Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
sakte sayap Phoenix


__ADS_3

"Dia... apakah dia memiliki darah Phoenix? Tidak mungkin... Bahkan ketua saja harus menggunakan energi miliknya untuk melewati tangga ke 800 ini.." gumam gadis dihadapan Lan wu yang terselimuti oleh energi miliknya.


Semakin naik tampak gadis didepan Lan wu semakin melambat hingga membuat Lan wu harus berhenti sejenak menunggunya.


"Aku..sudah.. mencapai bat..as.." gadis tersebut nampak kesakitan dengan wajah yang dipenuhi oleh keringat.


"Kenapa?" Tanya Lan wu yang kini berada di samping gadis tersebut.


Dengan pandangan kaget gadis itu menatap Lan wu yang terlihat begitu tenang tanpa ada ekspresi kelelahan sedikitpun. "Kau... apakah kau keturunan dari Phoenix agung?" Tanya gadis tersebut dengan eskpresi serius.


Lan wu sedikit terkejut mendengar perkataan gadis disampingnya, "hmm..bukan." jawab Lan wu santai.


"Bohong.! Kau jangan bersembunyi lagi, hanya keturunan dari Phoenix agung yang bisa melewati tangga ini dengan sedikit usaha.. mustahil kalau manusia biasa bisa melakukannya" ujar gadis tersebut dengan nada kesal bercampur kesakitan.


"Aku tidak tau apa yang kau maksudkan, dari awal bukannya kau yang membawa ku kesini?"


"Cih.." gadis tersebut membuang mukanya dari hadapan Lan wu.


Lan wu yang keheranan akhirnya memutuskan untuk berjalan didepan gadis tersebut untuk menghalangi tekanan roh yang membebani gadis tersebut.


Lan wu melepaskan energinya yang membentuk sebuah harimau hitam yang menyelimuti dirinya dan gadis tersebut.


"Ini.. tubuh ku menjadi ringan.." kaget gadis tersebut usai terselimuti oleh energi hitam Lan wu.


Dengan pandangan penuh tanya, gadis tersebut mengikuti Lan wu dari belakang seraya menerka identitas dari pria didepannya tersebut.


Ketika keduanya berada di anak tangga 899, mendadak 2 orang wanita melesat cepat dari sisi kiri kemudian berdiri menghadang mereka tepat di tangga ke 900.


Kedua wanita tersebut nampak begitu terkejut melihat Lan wu yang tengah diselimuti oleh energi hitamnya.


"Guru Yanling.. tetua Yihua.!" Ujar gadis dibelakang Lan wu yang nampak gemetaran melihat kedatangan kedua wanita tersebut.


"Hmm...dua wanita ini memiliki darah Phoenix yang telah terbangun.. setidaknya mereka akan seimbang nantinya jika bertarung dengan Bingxue pada kekuatan penuh.." gumam Lan wu.


"Yanyan..! Apa yang kau lakukan di tangga Phoenix..? Bukankah aku sudah melarang mu untuk berlatih di sini sebelum mencapai tingkat abadi.?!" Tanya wanita yang bernama Yanling terlihat marah.


"Ampun guru... Murdi hanya ingin.. hanya ingin.." ujar gadis tersebut yang kehabisan kata-kata untuk menjawab.

__ADS_1


"Hanya apa..?! Jangan berdalih lagi..!"


"Anu guru, murid ini hendak merekomendasikan saudara ini untuk masuk ke sakte sayap Phoenix. Awalnya aku menjelaskan bahwa pendaftaran masuk telah ditutup, tapi karena saudara ini memaksa maka murid terpaksa memberitahukan keberadaan tangga ini sebagai ujian lain.." Yanyan mendapatkan alasan tepat dan kini terlihat begitu tenang.


Disisi lain terlihat Lan wu yang menjadi kesal melihat tingkah laku Yanyan. "Kau ini.. rupanya harus diberikan pelajaran" Lan wu sontak menetralkan energinya hingga dalam waktu singkat Yanyan terkapar ditangga tersebut seraya merintih kesakitan.


Kedua wanita tersebut sontak mengalirkan energi mereka untuk melindungi roh Yanyan yang hampir hancur. "Apa yang kau lakukan..? Itu bisa membunuhnya..!" Tanya Yanling seraya memberikan pil penyembuh kepada Yanyan.


"Maaf tetua, energi ku sudah habis. Lagian tekanan roh ditangga ini tidak begitu menakutkan, alasan ku mengeluarkan energi ku ialah untuk membantu saudari Yanyan" jawab Lan wu dengan tenang seraya menatap Yanyan yang nampak begitu marah kepadanya.


"Berhenti berlagak kuat, ikut aku menemui ketua untuk melapor..!" Yihua sontak memegang tangan Lan wu seraya mengalirkan energinya.


Lan wu yang nampak tersipu akhirnya memutuskan untuk mengikuti Yihua dan melihat langkah selanjutnya yang akan dia ambil.


Selain itu udara di sakte sayap Phoenix begitu sejuk dan bagus bagi Lan wu untuk bersantai sejenak. Ia juga akan memantau adik dari Zhengjie dan melihat sendiri perlakuan seperti apa yang didapatkan oleh gadis kecil tersebut.


