
Serangan tersebut mampu memukul mundur Lei Qibo dan lainya walaupun sempat mencoba menahan.
"Tetua beruang..?!" Ujar Jing Gon dengan ekspresi terkejut.
"Ranah pelepasan 5.. mengapa ada orang hebat di keluarga Kai..?" Tanya Yong dengan mimik wajah meringis.
Ia kemudian melakukan sebuah gerakan yang diiringi oleh tekanan angin dengan efek mendominasi luar biasa. Bingxue mengeluarkan pelindung energinya dan melindungi Lan wu.
"Api raja, tapak alam bawah.!" Teriak Yong dengan ekspresi kesakitan menahan tekanan dari jurusnya sendiri.
Sebuah tapak monster api raksasa muncul di depannya kemudian bergerak cepat kearah tetua beruang yang kini diselimuti roh beruang angin.
Tapak api raja dan roh beruang angin berbenturan menciptakan ledakan dahsyat.
Lan wu dengan wajah tenang memunculkan ratusan pedang energi yang menutupi seluruh area rumah dan halamannya.
Ledakan diakhiri dengan tekanan angin dasyat yang menyapu bersih rumput di area pertaruangan keduanya.
"Sial...aku tidak bisa bertahan lagi..." Ujar Yong dengan nada lemah.
Disisi lain tetua beruang juga terluka akibat benturan jurus tersebut, namun cidera yang ia terima tidak separah Yong.
"Hmm..mati.!" Ucap tetua beruang melepaskan roh beruangnya yang kemudian mengeluarkan bom angin kearah Lan wu.
"Tapak api iblis..." Lan wu mengarhkan tangannya yang didahului oleh sebuah tapak api yang memiliki aura serta tekanan ratusan kali lipat lebih tinggi dari milik Yong.
Tapak api Lan wu dengan mudah menerobos roh beruang milik tetua keluarga Kai. Dari arah belakang 3 tetua nampak muncul dan menggabungkan kekuatan mereka untuk menahan tapak api Lan wu.
Dengan mulut yang memuntahkan darah, ke-empat tetua tersebut berhasil menahan serangan Lan wu yang terasa begitu mengerikan.
"Menyerahlah bocah, meskipun kau begitu hebat namun untuk mengeluarkan jurus yang serupa tentu memakan waktu yang lama.." teriak tetua beruang dengan nada sombong.
"Hais..." Hela Lan wu kemudian tersenyum lebar.
"Apa maksud dari senyum mu...?" Wajah ke-empat tetua tersebut sontak waspada.
Lan wu menunjuk kearah atas tetua tersebut yang telah berdiri Bingxue. Ke-empat nya sontak melompat mencoba menjauhi Bingxue. Namun kelopak mawar es Bingxue telah terlebih dahulu menusuk ke-empat nya hingga tewas seketika.
Pemandangan tersebut membuat Lei Qibo, Jing Gon menelan ludah dengan wajah bercampur kengerian. Dalam hati mereka tidak menyangka bahwa kekuatan Lan wu dan Bingxue begitu tinggi.
"Kalian ber lima.." Lan wu memanggil Lei Qibo dan lainnya yang masih tercengang dengan kejadian barusan.
"Menghadap tuan ku.." jawab ke-lima orang tersebut seraya memberi hormat.
"Letakkan mayat orang-orang keluarga Kai didepan gerbang, bawa jasad 3 pria tua itu dan ikuti aku menuju kediaman keluarga Kai" perintah Lan wu yang tidak di bantah oleh ke-lima nya.
Setelah melakukan apa yang diminta oleh Lan wu, mereka kemudian berangkat menuju kediaman keluarga Kai. Pusat perhatian tertuju kepada mereka yang menyeret 3 tetua terkuat di keluarga Kai.
Disisi lain pihak dari paviliun Jing juga mengirimkan beberapa ahli mereka setelah Jing Gon melaporkan situasi di kediaman Lan wu.
"Ini adalah hal bagus untuk berhubungan dekat dengan tuan Kein, keluarga Jing kami tidak boleh melepaskan orang hebat seperti ini.." pikir Jing Gon yang mengikuti Lan wu di samping.
Sesampainya di gerbang kediaman keluarga Kai. Lan wu menyuruh Yong dan Lei Qibo untuk mendongkrak gerbang tersebut.
