Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
rencana penguasa ke 4 2.62


__ADS_3

Di sisi lain nampak lan wu telah sampai di tempat peristirahatan usai berkeliling cukup jauh untuk menemukan sumber air. Ia terlihat sedikit kelelahan usai menghadapi Nei dan menelusuri are lainya untuk menemukan sumber air.


"Ah.. kita telah bersama sejak tadi namun aku sama sekali tidak mengetahui nama mu" ujar lan wu seraya memakan cemilan yang di berikan oleh gadis di hadapannya.


"Kau benar. Kau boleh memanggil ku vey" jawab gadis tersebut.


"Ah.. vey ya.. nama yang indah, kalau begitu salam kenal ya.. aku lan wu" ucap lan wu sembari memasang senyum ramah.


Vey hanya tersenyum menatap lan wu yang menyimpan banyak rahasia di pikiran vey. Ia mengetahui dengan pasti bagaimana lan wu menghadapi seorang jendral tinggi dari ras iblis bangsawan.


Vey menyusuli lan wu beberapa saat setelah menunggu begitu lama di tempat peristirahatan. Tidak di sangka ia dapat melihat ras iblis bangsawan yang begitu di takuti oleh seluruh orang-orang di dunia iblis.


Ia begitu yakin bahwa lan wu masih menyimpan banyak rahasia mengenai asal serta tujuan lan wu mengunjungi dunia iblis.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" Ujar vey seraya meletakan botol minumnya.


"Silahkan" jawab lan wu singkat.


Vey menarik nafas panjang kemudian mulai bertanya.


"Apa tujuan mu berada di dunia iblis, selain itu kau sepertinya tidak begitu takut untuk terlibat dalam masalah dengan ras iblis di dunia ini.." ujar vey yang langsung di potong oleh lan wu.


"Ah.. sepertinya dugaan ku benar, jadi kau memang mengikuti ku tadi ya.." ucap lan wu seraya tersenyum tipis.


"Aku akan mengatakannya kepada mu, akan tetapi sebelum nya aku hendak mengingatkan agar kau tidak mengikuti ku lebih jauh. Apa lagi saat terlibat dalam pertaruangan dengan iblis-iblis di dunia ini" ujar lan wu mengingatkan.


Vey mengangguk paham seraya menunggu lan wu untuk melanjutkan ucapannya.


"Aku di bawa oleh seseorang yang hidup cukup lama di dunia ini. Orang itu berasal dari istana naga iblis" jawab lan wu sontak mengejutkan vey.


Lan wu hanya tersenyum seakan telah mengetahui ekspresi vey usai mendengar perkataannya.


"Tujuan ku di sini ialah untuk menemui putri dari gurou, dan selanjutnya aku tidak mengetahui nya" sambung lan wu menambah keterkejutan vey.


"Gu.. gurou..? Bukankah dia adalah orang yang sanggup menekan raja dari bangsawan iblis..? Apakah kau bertemu langsung dengan nya?" Tanya vey dengan nada tertahan.


"Iya.. si kepar*t itu juga yang membawa ku ke dunia ini.." jawab lan wu seraya merasa geram.


"Aku begitu buta akan dunia ini, bisakah kau menjelaskan tentang dunia ini" pinta lan wu sedikit berharap.


Vey menyetujui permintaan lan wu, dan mulai menjelaskan mengenai pembagian daerah serta beberapa ras yang berada di alam ini.


"Daerah di dunia iblis terbagi menjadi 4. Daerah pertama di kuasai oleh bangsawan iblis tingkat 3. Tempat kita saat ini termasuk daerah kekuasaannya. Daerah kedua berada tidak jauh dari sini, kita hanya perlu melewati sebuah gerbang besar untuk sampai ke sana. Daerah tersebut merupakan daerah kekuasaan dari iblis es. Ia tidak termasuk dalam keluarga bangsawan akan tetapi kemampuannya yang mengerikan menjadikan dirinya sebagai salah satu raja yang berkuasa di dunia iblis" jelas vey menahan ucapannya sesaat.


"Daerah ke tiga dan ke dua di pimpin oleh satu raja yang sama, kau telah berhadapan langsung dengan putrinya tadi di kolam merah. Ia merupakan keturunan dari iblis bangsawan tingakat 1 dan memiliki banyak prajurit yang berjaga di setiap sudut daerah tersebut. Hanya orang-orang yang memiliki ijin khusus yang dapat memasuki daerah tersebut" jelas vey melanjutkan.


"Apakah kau punya?" Tanya lan wu seraya tersenyum tipis.


"Tentu saja aku memilikinya" jawab vey.


