Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Guru yang hebat 2.11


__ADS_3

"jadi ini dataran alam atas? Sungguh semesta ini lebih rumit dari pikiran ku. Selin itu kerajaan ini sangat besar dan di huni oleh jutaan orang yang memiliki tingkat pelatihan mengesankan" lan wu berdecak kagum seraya memasuki halaman utama kerajaan langit.


Hui menjelaskan beberapa tempat serta bagian-bagian di kerajaan langit. Kerajaan langit terdiri dari 8 istana besar dan satu istana khusus yang di huni oleh kaisar dan keluarga dekatnya, sedangkan 8 istana lainya di huni oleh mentri, jendral, dan beberapa guru besar di kerajaan langit tersebut. Terdapat juga area larangan yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu, area tambang giok, serta lahan tanaman obat dan bahan kultivasi lainya.


Kaisar langit memiliki 4 putra dan 5 putri, yang masing-masing telah menjadi pendekar di bawah bimbingan guru hebat di kerajaan tersebut.


"Jadi maksud mu, aku adalah yang termuda di antara mereka?" Tanya lan wu sembari menatap Hui.


"Benar tuan muda" jawab Hui singkat.


"Bisakah kau menyebutkan nama mereka satu-satu?"pinta lan wu seraya di sanggupi oleh Hui.


"Pangeran pertama bernama, Huo Tian dia kini menjabat sebagai salah satu jendral besar yang memimpin seratus lebih pasukan dan jendral kecil. Selanjutnya pangeran kedua yang bernama Shen Tian, ia ahli dalam strategi perang dan menjabat sebagai menteri perang di kerajaan langit. Ketiga adalah putri Meili Tian, mempunyai kemampuan tinggi dalam mengendalikan elemen angin dan api ia dan menjadi yang paling berbakat di antara anak kaisar. Selanjutnya adalah putri Miren hu Tian yang pandai dalam menulis aksara kuno yang di gunakan untuk mengaktifkan formasi pelindung dan serangan kuat.selanjutnya adalah pangeran ziyou Tian, putri Aile Tian, pangeran Qi Tian, putri Yinli Tian, dan putri Ximei Tian yang yang tengah berlatih di perguruan besar yang berada di alam surgawi ini" jelas Hui yang di dengar dengan tenang oleh lan wu.


"Untunglah.. aku tidak perlu bertemu dengan mereka, takutnya malah di ajak tanding jurus" pikir lan wu seraya merinding.


Hui menuntun lan wu keruang tahta yang tengah di huni oleh beberapa jendral yang tengah menemui selir di ruang tersebut. Tatapan heran tertuju kepada pemuda di samping Hui yang begitu asing di mata para jendral tersebut.


"Salam untuk nyonya besar, maaf mengganggu rapat penting. Aku Hui hendak menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan tuan Chi Tian " ungkap Hui sontak membuat seluruh mata yang berada di situ melebar.


"Te..tentang chi'er?" Ujar seorang wanita yang duduk di tahta kaisar.


"Keponakan Hui, apakah kau tidak bercanda?" Sambung wanita tersebut.


"Hahahahah bibi Ren, kau bahkan sampai menyebutku seperti itu" ungkap Hui merasa canggung.


Renxing segera menyuruh para tamunya untuk keluar dan menunda rapat tersebut. Ia segera mempeesikahkan Hui dan lan wu untuk duduk di sebuah kursi yang terletak berdampingan dengan tahta kaisar. Pandangan mata Renxing terfokus pada lan wu yang duduk dengan pandangan malas tau. Ia merasakan aura yang tidak asing dari tubuh lan wu. Renxing begitu penasaran akan lan wu yang tidak begitu memperhatikan nya selaku istri dari kaisar langit.


"Hui, apakah ini merupakan teman mu? Rasanya ia memiliki aura yang tidak asing" ujar Renxing dengan senyum manisnya.


"Dia adalah Chi Tian yang selama ini aku awasi, ia terlahir kembali sebagai anak dari salah satu pemimpin keluarga di alam fana. Nama yang dia gunakan sekarang adalah lan wu" ujar Hui seraya menjelaskan secara singkat kepada Renxing.


Renxing segera bangkit dari tahtanya dan berlari cepat seraya memeluk lan wu dengan linangan Aira mata. Lan wu sedikit kaget akan hal tersebut. Meskipun ia menerima bahwa dia memanglah putra Renxing, tapi lan wu sama sekali tidak mengingat apapun. Bahkan untuk merasa terharu usai bertemu dengan Renxing sama sekali tidak di rasakan oleh lan wu. Sebaliknya ia malah merasa canggung dan tidak tega melihat Renxing yang menangis sejadi-jadinya seraya memeluk erat tubuh lan wu.


