Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Siapa ibilis sebenarnya? 2.21


__ADS_3

Lan wu dan fui saling bertukar serangan, tekanan angin tajam tercipta saat kedua pedang tersebut berbenturan. Lan wu berkali-kali merubah gaya menyerangnya dan membuat fui sedikit kebingungan untuk memprediksi pergerakan dari lan wu. Fui melompat ke atas seraya mengeluarkan api teratai putih dari pedang energi api miliknya.


Lan wu merasakan hawa panas yang begitu dahsyat. Ia begitu kesulitan untuk bernafas dan mengatur kecepatan nya seperti semula.


Fui telah mengetahui bahwa lan wu memanfaatkan kecepatan untuk melemahkan energi nya dan menunggu saat yang tepat untuk mengakhiri pertarungan tersebut. Fui berniat menekan pergerakan lan wu dengan hawa panas serta menyerang lan wu secara langsung dalam pertarungan jarak dekat. Tubuh lan wu di penuhi oleh keringat akibat hawa panas dari api teratai milik fui.


"Kelopak api" ucap fui bersaman dengan melesatnya puluhan kelopak api ke arah lan wu.


Lan wu tersenyum kecut usai merasakan tekanan murni dari api pada setiap kelopak yang mengarah kepadanya.


"Badai acak" lan wu mengeluarkan pedangnya seraya tercipta badai angin yang bergerak tak menentu.


Puluhan kelopak api milik fui nampak tersayat habis tanpa sisa. Fui kembali mengeluarkan salah satu jurusnya untuk menham badai acak yang tidak terpengaruh oleh kelopak api miliknya.


Akhirnya fui menggunakan jurus andalannya yaitu gerakan seribu tangan api. Gerkan cepat serta tekanan dasyat dari kemunculan bagau ungu. Lan wu menelan ludah usai mengingat sewaktu ia menyaksikan pertanding fui di dalam menara.


Lan wu melompat mundur seraya menghindari setiap pukulan hebat dari gerakan seribu tangan api milik fui.


Terjangan dasyat menghantam lan wu yang kini mengeluarkan akar api iblis. Kemunculan api iblis sontak membuat para murid serta beberapa tetua yang melihat kejadian tersebut menjadi keheranan, bagaiamana tidak. Api iblis merupakan salah satu api legwndari milik naga hitam yang begitu di takuti pada masanya. Tidak di sangka bahwa lan wu dapat memiliki api tersebut.


...


Akar api iblis merambat keatas seraya menyerang fui yang kini me liuk-liuk di udara. Bangau ungu yang sedari tadi melayang tenang kini nampak bergerak cepat menerjang lan wu.


Lan wu yang melihat hal tersebut segera mengeluarkan tapak api iblis dan menghantam bangau ungu yang kini hanya berjarak beberapa meter dari lan wu.


Lan wu terseret mundur bersaman dengan pedangnya yang terus menangkis serangan cepat dari fui.


Bangu tersebut kembali menyerang lan wu dengan ganas. Suara dari bangau tersebut dapat menciptakan sebuah ilusi dalam waktu yang cukup lama. Lan wu yang telah mengaliri energi hitam di telinganya nampak tidak terlalu terpengaruh dengan suara bagau tersebut.


Lan wu melompat ke arah bangu ungu seraya mengayunkan pedangnya. Bangau ungu nampak menggerakan sayap kanannya dan menangkis serangan pedang dari lan wu. Lan wu kembali melompat seraya menghindari hantaman sayap bangu tersebut. Dengan gerakan cepat dari lan wu. ia kini berhasil berada di atas sayap mahkluk tersebut.

__ADS_1


Lan wu berlari sembari memegang pedang sunyi dan berlari kearah kepala dari bangau tersebut.


Pedang lan wu di selimuti oleh api iblis dalam jumblah besar. Lan wu kembali melompat untuk menghindari paruh tajam dari bangau tersebut yang hendak menghantam lan wu. Sekejap lan wu telah berpindah tempat dan kini berada tepat di depan mata dari bangu tersebut. Lan wu memasang senyum menyeringai seraya mengeluarkan aura neraka miliknya.


"Leher panjang..!! Taukah kau betapa aku kesulitan karena mu?!" Lan wu tersenyum sinis sembari berdiri dengan santai di paruh bangau tersebut


"Mari lihat seberapa kuat tubuh mu, leher panjang.!" Teriak lan wu seraya melompat melewati kepala bangu tersebut dan mengarahkan jurus pedangnya tepat di leher bangau tersebut.


"Le..leher panjang?!. Bocah ini memang sudah kehilangan akal nya" gumam hanzeng dengan wajah menahan tawa.


Buka hanya hanzeng yang merasa perkataan lan wu begitu kocak, nampak beberapa murid lainya tidak sanggup menahan tawa mereka. Lan wu satu-satunya orang yang pertama kali memanggil bangau ungu yang merupakan hewan langit dengan sebutan leher panjang.


"Pfufufuufufu" terdengar suara tawa yang lepas dari mulut salah satu tetua yang juga ikut menyaksikan pertandingan tersebut.


"Tetua Fomou mengapa kau tertawa seperti bayi?" Ucap salah satu tetua di sebelah fomou


"Hahahaha tentu saja aku menertawakan murid mu, tidak ku sangka ia begitu arongan ingin menantang murid yang mendiami peringkat satu di menara..hahahahaha apakah murid mu tidak kebanyakan berlatih?" Ledek fomou tak sanggup menahan tawanya


"Kau ini.?!!" Nampak wajah dari tetua taicu  sedikit geram


...