Hanya dengan satu sepakan mereka berdua mampu menghancurkan gerbang itu.
Puluhan penjaga keluarga Kai yang telah bersiap sontak menerjang kearah mereka dengan.
"Maju..!" Perintah Lan wu bersamaan dengan bergeraknya Bingxue dan 3 pengikut Lan wu.
"Kalian juga..!" Sambung Jing Gon memerintahkan anak buahnya.
Keributan di kediaman keluarga Kai menarik perhatian orang di tempat tersebut untuk melihat. Mereka tidak menyangka bahwa salah satu dari keluarga besar seperti Kai akan mendapatkan bencana dari seorang pemuda.
__ADS_1
"Mengapa keluarga Kai berani memprovokasi monster seperti dia.?" Bisik orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut dari kejauhan.
"Hey..! Pelankan suara mu, mereka bisa saja memenggal kepala mu" ujar seorang lainnya yang mengingatkan orang-orang tersebut.
"Menurut informasi katanya tuan muda Kai menyinggung gadis milik pria itu.."
"Heh..! Keluarga Kai memang pantas mendapatkan hukuman ini.!"
"Ya..benar..!"
"Anjing-anjing Kai itu telah semena-mena dengan kita.!"
"Bunuh saja mereka tuan, kami mendukung anda.!"
"Bunuh.!" Teriak orang-orang dari kejauhan yang ikut merasa jengkel dengan keluarga Kai.
Disisi lain hampir semua pengawal anggota keluarga Kai berhasil dibunuh oleh orang-orang Lan wu. Hal tersebut akhirnya membuat kepala keluarga Kai menampakkan dirinya dari dalam rumah.
"Bajingan mana yang berani memusnahkan keluarga ku.?!"
Geram Kai kan yang diselimuti oleh aura membunuh yang pekat. Para ahli dari paviliun Jing sebagian ketakutan bahkan kehil kesadarannya akibat aura membunuh Kai kan.
"Kalian mundur saja, orang ini bukan lawan kalian" ucap Bingxue seraya melangkah maju mendekati Kai kan.
"Gadis kecil, ketahuilah batasan mu. Bahkan jika seluruh keluarga ku hancur maka aku akan menyeret kalian dalam kematian.!" Teriak Kai kan kemudian menyerang Bingxue dengan cepat.
Keduanya bertarung dengan pukulan dalam tempat yang sangat cepat. Tekanan angin dari setiap benturan tinju mereka bahkan mampu menghancurkan sebuah pohon besar.
"Aku akan membantu kakak ke 2..!" Ujar Lei Qibo.
"Tahan diri mu Lei Qibo, biarkan Bingxue memuaskan dirinya.." ucap Lan wu mencegah.
Lei Qibo mengiyakan ucapan Lan wu dan mundur kembali seraya melihat pertaruangan Bingxue dan Kai kan yang semakin mengerikan.
Namun disisi lain Bingxue masih begitu tenang dan dapat menghindari serangan dari roh spritual milik Kai kan.
"Tekanan ini.." gumam Lan wu yang sesaat merasakan aura nerakanya bergejolak seakan-akan hendak menelan roh spritual milik Kai kan.
Dalam sekejap mata muncul sebuah sosok yang menyerupai wujud aura neraka Lan wu.
Akan tetapi wujud dari aura milik Kai kan lebih kecil dan hanya memiliki setengah badan.
Wujud tersebut memegang pedang tak bergagang yang menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Disisi lain Bingxue mengeluarkan hawa dinginnya yang membuat sebagian kepala dari wujud aura Kai kan tertutupi butiran kristal.
"Nona Bing tidaklah biasa.." ucap Jing Gon dengan wajah kagum.
Dari atas Kai kan muncul sebuah wajah wanita yang di dahinya terdapat simbol kristal. Mata dari sosok tersebut berwarna biru dengan aura mendominasi yang luar biasa.
"Ini...! Avatar..Avatar...roh dari Dewi es...?!" Kaget Kai kan yang roh spiritualnya berhasil ditekan.
"Kau...siapa kau..?" Tanya Kai kan yang kemudian memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Hanya tuan ku yang pantas mengetahui siapa aku. Kau hanyalah musuh semut kecil dimata taun tidak pantas mendapat apa yang kau inginkan.!" Jawab Bingxue dengan nada dingin bersiap mencabut nyawa Kai kan.