"Kau..kau sudah balik chi'er, apakah kau tidak tau jika ibu dan ayah selalu mengkhawatirkan mu...hu...hu..hu.." ucap Renxing dengan Isak tangis.


Lan wu hanya diam seraya membiarkan wanita tersebut menangis sepuasnya.


"Apakah aku salah? Bagaiaman mungkin aku merasa senang dengan situasi ini. Otak ku hanya mengetahui bahwa kedua orang tuaku telah lama mati" pikir lan wu seraya menatap teduh kearah lain.


"Maaf nyonya, aku bahkan begitu canggung untuk memanggilmu ibu....hais...aku serba salah" lan wu menghela nafasnya.


"Chi'er, apakah kau tidak senang bertemu dengan ku?" Ujar Renxing seraya melepaskan pelukannya kemudaian menatap lan wu.

__ADS_1


"Ah.. bagaiamana menjelaskannya...ha..hanya saja aku sama sekali tidak mengingat pernah berada di sini. Satu-satunya yang berada di otak ku adalah rasa asing akan tempat ini" ujar lan wu seraya menghindari tatapan Renxing.


"Mengapa bisa tidak ingat? Hui apakah ada yang salah?" Ujar renxing dengan nada heran


"Mungkin karena roh chi telah melewati gerbang reinkarnasi dan bukan merasuki tubuh seseorang. Dari yang aku ketahui bila seseorang telah melewati gerbang reinkarnasi, maka seluruh ingatan tentang kehidupan sebelumnya akan terhapus. Hal ini mungkin terjadi pada kasus roh milik Chi. Namun anehnya di tubuh Chi yang sekarang juga terdapat segel penahan yang di berikan oleh paman" jelas Hui seraya mencari jawaban di otaknya.


"Kau benar, jadi bisa di katakan bahwa Chi tidak melewati gerbang kehidupan atau mungkin saat ia sampai di alam fana, ia telah memiliki tubuh sendiri.." ujar renxing menambah kebingungan di kepala lan wu.


"Tapi itu tidak penting, selama Chi'er sudah kembali aku tidak perlu khawatir" Renxing mengusap kepala lan wu yang masih menatap bingung kearah Renxing.


"Emh..aku butuh udara segar" lan wu berusaha menjauh dari Renxing yang terus memeluk lan wu dengan penuh kasih sayang.


"Puk.!!" Kepala lan wu mendadak terkena pukulan keras dari arah belakang.


"Sialan siapa yang berani melakukan hal ini?!" Teriak lan wu dengan rasa jengkel seraya menoleh kearah belakang.


Lan wu menelan ludah usai melihat seorang pria dengan tekanan aura yang sangat hebat tengah menatap nya dengan tatapan kesal.


"Kakak Huang, kau sudah bisa bergerak?" Kini Renxing berdiri dan meraih tangan Huang seraya menuntutnya ke singgasananya untuk duduk.


"Kau sungguh perhatian" ujar Huang seraya mengenggam tangan Renxing seraya tersenyum manis.


"Kakak Huang, sudah tugasku sebagai istri untuk membantu mu" Renxing membalas senyum Huang.


Lan wu kini di penuhi oleh raut wajah khawatir, secara tidak langsung ia telah membentak ayah nya yang merupakan kaisar langit dengan yang begitu kemampuan hebat.


"Chi'er apakah kau tidak ingin memberi salam kepada ayah mu? Haih..kau bahkan sudah besar dan aku baru bisa melihat mu sekarang" ujar Huang dengan tatapan sedih.


"Meskipun ingatan mu bermasalah, namun kau harus mengetahui jati dirimu yang merupakan anak dari pemimpin terkuat di alam surgawi. Aku yakin suatu saat kau akan mengingat semuanya" kaisar menahan sejenak perkataan nya.


"Kemarilah biarkan aku melihat mu dari dekat" sambung kaisar.


"Wah..kakak pertama, rupanya kau telah kembali.." ujar lan wu mendadak seraya membuat ayah dan ibunya menatap kearah pintu masuk.


"Eh..?! Kemana anak itu?!" Tanya kaisar yang menatap kursi kosong tempat lan wu duduk sebelumnya.


Hui dan Renxing tertawa lepas usai melihat raut wajah kaisar yang terlihat jengkel.


"Bocah ini..beraninya dia mempermainkan ayahnya sendiri?!" Geram Huang yang menambah tawa dari Hui dan Renxing.


...


Di sisi lain nampak lan wu yang masih berlari sedya sesekali menatap kearah belakang untuk memastikan bahwa ia tidak di ikuti. Lan wu akhirnya berhenti seraya tersadar bahwa ia telah berada di gerbang salah satu istana kecil yang di tempati oleh salah satu jendralĀ  besar yang telah pensiun.

__ADS_1


Di depan gerbang tersebut nampak di jaga oleh dua penjaga dengan postur tubuh yang begitu gagah.


