Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
misi pertama Lan wu


__ADS_3

"Akan tetapi keberadaan kaisar singa taring roh telah tersebar, takutnya jika mengirim beberapa tetua maka akan mengurangi keamanan sakte.."


"Aku meminta agar para tetua membujuk saudara Kein untuk ikut bersama kami. Kemampuan miliknya sangat cocok untuk memecah formasi musuh"


** Dilain tempat **


"Dasar pengecut.! Kau tidak bisakah ikut dalam misi ini.?! Hais..aku sangat kesal.!" Bentak Qinde dengan wajah menggemaskan dihadapan Lan wu yang memejamkan matanya.


"Adik, aku rasa ada baiknya bila kamu keluar sakte beberapa kali." Tambah Sinling yang bekerjasama dengan Qinde untuk membujuk Lan wu.


Lan wu yang sedari tadi hanya diam, akhirnya membuka suara dan meminta persetujuan kepada Jidan ataupun Hong anzu. " Aku hanya akan pergi jika mereka mengijinkan. Namun jangan berharap lebih mereka akan.."


Ucapan Lan wu di sela oleh Jidan yang muncul dari arah belakang Lan wu.


"Jika nak Kein berkata demikian maka tidak sopan untuk orang tua ini menahannya"


Jidan memainkan ekspresi wajahnya yang terlihat begitu keberatan. Namun Lan wu mengetahui dengan pasti niat tersembunyi orang tersebut.


"Akhirnya..! Tidak sia-sia aku berdiri sangat lama dan membujuk es tebal ini"


"Hahahaha.." ketiga orang tersebut tertawa begitu keras dan merasa puas setelah berhasil mengalahkan Lan wu dalam permainan tersebut.


Lan wu mengeluarkan wujud aura neraka miliknya yang dimana sontak membuat ketiga orang yang tertawa keras barusan menjadi diam seketika.


"Buahahahaha..! Aku puas.. aku puas..!" Balas Lan wu yang tak kuasa menahan tawa nya melihat ekspresi wajah ketakutan dari tiga orang tersebut.

__ADS_1


**


Esok harinya para murid yang menjalankan misi tersebut berkumpul di area inti sebelum berangkat. Mereka dibekali dengan pil-pil berharga, senjata kuat, dan 100 kristal kelas rendah.


Murid yang akan berangkat terdiri dari Qinde, Wun yuba, Long Rudo, Qihua, Ran Xiojan, Angwu, dan yang terakhir Lan wu. Ke-enam murid khusus tersebut masing-masing akan memimpin 30 anggota.


Para murid-murid tersebut nampak begitu senang usai mengetahui bahwa Lan wu akan ikut dalam misi tersebut. Kepercayaan diri mereka meningkat pesat dimana hal tersebut membuat Hong Anzu lebih tenang.


"Sial..! Memimpin sekumpulan bocah bar-bar ini tentu akan merepotkan.." guamam Lan wu yang naik keatas arena dan berdiri disamping Hong Anzu dan dan ketua sakte.


"Tujuan utama kita adalah mempertahankan benteng. Cukup bertahan dan jangan melakukan invasi berlebihan ataupun berinisiatif menyergap.


Hindari banyak bicara dan memamerkan kemampuan kalian. Apa ada pertanyaan.?" Tanya Lan wu dengan nada malas.


"Bagaimana jika sisi lain benteng yang tidak kita jaga berhasil di terobos? Apakah kita tidak akan melakukan sesuatu?" Tanya Qihua yang membuat murid-murid tersebut berdiskusi dengan yang lainnya.


"Apa yang kalian pikirkan? Kita akan mempercayakan benteng kepada sekutu kita sementara kita akan bergerak menuju kemah pasukan tersebut dan menghabisi orang-orang disana.


Setelah selesai kita akan menghadang mereka dari arah pulangnya lalu menghimpit mereka" jelas Lan wu yang kini membuat kagum orang-orang tersebut.


Setelah selesai berbicara, Lan wu turun dari arena dan meminta murid-murid selain 6 ketua kelompok untuk naik ke elag badai dan berangkat terlebih dahulu.


"Ikuti aku, kita akan berlari menuju benteng perbatasan.." ucap Lan wu seraya berjalan santai menuju gerbang keluar.


Selain Qinde dan Wun yuba beberapa lainnya mempertanyakan keputusan Lan wu. Akan tetapi tidak di gubris olehnya, malah Lan wu menyuruh keduanya untuk menggenakan gelang baja di kaki mereka.

__ADS_1


"Maju.!" Perintah Lan wu yang mulai berlari diikuti oleh yang lainnya dibelakang.


Hong Anzu tersenyum lebar menatap kearah Lan wu dan lainya yang semakin menjauh dari gerbang.


"Akan sekuat apa nantinya jika mereka kembali?" Tanya Hong anzu yang membuat ketua sakte dan 4 tetua puncak ikut tersenyum.


**


Perjalanan menuju benteng perbatasan memakan waktu selama 6 hari jika ditempuh dengan berlari dan menginap semalam.


Lan wu berencana menguji kemampuan dasar dari ke-enam orang tersebut sebelum menghadapi pertaruangan sebenarnya dimedan perang.


Menghilangkan sikap manja dan pengecut serta meningkatkan semangat dan rasa tidak mau kalah akan sangat membantu ke-enem orang tersebut menjadi lebih kuat.


"Hey..! Bisakah kita beristirahat sebentar.?" Teriak Qinde dari belakang barisan yang sudah begitu kelelahan.


"Cih..dasar nona muda yang manja, ini bahkan belum seharian kita berlari" ujar Ran xiojan yang berada di kanan belakang Lan wu.


"Saudara Kein, apakah tidak sebaiknya kita beristirahat sebentar? Kelihatannya dua orang itu akan mati karena kehabisan tenaga" sambung Angwu seraya tersenyum pahit.


"Kalian boleh beristirahat.." teriak Lan wu dari depan tanpa melambatkan lajunya.


Wajah Qinde dan Wun yuba sontak sumringah namun berubah dengan cepat setelah kawanan serigala buas mengejar mereka dari belakang.


"Kein sialan kau..! " Geram Qinde bersamaan dengan Wun yuba yang tak disangka bisa melewati Lan wu dan lainya.

__ADS_1


"Hehehe..memang saudara Kein tidak murah hati ya.." ledek Ran xiojan yang membuat tertawa orang-orang tersebut.


"Jangan berpikir bahwa kalian akan mudah" tutur Lan wu menyeringai seraya mengeluarkan tekanan aura neraka yang berhasil memperlambat laju orang-orang tersebut.


__ADS_2