Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
pedang kiamat naga 2.58


__ADS_3

Mereka berdua melanjutkan perjalanan sembari berbincang ringan. Dari perbincangan tersebut lan wu mengetahui bahwa tidak semua orang dari ras naga mendapatkan wujud ketiga dari perubahan mereka.


Hanya orang-orang yang memiliki darah murni serta telah melewati 2 x kebangkitan darah yang bisa mendapatkan wujud ketiga.


Hal tersebut sedikit membuat lan wu bingung.


"Apa yang tengah kau pikirkan?" Tanya souzi yang melihat lan wu tengah diam.


"Em.. kau pasti mengetahui perihal kebangkitan darah di teratai putih, menurut yang ku ketahui. Kebangkitan darah milik Fei hanya sekali dan telah memiliki wujud naga, bukankah itu diluar persyaratan tadi?" Ujar lan wu mengungkapkan kebingungannya.


"Kau benar, kasus nona Fei sedikit berbeda dengan ras naga, bahkan naga dewa sendiri masih belum mengetahui pasti hal tersebut" balas souzi.


"Kira-kira berapa jumblah orang-orang di ras naga yang memiliki wujud naga?" Tanya lan wu kembali.


"Yang ku ketahui adalah, 4 raja naga, 9 tetua agung, pemimpin istana, dan 3 murid inti dari pemimpin istana, sisanya Fei dan beberapa murid baru di ras naga" jawab souzi seraya menatap lan wu.


"Sungguh mengherankan, tidak ku sangka ras terkuat di alam dewa hanya memiliki sekitar 20 orang yang memiliki wujud naga" pikir lan wu seraya terus berjalan pelan.


"Aku paham dengan yang kau pikirkan, akan tetapi walau banyak yang tidak memiliki wujud naga, mereka mendapatkan kekuatan besar dengan perjanjian darah" sambung souzi yang mengetahui pikiran lan wu.


"Bukankah itu masih jauh dibandingkan dengan wujud naga asli?" Lan wu kini menghentikan langkahnya.


"Pada dasarnya perbedaan kekuatan antara wujud naga dan perjanjian darah tidak begitu jauh, hanya saja penggunaan segel pemanggil sangat menguras energi serta memiliki batas waktu tertentu. Contoh kecil, kau sendiri memiliki perjanjian darah dengan pemimpin istana lalu apakah wujud asli dari 3 murid inti dapat mengalahkan wujud dari perjanjian darah mu?" Tanya souzi kini membuat lan wu sedikit paham.


"Entah mengapa aku jadi begitu ingin mengunjungi dunia naga" ujar lan wu tanpa sadar.


"Hemm.. mustahil kau dapat kesana, dunia naga hanya di khususkan untuk pemilik darah murni dan keturunan langsung 4 raja" ucap souzi seraya tersenyum tipis.


"Hahaha aku hanya asal bicara, sepertinya kita sedikit terlambat" ujar lan wu yang melihat murid-murid ras naga begitu ramai di dalam ruang persenjataan.


Souzi menuntun lan wu ke sisi lainnya. Di perjalanan tersebut lan wu begitu kagum akan beberapa senjata yang telah memiliki aura tersendiri.


"Kita sudah sampai di ruang persenjataan menengah" ucap souzi menyadarkan lan wu dari kekagumannya.


"Ah.. suasananya tidak begitu ramai seperti sebelumnya" ucap lan wu dengan cepat menyadari sekelilingnya.


"Tentu saja, hanya murid yang memiliki izin dari penjaga ruang yang boleh masuk ke sini" jawab souzi seraya tersenyum.


"Ah.. apakah aku di izinkan? Sepertinya aku dari tadi tidak melihat penjaga ruang" lan wu terlihat sedikit bingung.


"Naga dewa secara langsung menyuruh mu kemari, kau pikir apakah izin dari penjaga ruang berlaku untuk mu?" Tanya souzi yang membuat lan wu tersenyum canggung.


Lan wu tanpa basa-basi segera mendekat ke pajangan pedang-pedang yang berada di rak paling atas, namun entah mengapa ia sedikit tertarik dengan senjata-senjata yang melayang tinggi hingga mencapai atap kuil tersebut.


Lan wu juga melihat beberapa murid yang bergantian melesat ke atas untuk mengambil salah satu senjata tersebut, akan tetapi anehnya mereka mendadak terpukul ke bawah sesaat sebelum menyentuh senjata tersebut.


"Biar ku coba" ucap lan wu seraya melesat cepat kearah senjata-senjata tersebut.


Ia kini telah berada cukup dekat dengan senjata tersebut, sementara souzi yang baru menyadari hak tersebut segera memperingati lan wu.


"Hey..! Apa yang kau lakukan? Senjata tersebut hanya di peruntukan bagi murid ras naga yang telah melewati kebangkitan darah pertama.!" Teriak souzi sontak menghentikan lan wu sesaat sebelum berhasil memegang sebuah pedang berwarna biru.


