
"Hormat kaisar, jendral Hugin dari pasukan pelindung kekaisaran telah kembali dan meminta izin untuk bertemu" ujar pengawal istana kepada Lan wu yang tengah membahas beberapa urusan dengan 3 menterinya.
"Silahkan" ujar Lan Wu dengan nada tenang.
Seorang pria berusia sekitar 30 tahun berjalan memasuki istana dengan ditemani seorang pemuda yang berusia sekitar 20 tahun.
Keduanya membungkuk hormat dan meminta izin untuk berbicara. Lan wu mempersilahkan keduanya menyampaikan informasi yang mereka dapat.
"Yang mulia, beberapa waktu terakhir pasukan kami berhasil memukul mundur anggota organisasi topeng darah di seluruh kota yang ada di kekaisaran kita...
Namun selama itu juga kami kehilangan ribuan prajurit dalam peperangan ini. Disis lain walikota Kang Sou diduga berkoalisi dengan pihak dari topeng merah" jelas jendral Hugin membuat para menteri sontak berdiskusi.
**
(Sekedar informasi)
Agar pembaca tidak bingung dengan kota-kota di kekaisran Qin, maka author akan menyebutkan nama-nama kota di era kepemimpinan Lan wu.
Pada season ll ini author akan merubah seluruh nama kota di kekaisaran Qin.
Kekaisaran Qin memiliki 8 kota besar dan belasan kota kecil, pada cerita kali ini akan lebih banyak menyinggung kota besar.
Dan berikut nama-nama kotanya.
Untuk Ibukota kekaisran berganti nama menjadi Zhong, dan 7 kota besar lainnya adalah: kota Er, kota San, kota Chengsi, kota Zhan, kota Xialai, kota Fazhan, dan yang terakhir adalah kota Ziyou dimana segala bentuk kejahatan dan ketidak adilan berkembang.
(Kembali ke cerita)
**
__ADS_1
"Yang mulia, kita tidak boleh membiarkan walikota Kang memimpin lagi. Jika kita kehilangan kendali atas kota Xialai, maka secara tidak langsung kita akan hancur" ujar menteri pertahanan yang bernama Fu Mok.
"Benar yang mulia, jika itu terjadi maka mereka akan menguasai 10 tambang kristal dan lahan herbal tinggi. Secara tidak langsung ekonomi kita bergantung kepada tambang kristal..." Tutur mentri sumberdaya tertahan oleh isyarat Lan wu.
"Suplai makanan dan persenjataan kota Xialai berasal dari mana?" Tanya Lan wu dengan nada tenang.
"Jawab yang mulia, suplai makan seluruh kekaisaran berasal dari kota Chengsi sementara untuk persenjataan berasal dari ibukota" jawab Dong Xi selaku menteri tertinggi di kekaisaran.
"Tambang kristal memang merupakan harta bagi kekaisran, namun meskipun itu dikuasai oleh walikota Kang itu hanya berdampak 30% kerugian bagi kekaisran.
Adapun hal yang harus dipertimbangkan adalah lahan herbal terbesar yang berada di kota Xialai..." Jelas Lan wu disimak dengan serius oleh ketiga menteri.
"Kota Fazhan dan kota Zhiyou bergantung penuh pada distribusi kota Xialai, jika walikota mengancam untuk menghentikan suplai dari kekaisaran kepada kedua kota tersebut maka mereka tidak bisa berbuat apa-apa..
Akan sangat gawat jika kedua kota tersebut bersedia bekerja dengan walikota Kang untuk menekan kita. Dengan krisis dalam kekaisran kira-kira apa yang akan terjadi?" Jelas Lan wu diakhiri dengan pertanyaan serius.
"Utus kelompok bayangan untuk mengumpulkan bukti-bukti atas hal kotor walikota Kang, jika sudah terkumpul segera umumkan secara langsung kepada rakyat.
Biar mereka yang menilai hukum pantas bagi bajiang itu" perintah Lan wu mengakhiri pertemuan tersebut.
Setelah para menteri dan jendral Hugin keluar, nampak Yiyi dan Xuya yang telah berumur 15 tahun dengan wajah cantik dan pakaian elegan membuat Lan wu tersenyum tipis.
"Salam ayah, maaf anakmu yang tidak berbakti ini baru sempat mengunjungi mu" ujar Xuya seraya membungkuk dihadapan Lan wu dengan wajah penuh kebahagiaan.
"Bangunlah Xu'er, katakan kepada ku bagaimana kondisi mu dan adik mu disakte?" Tanya Lan wu seraya berjalan turun dari tahtanya.
Ia mengajak keduanya menuju taman untuk berbincang lebih lama.
"Adik Wu Jia memiliki bakat yang sama seperti ayah, dengan usia yang masih 7 tahun dia sudah berhasil mencapai tingkat alam bawah akhir...." Jelas Xuya dengan wajah menggemaskan.
__ADS_1
"Oh dan aku?" Sergah Lan wu membuat Xuya terbatuk-batuk.
"Ehem...aku sudah mencapai tingkat langit akhir dan dalam beberapa minggu mungkin akan menerobos" jawab Xuya dengan wajah yang memerah.
"Hehehe.. sepertinya anak-anak kita memiliki bakat hebat dari ayahnya" timpal Yiyi dengan nada menggoda.
"Kau mengejek ku ya yiyi?" Tanya Lan wu menyembunyikan kekesalannya.
"Suami ku, aku tau kau masih marah pada ku. Tapi berkat dirimu kekaisran Qin bisa bertahan" tutur Yiyi dengan ekspresi sedih sontak meluluhkan Lan wu.
"Huf...baiklah...baiklah...lagian tidak buruk juga berada disini" ujar Lan wu seraya menghela nafas.
"Ehem...ayah..ibu..sebetulnya aku datang kemari untuk meminta izin untuk mengambil sebuah misi luar" jelas Xuya menyadarkan mabuk cinta Lan wu dan Yiyi.
"Misi luar? Bukankah Xu'er telah melakukannya sejak dulu?" Tanya Yiyi dengan ekspresi wajah heran.
"Benar, namun misi yang dimaksud adalah menumpas sisa-sisa organisasi topeng darah. Aku juga ingin memperkaya diriku dengan pengalaman bertarung secara langsung" jelas Xuya tentu saja dilarang oleh Yiyi dengan tegas.
Keduanya berdebat cukup lama hingga akhirnya Lan wu menegur keduanya dengan Aura neraka miliknya.
"Sudah tenang? Tolong dengarkan ucapan pemimpin keluarga ini" tutur Lan wu tersenyum pahit.
"Aku rasa keinginan Xuya bisa dimaklumi, terlebih lagi kelak dia akan berhadapan dengan situasi perang. Namun, demi menjaga keselamatan mu, kau harus ditemani oleh tetua kakek Jian" tegas Lan wu nampak dipikirkan keduanya begitu lama.
"Oke setuju.!" Jawab Yiyi dan Xuya bersamaan sembari memukul meja dengan keras.
"Uhug...tidak perlu begitu juga kan?" Gumam Lan wu tersedak minumannya.
Setelah percakapan tersebut, Yiyi mengajak Xuya kedalam istana untuk beristirahat sementara Lan wu mengunjungi kediaman jendral Hugin.
__ADS_1