
Pada hari selanjutnya, lan wu di suruh oleh Huanlin untuk menombak puluhan merpati merah di kedalaman hutan rajawali berekor 6 dengan menggunakan sebuah tombak kelas rendah milik prajurit Huanlin.
Lan wu tak boleh menyentuh tombak tersebut, dan hanya boleh menggerakkan tombak itu menggunakan energi miliknya tanpa bantuan jurus lainya serta mata iblis milik lan wu.
Tak di sangka ternyata mengenai merpati t bukanlah hal yang mudah. Merpati merah sebenarnya tidak memiliki kemampuan bertarung serta serangan mematikan, akan tetapi kecepatan dari merpati merah sangatlah tinggi.
Lan wu hampir puluhan kali mengarahkan tombaknya akan tetapi ia belum berhasil mengenai satu ekor burung merpati merah.
Terlebih lagi jarak yang begitu ikut mempengaruhi serangan lan wu.
Di sela-sela lan wu yang masih terdiam semabri memikirkan cara untuk mengenai sasarannya, dari arah belakang melesat sebuah tombak dan mengenai seekor burung merpati merah.
Lan wu nampak terkejut melihat hal tersebut, ia menatap ke arah belakang dan mendapati aylen yang tengah menarik kembali tombaknya menggunakan energi miliknya.
"Bagaimana pelatihan mu tuan lan?" Tanya aylen dengan nada lembut.
"Entahlah, aku belum berhasil mengenai satupun merpati merah" jawab lan wu dengan wajah sedikit kesal.
"Mengapa seperti itu? Padahal aku dapat melakukannya dengan sangat mudah" ujar aylen seolah menyindir lan wu.
"Pada dasarnya aku sama sekali tidak pernah mempelajari jurus tombak, dan aku tidak terbiasa dengan serangan jarak jauh" jawab lan wu berusaha membela dirinya.
Aylen hanya tersenyum mendengar perkataan lan wu. Ia terlihat mengeluarkan sebuah pedang putih dan mengarhkannya ke salah satu merpati merah, dan ia kembali berhasil mendapatkan satu ekor merpati merah.
Lan wu sontak terdiam, ia kembali terfikirkan ucapannya barusan.
"Setiap senjata hanyalah alat, anda akan dapat mengendalikan alat tersebut jika telah memahami jiwa serta niat dari alat tersebut. Tombak dan pedang tidaklah berbeda, anda hanya perlu menemukan pikiran jernih dan memusatkan pikiran anda bersama dengan energi kedalam senjata" jelas aylen seraya menyarungkan kembali pedangnya.
"Pikiran?" Tanya lan wu dengan wajah bingung.
"Benar.. anda memiliki karakteristik energi negatif, dan hanya mengutamakan kekuatan serta emosi dari amarah. Setiap lemparan tombak anda akan terbentur dengan energi positif di alam ini hingga mengakibatkan terjadinya pergeseran dari arah tombak anda" jelas aylen seakan tidak sanggup untuk lan wu cerna.
"Coba gunakan tombak mu untuk menyerang kadal api itu" ucap aylen seraya menunjuk sebuah kadal besar yang terdapat api di ekornya.
Tanpa basa-basi lan wu segera mengaliri anergi hitam di tombaknya dan mengarahkan tombak tersebut kearah kadal api.
Tombak lan wu dengan mudah menembus tubuh keras dari kadal tersebut.
Lan wu nampak heran menyaksikan hal tersebut. Padahal jarak kadal api dengan dirinya begitu jauh, akan tetapi tombaknya berhasil mengenai bagian dari tubuh kadal api yang lan wu incar.
"Mengapa bisa kena?" Tanya lan wu heran.
"Kadal api memiliki energi serta aura gelap, tentu saja tidak akan terjadi bentrokan atau gesekan energi yang mengubah alur tombak mu" jawab aylen dengan mudah.
"Jadi aku hanya akan kesulitan untuk menghadapi seorang pengguna energi murni?" Tanya lan wu masih belum mengerti.
Aylen hanya menggeleng pelan semabri terlihat kesal akan lan wu yang belum mengerti maksud dari perkataannya.
Aylen mendadak menaburkan sebuah botol berisi cairan berwarna hitam, ia kemudian mengeluarkan energi miliknya seraya mengarhkan tangannya kearah kawanan burung merpati merah.
Sontak burung-burung tersebut menerjang kearah aylen dengan kecepatan tinggi, aylen mengarahkan tapak energi miliknya untuk memukul mundur lan wu beberapa meter.