"Yang terakhir adalah daerah sengketa antara ras manusia, ras naga iblis, dan raja bangsawan iblis. Daerah tersebut terpisahkan oleh sebuah sungai besar dan jurang larva. Sisi barat adalah istana ras naga iblis, sisi tengah adalah daerah ras manusia, dan sisi timur tempat dimana istana ras iblis berada" ujar vey dapat di pahami dengan mudah oleh lan wu.

__ADS_1


"Apakah kau mengetahui beberapa orang kuat di dunia ini?" Tanya lan wu.


"Kau termasuk salah satunya" jelas seseorang yang entah dari mana asalnya.


Lan wu dan vey sontak berdiri dan bersiap untuk menyerang usai melihat sendiri rombongan yang mendadak berada di hadapan mereka.


"Oh.. ada tamu tak di undang.." ujar lan wu seraya membentuk ribuan pisau api iblis yang menutupi seluruh area disekitarnya.


"Hentikan itu lan wu..! Mereka berasal dari tembok suci" teriak vey yang baru mengenali rombongan tersebut.


"Benarkah?" Tanya lan wu dengan nada heran seraya menetralkan jurusnya.


Seorang pria nampak mendekat kearah vey dan lan wu sembari memasang wajah tenang. Lan wu dapat merasakan sendiri aura orang tersebut yang begitu kuat di banding lainya.


"Sungguh sebuah keberuntungan dapat bertemu dengan pendekar hebat dari alam utuh" ujar pria tersebut seraya menatap lan wu dengan senyuman.


"Melihat dari gaya bahasa serata aura mu, aku menebak bahwa kau termasuk dalam jajaran orang hebat di dunia ini" jawab lan wu tersenyum lebar.


"Hahaha.. orang yang sudah begitu tua seperti ku mana bisa bertahan di jajaran itu" jawab pria tersebut sedikit mengherankan lan wu.


Lan wu sekilas menduga bahwa usia orang tersebut tidak lebih dari 40 tahun, akan tetapi setelah mendengar sendiri ucapan pria tersebut. Lan wu jadi ragu akan dugaannya.


"Apa yang membuat tetua Bou berada di luar tembok suci?" Tanya vey dengan nada sopan.


"Aku mendapat undangan dari raja penguasa daerah ke 4, dan baru balik usai menghadiri pertemuan tersebut" jawab tetua Bou seraya tersenyum kecil.


"Apakah ada masalg serius yang menimpa tembok suci?" Tanya vey sedikit khawatir


"Bukankah ras manusai dan iblis saling bermusuhan? Mengapa mereka mau meminta bantuan dari ras manusia?" Tanya lan wu yang sedikit tertarik dengan pembicaraan tersebut.


"Kekuatan ras manusia di dunia iblis tidaklah rendah, terlebih lagi ketua tembok suci yang dapat di sejajarkan dengan kemampuan penguasa pertama. Selain itu ada beberapa hal yang membuat penguasa ke 4 yakin dengan perekrutan ini" jelas tetua Bou masih membingungkan lan wu.


Tetu bou kemudian mengajak lan wu dan vey untuk masuk kedalam kereta kuda, dan melanjutkan perjalanan mereka. Lan wu kembali di buat kagum oleh tetua Bou usai berada di dalam kereta tersebut.


Tetua Bou menggunakan energinya untuk melayangkan kereta tersebut ke udara selayaknya sebuah burung suci yang terbang bebas. Tetua Bou melakukan hal tersebut tanpa mengalami kesulitan sama sekali.


"Hahaha kau jangan begitu kagum kepada ku. Keret ini merupakan senjata pusaka khusus tembok suci, hanya memerlukan beberapa energi dari ku untuk melayangkan kereta ini" ujar tetua Bou seraya tertawa besar.


Hari semakin gelap, hingga tetua Bou memutuskan untuk mendirikan kemah dan beristirahat di sebuah hutan yang berada tepat di daerah ke 3.


Tetua Bou menyuruh beberapa pengikutnya untuk menyiapkan makan malam, sementara lan wu tengah bersemedi untuk meningkatkan energi hitam miliknya.


Beberapa sat setelah bersemedi. Lan wu memutuskan untuk menyudahi semedinya dan ikut bergabung bersama tetua Bou dan vey yang berada di luar tenda.


"Anak muda yang begitu bersemangat" ujar tetua Bou seraya tersenyum kearah lan wu.


"Hahaha tetua begitu memuji" jawab lan wu tenang.


Ia kemudian duduk tepat di hadapan tetua Bou lalu mendengarkan cerita tetua Bou mengenai maksud penguasa 4 kepada lan wu dan vey.


