
Lan wu masih melayang tenang di udara seraya menatap kearah prajurit emas tersebut yang belum memulai pergerakan apapun.
Kini mata Lan wu tertuju pada tiga saudari seperguruannya yang melihat Lan wu dari tingkat duarumah mereka. Pandangan mereka mengisyaratkan rasa cemas dan khawatir akan apa yang sedang terjadi.
"Kakek tua.. apakah kau sudah selesai?" Tanya Lan wu.
"Sudah.!" Balas pria tersebut yang memancarkan aura lebih kuat dari sebelumnya.
Leluhur sakte kini menyusul Lan wu dan berdiri tepat disampingnya.
Dengan nada serius Lan wu menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh pria tersebut.
"Dengarkan ini kakek tua, prajurit emas ini berada di ranah immortal 1 sementara kau hanya di separuh immortal 6, aku tidak tau perihal ujian besar mu yang mengerikan ini. namun yang pasti kau memiliki sesuatu yang spesial sehingga membahayakan langit.." jelas Lan wu yang tidak mengejutkan pria tua disampingnya.
"Aku akan membuka cela dan melemahkan dia, setelah itu kau harus mengatasi sisanya. Ini adalah ujian mu dan aku tidak seharusnya ikut campur terlalu banyak"
Lan wu melepaskan 80% aura neraka dan berhasil membuat prajurit emas waspada.
__ADS_1
Lan wu mengambil posisi seperti seorang yang akan memanah.
Tangan Lan wu yang semula kosong kini muncul sebuah busur besar dengan senar yang memancarkan aura kuat.
"Seribu pedang suci, instrumen kematian.!" Ucap Lan wu membuat udara berhenti untuk beberapa saat lalu berubah menjadi tekanan hebat seirama dengan prajurit emas yang juga mengeluarkan jurusnya.
"Cih..!" Gumam Lan wu seraya merasakan aura dari prajurit emas yang semakin melemah.
Lan wu mendarat kembali di halaman belakang kediamanya lalu menyuruh leluhur tersebut untuk mulai bertindak.
Leluhur sakte immortal mengeluarkan serangan tebaik miliknya tepat sebelum prajurit emas tersebut mengumpulkan energi.
"Senior, terimakasih atas bantuan anda. Aku Hong Anzu akan selalu mengingat kebaikan anda" ucap leluhur sakte immortal seraya membungkuk dihadapan Lan wu yang telah duduk kembali di kursinya.
Lan wu memejamkan matanya seraya berkata dengan suara pelan. " Jangan lupa kesepakatan kita"
Lan wu tertidur begitu cepat dengan raut wajah yang begitu teduh. Hong Anzu berjalan meninggalkan Lan wu yang telah tertidur seraya terus bertanya-tanya dalam hati mengenai identitas sebenarnya dari Lan wu.
__ADS_1
** Sore hari dipuncak utama **
Hong Anzu mengadakan pertemuan dengan ketua sakte serta 4 tetua puncak untuk membahas utusan dari sakte immortal untuk membantu tentara dinasti dewa perang di garis depan.
Hal tersebut sebenarnya telah diumumkan beberapa bulan lalu namun tertunda karena gencatan senjata sesaat yang diajukan oleh pihak penengah dari kedua dinasti.
"Aku sudah memilih 6 murid terbaik yang memimpin masing-masing 30 anggota sebagai perwakilan dari sakte immortal. Namun, aku sedikit khawatir mengenai keselamatan mereka" jelas ketua sakte sedikit ragu.
"Jumblah pasukan dinasti darah putih yang menyerang kali ini tidak terlalu banyak hanya berjumlah sekitar 12.000 ribu lebih. Dengan dukungan dari sakte immortal, lembah pedang bumi, dan paviliun bunga surga maka korban jiwa masih bisa dihindari.." potong tetua Losung.
"Apakah dia tidak ikut?" Tanya Zinzu yang membuat orang-orang di pertemuan tersebut kaget.
"Ehem..apa maksud mu dengan menyeret monster itu? Aku takut bukan hanya pasukan dinasti darah putih yang dibunuh melainkan dinasti dewa pedang juga akan lenyap" balas Jidan yang sepemahaman dengan lainnya.
"Aku hendak meminta sesuatu kepada leluhur dan para tetua" mendadak seorang gadis cantik muncul masuk kedalam ruang tersebut lalu membungkuk.
"Hua'er...apa yang kau inginkan, katakanlah.." jawab tetua Susu mempersilahkan.
__ADS_1
Gadis tersebut memantapkan niatnya seraya menghela nafas. " Melihat dari kemampuan kami yang hanya berada di ranah abadi, ada baiknya bila salah satu dari para tetua ditingkat pelepasan menemani kami"
"Aku rasa perkataan Qihua tidak salah, bagaimanapun tanggung jawab mereka adalah untuk melindungi murid-murid ditingkat yang lebih rendah.." sahut Hong Anzu mempertimbangkan.