
Mereka kini kembali berada di luar gerbang kota. Lan wu mengikuti laju dari gadis tersebut yang berlari terlebih dahulu di depan sementara lan wu mengikuti dari belakang.
Mata lan wu masih fokus menatap area sekitarnya yang di rasa nya sedikit aneh.
Dan benar saja, dari arah depan dan belakang nampak beberapa orang tengah mendekat kearah mereka.
"Ikuti aku.!" Teriak gadis tersebut seraya melompat kearah kiri dan dengan cepat bersembunyi di atas pohon.
Lan wu yang sedikit terlambat, terpaksa menghentikan langkahnya seraya bersiap mengeluarkan pedang kiamat naga miliknya.
"Apa yang orang itu pikirkan?" Tanya gadis tersebut seraya mengintip dari atas pohon.
Kini orang-orang tersebut telah berada di dekat lan wu.
"Kau berasal dari wilayah mana?" Tanya seorang pria yang membawa sebuah pedang besar di punggungnya.
Lan wu sedikit bingung untuk menjawab. Ia mengetahui dengan pasti bahwa ras manusia dan naga iblis adalah musuh dari orang-orang tersebut.
"Aku berasal dari wilayah yang tidak jauh dari sini" jelas lan wu seraya bersiap menyerang.
Dengan tatapan dingin dari ke 6 orang tersebut membuat lan wu bertambah waspada, terlebih lagi nampak aura membunuh dari pria yang membawa pedang besar mendadak menekan lan wu.
"Apakah jawaban itu membantu mu?" Tanya pria tersebut seraya bebatuan di sekitarnya melayang di udara.
Lan wu tersenyum kecut usai melihat sendiri pedang besar milik pria tersebut tengah mengelilingi lan wu. Dengan cepat lan wu melompat mundur usai merasakan tekanan besar yang datang dari arah atas.
Benar saja, nampak sebuah pedang raksasa tertancap tepat di tempat lan wu berdiri tadi, sementara pedang milik pria tersebut melaju kencang ke arah lan wu dan menyerangnya.
Lan wu hanya menghindari serangan tersebut tanpa mengeluarkan satu jurus miliknya. Ia juga tidak begitu kesulitan untuk mengatasi setiap serangan pedang tersebut.
Hingga akhirnya lan wu mengeluarkan pusaran api iblis untuk menghalau pergerakan dari 5 orang lainnya yang mencoba menyerang lan wu dari arah berlawanan.
Pusaran api berhasil menghalau pergerakan seluruh orang tersebut, dan lan wu menggunakan penggeser waktu untuk berpindah tempat ke pepohonan.
"Huf.. melelahkan.." ujar lan wu seraya tersenyum kearah gadis yang nampak terkejut melihat kemunculan lan wu.
"Sebenarnya kau siapa? Aku rasa ke 7 orang tersebut tidak menyulitkan mu.." tanya gadis tersebut yang langsung di potong oleh lan wu.
__ADS_1
"Sebaiknya kita segera menjauh dari sini sebelum mereka menyadari keberadaan kita" ujar lan wu seraya tersenyum.
Gadis tersebut mengangguk dengan wajah sedikit kecewa, akan tetapi ia memilih untuk menurut. Perihal identitas lan wu dan lainya dapat ia tanyakan nanti.
**
Setelah berhasil menjauh dari tempat tersebut dengan kecepatan tinggi, gadis tersebut meminta lan wu untuk beristirahat sejenak seraya memulihkan tenaga dan memakan beberapa bekal yang di siapkan oleh gadis tersebut.
Merek beristirahat tepat di sebuah hutan kering yang di tengahnya nampak menjulang tinggi sebuah pohon besar tanpa daun. Gadis tersebut beristirahat sementara lan wu berkeliling untuk mencari sebuah sungai.
"Ah.. ketemu juga" ucap lan wu sembari mendarat tepat di sebuah kolam kecil yang terdapat air.
Akan tetapi lan wu menjadi sedikit ragu untuk mengambil air tersebut yang berwarna kemerah-merahan, selain itu di sekeliling kolam tersebut nampak tertutupi rapi oleh bebatuan.
"Sepertinya ada yang sengaja meletakan batu-batu ini di sini" pikir lan wu seraya mengamati are kolam tersebut.
Lan wu dengan cepat melompat kearah belakang pepohonan usai mendengar suara langkah kaki dari arah samping nya. Benar saja kini muncul 2 orang gadis dengan penampilan canti mendekati kolam tersebut.
Akan tetapi lan wu lebih fokus ke gadis yang mengenakan baju berwarna biru dengan motif bunga-bunga berwarna merah, di tambah dengan mahkota di kepalanya.
Gadis tersebut nampak terluka parah, terlihat dari beberapa bekas darah yang terdapat di perut serta pinggang gadis tersebut.
Gadis tersebut nampak melepaskan seluruh pakaiannya, dan kemudian berendam di dalam kolam merah tersebut. Tentu saja hal itu tidak pantas di lihat oleh lan wu.
