Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
guru yang datang kembali 2.48


__ADS_3

Di suatu tempat yang tersembunyi nampak seorang pemuda dengan baju yang terkoyak serata puluhan sayatan-sayatan di tangannya tengah duduk seraya menunduk.


Dari mulutnya terus mengalir darah segar bercampur air yang entah berasal dari keringat atau Aira matanya.


Pemuda tersebut menggenggam erat sebuah pedang yang telah retak dan rapuh.


"Badai acak" ujar pria tersebut seraya mengeluarkan seluruh energi yang berhasil dikumpulkan olehnya dengan langkah terseok.


Akan tetapi serangannya dipantulkan dan malah mengenai dirinya sendiri.


Luka baru kembali ia dapatkan usai mencoba menghancurkan kurungannya.


"Sudah hampir sebulan apakah kau masih tidak sadar?" Ucap seseorang yang muncul di hadapan pria tersebut.


Sorot mata dari pemuda tersebut berubah tajam, ia menunjukan ekspresi wajah geram hingga menunjukkan kedua gigi taringnya yang entah sejak kapan muncul.


"Pergi kau dari sini.!! Tunggu saja bagaimana aku mempertemukan dirimu dengan kematian.!!" Ujar pemuda yang terduduk lah didalam kurungan berwarna ungu.


"Lan wu.. sadarkan diri mu, kau ditakdirkan untuk melewati ini semua. Jadikan kesakitan yang kau rasakan sebagai alasamu untuk menjadi lebih kuat. Bukan malah menghancurkan dirimu sendiri" sambung pria tersebut.


"Banyak omong.!" Ujar lan wu dengan geram sembari melesat kencang memukul kurungan tepat di hadapan prai tersebut.


"Kau akan membayar hal ini, tunggu saja.!!" Sambung lan wu mengepalkan tangannya yang berlumuran darah segar.


"Aku sungguh berharap kau dapat menemukan kembali pikiran jernih mu" ucap pria tersebut sesaat sebelum pergi meninggalkan lan wu yang kembali duduk bersila.


"Chu Tian, aku membutuhkan mu sekarang" ucap lan wu seraya berkonsentrasi mengumpulkan energi hitam.


Beberapa saat setelah prai tersebut pergi, nampak seorang gadis yang mengenakan baju khas kerajaan mendatangi lan wu seraya didampingi oleh 4 ahli di tahap permulaan abadi.


Lan wu mengabaikan kedatangan orang-orang tersebut, dan memilih fokus untuk mengumpulkan energi hitam lebih banyak lagi.


"Pendekar lan, maaf atas sifat keras ayah ku. Dia memang tidak pandai berbicara akan tetapi kau harus percaya kepadanya bahwasanya dia hanya menjalankan tugas dari temannya" ujar gadis tersebut semabri membawa beberapa makanan dan arak.


"Jika kau berniat untuk mengendalikan ku, ada baiknya bila kau segera pergi. Aku hanya belum sanggup untuk mengalahkan kepar*t itu, bukan berarti aku tidak bisa menghabi mu" ujar lan wu dengan nada datar.


Gadis tersebut tersenyum tipis dan tetap mendekati kurungan lan wu, ia mengalirkan energi miliknya dan perlahan kurungan tersebut terbuka.


Melihat hal itu, lan wu dengan cepat bergerak kearah pintu kurungan yang telah terbuka. Ia melewati gadis tersebut yang seakan tidak memperdulikan lan wu yang telah melewati pintu keluar dari kurungan tersebut.


Kini jarak antara lan wu dan kurungan tersebut berjarak sekitar 2 meter, ketika lan wu hendak melompat ke udara mendadak 2 rantai yang entah dari mana berhasil membelenggu kaki lan wu.


Rupanya rantai tersebut berasal dari lengan baju gadis tersebut. Belum sempat lan wu mengeluarkan jurusnya untuk menghancurkan rantai tersebut, mendadak sebuah pilar besar berwarna ungu menindih lan wu hingga tersungkur di tanah.


"Kepar*t.!!" Teriak lan wu seraya berusaha melepaskan dirinya dari tindihan pilar tersebut.


"Tombak api" ujar lan wu mengeluarkan api iblis dan berhasil menghancurkan pilar tersebut.


"Hahahaha.. apa hanya ini yang kau punya?" Tanya lan wu dengan wajah puas.


Gadis tersebut nampak menggeleng pelan seraya menunjuk kearah atas. Lan wu sontak melihat kearah atas akibat rasa penasaran yang mendadak ia rasakan.


"Sial..!" Keluh lan wu usai melihat puluhan pilar berwarna ungu.


"Pendekar lan, ada baiknya bila anda segera kembali kedalam penjara ruang milik ayah. Jika tidak takutnya tubuh mu akan hancur tertindih pilar-pilar itu" ucap gadis tersebut sembari memasang senyum tenang.

