Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
situasi setelah perang ll 3.14


__ADS_3

Sebelum pulang, kaisar meminta Lan wu agar mampir di istananya sebagai ucapan terimakasih kaisar kepada Lan wu. Kaisar juga hendak memberikan sesuatu yang telah ia siapkan semenjak Lan wu dalam masa pemulihan.


Lan wu mengiyakan permintaan tersebut seraya mengucapkan salam perpisahan kepada kaisar. Pasukan kaisar perlahan-lahan meninggalkan area istana ras harimau dan menghilang dari pandangan.


"Bagaimana tetua? Apakah anda bisa memberikan pedang iblis kepada ku?" Tanya Lan wu usai pulangnya pasukan kaisar.


"Tentu saja, namun bagaimana aku dapat yakin bahwa kau tidak menipu ku?" Tanya tetua tersebut nampak masih waspada.


"Roar..!!" Nampak naga kiamat mengeluarkan suaranya yang begitu memekakkan telinga.


Mendadak nyali dari tetua tersebut ciut usai merasakan sendiri aura mengerikan yang terpancar keluar dari tubuh naga kiamat.


"Tenanglah.. mereka bukan musuh" ucap Lan wu seraya mengelus tubuh besar naga kiamat.


"Anda dapat memegang ucapan ku, mengenai pemimpin anda. Aku berhadapan langsung dengannya saat bertarung melawan kaisar dewa..." Ucap Lan wu sontak membuat anggota ras harimau petir mengeluarkan energi petarungnya.


Lan wu sedikit meningkatkan kewaspadaannya, namun tidak mengeluarkan aura ataupun energi petarungnya.


"Dia terlihat tidak sadarkan diri dan di kendalikan oleh kaisar dewa, aku saat itu tidak dapat berpikir banyak sebab saat itu hanya satu dari kami yang boleh hidup" sambung Lan wu seraya sedikit menyesal.


"Jika seperti yang kau katakan, mungkin saja perihal rencana tersembunyi dari pemimpin istana memang benar adanya" jawab tetua ras harimau dengan wajah di kesedihan.


"Sudah saatnya ras harimau di pimpin oleh generasi muda, dan orang tua seperti ku hanya perlu mengawasi dan menasehati mereka. Tuan, aku yakin anda adalah orang yang bijak. Maukah anda mengembalikan pedang iblis dan membersihkan nama ras harimau untuk ku?" Tanya pria tua tersebut dengan penuh harap.


"Anda tenang saja.. ras harimau petir akan mendapatkan banyak bantuan dari ku dan beberapa pemimpin istana lainya" ucap Lan wu sontak membuat wajah pria tua tersebut begitu senang.


Ia segera memerintahkan beberapa orang untuk mengambil pedang iblis dari dalam istana ras harimau petir. Tidak lama kemudian keluarlah murid tersebut seraya membawa sebuah peti kecil berwarna silver.


Peti tersebut di berikan kepada Lan wu setelah sebelumnya di cek terlebih dahulu.

__ADS_1


Lan wu mengucapkan terimakasih lalu pamit undur diri kepada tetua tersebut.


Rasa puas tampak menyelimuti pikiran Lan wu. Wajahnya begitu tenang menatap alam dewa yang kini telah pulih dari kerusakan beberapa bulan lalu.


Lan wu bergerak kembali menuju istana Huanlin untuk menyerahkan pedang iblis yang nantinya akan di antarkan oleh Huanlin ke dunia iblis.


Sesampainya di istana Huanlin, Lan wu di sambut oleh beberapa wajah yang familiar di ingatannya. Wajah yang begitu di rindukan oleh Lan wu.


"Kakak.. Lan.." ucap sosok wanita yang tersenyum penuh kasih sayang menatap Lan wu.


"Yiyi?" Kaget Lan wu tanpa sadar menjatuhkan pedang iblis dari pegangannya.


Lan wu berjalan cepat mendekati Yiyi seraya meyakinkan dirinya bahwa itu bukanlah mimpi. Hingga tangannya berhasil meraih pipi Yiyi dan merasakan sendiri perasaan yang begitu lama ia lupakan.


Yiyi terlihat menangis tersedu-sedu seraya memeluk Lan wu yang masih di liputi oleh kebingungan. Cukup lama iya meyakinkan dirinya hingga dengan sendirinya tangannya melingkar di pinggang Yiyi.


