut yiyi


"Tidurlah..temani suamimu. Aku akan kembali ke kediaman ku untuk beristirahat juga" ujar kaisar seraya mengelus kepala yiyi


Yiyi mengantar kaisar keluarga dan kemudian beranjak ke kamar untuk menemui lan wu. Yiyi sedikit terkejut melihat lan wu dan xuya yang tengah terlelap pulas hingga mendengkur. Ia tak menyangka bahwa lan wu akan selelah ini.


Yiyi segera membersihkan dirinya dan berbaring di sebelah lan wu. Ia memeluk erat lan wu dan xuya yang tidak menyadari kehadirannya.


"Kalian adalah orang terpenting dalam hidupku, selamanya akan seperti itu.." gumam yiyi bersamaan dengan terpejamnya kedua mata indah yiyi.


Senyuman terhias di bibir merah yiyi bahkan saat ia telah berada di dunia mimpi. Pada hari itu yiyi merasa adalah orang yang paling bahagia di dunia.


**


Usai beberapa bulan semenjak pernikahan lan wu, kini lan wu lebih banyak menghabiskan waktunya di kediaman miliknya. Terlebih lagi xuya yang telah berusia 5 tahun begitu tertarik dengan pedang. Akhirnya lan wu memutuskan untuk mengajari xuya beberapa jurus pedang yang ringan padanya.


"Kakak lan, ini teh mu" ucap yiyi menyodorkan secangkir teh kepada lan wu


Lan wu tersenyum tipis seraya meneguk teh buatan yiyi. Pandanganya terfokuskan kepada xuya yang tengah melakukan beberapa gerakan dengan pedang kayu dari lan wu


"Bagaiamana kemajuan xuya?" Tanya yiyi sembari melingkarkan tangannya di lengan lan wu


"Kemajuanya lumayan cepat,namun dengan usia yang begitu muda dia belum bisa untuk memperkuat tubuhnya" jawab lan wu


"Aku yakin xuya akan menjadi pendekar hebat seperti ayahnya " ujar Yuan yang kini berada di samping lan wu


"Ah..paman Yuan kau mengagetkan ku" ucap lan wu mengusap dadanya


"Kau menutup diri selama beberapa bulan apakah kemampuan mu menurun?" Ucap Yuan meledek lan wu


"Hahahaha ternyata tidak bisa menherjai mu ya" tawa lan wu


"Paman Yuan duduklah, aku akan membuatkan minuman untuk mu" ujar yiyi sembari mengarah ke dalam rumah


"Bagaimana kondisi keponakan keduaku?" Tanya Yuan


"Baik, Mungkin dalam beberapa bulan lagi akan segera lahir ke dunia ini" jawab lan wu dengan senang


Nampak lan wu yang mengaktifkan aura petarungnya seakan berusaha menekan kekuatan dahsyat yang tidak dapat di lihat oleh Yuan. Pandangan lan wu terlihat sedikit menahan sesuatu yang begitu berat


"Apakah sudah waktunya?" Tanya Yuan menyadari kondisi lan wu


"Sial..aku bahkan tidak bisa menundanya terlalu lama" ujar lan wu terlihat kesal


"Hais..ini merupakan takdir yang harus kau jalani" sambung Yuan terlihat sedikit sedih


"Namun setidaknya aku harus melihat wajah dari anak pertama ku. Bagaiamana bisa yiyi melahirkan anak kami tanpa kehadiran ku. Sungguh aku begitu mengutuk alam ini" tekanan energi lan wu bertambah dasyat bersamaan dengan terciptanya lingkaran api besar di udara


Lan wu mengarahkan tangannya melangit dan menciptakan ledakan api yang sanggup menggetarkan seluruh alam. Lan wu segera memanggil naga emas beserta naga petir pengadil untuk melindungi sekitar area kediamanya dari ratusan tekanan dasyat yang berada dari alam.


"Aku akan menghancurkan apapun yang mencoba memaksaku meninggalkan yiyi sebelum uku sendiri siap melakukanya " wajah lan wu di penuhi dengan keringat usai berhasil menahan serangan kuat dari alam.


Sementara Yuan hanya menatap bisu dan ikut merasakan kekhawatiran yang di rasakan oleh lan wu

__ADS_1


"Belum waktunya..!! Ini belumlah waktunya..!!" Geram lan wu sembari menatap kearah langit dengan pandangan marah


__ADS_2