
Beralih ke Lan wu yang saat ini tidak sadarkan dikelilingi oleh pilar langit yang menjulang tinggi.
Dari kejauhan terlihat seorang wanita berusia sekitar 20 an melayang mendekati pilar langit tersebut.
Ia menatap kearah lubang dalam yang terdapat sosok pria dengan tubuh telanjang tergeletak tidak sadarkan diri.
Ia mengarahkan tangannya kearah pilar langit kemudian seakan-akan menariknya secara bersamaan. Mendadak pilar langit terangkat kemudian mengecil.
Tubuh Lan wu melayang mendekati wanita tersebut yang tampak menunjukkan wajah tidak percaya bercampur sedih.
"Kau.. akhirnya aku menemukan mu.."
Ucap wanita tersebut yang meneteskan air mata seraya memeluk tubuh Lan wu dengan erat.
Cukup lama wanita tersebut memeluk Lan wu seraya menuangkan kesedihan yang mendalam. Ia kemudian menyelimuti tubuh Lan wu dengan energinya lalu membawanya pergi.
"Dingin... Diamana ini.."
Lan wu tampak dikelilingi oleh ratusan ribu orang yang saling membunuh satu sama lain.
"Siapa itu..? Apakah itu aku..?"
Perhatiannya kini tertuju pada seorang pria yang memegang pedang hitam seraya menunggangi singa raksasa ditengah-tengah kepungan 10 orang.
"Tidak, dia hanya mirip dengan ku. Siapa orang-orang ini..? Dan mengapa aku ada disini..?"
Perlahan-lahan Lan wu mulai menyadari bahwa dirinya berada di situasi yang sama seperti ia melihat naga kiamat sebelumnya.
"Alam bawah sadar.."
Ia kemudian melihat pria tersebut berhadapan dengan 10 musuhnya dengan segenap kemampuan, sayangnya jumblah serta luka pria tersebut membuatnya terdesak hingga akhirnya berhasil dikalahkan.
Pedang salah satu dari 10 orang tersebut menusuk tepat di jantung pria itu hingga tewas dalam posisi berdiri.
Singa raksasa milik pria tersebut berhasil menghempaskan 10 orang yang mengelilingi tubuh pria tersebut. Ia kemudian membawanya meninggalkan tempat itu disertai kejaran ratusan orang.
"Uhuk..! Arghh.."
Lan wu mendadak kesakitan seraya memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Pandangnya semakin kabur hingga akhirnya semua menjadi gelap.
"Bai Xang.. apa kau membenciku..?"
"Hiks..hiks.. maafkan aku yang membuatmu menderita.. maafkan aku..."
__ADS_1
Lan wu mendengar jelas suara tangisan seorang wanita disampingnya.
Tangisan tersebut terdegar pilu dan menyayat hati, Lan wu juga merasakan tetasan air yang menetes di wajahnya tiada henti.
Entah mengapa, air mata Lan wu tanpa sadar mengalir dari matanya bersamaan dengan rasa pedih yang ia rasakan.
"Hiks.. kenapa.. kenapa kau menangis.. seharusnya kau marah dan membunuh ku.. hiks..hiks..."
Lan wu merasakan jelas tangan lembut sedang mengusap air matanya dengan hati-hati seakan-akan ia takut menyakiti Lan wu.
"Nona Cei.. diluar ada pangeran ketiga dari keluarga Fong yang datang menemui anda.."
Terdengar suara seseorang lainya yang ditujukan untuk wanita disamping ranjang Lan wu.
"Baiklah. Kau jaga dia untuk ku, segera panggil aku jika dia sadar"
Balas wanita tersebut yang terdengar berjalan menjauh dari sisi Lan wu.
Setelah suara langkah kaki wanita tersebut tidak lagi terdengar, kesadaran Lan wu perlahan-lahan hilang seiring dengan menghilangnya suara-suara di telinganya.
"Nak, hey bodoh..!"
Terdengar suara keras menggema ditelinga Lan wu yang terperanjat kaget.
Ia memalingkan pandangannya ke sumber suara yang barusan memanggil namanya.
"Akhirnya kita berdua bertemu kembali.."
Sambung sosok singa raksasa yang berbaring tenang tepat beberapa langkah didepan Lan wu.
Melihat hal tersebut, Lan wu tersenyum tipis kemudian bangkit dan berjalan menghampiri singa iblis.
