Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
benci dan tujuan


__ADS_3

"Yang mulia... Ini kesempatan kita untuk melenyapkan organisasi ini, apa kita bisa diam saja melihatnya pergi dengan tenang?"


Ujar jendral Long won sepemikiran dengan jendral Mu.


"Apa yang bisa kita lakukan untuk membunuhnya? Bahkan kita bertiga tidak mampu mengalahkannya, selain itu pengikutnya berkemampuan diatas para prajurit istana mungkin lebih dari pasukan elit kalian berdua.."


Perkataan kaisar membuat kedua jendral tersebut mendadak diam dan larut dalam pikirannya masing-masing.


"Kembalilah ketempat kalian masing-masing dan obati Kasim Yeng Co terlebih dahulu.


Aku akan mengadakan pertemuan besar dengan lima kekuatan utama dinasti dewa pedang untuk membahas masalah ini.."


Seri kaisar yang melepaskan jubah panjangnya seraya berjalan masuk kedalam istananya.


,,


Diperjalanan pulang, Lan wu dan lainya bertemu kembali dengan King zuwun dan pasukannya yang masih berjumlah lengkap meskipun mengalami banyak luka-luka.


"Tuan... Paviliun alkemis inti dan kedai arak Bing hei telah menyatakan kesetiaan mereka kepada anda, selain itu seorang bernama Tei sung menitipkan surat pada ku untuk diserahkan kepada anda.."


King zuwun mengeluarkan sebuah kertas yang dipenuhi oleh aura spritual yang melindungi surat tersebut.


Lan wu menyipitkan matanya seraya mengalirkan energinya pada surat ditangannya.


"Aku Tei sung pemimpin tertinggi dari paviliun lelang Tei, menyapa tuan Diyuze.


Nama besar anda dan organisasi Diyuze dalam waktu singkat menyebar keseluruh penjuru dinasti dewa pedang.


Banyak yang ragu untuk menjalin hubungan baik dengan anda namun aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Aku mengundang anda secara pribadi ke pusat paviliun lelang yang terletak beberapa kilometer dari posisi anda saat ini"


Lan wu melipat kertas yang ia baca barusan seraya menyuruh beberapa pengikutnya untuk menelusuri letak pasti dari pusat paviliun pelelangan.


Walaupun situasi saat ini masih begitu kacau usai penyerangan kecil yang dilakukan oleh kelompok Lan wu, namun hal tersebut sama sekali tidak membatasi gerakan dari organisasi Diyuze.


Sembari menunggu kembalinya orang-orang yang dikirimkan Lan wu. Ia menyuruh King zuwun untuk menghubungi 3 raja neraka dan mengkonfirmasi situasi mereka saat itu.


"Baguslah kalau begitu, untuk saat ini kalian kembali saja ke tempat masing-masing"


Terdengar King zuwun yang berbicara sendiri dihadapan sebuah beast kecil.


,,


Sementara itu disebuah tempat yang sangat jauh dari dinasti dewa pedang, nampak berdiri seorang gadis cantik dengan wajah dingin menatap kearah sebuah patung dihadapannya.


"Aku tidak akan pernah memaafkan mu..!"


Gadis tersebut menebaskan pedangnya dengan kuat hingga memicu terjadinya tekanan hebat yang memotong separuh tubuh patung tersebut.


Dari sisi lain berjalan seorang wanita yang mengenal jubah tetua sakte mendekati gadis tersebut.


"Xu'er... Apa yang kau lakukan? Bagaimana pun juga dia adalah ayah mu"


Ucap wanita tersebut yang bernama Xioca dengan nada penuh perhatian.


"Cih..! Ayah? Ayah seperti apa yang meninggalkan kedua anaknya? Ayah seperti apa yang menghancurkan arti dari sebuah keluarga..? Ayah seperti apa itu..?!"

__ADS_1


Teriak gadis tersebut seraya menggenggam erat pedang ditangannya.


"Aku tidak membutuhkan orang seperti itu..


Bahkan jika dia mati aku tidak akan peduli..!"


Dengan emosi yang memucak, gadis tersebut melompat hingga sejajar dengan patung dihadapannya kemudian menebaskan pedangnya membelah patung tersebut menjadi dua hingga kebawah.


"Xu'er.."


Ucap Xioca penuh iba seraya menahan tangannya untuk menggapai pundak gadis dihadapannya yang kini terduduk lemah dengan linangan air mata.


"Aku membenci mu, aku membencimu..!"


Xuya dengan sekuat tenaga berteriak melampiaskan kekecewaannya terhadap sosok pria yang paling berarti dalam hidupnya.


"Kau...tidak bisakah...kau menjelaskan alasan kepergian mu...? Hah..?"


Tanya Xuya dalam linangan air mata yang bercampur dengan rasa lelah.


Xioca yang sedari tadi diam, kini mendekati Xuya lalu membantunya untuk berdiri.


Sembari memeluk dan membelai rambut Xuya, Xioca mencoba untuk menenangkan gadis tersebut.