__ADS_1
Setelah itu aylen menetralkan seluruh energinya semabri tersenyum melihat kearah lan wu yang kini berada cukup jauh darinya.
" Paru dari burung merpati merah setajam pusaka kelas tinggi, dan tentunya aku akan mati jika terkena puluhan paru dari burung-burung ini" ujar aylen dengan nada tenang.
"Hey..! Jangan bercanda, cepat keluarkan energi milik mu.!" Teriak lan wu dengan nada khawatir.
Aylen hanya diam semabri tersenyum. Melihat hal tersebut lan wu sontak mengarahkan tombaknya kearah seekor burung yang hampir menabrak aylen.
Tak disangka tombak lan wu berhasil mengenai burung tersebut, usai tombak lan wu menancap di tanah. Aylen dengan cepat mengeluarkan hawa dinginnya dan berhasil membekukan semua burung-burung yang hendak menyerangnya.
"Niat membunuh hanya berlaku kepada orang yang memiliki kebencian, dan pikiran negatif. Selama niat mu tidak terpengaruh oleh kebencian, maka tidak akan ada gesekan antara energi hitam dan murni" jelas aylen seraya melemparkan tombak milik lan wu.
Lan wu kini memahami ucapan aylen. Ia mengucapkan terimakasih dan berniat melanjutkan pelatihannya usai aylen kembali ke istana.
Lan wu kini tidak kesulitan untuk mengenai targetnya bahkan tanpa bantuan mata iblis ataupun jurus lainnya. Ia dengan mudah dapat mengubah alur serangan dari tombaknya sesuai keinginannya.
**
Tidak terasa sudah sebulan sejak awal latihan lan wu bersama Huanlin. Lan wu merasakan peningkatan yang besar dalam tehnik mengontrolnya. Ia tidak lagi kesulitan untuk mengendalikan ratusan pedang api dalam sekali gerak, tanpa harus menyimpan ataupun menggunakannya satu-satu.
Kekuatan dari tombak api lan wu juga ikut meningkat, usai melalui pertaruangan singkat dengan Huanlin yang hanya bertahan seraya mengoreksi serangan lan wu.
Lan wu juga mendapat banyak tanaman ajaib yang di berikan oleh Huanlin sebagai apresiasi atas peningkatan lan wu dalam serangan jarak jauh.
Berkat ruang pelatihan serta beberapa tanaman ajaib milik Huanlin, lan wu kini hampir menembus tingakat 1000 lingkaran energi ilahi dalam kurun waktu 1 bulan, ia hanya perlu bersabar selama beberapa Minggu untuk menerobos tingakat 1000 lingkaran energi ilahi.
**
"Bagaimana apakah kau telah berhasil naik tingkat?" Tanya aylen dengan wajah penasaran.
Lan wu membalas pertanyaan aylen dengan senyum lebar. Aylen sontak ikut senang mengetahui hal tersebut. Lan wu dan aylen kini berjalan menuju area belakang isatana untuk menemui Huanlin dan pendekar kelana yang telah kembali 2 hari yang lalu.
"Salam kepada guru, dan paman" ucap lan wu yang telah sampai di tempat Huanlin.
"Sungguh mengagumkan kau selesai begitu cepat" ujar Huanlin tersenyum tipis.
"Hehehehe bagaiamana rasanya berada di tingkat 1000 lingkaran energi?" Tanya pendekar kelana dengan nada menggoda.
"Luar biasa guru, aku merasa begitu bertenaga dan mengalami peningkatan dalam setiap jurus ku" jawab lan wu semabri memperhatikan tubuhnya.
"Benarkah? Mari kita lihat apakah kau sudah mampu untuk mengangkat 4 tombak ini" ucap Huanlin seraya mengajak lan wu ke luar pondok.
Lan wu kini memfokuskan pikiran serta energinya, sementara Huanlin, pendekar kelana, dan aylen memperhatikan secara seksama kearah lan wu.
Suasana mendadak hening, dan hanya terdengar nafas lan wu yang naik turun seraya mengarahkan tangannya ke tombak-tombak tersebut.
Dengan cepat lan wu mengarahkan tangannya keatas dan terciptalah tekana aura kuat yang menghasilkan badai petir di sekitar lan wu.
Huanlin dengan cepat mengeluarkan perisainya demi menghalau tekanan serta hembusan angin beserta petir.
Sementara disisi lain nampak lan wu yang mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menggerakkan tombak-tombak tersebut ke udara.