"Em.. apakah aku tidak boleh mengambil pedang ini?" Tanya lan wu seraya menyentuh gagang pedang tersebut dengan telunjuknya.

__ADS_1


"Kau... bagaimana bisa..?" Heran souzi dengan wajah sedikit ngeri.


"Ini sangat mudah, entah mengapa tekanan dari senjata-senjata ini tidak sekuat kuil naga" ucap lan wu yang juga mengejutkan beberapa murid yang tengah menyaksikannya.


"Saudara..! Bisakah kau membantuku untuk mengambilkan cakram ungu itu?" Teriak seorang murid yang membuat lainya keheranan.


"Eh.. tapi apakah kau bisa membuat ku mendapatkan pedang ini?" Tanya lan wu sembari cengengesan.


"Guru ku salah satu dari 9 tetua agung, aku jamin kau pasti tidak akan mengalami masalah jika mengambil pedang tersebut" jawab satunya yang berniat untuk meminta bantuan lan wu.


Lan wu nampak tersenyum lebar. Ia lalu melemparkan beberapa senjata yang di minta oleh para murid tersebut, dan mengambil pedang biru miliknya sesaat sebelum turun kembali.


Para murid yang mendapat senjata nampak begitu senang dan memberikan lan wu beberapa pil serta sebuah lencana yang lan wu sendiri tidak mengetahui hal tersebut.


Setelah para murid tersebut pergi, kini souzi dengan cepat memukul dada lan wu. Sontak saja sebuah aura berbentuk kepala naga melayang tepat di atas Lan wu.


"Mengapa kau begitu ceroboh..?!" Bentak souzi seraya mengeluarkan jurus miliknya untuk melenyapkan aura tersebut.


"Aku bahkan tidak menyadari keberadaannya" ucap lan wu nampak sedikit heran.


"Tentu saja kau tidak bisa.. pedang tersebut bukanlah senjata yang baik untuk kau gunakan..!" Jawab souzi dengan nada geram.


Lan wu begitu heran dengan perubahan emosi souzi, akan tetapi ia tidak begitu mempermasalahkan nya. Lan wu berfikir mungkin saja souzi mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui.


"Kembalikan pedang kiamat naga ke tempat nya ..!!" Sambung souzi seraya hendak merebut pedang tersebut dari tangan lan wu.


Akan tetapi souzi mendadak terpukul mundur oleh aura yang tiba-tiba keluar dari pedang tersebut. Tangan lan wu serasa begitu panas menahan gejolak energi yanv perlahan-lahan menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Sial..! Mencoba untuk mengendalikan tubuh ku..?! Pedang kepar*t..!" Geram lan wu seraya mengalirkan api iblis yang membentuk rupa seorang raksasa.


"Pantas saja souzi begitu ketakutan akan pedang ini..." Ujar lan wu seraya fokus untuk menghancurkan aura pedang yang mencoba menerobos masuk kedalam tubuhnya.


"Ah... Apakah kau pernah bertemu dengan neraka? Bukankah kau kiamat naga tentu saja kau masih bawahan dari neraka kan.?!" Ujar lan wu seraya tersenyum jahat.


Ia melepaskan seluruh aura neraka miliknya dan sontak menggetarkan seluruh kuil. Getaran tersebut perlahan-lahan menciptakan pusaran hitam di sekeliling kuil tersebut.


Dari kejauhan nampak 9 tetua beserta naga dewa dan hitam yang di temani oleh souzi mengarah ke aula persenjataan. Wajah naga dewa begitu khawatir akan situasi yang kini di hadapai oleh lan wu dan ras naga.


"Grrrror..!! Aku telah bangkit kembali..! Waktunya menjalankan tugas..!" Ujar seekor naga hitam besar berkepala 2 yang muncul dari pusaran hitam.


"Arghh..!!" Erang naga tersebut yang mendadak salah satu kepalanya di cengkram oleh sebuah tangan besar berwarna hitam.


"Jadi kau yang mencoba mengendalikan tubuh ku..?!" Tanya lan wu seraya menatap jengkel dari atas wujud aura miliknya.


"Kiamat naga telah tiba, jadilah kiamat kau akan membantu ku menyelesaikan tugas dari raja gurou..!" Ujar naga tersebut seraya menyemburkan larva panas dari salah satu mulutnya.


Tangan yang mencengkram leher naga tersebut sontak meleleh, akan tetapi dengan cepat kembali pulih dan memukuli rahang dari naga tersebut.


"Kiamat apa..? Gurou siapa..? Bapak mu? Dasar naga purba..!" Ujar lan wu seraya mencengkram ekor naga tersebut dengan wujud auranya yang lain.


Lan wu memutar-mutar naga tersebut di udara lalu melemparkan nya ketanah dan menciptakan bunyi serta goncangan besar.


