
"wah, sungguh ajaib. Aku dapat melihat setiap sudut dari menara ini" guamam lan wu merasa kagum.
"Hey siapa kau? Beraninya memasuki menara pengawas tanpa izin.!" Ujar seorang wanita dengan nada tegas.
Sontak perhatian para tetua yang mewakili 8 kekuatan besar menatap ke arah lan wu. Lan wu tersenyum tenang seraya mengeluarkan kobaran kecil api iblis di tangannya. Perbuatan lan wu berhasil membuat seluruh orang yang berada di menara tersebut keheranan. Mereka jelas mengetahui jenis api yang di keluarkan oleh lan wu.
"Aku merupakan murid luar dari naga hitam salam untuk para tetua" ujar lan wu tersenyum ramah.
"Aku hanya ingin menitipkan surat ini kepada salah satu tetua untuk di berikan kepada teman ku" sambung lan wu.
Ia mengeluarkan sebuah surat yang di lapisi oleh energi pelindung. " Temanku bernama hanzeng dari teratai putih, mohon tetua membantu ku" ujar lan wu menyodorkan surat di tangannya kepada salah satu tetua yang beeidei tidak jauh dari depannya.
"Mengapa kau tidak mengikuti pertandingan dan malah berkeliaran di kota ini?' tanya seorang pria berusia 30 tahun yang kini berada tepat di depan lan wu.
"Maaf tetua, aku sungguh tidak tertarik dengan pertandingan ini" ujar lan wu tersenyum tenang.
Surat tersebut nampak berpindah tangan ke pria yang berada di depan lan wu. Lan wu sedikit waspada melihat tatapan mata dari pria tersebut yang berniat membuka surat tersebut.
"Perlu aku katakan bahwa surat itu di tulis khusus oleh naga hitam, anda pasti tau apa yang akan terjadi jika lancang membukanya, selain itu bukankah Anda juga berasal dari istana naga?" Jelas lan wu menahan tangan dari pria tersebut.
Situasi yang di buat oleh lan wu menjadi tontonan menarik bagi tetua lain yang berada di menara tersebut. Merak bahkan tidak berani menyinggung pria itu secara langsung apa lagi sampai berani mencegah tindakan dari pria tersebut. Lan wu kini melepas tangannya sembari tersenyum lebar. Wajah tenang lan wu sedikit menimbulkan keraguan di hati pria tersebut.
"Baikalah, karena hubungan mu dengan leluhur hitam sangat dekat maka aku tidak akan meragukannya. Kau dapat mempercayakan surat ini kepada ku" jelas pria tersebut memasang senyum di wajahnya.
"Baikalah, karena sudah tidak ada keperluan lain aku mohon diri" ucap lan wu sembari membungkuk.
Lan wu berjalan ke arah pintu keluar sembari menghel nafas beratnya. Rasanya ia hampir mati ketakutan jika saja pria di hadapannya tidak termakan oleh tipuan yang lan wu mainkan, namun kelegaan lan wu tidak bertahan lama usai wanita yang tadi menegurnya kini berlari kencang menuju lan wu. Aura hebat terpancar dari tubuh wanita tersebut. Aura yang sama pekatnya dengan aura milik naga hitam.
Sesaat sebelum tangan wanita tersebut menyentuh tubuh lan wu, nampak kobaran api iblis yang seketika keluar dari tubuh lan wu dan berhasil menahan pukukn gadis tersebut. Wajah heran bercampur kesal Napak terlihat dari wanita tersebut. Lan wu segera melompat mundur usai merasakan serangan energi yang mengarah dari belakang gadis tersebut.
Dengan wajah kagum ia tersenyum menatap sebuah energi yang berbentuk seperti kepala naga berada di samping wanita tersebut. " Kau sepertinya murid berbakat dari ras naga, sayang sekali kau bahkan bukan tandingan ku" ucap lan wu mengeluarkan wujud aura neraka.
__ADS_1
"Jika nona berniat untuk bertarung, aku tidak akan sungkan lagi" lan wu mengarahkan tapak dari wujud auranya ke arah gadis tersebut.
Namun dengan cepat terlihat pria yang menerima surat lan wu segera menahan jurus lan wu menggunakan sebuah kuas yang terbuat dari wujud energinya. Kemampuan kuas tersebut sangatlah hebat, bahkan tidak terjadi ledakan ataupun guncangan dari benturan kedua jurus tersebut. Lan wu menatap kuas yang melayang di udara dengan tatapan heran.
"Junior,aku harap kau memaafkan perbuatan dari murid ku. Kalia berdua sama-sama memiliki hubungan dengan leluhur hitam, jadi harus saling menjaga dan menghormati" ujar pria tersebut menatap ke arah lan wu.
"Tetua tenang saja. Selama murid anda tidak mengganggu ku, maka aku juga tidak akan menggangunya" jawab lan wu menetralkan wujud aura miliknya.
"Tapai bisakah junior memberikan bukti nyata bahwa kau memang memiliki hubungan dekat dengan ras naga? Jika hanya mengandalkan api hitam tentu saja itu tidak cukup, terlebih lagi api hitam dapat di temukan di alam ini meskipun sangat susah" jelas pria tersebut.