"Maaf.. maafkan aku kakak, aku meninggalkan mu dan membuat mu begitu khawatir.. aku menjadi begitu egois.. aku.." ucap Yiyi seraya tak kuasa membendung tangisannya.


Keduanya terdiam cukup lama seraya menatap satu sama lainnya, hingga terdengarlah suara pendekar kelana yang mengejutkan mereka berdua.


"Hey.. sampai kapan kalian beridiri di situ?" Teriak pendekar kelana seraya tersenyum meledek.


"Sial..! Guru itu ingin sekali ku jahit mulut pahitnya itu.." pikir Lan wu sembari memasang senyum kesal.


Ia kemudian menggandeng Yiyi dan berjalan ke arah tempat di mana pendekar kelana tengah duduk bersama Huanlin dan Yan lang.


Yiyi pamit kedalam istana untuk menyiapkan beberapa hidangan bersama dengan putri Huanlin serta beberapa pelayan di istana tersebut.


"Jadi kapan kau akan mengunjungi sakte mu?" Tanya Huanlin dengan nada santai.

__ADS_1


"Mungkin beberapa hari kedepan. Aku bahkan belum menemui singa iblis dan serigala putih" jawab Lan wu dengan raut wajah biasanya.


"Suadara Lan, aku yakin kau tidak akan mau menunggu mereka jika tau pertapaan mereka memakan waktu puluhan tahun" sambung Yan lang seraya tertawa kecil.


"Apa..!? Sial apakah kedua mahluk tersebut ingin menjadi kaisar dewa? Bahkan dengan kemampuan mereka yang sekarang sudah begitu mengerikan" jawab Lan wu dengan penuh keheranan.


"Anak ini bicara seakan-akan kemampuannya biasa-biasa saja.." gumam pendekar kelana seraya meneguk arak.


"Oh. Iya, beberapa hari setelah kau keluar. Ada seorang pemuda yang mencari mu, katanya kau adalah tuannya.. kalau tidak salah ingat namanya Chu Tian.." sambung Yan lang sembari mengingat-ingat.


"Lalu dimana dia sekarang?" Tanya Lan wu.


"Mungkin kembali ke teratai putih.. oh iya, mengenai 4 pilar langit apakah kau sudah bisa mengambil nya?" Tanya Yan lang nampak membuat wajah Lan wu sedikit gusar.


"Hais.. aku bahkan tertolak oleh aura dari tombak-tombak tersebut, sepertinya ada sesuatu yang salah dengan aura ku" ujar Lan wu seraya melihat telapak tangannya yang terdapat sebuah simbol aneh.


Nampak Huanlin dan pendekar kelana saling memandang satu sama lainnya.


"Ada kemungkinan energi dari pilar tersebut melemah, sehingga ia tidak dapat mengenali diri mu. Tunggu saja beberapa waktu hingga energi pilar langit kembali" sahut Huanlin menenangkan Lan wu.


"Oh iya.." ucap Lan wu sembari mengarhkan tangannya ke sebelah kanan.


Dengan cepat sebuah peti kecil telah berada di tangannya. Lan wu kemudian meletakkan peti tersebut di hadapan Huanlin seraya membuka isinya.


"Aku serahkan pedang ini kepada anda, aku akan bersiap-siap untuk pergi ke alam fana, entah mengapa aku menjadi sangat rindu" ucap Lan wu seraya berjalan meninggalkan Huanlin dan lainya.


Mereka terlihat memerhatikan langkah dari Lan wu yang terlihat begitu ringan dari biasanya. Huanlin sangat yakin bahwa Lan wu telah mengatasi kemarahannya akan peristiwa di pedang dewa.


"Rasanya aku baru beberapa hari lalu bertemu dengannya, tidak menyangka bahwa ia telah menjadi begitu kuat hingga melampaui para pendahulunya" ucap pendekar kelana yang di setujui oleh Huanlin dan Yan lang.

__ADS_1


Mereka mengalihkan pandangannya dari Lan wu dan kembali melanjutkan obrolan ringan mereka seraya di temani oleh arak..


ARAK MENYATUKAN ORANG-ORANG YANG BERBEDA DENGAN CARANYA..!


__ADS_2