Lan wu awalnya tidak begitu antusia, akan tetapi semuanya berubah usai ia mendengar perihal Huanlin yang ternyata memiliki hubungan darah dengan penguasa daerah 4.

__ADS_1


Dari cerita tetua Bou, Huanlin merupakan menantu dari penguasa 4 dan merupakan putra ke 2 dari raja iblis. Alasan mengapa Huanlin menjabat sebagai jendral besar ras iblis ternyata hanya merupakan nama semata.


Huanlin telah resmi di Lantik sebagai calon raja dunia iblis, akan tetapi Huanlin menolaknya usai kembali dari makam peluhur ras iblis.


Sikap Huanlin juga ikut berubah. Ia termasuk orang yang berkontribusi penting terhadap tembok suci, dengan menempatkan beberapa orang kepercayaannya untuk melindungi dan memberikan informasi kepada tembok suci.


Huanlin bahkan terang-terangan menghabisi pasukan dari penguasa ke 2 yang berniat menyerang tembok suci.


"Sungguh pangeran iblis yang membingungkan" ujar vey dengan ekspresi tidak tentu.


Sementara lan wu hanya tersenyum kagum mendengar cerita tetua Bao mengenai Huanlin. Lan wu menerka bahwasanya Perubahan Huanlin di sebabkan oleh pertemuannya dengan pendekar kelana, ataupun perihal bencana besar yang akan terjadi.


Di tengah-tengah perbincangan tersebut, mendadak pengikut tetua Bou berlari kearahnya dengan wajah ketakutan.


"Tetua.. tetua ...!" Teriak pria tersebut dengan nafas ngos-ngosan.


"Putri Nei...! Dia tengah mendekat kemari bersama dengan beberapa jendral ras iblis..!" Jelas pengikut tersebut sontak membuat tetua Bou beridir.


Ia memerintahkan seluruh pengikutnya agar bersiap untuk bertarung. Tetua Bou meminta lan wu dan vey agar bersembunyi di dalam tenda.


Lan wu hanya menurut, ia juga tidak ingin banyak terlibat dengan urusan di dunia iblis.


Lan wu lebih fokus untuk menyelesaikan urusan nya.


Kini rombongan putri Nei telah berada tepat di hadapan tetua Bou. Sorot mata Nei nampan mencari sekeliling tenda, dan tidak memperdulikan tetua Bou yang mulai mengeluarkan aura petarung miliknya.


"Kehormatan besar bagiku di datangi oleh putri dari penguasa ke 2" ujar tetua Bou dengan senyum tenang.


"Aku tidak memiliki urusan dengan petinggi tembok suci. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu kepada pria yang bersembunyi di dalam tenda" jelas Nei sedikit mengejutkan tetua Bou.


Baru saja tetua Bou hendak menolak, namun tidak di sangka lan wu dengan cepat berpindah tempat kehadapan tetua Bou dan nei.


Lan wu memasang senyum tenang sembari mengeluarkan tembok api iblis untuk memisahkan pasukan Nei dengan nei.


Kini hanya tersisa lan wu, tetua Bou dan nei yang berada tepat di tengah-tengah tembok api.


"Putri tidak perlu khawatir, aku hanya memikirkan keselamatan ku usai melihat niat buruk dari para pengawal mu" jelas lan wu yang mengetahui pikiran Nei.


"Aku hanya memiliki sedikit waktu untuk berbicara, jadi silahkan anda memulainya" sambung lan wu.


Nei menarik nafas dalam-dalam kemudian mulai mengatakan tujuannya.


"Ada hawa pekat yang berasal dari tubuh mu. Aku mengetahui dengan pasti bahwasanya hawa tersebut begitu mirip dengan tombak jendral besar Huanlin.." ujar Nei rupanya tidak begitu mengejutkan lan wu.


Lan wu secara terang-terangan mengeluarkan 3 buah tombak milik Huanlin hingga membuat tetua Bou dan nei begitu terkejut hingga tak sanggup berkata.


"Ya kau benar.. jadi aku sarankan agar kau tidak banyak mengganggu ku.. meskipun aku berasal dari alam utuh, namun iblis sebenarnya adalah aku..bukan kalian dari ras iblis.." ujar lan wu seraya menyeringai.


Entah mengapa raut wajah Nei seketika berubah pucat. Ia sendiri tidak mengetahui alasannya. Akan tetapi sosok pria yang berada di hadapannya bukankah lawan yang bisa ia tangani.


"Oke.. sepertinya pertemuan kita sudah selesai, mohon ada kembali.." sambung lan wu serta menghilangkan tembok api dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2