Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
penyamaran yang terungkap


__ADS_3

"Sial..! Bagaimana bisa aku lepas kendali seperti tadi?"


Kesal Lan wu yang tidak habis pikir akan hal barusan. Dengan wajah yang gelisah, Lan wu mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Abaikan hal ini, yang terpenting adalah menjauhi gadis itu dan tidak memikirkannya terus-menerus"


Dilain sisi terlihat seorang dibalik kegelapan malam sedang memantau Lan wu dari atas pohon, disampingnya juga terdapat seorang lainnya yang ikut memperhatikan.


"Apakah senior yakin bahwa pemuda ini orangnya?"


Tanya sosok di dahan pohon kepada orang lainnya yang berdiri dibawah pohon.


"Benar... Menurut informasi yang didapatkan sesuai dengan ciri-ciri nya"


Balas orang dibawah pohon seraya menatap sebuah kertas yang dipegangnya.


"Hmm..siapa itu?!"


Teriak Lan wu sengaja menarik perhatian pengawas asrama datang mendekat.


Sesampainya dia, Lan wu menceritakan kepada pengawas tersebut dan menyuruhnya untuk memeriksa kearah pohon di sisi berlawanan dengan keberadaan kedua penguntit itu.


"Siapa kedua orang barusan?"


Gumam Lan wu yang memeriksa kearah pohon yang benar dengan kesadaran ilahi nya.


"Tidak ada apa-apa"


Pengawas asrama menghampiri Lan wu dengan wajah kesal bercampur kantuk.


"Kalau begitu mungkin aku salah dengar, maaf sudah merepotkan tetua.."


Pengawas tersebut tidak menghiraukan Lan wu dan menyuruhnya untuk kembali kedalam kamarnya. Namun, sebaliknya Lan wu mengarah ke sebuah pohon tempat dimana penguntit barusan berada sebelumnya dan beristirahat disana.


,,


Esok paginya, Lan wu dijemput oleh Yihua untuk mengantarkan Lan wu menuju arena kompetisi.


"Apa kau masih menyimpan token yang diberikan oleh ketua sakte?"


Tanya Yihua dengan ekspresi datar sembari mengulurkan tangannya.


"Ya"


Lan wu menyerahkan token tersebut kepada Yihua dan mengikutinya dari belakang.


"Ketua sakte begitu mempercayai mu, jangan buat dia kecewa. Setidaknya kau bisa mendapatkan posisi ke-dua dalam kompetisi ini untuk menjaga mukanya"


"Aku akan berusaha sebisa mungkin, namun jika aku bisa mendapatkan peringkat pertama bagaimana kau membalas ku?"


Dengan senyum tipisnya Lan wu balik bertanya seraya menghentikan langkah Yihua.


"Ini demi kebaikan mu, mengapa aku harus memberimu hadiah?"


"Hahaha..kalau begitu aku akan menyerah diawal kompetisi.."


"Bajingan.! Jangan bercanda"


Geram Yihua seraya menarik kerah baju Lan wu dan menatapnya dengan tajam.


"Tetua, kau sangat manis saat ku marah"


Seru Lan wu menggoda Yihua sesaat sebelum Lan wu didorong menjauh oleh Yihua.


"Bajingan..! Katakan kepada ku apa yang kau inginkan?"


Lan wu nampak tersenyum tipis kemudian menata bajunya yang sedikit berantakan oleh Yihua barusan.


"Berikan aku akses menuju keluarga dewa, dan katakan semua informasi mengenai orang hebat dibalik keluarga itu.!"


Nada Lan wu kini meninggi seiring dengan keluarnya niat membunuh dari tubuhnya.

__ADS_1


Yihua seketika menjadi was-was merasakan niat membunuh tersebut.


"Tidak mungkin... Kau pikir keluarga dewa itu .."


Perkataan Yihua tertahan oleh pedang energi Lan wu yang telah berada di depan leher wanita tersebut.