"Xu'er... Setiap tindakan manusia selalu memiliki maksud, terlepas dari rasa benci dan kesakitan akan selalu ada kesempatan untuk kita menentukan pilihan.


Kau masih begitu muda, kelak kau akan memahami apa yang dirasakan ayah mu. Dulu aku juga pernah menjadi seperti dirimu yang membenci dan menghindarinya.


Butuh waktu yang sangat lama bagi ku untuk memahami apa yang benar. Saat aku sadar dengan kesalahan ku, aku juga tersadar bahwa sudah terlambat bagi ku untuk memperbaikinya.."


"Jadilah kuat, kau harus melindungi Wu Jia dan orang-orang yang berarti bagi mu. Aku akan menggantikan ayah mu untuk menjaga kalian hingga siapa dan mampu untuk terbang bebas di langit"


Sambung nya.


Kembali kepada Lan wu yang masih menunggu kembalinya beberapa orang suruhannya.


"Ah.. tuan, itu mereka" ujar King zuwun menunjuk kearah 4 orang yang mendekat.


Ke 4 orang tersebut menjelaskan tentang posisi dari paviliun pelelangan.


"Selain orang-orang yang datang untuk menjual barang dan menghadiri acara lelang, tidak ada hal lain yang mencurigakan"


"Baiklah, kita pergi kesana"


Ujar Lan wu seraya bangkit dari duduknya.


Zuwun memanggil beast miliknya untuk digunakan sebagai tunggangan Lan wu menuju paviliun pelelangan.


Dengan tempo perjalanan yang cepat, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Lan wu menyuruh anggotanya untuk bersantai dan mencari tempat makan sesukanya bersama dengan King turang, dan King yewan.


Sedangkan King zuwun akan menemani Lan wu masuk kedalam paviliun pelelangan.


"Silahkan tunjukan undangan anda"

__ADS_1


Pinta penjaga diluar paviliun lelang dengan wajah tegas.


"Ehem... Mereka adalah orang-orang ku, apa kau keberatan dengan itu?"


Mendadak dari arah belakang Lan wu, datang seorang gadis bersama dengan beberapa pengikutnya mendekat kearah mereka.


"Oh.. maafkan kelancangan kami nona Yuali, kami tidak tau bahwa kedua tuan ini adalah teman anda dari rumah indah" (rumah bordil).


"Hehehe.. tidak apa-apa penjaga, kalian hanya menjalankan tugas kalian"


Sambung gadis tersebut dengan senyum manis seraya mempersilahkan Lan wu dan King zuwun untuk mengikuti nya.


King zuwun nampak menatap Lan wu mempertanyakan sosok dari gadis tersebut, Lan wu menggeleng pelan bertanda bahwa dia juga tidak mengetahui hal tersebut.


"Silahkan duduk kedua tuan, maafkan aku atas ketidak sopanan ku barusan. Namun sesuai dengan perintah atasan ku, aku tidak diperbolehkan untuk mengungkapkan identitas anda dimuka umum"


Jelas gadis tersebut ketika mereka berada di sebuah ruangan VIP di paviliun pelelangan.


"Siapa tuan mu?"


Tanya King zuwun mendahului Lan wu.


"Dia bernama Wuo zanju, dan saat ini telah menduduki posisi kepala keluarga berkat bantuan dari tuan Lan.."


Lan wu menajamkan pandangannya sontak membuat gadis dihadapannya tersentak.


"Maaf.. maafkan kelancangan ku tuan.."


Gadis tersebut kini membungkuk dihadapan Lan wu dengan ekspresi ketakutan.


Sementara King zuwun masih mencerna situasi tersebut.


"Aku maafkan untuk kali ini, namun jika kau melakukannya lagi maka aku akan membunuhmu"


Seru Lan wu yang membuat Yuali menelan ludahnya.


"Baik tuan.."


"Ah.. tuan Kein, sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa anda tadi begitu serius?"


Tanya King zuwun seraya menggaruk-garuk kepalanya.


"Hanya masalah kecil.."


"Apa yang kau inginkan hingga datang menemui ku?"


Tanya Lan wu sembari mengangkat secangkir teh yang baru disediakan oleh pelayan.


"Atasan ku sebenarnya ingin menemui anda secara langsung. Namun dikarenakan beberapa urusan mendadak, ia terpaksa mengutus ku untuk menemui anda"


Yuali memperbaiki duduknya kemudian melanjutkan perkataannya.


"Informasi mengenai keluarga dewa telah dikumpulkan oleh atasan ku semenjak datang di keluarga Wuo, saat ini ada banyak orang kuat di keluarga dewa diantaranya yang paling bersinar adalah, Yeng Gaogao, Yeng Tunxu, Yeng Jiling, dan Yeng tanxu sosok paling unggul diantara generasi muda keluarga dewa.


Diatasnya terdapat pemimpin keluarga dewa yang merupakan kakak dari kaisar Yeng dan saat ini telah memasuki ranah immortal akhir dan hampir menembus tingakat separuh dewa.."

__ADS_1


Ucapan Yuali nampak membuat King zuwun tercengang mendengarnya.


__ADS_2