Keduanya kini telah sampai di aula utama tempat dimana ketua sakte berada. Sementara Yanling membawa muridnya untuk diobati oleh tabib perguruan.


Yihua kini membungkuk dari luar balai seraya menyampaikan perihal gejolak tangga Phoenix beberapa saat yang lalu.


"Lapor ketua, aku menemukan Yanyan dan pemuda ini di tangga Phoenix. Menurut perkataan Yanyan ia mengaku bahwa keduanya berada di tempat tersebut untuk melakukan ujian berbahaya agar pemuda ini bisa menjadi murid sakte.." jelas Yihua yang membungkuk.


Lan wu sedikit tercengang merasakan energi kuat dari setiap kata yang diucapkan ketua didalam balai tersebut. "Junior ini menyapa ketua sakte" ujar Lan wu yang memberikan salam dengan kedua tangannya tanpa membungkuk sedikitpun.


"Hahaha..bagus.. katakan kepada orang tua ini sampai di anak tangga ke berapa kau.?" Tanya ketua sakte.


"Hanya berada di tangga ke 899.."


"Apa..?!" Terdengar suara ketua sakte yang terkejut mendengar jawaban Lan wu.


Setelah suasana hening sesaat, terlihat pintu aula terbuka dan keluarlah seorang gadis berambut putih dengan mata sebiru langit menghampir Lan wu.


"Master menyuruhku untuk memberikan mu ini" ujar gadis berusia sekitar 18 tahun yang memberikan Lan wu sebuah lencana murid luar dan jubah perguruan.


"Aku akan merekomendasikan mu pada kompetisi antar murid luar yang nantinya akan diselenggarakan besok hari, jika kemampuan mu sehebat yang kau katakan maka aku jamin masa depan mu akan cerah" tutur ketua sakte yang kemudian melesat sebuah token berwarna putih dari dalam aula.


Lan wu menangkap token tersebut dengan mudah kemudian mengucapkan terimakasih kepada ketua sakte. Yihua mengantarkan Lan wu ke asrama murid luar yang berada cukup jauh dari balai utama.

__ADS_1


Diperjalanan Yihua tidak banyak bicara begitupun dengan Lan wu. Hingga tiba-tiba langkah Lan wu terhenti didepan sebuah paviliun pelatihan roh yang nampak begitu ramai.


"Ada apa?" Tanya Yihua yang menyadari situasi Lan wu.


Dengan wajah yang terlihat menyembunyikan sesuatu, Lan wu menggelengkan kepalanya.


Setelah keduanya berjalan kembali, Lan wu masih terpikirkan oleh paviliun pelatihan roh.


Ia merasakan kehadiran sosok yang tidak asing namun tidak bisa diingat olehnya.


"Tetua...aku merasakan adanya kesadaran kuat dan dari dalam paviliun pelatihan itu. Sebenarnya apa ada apa disana?" Tanya Lan wu yang tidak dapat menahan rasa penasarannya.


"Aku sempat menduga bahwa kau hanyalah pria yang mencari keuntungan di sakte kami, namun setelah mendengar ucapan mu sendiri aku jadi mengubah pemikiran ku.." jawab Yihua yang sedikit membingungkan Lan wu.


"Aku akan menjawab pertanyaan mu itu.." Yihua nampak melambatkan lajunya kemudian menjelaskan kepada Lan wu.


"Apa yang kau rasakan barusan adalah tekanan roh dari kesadaran seekor naga."


"Naga..?!" Kaget Lan wu dengan eskpresi keheranan.


"Benar.. sejak jaman dahulu Phoenix dan naga merupakan musuh alami yang saling melenyapkan satu sama lain. Walaupun di alam atas kedua ras tersebut hidup berdampingan namun ras naga selalu mendominasi.


Dalam sejarah panjang tercatat lebih dari jutaan ribu Phoenix dimusnahkan oleh ras naga, pada saat kritis muncullah Phoenix agung yang menyelamatkan ras Phoenix dari kepunahan massal.


Dengan sifat belas kasih dan tegas, Phoenix agung memperhitungkan balas dendam di masa-masa kekacauan ras naga.."


"Kekacauan?" Sergah Lan wu yang mulai menyambungkan cerita Yihua dengan naga dewa.


"Benar, penerus dari 4 raja naga tidak begitu akur, ditambah naga hitam yang saat itu lepas kendali. Singkat cerita Phoenix agung berhasil menemukan keberadaan naga bumi yang sekarat dan menyegelnya di paviliun pelatihan"


"Jadi begitu..!" Ujar Lan wu yang mengherankan Yihua.


"Ah..aku paham..jadi itulah kesadaran mengerikan yang ku rasakan barusan.." sambung Lan wu yang mengendalikan dirinya kembali.


"Hemm..jangan berfikir untuk dapat berlatih disana dengan status mu yang sekarang, hanya murid dalam dan murid inti yang bisa masuk kesana" ujar Yihua dengan nada jutek.


Lan wu tersenyum tipis dan tidak menyangka bahwa naga bumi yang menghilang begitu lama bisa muncul di tempatsepe itu.

__ADS_1


Ia kini begitu penasaran dengan reaksi istana naga putih jika mengetahui keberadaan dari naga bumi.


__ADS_2