Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Tentang Fei 2.5


__ADS_3

"apakah kalian masih ingin bersantai di sini?" Tanya Fei seraya menatap tajam keduanya.


Lan wu dan hanzeng menggeleng dengan cepat. Fei segera menyuruh hanzeng agar menemui ketua sakte.


"Hey..! Mau kemana kau?!" Tegur Fei menyaksikan lan wu yang mengendap-endap ke arah pintu keluar.


"Hahaha.. aku hendak mengikuti hanzeng, mungkin saja aku bisa sedikit membantunya di sana" ucap lan wu dengan keringat dingin di jidatnya.


"Kau segera ikut aku ke villa, sudah hampir 2 hari kau tidak mandi dan mengganti pakaian mu" ujar Fei seraya berjalan mendahului lan wu.


Lan wu tak bisa menolak ajakan Fei, terlebih lagi ia memang merasa begitu gerah dan butuh untuk mandi.


Sepanjang perjalanan lan wu hanya diam seraya menatap lurus ke arah depan. Fei sesekali memandang lan wu dengan tatapan menyelidik di matanya. Ada perasaan familiar dengan mata serta senyum lam wu, namun ia sendiri tidak mampu untuk mengingat sosok tersebut.


"Apakah kau sangat ketakutan dengan ku?" Ucap Fei memecahkan kesunyian


Lan wu menoleh sejenak dengan sorot mata heran. Bagaimana bisa ia tidak takut kepadanya jika hanzeng dan Lou yu saja begitu ketakutan jika membuat Fei marah.


"Sedikit" jawab lan wu sejenak membuat pandangan Fei fokus menatapnya.


"Meski kemampuan mu mungkin sangat tinggi, namun sebagai seorang pria aku tentu tidak bisa kau anggap remeh. Bukan bermaksud merendahkan kodrat dari seorang wanita, tapi aku rasa ada baiknya bila seorang pria harus lebih bisa di andalkan dari wanita. Karena menghadapi kesulitan dan bahaya, adalah tugas bagi pria" sambung lan wu tersenyum lepas.


Fei terpikat akan sudut pandang lan wu yang sangat berbeda dari kebanyakan pria yang di temui olehnya.


"Bagaiaman kau bisa membuktikan bahwa kau tidak takut kepada ku?" Tanya Fei mermaksud menguji lan wu.


"Dengan ini" jawab lan wu seraya mengelus kepala Fei dan tersenyum lebar.


Fei memalingkan pandangannya menghindari tatapan mata lan wu. Tanpa di sadar oleh fei, nampak wajahnya memerah menahan malu akibat perbuatan lan wu.


"Si..singkirkan tangan mu" ujar Fei seraya menepis tangan lan wu yang masih melekat di kepalanya.


Lan wu tersenyum sekali lagi, namun senyumannya tertuju kepada yiyi yang berada dalam ingatanya. Perasaan rindu menyelimuti hati lan wu yang kini sedang menderita menahan rindu.


"Seharusnya sebentar lagi yiyi akan melahirkan anak kami, sial aku begitu tak berdaya di buatnya" lan wu tersenyum sedih seraya menatap pedang sunyi di pinggangnya.


"Apakah kau pernah merasa menyukai seseorang?" Pertanyaan kembali dilontarkan oleh Fei


Lan wu terdiam wu terdiam sejenak seraya menghela nafas panjang."tentu saja, wanita yang ku sukai memiliki mata indah dengan cahaya yang mampu menghilangkan kesukaran di alam fana. Dia adalah wanita pertama yang mengajariku bahwa kasih sayang adalah harta yang paling tinggi di seluruh alam, dan aku akan kehabisan kata-kata untuk menceritakan kelebihan yang ia miliki" jawab lan wu dengan tenang.


Fei menyimak perkataan lan wu dengan serius. Dibalik pujian lan wu terhadap kekasihnya, Fei dapat merasakan kesedihan yang mendalam tertera di setiap kata lan wu. Tatapan mata lan wu juga menyempurnakan kesedihannya meski masih tertutupi oleh senyum lebar di bibir lan wu.


Kapan seseorang dapat bertahan sejauh ini sembari memukul kesedihan besar di hatinya.


"Sebaiknya kita mempercepat langkah kita, langit sudah hampir gelap" ujar lan wu mempercepat langkahnya sembari di susul oleh Fei.


Lan wu hanya ingin menghindari pertanyaan selanjutnya yang akan di lontarkan oleh Fei, terlebih lagi usai memikirkan soal yiyi hati lan wu kembali di penuhi oleh kesedihan yang mendalam.

__ADS_1


"Memanglah benar, jika titik terberat bagi seorang manusia ialah persoalan hati" gumam lan wu berusaha menenangkan perasaan nya yang tak karuan.


...


Usai tiba di villa Lou yu. Lan wu segera beranjak mandi dan mengganti pakaiannya yang telah di sediakan oleh Fei sesaat sebelum lan wu mandi. Wajah lan wu begitu terlihat segar usai keluar dari kamar mandi. Ia segera mengenakan pakaiannya dan kemudian melanjutkan kultivasinya untuk meningkatkan tingkat energi hitam di dalam tubuhnya. Lan wu terlihat begitu fokus seraya menyerap energi hitam di sekitarnya.