"Tunggu Bing'er.." tahan Lan wu seraya berjalan mendekati kedua orang tersebut.
"Tuan Kai adalah kultivator yang berbakat, dari spritual roh nya saja sudah menunjukkan tingkat yang lumayan tinggi.." ucap Lan wu yang telah berdiri dihadapan Kai kan.
"Jadilah pelayan ku maka kau akan mendapatkan kesempatan hidup dan kekuatan besar" tawar Lan wu sembari menatap rendah pria tua di bawah kakinya tersebut.
"Jangan harap..! Kau tidak layak untuk ku layani, kau hanya beruntung bisa bersama nona ini jika tidak mungkin kau yang akan berlutut sekarang..!" Balas Kai kan dengan nada kasar.
Lan wu tersenyum sesaat kemudian melepaskan niat membunuhnya yang terasa menusuk kedalam tulang-tulang Kai kan.
__ADS_1
Sorot mata yang berwarna merah membuat Lan wu terlihat seperti iblis dimata setiap orang ditempat tersebut.
"Apa yang kau katakan tadi.?" Tanya Lan wu dengan nada dingin.
Kai kan serasa mulutnya dikunci. Ia terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan sederhana dari Lan wu. Tubuhnya bergetar seraya keringat dingin yang terus menerus mentes ketanah.
"Aku beri kesempatan dalam hitungan ketiga. Jika tidak maka kepala mu akan menjadi milik anjing lapar di jalanan.!" Sambung Lan wu menambah kepanikan Kai kan.
"Satu.."
"Dua.."
"Tig..."
"Aku bersedia menjadi babu mu tuan..! Asalkan bisa hidup dan melayani mu maka nyawa ku akan menjadi milik mu.!
Mohon ampuni aku..!" Teriak Kai kan yang beberapa kali membenturkan kepalanya ketanah dengan keras.
"Bagus.. segera bereskan kekacauan ini dan temui aku 2 hari lagi dikediaman ku. Panggil semua orang-orang penting di keluarga mu untuk menemui ku, ingat jangan ada satupun masalah yang timbul. Melenyapkan tikus-tikus seperti kalian maka aku harus bersikap selayaknya ular.
Jika kalian merasa ular bukanlah masalah maka aku akan menjadi elang atau apapun itu untuk memusnahkan kalian." Ujar Lan wu yang didengarkan baik-baik oleh Kai kan.
"Apa kau punya pertanyaan.?!"
"Tidak tuan.. tidak..! Aku akan menuruti kemauan anda, jika ada diantara keluarga ku yang tidak setuju maka aku akan membunuhnya.." jawab Kai kan dengan wajah pucat.
**
**author : eh, wu... tuh udah banyak yang komen ama like gimana perasaanya akhir-akhir ini..?.
Mang Lan wu : biasalah..! (menyembunyikan wajah senangnya).
author : sopan dikit napa sama yang buat lu hidup di novel ini.!
mang Lan wu: cih..! gw paling kuat di dunia ini, kalau mau gw bisa ngancurin kost lu..!
author: wah gak bener nih anak, lu tunggu aja..
(author ngebuka laptop dan lanjutin cerita Pk ll).
sepulangnya Lan wu dari acara bantai-bantai, Lan wu sakit perut karena kebanyakan aura bantai-bantai ditubuhnya.
ia dilarikan kerumah sakit namun sayang ditempat itu tidak ada rumah sakit.
akhir kata Lan wu pun tewas karena durhaka kepada yang nyiptain.
author: hehehe..!
Lan wu: oy..! ceritanya tamat nanti kalau gw mati, lagian belum puas bantai-bantai nya kok di matiin sih. (marah tapi sopan)
author: melawan lagi..?! berani tidak..?!
Lan wu: gak..gak..thor yang ganteng, imut, baik hati kayak Frog. gak berani lagi, jangan matiin ane ya..( memelas + menjilat)
author: hehehe..kau itu masih kecil jangan ngelawan babang tamvan ini, kalau kau ngelawan nanti kau bisa dead..
**
oh guys maaf ada konflik Ama si bocah Lan wu. jangan lupa dukung terus ane dengan komen like dan baca.
kopi udah siap? skuy..!
eh btw FROG apaan author dikatain Lan wu kek gitu. maaf ane gak pintar bahasa engres**.
__ADS_1