"Tebasan pembantai naga" seru lan wu mengayunkan pedangnya bersamaan dengan terciptanya tekanan hebat di sekitar area tersebut.


"Brak.!!!" Terdengar suara ledakan keras bersamaan dengan arena pertarungan yang terbelah menjadi dua akibat jurus dari lan wu.


Mata para tetua dan murid yang menyaksikan kini di buat hampir keluar dari tempatnya. Mereka telah mengira bahwa lan wu berhasil mengenai bagau ungu tersebut, namun tak di sangka leher bangau ungu terlihat melilit lan wu dengan erat. Lan wu begitu kesulitan untuk bernafas, ia mengerahakan seluruh kemampuannya untuk melepaskan diri namun tetap saja ia tak memiliki posisi yang bagus untuk menyerang.


"Argh.!!"Rintih lan wu pelan usai pedang api milik fui nampak menembus bahu lan wu dari arah belakang.


Terlihat juga darah yang mengalir dari bibir lan wu sesaat setelah sepakan keras menghantam wajah lan wu.

__ADS_1


"Nona fui, bukankah Anda terlalu keterlaluan. Kau bahkan tidak segan untuk membunuh ku demi memenangkan pertarungan ini, apakah kau tidak berfikir jika kita adalah saudara dari satu perguruan? Sifatmu yang terlalu banyak mengejar kekuatan perlahan telah membutakan hati nurani mu. Jika seperti ini apakah kau berbeda dari perompak yang membunuh demi uang?" Ujar lan wu entah mengapa membuat seluruh murid yang mendengarkan perkataan lan wu menjadi terdiam.


"Arghh.!!" Rintih lan wu usai pedang fui yang satunya menusuk secara perlahan-lahan di dada kiri lan wu. Lan wu merasakan mata pedang yang hampir menyentuh jantung nya.


"Kau benar-benar ingin bertarung?! Aku akan memberikan mu pertarungan yang tidak akan bisa ku lupakan..!!" Teriak lan wu bersaman dengan terlihatnya 3 pedang api besar yang melaju cepat kearah kepala bagau ungu.


Bangau tersebut segera menghindar dan tidak memperdulikan lan wu yang kini telah terlepas dari lilitan lehernya.


Wajah para tetua dan murid-murid yang menyaksikan pertarungan tersebut kembali di buat kagum akan jurus lan wu. Pedang tersebut memiliki aura kuat dan dapat di kendalikan sesuai pikiran dari penggunanya.


"Dulu sewaktu di alam fana, aku mengabisi banyak nyawa dengan pedang ini. Apa yang kau lakukan di sini, sama sekali tidak dapat di samakan dengan ku. Kau adalah iblis sedangkan aku adalah raja mu..!" Lan wu menerjang dengan cepat ke arah fui.


Nampak bangau ungu yang kini mengeluarkan seluruh energi nya seraya terbentuknya teratai putih di depan bangau tersebut. Nafas seluruh yang menyaksikan seakan tertahan usai melihat ledakan hebat yang terjadi di udara.


Para tetua segera menciptakan segel pelindung untuk mencegah efek dari ledakan tersebut menyebar.


"Ugh.." rintih Fui usai terhempas ke arena dengan tubuh penuh luka.


Nampak di udara terlihat bayangan bangau ungu yang melayang tenang di udara. Fui terlihat mengeluarkan senyum penuh kemenangan.


"Apa yang kau membuat mu begitu senang?" Tanya lan wu bersaman dengan debu yang telah menghilang dari pandangan mereka.


Fui tak sanggup berkata-kata, ia seketika merinding ketakutan usai melihat lan wu yang berdiri tenang di bawah bangau ungu milik fui yang tertusuk oleh pedang api milik lan wu. Darah dari bagau tersebut nampak membanjiri tubuh lan wu yang di penuhi dengan aura membunuh begitu pekat.


"Jangan dulu menyerah nona Fui, bukankah kau tadi ingin membunuh ku? Bukankah sudah ku bilang bahwa aku salah raja mu?!" Lan wu melempar bangau ungu tepat ke arah Fui.


Dengan cepat taicu memukuk mayat dari bagai ungu tersebut ke arah lain. Taicu menatap fui yang menggigil ketakun dan mengalami tekanan besar akibat bagau ungu yang begitu di jaga olehnya tewas mengenaskan di pedang api milik lan wu.


"Apakah tetua tidak menerima? Sial..hari ini aku begitu kesal. Mengapa seseorang begitu di butakan oleh kekuatan?!" Ujar lan wu seraya menetralkan energi nya.


Lan wu menahan dada kirinya yang terus mengalirkan darah segar akibat tusukan pedang milik fui.

__ADS_1


"Kau sungguh murid berbakat, aku sebagai guru dari fui sangat berterimakasih kau telah mengajarkan padanya sebuah pelajaran yang berharga. Terkadang seseorang harus mengalami kekalahan telak agar bisa memperbaiki dirinya dan belajar dari pengalaman tersebut" ujar taicung dengan tatapan sedih ke arah fui.


"Aku sungguh kagum dengan tetua yang memiliki pemikiran begitu hebat, katakan pada fui jika kondisinya telah membaik. Aku akan segera mencari hewan langit untuk mengganti si leher panjang miliknya. Aku rasa untuk mencari hewan langit di dunia dewa tidaklah sesulit seperti di alam fana" ujar lan wu seraya berjalan tertatih menuruni arena.


__ADS_2