__ADS_1


"Heh..langkah iblis" ucap lan wu mendadak berpindah ke belakang gadis tersebut.


Lan wu memeluk tubuh gadis tersebut sembari meletakan pisau api tepat di leher gadis tersebut.


"Jika kau tidak menghendaki kematian, maka hilangkan lah pilar-pilar itu" ujar lan wu setengah berbisik.


"Kepar*t mesum..!" Teriak gadis tersebut seraya mengayunkan siku nya ke wajah lan wu.


"Kau lelaki pertama yang menjamah tubuh ku, kau harus diberikan pelajaran" sambung gadis tersebut seraya mengeluarkan sebuah pedang berwarna ungu.


"Jamah.?! Apa yang kau maksud bocah.!!" Heran lan wu sembari menghindari serangan pedang milik gadis tersebut.


Tak disangka ternyata kemampuan gadis tersebut hampir setara dengan lan wu, entah akibat kondisi lan wu yang begitu buruk, atau akibat pedang ungu milik gadis tersebut yang memberikan tekanan kuat kepada lan wu.


Gadis tersebut hendak menusuk tubuh lan wu akan tetapi lan wu berhasil menahan pedang gadis tersebut dengan pisau api miliknya. Lan wu memutarkan pisau tersebut sembari mendorong pedang gadis tersebut menjauh dari leher lan wu.


Lan wu mengerahkan tangan api dari arah tanah dan berhasil menahan kaki gadis tersebut, akan tetapi tangan api lan wu berhasil di bekukan oleh aura dingin dari tubuh gadis tersebut.


Nampak gadis tersebut mengeluarkan hawa dingin dari hembusan nafasnya, tubuh gadis tersebut nampak begitu kelelahan seakan ia tak sanggup untuk berdiri.


Mendadak hawa dingin yang begitu besar terpancar keluar dari tubuh gadis tersebut.


Hawa dingin tersebut perlahan-lahan membekukan puluhan pisau api yang bersiap di lepaskan oleh lan wu.


"Kuat sekali.!!" Gumam lan wu sembari menebas es yang telah membekukan ujung sepatu milik lan wu.


"Nona..!! Sadarkan diri anda..!!" Teriak pengawal milik gadis tersebut yang membentuk sebuah formasi.


Keempat orang tersebut adalah ahli api yang di tugaskan untuk menghalau hawa dingin dari tubuh gadis tersebut.


"Apakah ini waktu yang tepat untuk keluar dari sini?" Pikir lan wu hendak meloloskan diri dari tempat tersebut.


Pandangan mata lan wu kini tertuju kepada rambatan es tajam yang hendak mengenai ke 4 orang tersebut. Lan wu sontak bergerak sembari mengarahkan ratusan tombak api untuk menghancurkan rambatan es tersebut.


"Tuan, apakah kau juga pengguna api?" Tanya salah satu dari ke 4 orang yang tengah membentuk sebuah segel berwarna kuning.


"Ya.. aku penggunaan api iblis, dan api dingin" jawab lan wu menciptakan dinding dari api iblis untuk melindungi ke 4 orang tersebut.


"Baiklah tuan, aku akan menyerahkan perlindungan kami kepada anda. Segel formasi yang kami buat membutuhkan waktu yang sangat lama, untuk sementara kami membutuhkan keberadaan tuan sebagai tameng untuk menghalu hawa dingin dari nona" jelas pria tersebut bersamaan dengan munculnya pusaran api milik lan wu.


"Cepatlah, aku hanya memiliki sedikit energi yang tersisa" ujar lan wu menciptakan 20 tangan api raksasa untuk mencengkram rambatan es yang terus menguat.


Hawa dingin dari gadis tersebut semakin menguat hingga menciptakan hujan salju di sekitar are tersebut. Lan wu kesulitan untuk menahan pilar-pilar es yang bermunculan dan mengarah ke mereka.


"Aku hanya bisa bertaruh kepada badai api, akan tetapi jurus ini belum pernah aku latih dan hanya terbayang di otak ku" pikir lan wu sedikit ragu untuk bertindak.


"Tidak ada salahnya mencoba, toh energi ku cepat atau lambat juga akan habis..." Gimana lan wu sembari melompat keatas dinding api iblis miliknya.


Ia membentuk beberapa segel ditangannya sebelum tercipta tekanan hebat dari tubuhnya. Lan wu menjulurkan tangan kanannya kearah langit, sementara tangan kirinya terlihat seperti memutar sesuatu di depan dadanya.


"Penyatuan badai hitam, tehnik penggabungan 2 elemen. Badai api iblis..!" Teriak lan wu bersamaan dengan aktifnya segel milik ke 4 pria tersebut.