"Seharusnya di kerajaan yang luas ini terdapat kota besar, aku butuh makanan dan seguci arak" ujar lan wu seraya berjalan menjauh dari gerbang tersebut.


Lan wu berdecak kagum usai melihat deretan bangunan mewah tertata rapi di sepanjang jalan yang di lewati oleh lan wu. Senyum lan wu berubah menjadi sedih usai melihat beberapa pengemis yang tengah duduk di depan toko seraya mengharap kebaikan dari orang-orang yang melihat dirinya.


"Sungguh kerajaan langit tidak sesuai pemikiran ku" lan wu menatap sedih seraya mendekati seorang kakek yang tengah duduk memejamkan mata.


Lan wu menaruh 5 kantong emas yang ia keluarkan dari cincin ruang, serta beberapa bahan langka yang sangat berguna bagi seorang kultivator. Namaok mata pengemis tersebut terbuka lebar usai melihat pemberian lan wu yang bisa di gunakanya selama 2 tahun dan mungkin lebih.


"Nak, aku sungguh berterimakasih kepada mu" ujar pengemis tersebut seraya menatap senang ke arah lan wu.


"Kakek tidkbowelu sungkan, sudah semestinya aku membantu yang membutuhkan. Jika suatu hari uang tersebut telah habis, kakek tunggulah aku di sini nanti aku akan memberikan beberapa lagi kepada kakek" lan wu tersenyum dengan wajah lugu


Nampak pengemis tersebut mengeluarkan sesuatu dari karung coklat di samping nya.


"Nak, aku akan memberikan mu pedang ini dan akan meneruskan jurus pedang sunyi kepadamu" ujar pengemis tersebut seketika membuat lan wu kesukitam bernafas.


Lan wu memegang bahu pria tersebut seraya mengaliri sebagian energi hitam miliknya dan mengeluarkan jurus penggeser waktu. Lan wu berpindah dengan cepat bersama pengemis tersebut ke tempat yang lebih sepi.


Lan wu mengeluarkan pedang sunyi miliknya seraya mempraktekan seluruh gerakan hingga uang terakhir tebasan dewa sunyi.


Kini berbalik pengemis tersebut yang tak bisa berkata-kata. Ia Bahakan tidak pernah mengajari jurus tersebut kepada siapapun di alam surgawi ini. Pandangan nya penuh selidik dan akhirnya memahami sedikit situasi tersebut.


"Nak berhentilah" ujar pengemis tersebut yang kini berubah menjadi seorang pria berumur sekitar 40.


Lan wu berdecak kagum melihat fondasi tubuh yang di miliki oleh pria di depannya yang begitu sempurn dan belum pernah ia melihatnya pada pendekar manapun.


"Aku merupakan seorang ketua di perguruan pedang yang telah mengasingkan diri selama 10 tahun. Aku menyamar menjadi seorang pengemis seraya menunggu terbukanya gerbang dimensi untuk kembali ke alam fana. Melihat kau yang telah menguasai sebagian kecil dari jurus sunyi aku menyimpulkan bahwa kau berasal dari alam fana" ucap pria tersebut membuat lan wu begitu kagum.


"Benar senior, aku berasal dari alam fana dan merupakan salah satu tetua di pedang dewa" ujar lan wu sontak membuat senyum di bibir pria tersebut mengembang


"Sepertinya memang dugaan ku benar, kau memanglah murid dari Xin. Sungguh sebuah berkat dapat bertemu dengan murid berbakat dari Xin" pria tersebut menepuk bahu lan wu seraya tertawa senang.


"Ah..rupanya senior adalah teman guruku" ujar lan wu tersenyum


"Heh...? Apakah kau bercanda? Seharusnya kau memanggilku kakek guru, karna gurumu merupakan murid ku" ujar pria tersebut membuat lan wu tersendat nafasnya


"Ja..jadi..anda adalah pendekar kelana yang selalu di ceritakan oleh guru?!" Teriak lan wu dengan nada senang


"Heh..tentu saja, kau pikir siapa lagi selain aku yang dapat berkeliaran bebas di tiga alam? Karena kau sudah ada ikatan dengan ku melalui Xin maka aku akan melatihmu gerakan selanjutnya dari jurus pedang sunyi" ujar pria tersebut membuat lan wu di penuhi oleh semangat membara.


" Akhirnya aku benar-benar memiliki seorang guru yang dapat melatih ku" pikir lan wu seraya berlutut dan memberi hormat kepada pria tersebut.

__ADS_1


"Latihan kita di mulai besok di tempat ini, apakah kau keberatan" ujar pria tersebut menatap lan wu dengan aura mengerika


"Hahahaha..murid tidak berani guru" tawa lan wu menutupi ketakutannya.


__ADS_2