"Mengintai ku saat malam, apakah itu benar tetua Yihua, atau harus ku panggil nona Yeng?!"


Sorot mata wanita tersebut sontak melebar seirama dengan wajahnya yang menjadi pucat.


"Bagaimana bisa identitas ku..?"


Yihua menelan ludah nya akibat tekanan aura yang kini dilepaskan oleh Lan wu.


"Aku harus lari.!"


Yihua sontak bergerak cepat bermaksud untuk melarikan diri.


"Ingin pergi..? Hohoho.!"


Dengan penggeser waktu, Lan wu berpindah tepat dihadapan wanita tersebut yang kini terpental ketanah akibat tamparan keras yang dilayangkan oleh Lan wu.


"Mati atau melayani.?!"


Tanya Lan wu dengan tatapan dingin sembari mengarhkan puluhan piasau apinya.


"Jika kau.."


Sorot mata wanita tersebut mendadak menjadi merah disusul oleh linangan darah yang keluar dari kedua matanya.


"Jika kau tidak menyinggung ku, maka aku bisa menjanjikan kehidupan untuk mu"


Gumam Lan wu menatap kepala Yihua yang terpisah dari tubuhnya lalu membakar habis jasad Yihua.


"Pergi dan berikan kertas ini kepada king bersaudara"


Perintah Lan wu kepada bonekanya seraya memberikan sebuah kertas untuk disampaikan.


Dilain sisi nampak kaisar dinasti dewa pedang mendadak tersadar dari meditasi nya seketika beridiri dan memukul hancur meja dihadapannya.


"Hua'er..! Siapa yang berani membunuh Hua'er ku.!"


Kaisar terlihat sangat marag dengan pancaran energi dan sorot mata begis yang menciutkan nyali orang-orang didalam istananya.


Dari arah depan terlihat 2 orang pria tua mengenakan jubah hitam menghadap kaisar Yeng yang tengah dilanda oleh amarahnya.


"Cari tau siapa yang berani membunuh putri ku itu, seret dia kemari hidup-hidup.!"


Ujar kaisar Yeng dengan suara keras.


"Baik yang mulia..! Kami akan mencari jejek energi dari orang yang membunuh putri..!"


Kedua orang tersebut mendadak hilang dari hadapan kaisar yang masih berdiri didepan tahtanya.


"Keparat ini..! Berani sekali mencari masalah dengan ku.!"


Ucap kaisar Yeng seraya menatap kearah puluhan prajuritnya yang berseragam lengkap.


Dua hari kemudian.


Kabar mengenai terbunuhnya putri ke 4 kaisar Yeng dalam sekejap sampai di telinga ke-empat saudara-saudarinya yang lain melalui pihak sakte sayap Phoenix.


Lan wu menjadi tersangka kasus pembunuhan tersebut yang menghilang bertepatan dengan kematian putri Yihua, hal tersebut sontak membuat heboh se isi dinasti dewa pedang dan menarik perhatian banyak orang untuk ikut memburu Lan wu.


Jauh dari ibukota tepatnya di sakte immortal, terlihat Hong anzu yang baru mendapatkan kabar dari informannya nampak terkejut dan tidak menyangka.


"Kein... Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Bahkan jika kau begitu kuat, mustahil lolos dari situasi ini"


Gumam Hong anzu seraya berdiri di depan kediaman tetua Jidan.


Dari dalam kediman terlihat Sinling yang menguping pembicaraan Hong anzu seketika terduduk lemah membayangkan situasi Lan wu saat ini.

__ADS_1


"Kein... bertahanlah.."


Harap gadis tersebut seraya mendekap kedua tangannya dengan dengan kuat bersama sebaris doa yang di dipanjatkan.


"Tenanglah Li'er... Saudara mu itu bukanlah orang yang bertindak tanpa perhitungan.."


Jidan muncul dari arah Sinling kemudian menepuk pundak gadis tersebut dengan lembut.