Pusaran api iblis di sertai angin hitam milik lan wu menciptakan kerusakan besar. Bongkahan serta pilar es nampak hancur terkena jurus milik lan wu.


Pusaran api iblis berhasil mengurung gadis tersebut, sementara angin hitam milik lan wu nampak menyedot hawa dingin dari atas garis tersebut.

__ADS_1


"Argh..!! Sakit sekali..!!" Gumam lan wu sembari memaksakan dirinya untuk mengendalikan jurus miliknya.


Lan wu nampak mengarahkan tangannya ke bawah dan sontak pusaran api iblis seakan tersedot oleh angin hitam, sesaat sebelum terciptanya badai api yang menyerupai seekor singa raksasa yang menerjang kearah gadis tersebut.


"Hey.!! Bukankah itu sedikit berlebihan..?!" Ucap lan wu tak menyangka bahwa jurus tersebut begitu kuat.


" Perisai es milik nona telah hancur, cepat arahkan formasi segel kearah nona sebelum jurus milik tuan lan menghancurkan tubuh nona.!!" Teriak salah satu ahl api.


Sementara disis lain lan wu mencoba untuk menetralkan jurus miliknya, akan tetapi ia tidak berhasil melakukannya. Beruntung formasi milik 4 ahli tersebut berhasil mendahului jurus lan wu.


Akan tetapi raut wajah dari lan wu berubah buruk usai melihat 4 ahli tersebut nampak memuntahkan darah segar padahal jurus lan wu belum mengenai segel formasi milik mereka.


"Tekanan macam apa ini..?!!" Heran ke 4 nya seraya memperkuat jurus mereka.


"Tuan lan, tolong hentikan jurus anda.!" Teriak salah seorang dari mereka.


"Emhh...ba.. baiklah" jawab lan wu dengan nada ragu.


Ketika lan wu hendak melompat ke udara, mendadak terlihat 4 tombak melesat cepat kearah jurus milik lan wu, benturan hebat tercipta hingga menghempaskan salah satu tombak yang beradu dengan badai api milik lan wu.


Tombak-tombak tersebut kembali menyatu dan berubah menjadi sangat besar, aura dari tombak kini terlihat jelas bersamaan dengan munculnya sebuah sosok besar yang memiliki sayap berwarna hitam.


Sosok tersebut menggenggam tombak besar, dan bertarung dengan singa api dari jurus lan wu. Pertaruangan tersebut berjalan sengit dan menciptakan kerusakan di area tersebut.


"Kau berhasil membangkitkan energi negatif milik singa iblis" ucap seseorang yang mendadak muncul di sebelah lan wu.


"Ah.. kau.." kaget lan wu yang melihat pria pemilik 4 tombak di sebelahnya.


"Hey..hey.. bukankah murid ku sangat hebat?" Kini terdengar suara seorang pria yang begitu familiar di telinga lan wu.


"Pembelah dimensi.!" Ujar pria tersebut mengeluarkan jurus pedangnya.


Nampak pria di samping lan wu juga mengeluarkan jurusnya.


Ketiga jurus hebat tersebut kembali beradu dan kini di tutup oleh ledakan hebat yang menciptakan sebuah jurang dalam di tempat tersebut.


Dari balik debu nampak 4 tombak melesat keluar bersamaan dengan seorang pria yang berjalan dengan santai semabri meneguk arah dari botol.


"Hahaha guru..!" Teriak lan wu dengan senang semabri berlari memeluk gurunya.


"Emh..! Biarkan aku minum dulu.!!" Pukulan mendarat di kepal lan wu.


"Aw... Apakah seperti ini caramu memperlakukan murid mu?" Ucap lan wu dengan wajah kesal semabri mengusap kepalanya.


" Hemm.. rupanya kau telah sadar, bagaimana perasaan mu setelah mengalami situasi buruk?" Tanya guru lan wu sontak membuat ekspresi lan wu berubah murung.


"Jadilah lebih kuat, dengan begitu di masa mendatang kau tidak perlu lagi mengalami hal menyakitkan seperti ini" seru gurunya seraya mengelus kepala lan wu.


Lan wu hanya mengangguk semabri menepis tangan gurunya dengan pelan.


Ia seakan tidak ingin membahas peristiwa yang paling menyakitkan dalam hidupnya.


Lan wu baru melupakan peristiwa kematian orang tuanya, kini ia kembali mengalami peristiwa buruk. Peristiwa yang merenggut seluruh keluarga baru miliknya.


**

__ADS_1


usai membereskan beberapa barang berharga di tempat tersebut, lan wu dan gurunya di ajak untuk beristirahat di kediaman milik pria bertombak 4 tersebut.


dan disini seluruh kebingungan lan wu akan terjawab oleh pria beserta gurunya tersebut.


__ADS_2