Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
tawaran bisnis


__ADS_3

"Ah...maaf atas ketidak sopanan ku tuan muda...." Ujar seorang gadis yang buru-buru keluar dari dalam rumah.


"Silahkan tuan ikut aku..." Pinta gadis tersebut seraya menuntun Lan wu menuju ruang tamu.


Disana telah ada Guzu Laong yang telah berdiri menunggu Lan wu.


"Silahkan duduk tuan Hu, maaf atas perilaku kedua pengawal ku" ucap pria tersebut seraya membungkuk.


"Tidak masalah Tuan Laong, mari kita mulai berbicara sebentar" ujar Lan wu lalu duduk berhadapan dengan Laong serta putrinya.


"Sebenarnya tujuan ku kesini untuk mengajukan kerja sama dengan keluarga anda tentu saja kerjasama ini akan menguntungkan bagi kedua pihak" jelas Lan wu seraya tersenyum.


"Silahkan anda lanjutkan tuan Hu" pinta Laong.


"Keluarga ku akan membeli batu murni yang telah digunakan oleh murid-murid dari keluarga anda dengan harga tinggi, dan akan memproduksi nya menjadi berbagai jenis senjata lalu akan menjualnya kepada keluarga anda dengan harga setengah.


Akan sangat disayangkan jika batu murni yang berharga hanya digunakan untuk meningkatkan kultivasi orang-orang lalu dibuang begitu saja.." jelas Lan wu.


"Apakah hal tersebut bisa dilakukan tuan Hu?"


"Tentu bisa, untuk membuat senjata tidak harus melihat energi yang terdapat pada batu tersebut, dalam kasus ini aku hanya menilai kepadatan dan tingkat kemurnian dari batu itu.


Namun jika anda juga ingin menjual batu murni yang belum digunakan maka aku akan memberikan harga yang pantas..." Sambung Lan wu yang nampak membuat Laong begitu tertarik.


"Itu sangatlah membantu keluarga kami, namun sejujurnya yang membuat ku gelisah bukan tentang untung atau rugi melainkan keamanan dari keluarga kami...

__ADS_1


Banyak pihak-pihak lain yang iri dan menginginkan tambang kami, sedangkan anggota keluarga ku berjumlah terbatas.." jelas Laong yang sedari tadi ditunggu oleh Lan wu.


"Bagaimana jika kau memberikan potongan harga atas barang yang kami beli dan sebagai gantinya aku akan menempatkan 20 prajurit naga perak..?" Tawar Lan wu membuat Laong begitu terkejut.


"Jika anda tidak mau maka aku takan memak.."


"Tunggu tuan...aku setuju, aku hanya tidak percaya bahwa keluarga kecil seperti kami akan mendapatkan perhatian khusus dari keluarga bangsawan seperti anda..." Tutur Laong yang kini membungkuk dihadapan Lan wu.


"Baiklah kalau begitu, esok hari kau datanglah ke ibukota dan temui ayah ku jendral Hugin, serahkan surat ini dan jelaskan tentang perjanjian kita.."


"Sebelum itu, bisakah aku menginap di tempat anda ini? Besok pagi aku akan melanjutkan perjalanan ku" tanya Lan wu yang langsung di persilahkan oleh Laong.


Ia meminta putrinya untuk mengantarkan Lan wu menuju kamar tamu.


"Tuan aku ingin meminta sedikit bantuan dari anda...tidak tau apakah tuan bersedia atau tidak..." Tutur gadis tersebut setelah keduanya berada didalam kamar.


"Aku sebenarnya merupakan seorang murid dari perguruan sayap surgawi, namun karena fitnah seseorang dari keluarga besar aku terpaksa dikeluarkan dari sana..


Aku takut membuat ayah sedih dan kecewa sehingga berbohong padanya bahwa aku diterima sebagai murid inti. Aku berharap tuan bisa membela ku dan mencari keadilan dengan latar belakang anda.."


"Aku mohon tuan.." pinta gadis tersebut seraya membungkuk dengan wajah sedih.


"Tentu saja...kau memiliki potensi besar untuk menjadi hebat. Tidurlah lebih awal agar besok kita bisa pergi bersama-sama menuju ke kota Er" ucap Lan wu berhasil membuat gadis tersebut begitu senang.


**

__ADS_1


Keesokan harinya Lan wu dan Guzu Sasa berangkat bersama-sama menuju kota Er.


Setelah keluar dari gerbang desa, Lan wu mulai meningkatkan kecepatannya.


"Tuan Hu, apakah anda bisa menggunakan tehnik melayang?" Tanya Sasa dengan dengan nada sungkan.


"Tentu, aku hanya tidak ingin melakukannya" balas Lan wu seraya terus berlari.


"Bagaimana jika kita terbang saja, dengan begitu kita bisa sampai lebih cepat.." ujar Sasa yang nampak sedikit kelelahan.


"Untuk menjadi murid inti, kau harus menjadi kuat. Latihan keras adalah hal yang baik"


"Ini... apakah tuan Hu sedang mengajari ku..?" Pikir Sasa seraya tersipu malu mendengar ucapan Lan wu.


"Stamina dan fisik mu masih terlalu rendah, meskipun kau memiliki energi yang banyak namun jika fisik mu tidak kuat itu percuma.


Aku akan menunjukkan kekuatan fisik yang sebenarnya.."


Lan wu berbelok dari jalur lalu meninju pohon besar hingga hancur berkeping-keping. Hal tersebut membuat Sasa begitu takjub sampai tak sanggup berkata.


"Itu hanyalah pukulan biasa tanpa energi sama sekali, bagaimana jika tuan Hu menggunakan energinya..?" Tanya Sasa dalam hati.


"Jangan bengong, ayo terus berlari.." tutur Lan wu.


Keduanya berlari dari pagi hari hingga malam dan telah melewati desa terkhir. Disisi lain Lan wu mulai kagum akan ketekunan Sasa.

__ADS_1


Walaupun gadis tersebut sudah begitu kelelahan namun ia masih memaksakan kondisinya dan tidak mengeluh, tanpa disadari oleh Sasa ia kini berhasil memperkuat fisiknya 4 kali lipat.


"Langkahnya dan nafasnya menjadi lebih stabil dari sebelumnya, aku akan terus menekan dan memaksa dirinya hingga ketahap akhirnya.." gumam Lan wu seraya mengeluarkan aura iblis singa.


__ADS_2