Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
kembali bertualang


__ADS_3

"Ayah apa yang kamu lakukan?" Tanya Xuya menatap Lan wu dengan tatapan bingung.


"Aku hanya memberikan inti darah dari ras langit kuno di tempat yang sangat jauh. Kemampuan ibu mu akan meningkatkan dan menjadi awet muda usai melewati kebangkitan darah"


"Xu'er....apakah kamu masih ingat dengan kakek kaisar langit yang ku ceritakan kepada mu dulu?" Tanya Lan wu.


"Tentu ingat ayah, kakek kaisar sangat kuat dan merupakan penguasa terhebat di dunia itu...lalu apa hubungannya dengan ibu?" Jawab Xuya dengan ekspresi wajah heran.


"Sesuai janji ku dulu, aku akan mengirim mu dan ibu mu untuk bertemu dan berlatih disana, tentu saja kau harus memberitahukan kakek Jia An agar dia tidak khawatir..." Jelas Lan wu sontak membuat Xuya melompat senang.


"Tentu ayah..tapi bagaimana jika kakek tidak percaya?"


Lan wu tersenyum tipis seraya menatap kearah kanan lalu mengangguk.


"Halo keponakan ku, aku adalah sepupu ayah mu. Kau boleh memanggil ku paman Hui" ujar Hui Tian mendadak muncul.


"Orang ini kuat sekali..." Ujar Xuya sembari menarik baju Lan wu.


"Adik Chi, mengapa keponakan ku begitu ketakun melihat pamannya? Apakah kau menceritakan hal yang buruk tentang ku kepada anak mu..?!" Tanya Hui Tian sedikit kesal.


"Dia hanya kagum dengan kekuatan mu, kakak Hui selanjutnya aku akan mengusahakan mu untuk mengurus anak dan istri ku" ujar Lan wu yang dijamin oleh Hui Tian.


"Tentu saja adik, aku hanya khawatir jika mereka akan kesulitan pulang sebab paman dan bibi telah menanti mereka begitu lama"


"Baiklah selama mereka betah maka itu tidak apa-apa, Xuya aku pergi.." ucap Lan wu lalu menghilang dengan cepat.

__ADS_1


Hui langsung mengajak Xuya untuk menemui kaisar An. Setelah bertemu Hui menunjukkan pesan dari kaisar langit lewat sebuah proyeksi energi.


Hui juga membawakan banyak senjata kelas dewa rendah dan bahan-bahan kultivasi serta ratusan peti emas sebagai ucapan terimakasih atas kebaikan kaisar An kepada Lan wu.


**


Di lain sisi, Lan wu telah berada cukup jauh dari ibukota. Setelah mengubah tampilan wajahnya, Lan wu berganti nama menjadi Hu Chi.


Ia telah lebih dahulu meminta izin pada Hugin untuk menggunakan nama marganya.


Tujuannya ialah agar saat bersama dengan Haiyang tidak akan menimbulkan kecurigaan.


Dari ibu kota menuju kota Er memakan waktu selama 5 hari dan harus melintasi setidaknya 3 desa yaitu desa Ge, wuhan, dan desa Ang.


Setelah berjalan hampir seharian, Lan wu akhirnya sampai di desa pertama dan memutuskan untuk beristirahat disebuah tempat makan.


"Hahahaha... berkat tuan Liong dari keluarga Guzo yang menjadi pemimpin desa Ge, kita bisa hidup tenang dan menjadi begitu makmur.."


"Benar saudara, Tuan Liong berhasil menemukan tambang batu permata yang langaka, siapa sangka disisi lain dari tambang tersebut terdapat ribuan juta batu murni yang tidak kalah dari milik keluarga kerajaan"


"Terlepas dari itu, yanga mulia kaisar Lan wu juga memberikan kebijakan bagi rakyat kecil untuk melakukan transaksi yang adil dengan keluarga kekaisaran..."


"Kini desa kita ini menjadi desa maju yang hampir berganti menjadi kota hahaha..." Ujar orang-orang disekitar Lan wu yang sedang asik minum.


Lan wu menjadi sedikit penasaran dengan batu murni milik keluarga Gozu tersebut.

__ADS_1


Lan wu menghampir meja ke-empat orang tersebut lalu meminta pelayan ditempat tersebut untuk mengeluarkan minuman terbaik.


"Suadara sekalian, aku hendak mencari teman minum apakah saudara sekalian tidak keberatan jika aku bergabung?" Tanya Lan wu dengan nada ramah.


"Wah...tentu tidak saudara, lagian kami juga tidak bisa mencoba minuman terbaik jika bukan karena saudara" tutur keempat orang tersebut seraya mempersilahkan Lan wu untuk duduk.


Lan wu bercerita tentang dirinya yang merupakan seorang tuan muda dari keluarga Hu dan mulai mengungkapkan tujuannya datang ke desa tersebut.


"Wah..jadi anda adalah tuan Hu, sungguh maafkan kami atas ketidak sopanan kami.."


"Hahaha...tidak perlu begitu sungkan, aku hanya ingin meminta bantuan saudara sekalian agar mengantarkan ku kerumah tuan Laong..."


"Itu adalah kehormatan bagi kami, baiklah kalian bertiga tunggu disini aku akan mengantarkan tuan muda Hu"


Lan wu membayar seluruh pesanan dari orang-orang tersebut lalu mengikutinya menuju kediaman keluarga Gozu.


"Maaf tuan aku hanya bisa mengantarkan anda sampai di gerbang.." ujar pria tersebut.


"Baiklah, ini bayaran mu. Jangan menolak" ucap Lan wu seraya menyerahkan sekantong emas lalu masuk kehalaman keluarga Gozu.


"Maaf siapakah anda, ada urusan apa mendatangi tempat ini?" Cegat dua pengawal keluarga tersebut.


"Aku adalah tuan muda dari keluarga Hu, Hu Chi. Aku datang karena mendengar bahwa tuan anda memiliki tambang batu murni" ujar Lan wu seraya menunjukan lencana milik keluarga Hu.


"Ah...maaf atas ketidak sopanan ku tuan muda...." Ujar seorang gadis yang buru-buru keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2