Lan wu menggerakan tanganya mengikuti petunjuk dari kitan energi hitam secara bertahap.


"Huff.." lan wu membuang nafasnya sembari membuka matanya yang sedari tadi terpejam.


"Sangat di sayangkan jika energi hitam tidak dapat di padukan dengan energi murini" ujar lan wu merasakan peningkatan jumblah energi hitam yang sedikit di tubuhnya.


Lan wu terfikir kembali dengan rumput iblis yang tersimpan di cincin ruang miliknya. Rumput spirit mengandung energi hitam yang berasal dari hawa ganas hewan gaib. Lan wu berfikir untuk menyerap hawa tersebut untuk meningkatkan energi hitam miliknya dengan cepat.


"Sial, padahal aku yang mengatakan agar jangan bergantung kepada bahan kultivasi. Sekarang malahan aku yang hendak melanggarnya, namun akan sangat gawat jika daochen menyeramgku yang bahkan tidak bisa mengandalkan energi murni ku seperti dulu" lan wu terdiam dalam pikirnya.


Namun ia tidak memiliki jalan lain, selain itu lan wu tak berniat untuk melibatkan Fei dalam masalahnya.


Merasa pusing dengan perdebatan pikiran nya, lan wu memutuskan untuk mencari udara segar di halaman depan villa tersebut. Mata lan wu teralihkan ke sebuah tempat yang terlihat Lou yu yang tengah berlatih.


Lan wu memperhatikan setiap gerakan dari Lou yu yang begitu membuat takjub dirinya.


Tidak di sangka oleh lan wu jika Lou yu memiliki gerakan serta jurus yang begitu tinggi. Tehnik permainan pedang Lou yu juga mendekati tahap master ( di alam fana di kenal dengan tahap ahli).


Dari tatapan raut wajah Lou yu kan wu bisa menyaksikan bahwa Lou yu tengah merasa kesal.


Lan wu kembali mengeluarkan jurus oedangny dengan cepat dan membuat Lou yu terdesak mudur.


Senyum melekat di bibir lan wu usai melihat Lou yu yang menyerang balik dengan tehnik pedang bertenaga kuat.


Lan wu menunduk seraya menghindari pedang Lou yu yang mengincar kepala dari lan wu.


Saat jarak lan wu telah berada sangat dekat demga Lou yu, ia segera melempad pedangnya ke atas seraya pandangan Lou yu yang tertuju pada pedang lan wu.


Lan wu menggunakan penggeser waktu dan dengan cepat telah berada di udar seraya menangkap kembali pedangnya. Mata Lou yu terbuka lebar bersamaan dengan pedang lan wu yang berada tepat di leher Lou yu.


"Apakah kau telah mengerti maksud dari jurus pedang?" Tanya lan wu sembari menyarungkan Pedangnya.


Lou yu terdiam sesaat sebelum akhirnya menggeleng mengangguk ragu.


"Jurus pedang ialah penggabungan antar gerakan berpola yang di padukan dengan benda mati seperti pedang. Jurus tentu sangat penting dalam permainan pedang, namun jangan pernah mengabaikan fondasi tubuh, insting, Indra perasa, serta emosi. Itulah mengapa banyak alur pertarungan pedang yang mendadak berubah di akhir pertarungan. Semakin lama kita beradu Padang akan semakin banyak tekanan mental serta kelelahan yang kita rasa dalam situasi tersebut. Apa yang menentukan pada situa si tersebut menurut kamu?" Tanya lan wu menatap Lou yu dengan tenang


"Stamina, dan insting" jawab Lou yu


Lan wu menggeleng pelan sebelum kembali menjelaskan." Stamina dan insting sudah tidak bisa di andalkan di saat seperti itu. Hal terpenting dalam kondisi itu ialah, fondasi kaki yang harus matang agar dapat merubah alur dan menciptakan gerakan kejutan dengan cepa, selanjutnya adalah emosi. Kau di tuntut untuk selalu berfikir jernih dalam mengambil keputusan baik menyerang ataupun bertahan, mengapa emosi sangat penting? Karena di saat emosi mu terganggu maka seluruh pikiran akan kacau dan mempengaruhi pola pikir dalam mengambil keputusan.


Saat emosi sedang marah, kau akan fokus dengan mengerahkan seluruh kemampuan mu dengan membabi-buta tanpa memikirkan gerakan dari musuh yang dibutuhkan dengan emosi mu, untuk selanjut nya kau yakin kau pasti paham yang akan terjadi" lan wu tertawa keras seraya menatap langit yang di hiasi oleh ribuan bintang.

__ADS_1


"Yang kau katakan memang sangat benar, aku sungguh tercerahkan dengan perkataan mu " sahut Lou yu yang kini terlihat lebih tenang dari sebelumnya.


