Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
energi hitam tingkat akhir? 2.70


__ADS_3

"ular ini telah menerobos tingkat reinkarnasi wujud, aku takut ia akan membalas dendam akibat perbuatan buruk kita kepadanya" ucap kecil pemimpin lelang yang semakin ketakutan.


Lan wu kini beridiri tepat di hadapan jelmaan ular tersebut. Lan wu begitu tenang dengan senyum di bibirnya yang tak pernah luput.


Berbeda dengan seisi ruangan yang begitu tertekan oleh aura dari sosok tersebut.


"Pada awalnya aku berniat untuk menjadikan mu teman seperjalanan ku, namun tidak di sangka kau menerobos tingakat tinggi saat ini juga. Aku jadi tidak bisa menunggangi mu dengan wujud baru mu ini... Hais.. sungguh aku sudah rugi besar" ujar Lan wu dengan suara kecewa.


Ucapan Lan wu membuat seluruh orang di ruangan tersebut melotot tidak percaya. Mereka sangat penasaran dengan apa yang akan Lan wu lakukan selanjutnya.


"Kau..! Siapa sebenarnya..! Mengapa tubuh mu memancarkan aura yang familiar..?" Tanya sosok tersebut seraya menatap tajam.


"Oh.. jadi kau kenal ya... Sudahlah, aku tidak tertarik lagi untuk berbincang dengan mu.


Kau sudah lepas dari belenggu, sebaiknya kau kembali ke wilayah mu dan jangan mengganggu tempat ini lagi.." ujar Lan wu seraya berbalik badan.


"Kau hanya makan untuk ku.. apa hak mu memerintahkan ku..!" Dengan cepat sosok tersebut melesat hendak menyerang Lan wu.


Akan tetapi ia berhenti mendadak usai melihat sendiri separuh dari wujud aura milik singa iblis. Tubuhnya nampak kaku akibat ketakutan, dan kondisi tersebut membuat seisi ruangan tersentak.

__ADS_1


"Kenapa berhenti..? Apakah kau teringat sesuatu yang buruk? Ataukah kau tengah bernostalgia mengingat sesuatu?" Tanya Lan wu tanpa menoleh sedikit pun.


Terdengar dari arah belakang tirai seluruh hewan gaib tengah bersuara seakan terpengaruh oleh wujud aura yang di keluarkan oleh Lan wu.


"Tuan muda.. anda harus menjadikan pemuda tersebut sebagai orang anda. Aku tidak tau persis apa yang terjadi, namun anda sendiri dapat melihat bagaimana seluruh hewan gaib itu seakan takut kepada-nya" bisik seorang pria tua yang tengah duduk di kursi belakang pelelangan tersebut.


"Selidik dia, dan suruh dia untuk menemui ku" balas seorang pemuda dengan pakaian khas pangeran.


Di atas panggung nampak sosok tersebut masih diam mematung bersamaan dengan suara hewan gaib yang semakin menjadi-jadi.


"Kemampuan mu boleh tinggi, namun bagi ku kau masih seperti anak bayi yang baru di lahirkan sebagai manusia. Bertingkah sewajarnya anak bayi dan hidup tenang di wilayah mu.. jangan mengusik tempat ini..!" Lan wu menegaskan ucapannya seraya menetralkan aura miliknya.


Ia berjalan menghampiri sosok tersebut sembari memasang senyum tenang dan mengelus kepalanya.


"Aku.. sungguh beruntung" jawab nya seraya menatap harap.


Lan wu berjalan keluar dari ruang tersebut tanpa sepatah kata pun. Mereka di antar oleh puluhan pasang mata yang masih tidak percaya kejadian barusan.


Usai keluar, Lan wu memutuskan untuk kembali ke kediam Zun dan berisap untuk melakukan perjalanan bersama Zun esok hari.

__ADS_1


**


Lan wu terbangun di pagi hari usai merasakan panas di tubuhnya. Ia segera bersila seraya memfokuskan energinya dalam diam.


Ia merasakan gejolak energi hitam yang serasa berevolusi ke tingkat lebih tinggi.


Lan wu segera mengontrol energi tersebut dan menyerapnya dengan fokus.


Kali ini Lan wu merasakan gejolak hebat dari petir pengadil. Petir tersebut seakan menguat dan melapisi badai hitam yang kini nampak seperti sebuah dunia kecil yang dapat di masuki oleh 20 orang.


Getaran kembali terasa hingga mengguncang kediaman Zun dan membuat penghuni di dalamnya berlarian keluar, namun tidak dengan ular larva dan Zun yang mengetahui penyebab getaran tersebut.


"Apakah dia menerobos tingkat lagi?" Tanya Zun dalam hati.


"Tetapi aneh.. mengapa tidak terasa peningkatan energi ataupun cahaya khusus sebagai pertanda dari kenaikan tersebut.." pikir Zun seraya mengamati dari luar kamar Lan wu.


Selang beberapa menit kembali terjadi goncangan yang lebih hebat dari sebelumnya. Goncangan tersebut di sertai petir yang menyambar serta badai angin.


Fenomena tersebut sampai terlihat dari pusat kota yang berjarak cukup jauh dari kediaman Zun. Banyak orang tertarik untuk menyaksikan kejadian tersebut secara dekat.

__ADS_1


Akan tetapi Zun terlebih dahulu menyuruh para pengawalnya untuk mengahalau gerbang masuk menuju kediamanya. Bahkan salah satu tetua utusan raja juga di larang masuk kedalam.


Zun begitu yakin bahwa pencapaian Lan wu bukanlah hal yang biasa, ia semakin yakin dengan pencapaian tersebut. Kesempatan untuk mengalahkan adiknya di perebutan tahta akan semakin besar dengan adanya Lan wu di pihaknya.


__ADS_2