__ADS_1
Wajahnya terlihat memerah, dan nampak urat-urat di tubuh lan wu membesar. Tanah yang dipijaknya perlahan retak seakan tak sanggup menahan beban dari tubuh lan wu.
"Ber...gerak....lah.!!" Teriak lan wu bersamaan dengan terjadinya ledakan petir yang begitu besar.
Seluruh area kini tertutupi oleh debu, serta beberapa sisa percikan petir yang menyala di dalam debu-debu tersebut.
"Hahahahha... Guru...! Paman..! Aku berhasil..!" Teriak lan wu yang mendarat tepat di hadapan Huanlin dan lainya.
Pakaian lan wu nampak terkoyak-koyak, serta terdapat beberapa luka bakar di lengan kanannya.
"Berapa tombak yang berhasil kau gerakan?" Tanya Huanlin penasaran.
"Eh...anu...hanya 3" jawab lan wu sontak mengejutkan Huanlin dan pendekar kelana.
"Ba.. bagaiamana bisa...?!" Ucap pendekar kelana dengan nada gagap.
"Eh..aku sudah mengeluarkan semua yang ku bisa, tapi tombak yang mengeluarkan aura ungu sangatlah susah untuk ku kendalikan, ia bahkan menyerang ku dengan api berwarna ungu. Beruntung aku bisa menahannya dengan perisai api iblis" jawab lan wu dengan nada enteng.
"Anak ini..! Sebenarnya apa yang kau makan hingga memiliki bakat yang begitu mengerikan..?!!" Tanya pendekar kelana semabri menggoyang-goyangkan tubuh lan wu.
"Gu..guru... Kepala ku pusing" ujar lan wu berusaha menghentikan gurunya.
"Heh tua bangak.. biarkan lan wu memulihkan dirinya dahulu, baru kita membahas hal ini" lerai Huanlin seraya mendorong pendekar kelana menjauh dari lan wu.
"Baik.. baik.." ujar pendekar kelana dengan nada santainya.
**
Sembari menunggu lan wu kembali, Huanlin nampak berbincang dengan pendekar kelana mengenai lan wu yang berhasil mengendalikan 3 tombak.
"Aku belum pernah menemui seseorang dengan bakat yang begitu mengerikan seperti lan wu.. Bahakan pemilik tombak sebelumnya hanya dapat menggerakkan 2 buah saat pertama kali. Apakah ini ada hubungannya dengan energi hitam?" Tanya pendekar kelana dengan nada penasaran.
"Bisa jadi seperti itu, ada kemungkinan bahwa lan wu dapat mencapai tingkat sempurna dari jurus tombak pemusnahan dunia, selain itu aku kini hanya dapat mengendalikan 1 tombak yang tersisa, dan tiga lainya seolah tidak lagi terhubung dengan ku" ujar Huanlin seraya menggerakkan salah satu tombaknya.
"Namun bukankah aneh bila tombak yang memiliki kebencian tinggi malah menolak karakteristik energi hitam?" Ujar pendekar kelana dengan wajah heran.
"Itu yang masih tidak dapat ku jawab, padahal energi yang dipenuhi oleh kebencian serta dendam begitu cocok dengan karateristik tombak ini" sambung Huanlin semabri memegang ujung dagunya.
"Entahlah, biar lan wu yang menjelaskan hal ini kepada kita. Aku hendak menanyakan beberapa hal di luar dari pelatihan lan wu.." nampak wajah pendekar kelana berubah menjadi serius.
"Silahkan" jawab Huanlin yang telah mengetahui arah pembicaraan tersebut.
"Apakah kau akan menepati janji mu mengenai permintaan lan wu untuk mengunjungi pedang dewa?" Tanya pendekar kelana seraya mengeluarkan aura miliknya.
"Tentu saja. Aku tidak pernah mengingkari janji ku" jawab Huanlin dengan tenang.
"Bagaimana jika aku melarangnya?" Tanya pendekar kelana dengan nada serius.
"Hey... Kau hanya menang licik pada pertaruangan kita dulu, jangan sok mengatur hidup ku serta lan wu. Dia memiliki sesuatu yang tidak boleh kita halangi" jawab Huanlin kali ini ikut mengeluarkan aura petarung miliknya.
"Hahahahha.. kau sungguh telah menjadi begitu baik hun-hun" ujar pendekar kelana sontak tertawa keras.
__ADS_1
"Hun-hun..?! Tua Bangka ini..!!!" Geram Huanlin seraya memukul perut pendekar kelana hingga terbatuk-batuk.