"Putri Nei apa yang harus aku katakan kepada ayah anda nantinya.." terdengar gadis yang satunya bertanya kepada gadis yang tengah berendam di kolam.
"Syau hi.. kau tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, sudah sewajarnya jika seorang jendral seperti ku mengalami luka akibat peperangan" jawab gadis tersebut ke gadis satunya.
Lan wu diam-diam kini mengetahui asal dari dua orang gadis tersebut, dan alasan mengapa putri Nei berendam di kolam berwarna merah tersebut.
Kini lan wu memutuskan untuk kembali ketempat ia dan teman seperjalanan nya beristirahat, akan tetapi mendadak langkah lan wu terhenti usai mendapati sebuah pedang yang berada tepat di lehernya.
"Hari yang buruk.." guamam lan wu seraya tersenyum kecut melihat pedang yang siap menerkam nya.
"Lancang sekali..! Beraninya kau mengintip tuan putri, dasar mesum..!" Geram gadis di sampingnya.
"Nona ini jangan salah paham.. aku tidak bermaksud untuk mengintip, aku kebetulan sedang mencari persediaan air untuk perjalanan dan tidak sengaja sampai di tempat ini.." jelas lan wu dengan nada tenang.
__ADS_1
"Ucapan dari orang asing seperti mu bagaimana bisa ku percaya? Kau pantas mati..!" Ujar gadis tersebut seraya menggerakkan pedangnya dengan cepat.
Akan tetapi lan wu berhasil mematahkan pedang milik gadis tersebut dengan menggunakan tangan kanannya. Wajah gadis tersebut mendadak berubah seketika usai menyaksikan sendiri kemampuan lan wu.
Ia melompat mundur seraya bersiap untuk menyerang lan wu, sementara lan wu masih berdiri tenang seraya menatap gadis tersebut.
"Nona.. aku lebih mahir soal membunuh.. sebaiknya kau berhenti di situ.." ujar lan wu seraya menciptakan puluhan tombak api berukuran raksasa di sekelilingnya.
Kini gadis di hadapannya sontak terdiam seraya menganga menyaksikan puluhan tombak api yang siap menghujaninya kapan saja.
Kondisi tersebut membuat putri Nei yang semula tidak memperdulikan perdebatan tersebut kini memutuskan untuk ikut campur usai merasakan ancaman serius dari jurus lan wu.
"Hentikan itu tuan..!" Ujar Nei seraya melepaskan aura petarungnya yang nampak menggetarkan tombak api milik lan wu.
"Tekanan aura yang hebat" puji lan wu seraya menatap Nei yang keheranan.
"Apakah putri hendak menyaksikan kemampuan ku lebih jauh?" Tanya lan wu dengan nada menggertak.
Nei kini berfikir keras seraya menatap kesal kearah lan wu. Ia tau betul bahwa pria di hadapannya tidak mudah untuk ia kalahkan, terlebih lagi dengan kondisinya saat ini.
"Tuan, apakah kau pikir dengan kemampuan mu saat ini kau dapat berbuat sesuka mu?" Ujar Nei seraya mengerahkan telapak tangannya kearah lan wu.
Sontak tercipta tekanan angin kuat yang menerbangkan are sekitar lan wu. Tombak-tombak api milik lan wu juga ikut lenyap akibat tekanan hebat tersebut.
Lan wu sedikit terkejut akan hal tersebut, akan tetapi ia tetap dapat mempertahankan keseimbangan nya dan tidak terpukul mundur oleh tekanan angin tersebut.
Lan wu kembali melompat ke udara usai 2 buah telapak tangan dari tanah hendak mencengkram nya, ia sontak mengeluarkan pelindung api untuk menahan serangan pukulan dari Nei yang mendadak telah berada di atasnya.
Kini mereka bertukar jurus begitu lama hingga lan wu terpaksa harus mengeluarkan satu jurus miliknya untuk mengakhiri pertaruangan tersebut.
"Argh..!" Rintih Nei seraya menahan pukulan lan wu dengan kedua tangannya.
Akan tetapi pukulan lan wu terlalu keras hingga membuat dirinya tersungkur ke tanah, sementara lan wu masih berada di udara seraya tersenyum kearah Nei.
"Aku harus pergi, terimakasih atas sambutan menyenangkan ini.." ujar lan wu sesat sebelum melesat menjauh dari Nei.
"Jangan di kejar..!" Teriak Nei menghentikan syau hi yang hendak mengejar lan wu.
__ADS_1
"Tapi dia sudah lancang terhadap putri.." ujar syau hi dengan nada sedikit kesal.
"Sepertinya kita yang salah sangka terhadap nya, jika memang dia berniat buruk tentu sedari tadi dia dapat menghabisi kita dengan mudah. Orang itu.. entah mengapa aku merasa gemetaran saat berada di dekatnya.." jelas Nei sembari menatap kearah langit.