"Naga ini entah mengapa sangat menjengkelkan" keluh lan wu seraya menatap naga tersebut yang keluar dari tanah tanpa luka sedikitpun.

__ADS_1


Mendadak seluruh istana ras naga terangkat ke udara bersamaan dengan suara gemuruh angin dan petir hebat, di sekeliling istana naga nampak tembok air raksa tiba-tiba muncul seakan siap kapan saja untuk menyapu istana naga.


"Emm.. jadi kiamat yang kau maksud ini? Heheh kenapa tidak bilang dari tadi biar aku sedikit sopan kepada mu" ucap lan wu seraya memaki didalam hatinya.


"Hey...hey... Ini hanya salah paham.." ujar lan wu seraya menahan serangan energi milik naga tersebut


"Lan wu.. kau gunakan api es dan iblis untuk menahan gelombang air di sekitar istana, aku beserta naga hitam dan 9 tetua akan menangani sisanya..!" Teriak naga dewa seraya memukul mundur naga berkepala 2


Tanpa basa-basi lan wu langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh naga dewa. Ia membentuk tembok api es dan pusaran api iblis raksasa di sekitar istana.


Nampak tembok air mengeluarkan asap panas usai terkena pusaran api milik lan wu.


"100 tapak api..!" Teriak lan wu seraya melancarkan tapak api raksasa kearah tembok air di sekeliling istana.


Ia melihat naga dewa dan hitam tengah bertarung sengit menghadapi naga berkepala 2, lan wu sungguh tidak menyangka bahwa naga tersebut sanggup mengimbangi 2 raja naga seorang diri.


Seakan-akan tingkat naga berkepala 2 yang ia hadapi tadi berbeda dengan yang di hadapi oleh naga dewa dan hitam.


"Sial..! Aku juga harus bertanggung jawab" ujar lan wu seraya mengarhkan pusaran api iblis dari dalam tanah dan berhasil menutupi naga berkepala 2.


Ia kemudian melancarkan 10 tombak api raksasa kearah pusaran api yang menutupi naga berkepala 2.


Sesaat sebelum tombak tersebut mengenai target, mendadak aura naga berkepala 2 lenyap bersamaan dengan tembok air yang mengelilingi istana naga.


"Arghh..!! Tubuh ku begitu panas..!!" Rintih lan wu dengan wajah yang memerah.


Sontak tekanan hebat keluar dari tubuh lan wu. Tidak hanya itu, nampak naga dewa dan 9 tetua agung begitu terkejut melihat lan wu yang berteriak begitu keras menahan kesakitan yang ia rasakan.


Tubuhnya seakan-akan mau meledak, nampak kulit lan wu terkelupas akibat hawa panas yang berasal dari tubuhnya.


"Apa...yang.. terjadi dengan tubuh ku...?!" Rintih lan wu seraya mencoba untuk mengalirkan hawa dingin dari api es.


Lan wu menciptakan sebuah pilar es raksasa dan membekukan dirinya di dalam.


"Sedikit lebih baik.." ucap lan wu dalam hati seraya fokus untuk mengatur nafasnya.


Nampak di tengah-tengah pilar es yang membekukan lan wu terlihat pancaran berwarna merah yang perlahan-lahan melelehkan pilar es tersebut.


"9 tetua agung dan para tetua inti bergeraklah dan bersiap-siap pada posisi masing-masing" ujar naga dewa dengan nada yakin bercampur khawatir.


Para tetua segera melaksanakan perintah naga dewa dan mengambil posisi masing-masing, sementara souzi nampak begitu bingung akan situasi yang berubah dengan cepat.


"Guru apa yang sedang terjadi pada lan wu?" Tanya souzi dengan nada khawatir.


"Aku sendiri tidak begitu mengerti, namun yang pasti saat ini..." Ujar naga hitam menahan perkataannya sesaat.


"Lan wu tengah menjalani proses kebangkitan darah naga.." sambung naga hitam sontak membuat souzi tak dapat berkata apa-apa.


Ia begitu tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gurunya sendiri, yang ia ketahui sangatlah mustahil seseorang di luar ras naga yang tidak memiliki hubungan darah dengan ras naga dapat mengalami kebangkitan darah naga.


"Souzi bersiaplah.. kita akan membantu menahan ledakan darah yang tidak kita ketahui akan seperti apa nantinya" sambung naga hitam bersiap melesat ke udara.


"Guru bukankah 3 dari terua inti cukup untuk menahan ledakan darah?" Tanya souzi dengan nada bingung.

__ADS_1


"Permasalahannya, aura yang di pancarkan tubuh lan wu serupa dengan aura milik naga kiamat, dan lan wu sendiri tidak memiliki persiapan khusus seperti lainya untuk menghadapi kebangkitan darah... Takutnya ia tidak akan berhasil mengendalikan energi dari naga kiamat yang terus mengisi tubuhnya" jawba naga hitam seraya melesat ke udara.


__ADS_2