"Tentu saja, pada dasarnya kau telah memahami semua perkataan ku tadi, namun kondisi mu yang tengah kesal membuat kau melampiaskannya kepada pedang" lan wu menggaruk kepalanya dengan tawa canggung


"Kau benar, aku begitu terbawa dengan emosi tapi semua itu tentulah memiliki alasan" wajah Lou yu kembali terlihat murung


Lan wu hendak menanyakan permasalahan tersebut, namun ia mengurungkan niatnya. Ia tidak ingin jika Lou yu salah paham dengan maksud lan wu.


"Kau tak perlu ragu untuk menanyakannya, kau sudah ku anggap seperti adik ku sendiri dan aku tidak akan menutupi hal apapun dari mu" ujar Lou yu yang mengetahui pikiran lan wu.


Lou yu mengajak lan wu untuk duduk di sebuah pondok yang terletak tidak jauh dari tempat tersebut. Pondok yang di kunjungi lan wu tidak lah besar, namun terlibat begitu mewah. Seluruh bagian dari pondok tersebut terbuat dari emas putih dengan ukuran teratai di setiap sudutnya. Di dalam pondok tersebut terdapat sebuah meja dengan empat kursi yang terbuat dari batu besar yang di pahat sedemikian rupa hingga menjadi seperti itu.


"Silahkan " ujar Lou yu seraya menyodorkan sebuah cangkir yang terisi dengan arak di dalamnya.


Lan wu dapat mencium aroma arak tersebut yang begitu harum. Ia terlihat heran dengan aroma arak yang di beri oleh Lou yu.


"Manis?" Ujar lan wu tak dapat menahan keheranan nya.


"Hahahaha kau jangan kecewa, arak ini tidak memabukkan tidak seperti arak lainya yang sering kau minum bersama dengan hanzeng. Arak ini terbuat dari intisari teratai emas yang di padukan dengan madu ilahi dan di endapan selama seratus tahun. Khasiat arak ini sangat tinggi, ini dapat memperlancar aliran darah dan menyembuhkan sisa luka dalam yang masih tertinggal di dalam tubuh. Peningkatan energi murni milik mu akan meningkat pesat" jelas Lou yu dengan tawa lepas.


Lan wu hanya mengangguk sembari tertawa geli usai mendengarkan penjelasan dari Lou yu.


Kini mereka berdua duduk seraya Lou yu membicarakan kegelisahannya mengenai Fei yang memiliki darah 4 ras.


Meskipun lan wu telah menduga kemampuan Fei begitu tinggi, namun ia sangat terkejut mendengar perkataan dari Lou yu. Bagaiman bisa seorang gadis memiliki kemampuan begitu besar yang bahkan tidak sanggup untuk di tahan oleh tubuhnya sendiri.


"Darah yang berada di tubuh Fei ialah darah ras naga, harimau petir, Phoenix langit, dan darah dari ras legenda yang telah menghilang beribu-ribu tahun silam. Untuk saat ini guru besar masih dapat mengendalikan kemampuan Fei, namun jika kekuatan tersebut telah terbangun secara utuh maka siapapun tidak akan sanggup mengendalikan Fei dalam kondisi tersebut" jelas Lou yu bersamaan dengan kepalan tanganya yang menguat.


"Satu-satunya cara agar bisa menahan Fei ialah degan mengurungnya di menara energi hitam, dengan kata lain ialah mengnacurkan jiwa serta tubuh dari Fei" sambung Lou yu kini membuat lan wu tersendat minumannya.


"Bukankah itu saja dengan membunuh Fei? bagaiaman bisa cara tersebut di ambil oleh ketua sakte?" Tanya lan wu begitu heran dengan jalan pikiran dari ketua sakte.


"Meskipun begitu, namun guru besar terpaksa harus melakukanya demi melindungi sakte ini. Aku merasa gagal menjadi seorang kakak, aku sungguh tidak berguna.!!" Lou yu meninju meja seraya berteriak keras.


Lan wu juga merasakan apa yang di rasa oleh Lou yu, namun lan wu tidak dapat melakukan hal banyak untuk membantu Lou yu menyelamatkan Fei pada saat kebangkitan darah tersebut. Lan wu belumlah cukup kuat untuk melakukanya.


"Energi hitam? Apakah itu bisa menekan kekuatan Fei?" Ujar lan wu terpikir kan oleh lan wu.


"Memang bisa, tapi itu mustahil untuk melatih tehnik tersebut.." ucap Lou yu segera di bantah oleh lan wu.


"Kakak Lou, aku akan merekomendasikan diri untuk berlatih di menara energi hitam, namun aku meminta hak ini di rahasiakan dari siapapun selain kakak dan ketua sakte" lan wu menatap serius Lou yu.


"Tapi..itu.." ujar Lou yu bermaksud menghentikan niat lan wu.


"Meskipun kemungkinan berhasil nya kecil, tapi kita tidak mempunyai pilihan lain" balas lan wu terus menyakinkan Lou yu.


Lan wu dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan energi hitam miliknya, sekian itu tentu di menara energi hitam pasti terdapat kitab jurus yang di tinggalkan oleh leluhur teratai putih.

__ADS_1


__ADS_2