Lan wu tentu saja mengetahui bahwa pria tersebut hanya mengarang. Lan wu melihat sendiri dengan jelas wajah keterkejutan dari pria tersebut usai melihat api yang di keluarkan oleh lan wu.
Lan wu seketika tersenyum bersamaan dengan munculnya segel pemanggil di udara. Pria tersebut yang melihat segel milik lan wu sontak berlutut dan memohon ampun.
Nampak seluruh tetua yang berada di menara tersebut sedikit membungkuk seakan menunjukan sambutan mereka kearah segel pemanggil tersebut.
"Hoam.. saudara lan, apakah kau ada masalah sehingga memanggilku saat aku tengah beristirahat?" Ujar naga emas yang perlahan keluar dari segel pemanggil tersebut.
"Kau..! Mengapa tidak bilang jika kita berada di menara pengawas, sial.. Bahakan wajah ku sangat kusut" keluh naga emas berniat masuk kembali kedalam segel pemanggil.
"Sebenarnya aku tidak ingin memanggil mu, hanya saja aku di disahkan oleh ras mu" ujar lan wu sembari menatap pria yang tengah berlutut di bawahnya.
"Emm.. tetua rulou apa yang kau perbuat sehingga membuat saudara lan memanggil ku?" Tanya naga emas yang kini telah berwujud manusia.
"Salam kepada pemimpin, aku hanya ingin meminta bukti bahwa tuan lan memang memiliki hubungan dengan ras naga, aku sungguh keliru dan tidak menyangka bahwa suadara yang di katakan oleh pemimpin adalah dia" jelas rulou dengan nada sopan.
"Bahan Eca juga tidak mengenalinya ya? Padahal kau merupakan murid dari leluhur naga hitam" ujar naga emas dengan nada heran.
"Ma.. maaf pemimpin, aku sungguh tidak mengenalinya terlebih lagi ia sama sekali tidak memberiku tanda bahwa dia merupakan murid dari leluhur hitam" jawab Eca menatap sinis ke arah lan wu.
"Hahaha.. nona sangat pintar berkata. Sudahlah, aku tidak berniat memperpanjang masalah ini, namun nona harus ingat jika kemudian hari melakukan hal seperti ini lagi. Aku tidak akan tinggal diam..!" Lan wu kini memasang seringai sembari menatap tajam ke arah Eca.
__ADS_1
ucapan lan wu berhasil membungkam mulut Eca, tanpa di sadari oleh Eca nampak tubuh nya mengeluarkan keringat akibat merasa kepanasan. ia akhirnya mengetahui dari mana asal panas tersebut.
"maaf..aku sungguh lancang kepada pemimpin" mohon Eca yang kini wajahnya memerah seperti kepiting yang di rebus.
Lan wu dapat melihat dengan jelas sebuah energi berwarna emas yang menyelubungi sekitar tubuh Eca.
"sebenarnya apa yang dipikirkan oleh naga tua ini?" heran lan wu.
lan wu segera mengeluarkan api suci dan mengalirkan ya ke tubuh Eca. dalam waktu singkat nampak Eca yang telah membaik meskipun masih terkuat sedikit kepanasan.
"suadara lan, aku hanya ingin memberi sedikit pelajaran kepada anak ini" ujar naga sedikit kesal.
"hahahaha.. bagaiamanapun dia hanyalah seorang gadis, dan kebetulan aku melihatnya jadi teringat dengan anak perempuan ku" jelas lan wu sembari tertawa.
nampak naga emas tersenyum sembari menutup matanya.
"oke, jika kalian tidak ada keperluan lagi tolong jangan menghalangi ku ya" ujar lan wu kembali berjalan menuju pintu keluar di ikuti oleh naga emas di sampingnya.
dengan wajah penuh kegembiraan ia segera menuju ke portal kenaikan yang terletak cukup jauh dari kota harimau petir.
lan wu sedikitpun tidak mengurangi kecepatan terbangnya. ia hanya memikirkan untuk sampai lebih cepat di portal kenaikan.
naga emas sedari tadi menatap lan wu dengan tatapan heran, meskipun ia mengetahui bahwa lan wu hendak menuju alam fana, namun ia sedikitpun tidak menyangka bahwa ekspresi lan wu akan se-senang itu.
banyak pendekar dari alam fana yang tidak ingin kembali ke alam fana usai naik ke alam dewa. mereka lebih mengutamakan kekutan ketimbang perasaan dan keluarga yang mereka tinggalkan.
"saudar lan, mengapa kau terlihat begitu senang? apakah kembali ke alam fana begitu berarti untuk mu?" tanya naga emas tak sanggup menahan rasa penasarannya.
dengan senyuman tenang lan wu menjawab pertanyaan tersebut. " tidak ada yang lebih menyenangkan selain kembali ke rumah" jawab lan wu tanpa menoleh.
ia sudah tidak sabar untuk memberi kejutan kepada yiyi dan lainya, terlebih lagi ia begitu penasaran dengan wajah dari anak kandungnya. ia berniat untuk melatih anaknya tersebut dan menurunkan semua ilmu yang ia dapatkan dalam perjalanannya di dunia kultivasi.
__ADS_1
"hahahaha.. yiyi, xuya, aku datang" ujar lan wu seraya mendarat tepat di depan portal kenaikan.