"Terlebih lagi ada nona Bing disampingnya, seharusnya dia baik-baik saja sekarang"


Sambung Jidan yang menyembunyikan kekhawatiran nya dengan senyuman.


..


Dilain tempat terlihat Lan wu yang mengenakan topeng yama sedang terbang kearah pusat ibukota. Dibelakangnya berbaris rapi Gang Ju, Yong, Lei Qibo, tiga King bersaudara dan 400 orang anggota organisasi Diyuze.


"Kalian bertiga menyebarlah dan kacaukan 4 kekuatan pusat kota, Cegah mereka untuk mendekati area istana"


Ujar Lan wu menyuruh Gingu dan 2 lainya.


"Baik tuan.!"


Ketiga orang tersebut sontak membagi arah dan terbang bersama pasukan masing-masing menunju ketempat yang ditentukan.


"Zuwun, pergilah bersama dengan 50 anggota mu untuk membuat kekacauan di restoran, paviliun, pasar, dan tempat-tempat ramai lainya. Gunakan beast mu untuk membunuh orang-orang yang melawan dan pastikan tempat tersebut hancur berkeping-keping"


"Aku mendengarnya.."


King zuwun kini terbang merendah dan turun ke tengah-tengah keramaian kota, tanpa gerakan tambahan ia langsung memanggil puluhan beast nya utuk menghancurkan tempat-tempat tersebut.


Sementara Lan wu dan lainya yang masih tersisa terus bergerak maju kearah istana kaisar Yeng.


"Ingat.. kedatangan kita kemari untuk memancing ikan besar dari dasar laut. Saat dia sudah muncul kepermukaan tugas kita selesai"


"Baik tuan.! Kami akan mengikuti instruksi anda.!"


Lan wu mengingatkan anggotanya untuk tidak bertindak lebih dan terpancing saat berada di istana, takutnya mereka akan mengalami kerugian.


Bermain-main dengan singa di wilayahnya tentu bukan hal yang bijak, dan disatu sisi Lan wu sendiri tidak tau pastinya kekuatan dari dinasti dewa pedang.


Setelah berada beberapa meter dari tembok istana. Lan wu dengan wajah teduhnya menyabetkan pedang energinya untuk menghancurkan tembok besar dihadapan mereka.


"Tebasan pembantai naga.."


Ujar Lan wu yang melepaskan jurus pedang sunyi usai berada cukup dekat dari istana.


Gemuruh ledakan serta suara hancurnya tembok istana membuat penghuni didalamnya terkejut.


"Serangan.! Ada serangan.!"


Beberapa prajurit berteriak keras memberikan peringatan kepada penghuni dalam istana seraya mengatur formasi pasukan untuk menyambut kedatangan pasukan Lan wu.


"Tehnik pemanggil, raja kalajengking baja"


King yewan yang telah mendarat terlebih dahulu, kini mengeluarkan beast spesial miliknya yang berada di tingkat kaisar iblis untuk menerjang pasukan bertahan istana.


Dari udara, Lan wu mengarahkan ratusan pisau apinya kearah pasukan pemanah dibelakang pasukan tameng untuk memecahkan konsentrasi mereka.


Pertaruangan sengit terjadi antara pasukan istana melawan kaisar iblis kalajengking baja dan 50 anggota organisasi Diyuze.


"Kulit hewan ini sangat keras..!"


Ujar beberapa prajurit yang terpental mundur usai dihempaskan oleh kalajengking baja.


Dari sisi atas, Lan wu terus-menerus membombardir area istana dengan pisau apinya.


Dalam beberapa saat kemudian tembok istana dan dinding istana telah terselimuti oleh api iblis dari pisau-pisau api.


Didalam istana tepatnya ruang tahta, kaisar mengumpulkan 4 jendral muda dan para Kasim serta menteri untuk keluar dan menghabisi para penyerang.


"Yang mulia..!"

__ADS_1


__ADS_2