"Ya.. sudah lama semenjak kau mati singa tua. Hal apa yang membuat mu kembali muncul di alam bawah sadar ku?"
Balas Lan wu seraya duduk dalam posisi bersila.
"Aku yakin kau juga merasakan perasaan aneh beberapa waktu lalu..." Singa iblis tampak menghela nafas panjang dengan ekspresi tak menentu.
"Aku akan menjelaskan beberapa rahasia kecil ku sebelum aku bisa berada di dunia mu.."
"Dahulunya aku merupakan hewan spritual yang hidup tenang di wilayah ras monster.
Karena sebuah pertaruangan antara raja ras monster dan raja dari ras iblis, aku mendapatkan sebuah kekuatan besar yang membuat ku memiliki kedua unsur ras monster dan iblis.."
"Akan tetapi kemampuan tersebut membuat ku menjadi gila, aku menciptakan kerusakan besar hingga mengancam ke 4 ras di dunia.."
__ADS_1
"Untuk menghentikan ku, raja iblis generasi ke 4 saat itu secara langsung menghadapi ku. Pertaruangan kami menyebabkan kehancuran besar dan berlangsung selama 13 hari tanpa henti."
"Pada akhirnya aku kalah dan sebagian kekuatan ku di segel oleh raja iblis. Tidak disangka bahwa dia akan membuat ku tertarik dan akhirnya memutuskan untuk menjadi pengikutnya.."
"Beberapa tahun berlalu dan raja iblis mencapai tingkat tertinggi dalam kultivasi nya. Hal tersebut membuat petinggi ras manusia merasa terancam."
"Mereka bekerja sama memanfaatkan Cie Linhu yang memiliki hubungan dekat dengan raja iblis untuk menjatuhkannya. Puncak dari jatuhnya kejayaan ras iblis adalah perang besar yang terjadi di istana ras iblis.."
"Saat kematiannya, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun berhasil membawa jasadnya pergi, akan tetapi tidak ada cara lain untuk menghidupkannya.."
"Aku kemudian menawarkan roh ku pada Mouyan sebagai penjaga dari dunia yang ia ciptakan, menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendam tuan ku"
Jelas singa iblis sembari mengingat masa lalunya.
Lan wu yang sedari tadi mendengar, kini bangkit dari duduknya dengan wajah datar.
"Singa tua, saat ini kau bahkan hanya sebuah kesadaran yang lemah. Walaupun kau berada dalam wujud sempurna mu, aku tidak akan membiarkan balas dendam mu terjadi.."
Balas Lan wu.
"Cih, dasar tak berperasaan..!" Kesal singa iblis yang justru membuat Lan wu tertawa kecil.
"Aku paham betul bahwa kau mengkhawatirkan ku saat ini. Terlepas dari roh mu yang mendadak mengamuk, saat ini juga tubuh ku tengah dijaga oleh seorang yang sangat kuat.."
"Aku hanya ingin menanyakan satu hal pada mu.."
Sambung Lan wu dengan wajah seriusnya.
"Katakanlah"
"Apa yang membuat roh mu gelisah, dan apa yang membuat perasaan pri itu (raja iblis) terhubung dengan ku..?"
Tanya Lan wu tampak membuat singa iblis terdiam sejenak.
"Roh ku mungkin saja merasakan adanya aura familiar yang berasal dari pedang Cei Linhu. Takdir ku terhubung dengan pedang tersebut yang sebelumnya digunakan oleh raja iblis untuk menyegel setengah kemampuan ku. Bisa dibilang bahwa pedang tersebut adalah diriku yang lain"
"Mengenai perasaan mu yang terhubung, mungkin saja disebabkan oleh roh ku yang tak terkendali.."
"Ya, waktu ku sudah habis. Selanjutnya jangan bertingkah kuat dan melupakan kekuatan ku yang berada di tubuh mu. Gunakanlah kekuatan ku agar aku merasa berguna sedikit sebagai pemandu mu"
Jelas singa iblis yang perlahan-lahan memudar.
Ia kemudian menghilang dengan senyum tenang menatap kearah Lan wu yang terdiam.
Cahaya putih kini menutupi ruangan tersebut yang kemudian perlahan-lahan berubah menjadi langit-langit kamar dengan semerbak bau wewangian.
__ADS_1