Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
peringatan.


__ADS_3

"Kau...kau yang mengambil api suci..?!" Tanya Lan wu dengan nada geram.


"Mohon ampun yang mulia....gadis kecil ini hanya mendapatkan api ini dari pelelangan di paviliun 5 warna beberapa minggu yang lalu.." jawab Liling seraya berlutut ketakutan.


"Bajingan..!" Geram Lan wu seraya melepaskan kekesalannya dengan menghancurkan dinding diruang tersebut.


"Lanjutkan perkataan mu.!" Perintah Lan wu dengan nada dingin.


"Yang...yang... mulia, bisakah anda menetralkan aura nya.." pinta Zhishu dengan nada yang kesakitan.


"Baiklah...maaf" Lan wu menetralkan kembali auranya.


Setelah semua membaik. Liling kemudian melanjutkan perkataannya.


"Dengan adanya api suci, mereka bisa menyembuhkan pemimpin tertinggi mereka yang berada di tingkat dewa akhir yang hampir menyentuh ranah abadi.." jelas Liling nampak membuat beberapa murid-muridnya ketakutan.


"Jadi apa tujuan mu mengatakan hal itu kepada ku? Aku sedang ada urusan penting hingga meninggalkan istana.." jelas Lan wu dengan nada dingin.


"Yang mulia...mohon kultivator dan memiliki banyak pengikut. Apakah kau hendak menggantung pamor kembang mawar mu dengan nama ku?" Tanya Lan wu.


"Hamba tidak berani, hamba hanya bisa memohon kepada anda"


"Atas dasar apa kau berpikir begitu?" Takan Lan wu.

__ADS_1


"Anda dan kami memiliki musuh yang sama tentu saja jika kita bergabung maka akan mendapatkan kemenangan besar..." Balas Liling kini beranjak duduk.


"Ho...aku pikir kenapa kau bisa berubah menjadi begitu berani, rupanya ada seorang ahli tingkat abadi awal yang bersembunyi disini" ujar Lan wu yang tersenyum sinis.


"Anda mungkin adalah kaisar yang begitu dihormati, namun anda harus ingat bahwa anda tidak sedang di istana. Tidak ada pengawal yang bisa menjamin keselamatan mu" sergah Liling sedikit mengancam.


"Saudari Liling jangan berkata yang tidak sopan kepada yang mulia..!" Teriak Zhishu mengingatkan.


"Tenanglah saudari Shu....aku tau kau sedikit kesal dengan kelakuan kaisar manja ini.."


Mendadak Liling terhempas menabrak dinding seirama dengan tekanan energi Lan wu keluar.


Dari arah pintu masuk terlihat seorang wanita tua berumur 80 tahun memasuki ruang tersebut dan berdiri dihadapan Lan wu.


"Nenek Chi syukurlah anda datang.." ujar murid-murid Liling dengan perasaan lega.


"Seorang ahli dari masa lalu tidak disangka akan muncul dihadapan ku. Sayangnya anda bahkan akan kehilangan nyawa jika memprovokasi ku..." Ujar Lan wu yang kini melepaskan setengah dari aura neraka miliknya.


Gemuruh serta teriakan kesakitan dari orang-orang di ruang tersebut selain Zhishu dan wanita tua terdegar begitu keras.


"Artefak roh.?!" Kaget Lan wu yang melihat sebuah lonceng besar berwarna kuning menghalangi aura neraka miliknya.


"Apakah yang mulia ingin memusnahkan tempat ku ini? Kalau begitu aku tidak akan menahan diri lagi.." ujar nenek Chi dengan raut wajah yang tertekan.

__ADS_1


Lan wu meningkatkan aura nerakanya terus-menerus hingga mencapai 79%. Hal tersebut membuat lonceng kuning dihadapan Lan wu hancur berkeping-keping disusul dengan gadis-gadis dan nenek Chi yang tersungkur dilantai.


"Kalian beruntung sebab aku tidak memiliki waktu untuk bermain, jika tidak maka seluruh orang yang memiliki hubungan dengan kalian akan ku musnahkan" tegas Lan wu yang menetralkan aura nerakanya.


Jika ia lebih lama mengeluarkan auranya maka orang-orang dihadapannya akan mati atau menjadi lumpuh.


"Aku akan mengurus membunuh orang-orang penting topeng darah setelah kembali dari urusan ku, adapun beberapa hewan lemah yang berada di kota ini itu akan menjadi tugas kalian.."


"Anggaplah itu sebagai bayaran bagi ku karna mengampuni nyawa kalian.." ujar Lan wu lalu meninggalkan tempat tersebut.


Setelah Lan wu pergi, Nenek Chi dan lainnya mulai berdiskusi tentang kekuatan mengerikan dari Lan wu. Zhishu yang sedikit mengetahui asal usul Lan wu dari ayahnya akhirnya menceritakan.


"Tetua Chi apakah anda ingat seorang pendekar yang paling disegani di kekaisaran ini?" Tanya Zhishu.


"Tentu, dia adalah satu-satunya orang yang bisa mengalahkan pemimpin dari istana naga putih. Rumor juga mengatakan bahwa dia begitu kejam hingga tidak segan-segan membantai habis sebuah sakte besar.." jawab Tetua Chi dengan raut wajah tegang.


"Anda benar, bukan hanya itu...dia juga dapat dengan bebas berkeliaran di tiga alam atas tanpa menggunakan gerbang kenaikan. Kekuatannya di dunia ini hampir tidak ada duanya..


Ayah ku yang sebelumnya merupakan pejabat kecil di istana suatu hari mendapatkan kesempatan untuk menghadiri pertemuan antara kaisar An dan tetua sakte pedang dewa.


Mereka membicarakan tentang pertempuran besar yang berlangsung di alam atas hingga menghancurkan hampir seluruh bagian di alam tersebut.


Pertempuran tersebut berubah menjadi duel sengit antara dewa pedang sunyi melawan pemimpin dari luar semesta yang berada di jauh diatas tingkat kaisar para dewa (tingkat 1000 lingkaran energi ilahi).

__ADS_1


Kemenangan di dapatkan oleh dewa pedang sunyi yang berhasil membunuh tingkat kaisar para dewa. Kemenangan itu mengubah keseluruhan alam termasuk alam fana" jelas Zhishu yang membuat tercengang Liling dan lainnya.


__ADS_2