
Api berwarna putih berkobar sangat besar hingga menerangi tempat tersebut. Kobaran api seakan menjilati ribuan pedang api iblis yang melayang di udara.
Bentrokan aura menciptakan percikan api di tengah-tengah pertemuan keduanya. Sejenak para tetua dan naga hitam begitu takjub melihat pemandangan luar biasa di atas arena.
Keduanya sama-sama memiliki kemampuan tinggi serta di bekali oleh 2 jenis api tingkat legenda yang saling bertentangan. Di sisi Lan wu seluruhnya nampak gelap dan mencekam, berbeda dengan Yan lang yang begitu terang serta penuh akan kewibawaan.
Lan wu nampak heran melihat kemampuan Yan lang yang seakan- akan dapat mengontrol ataupun mengimbangi kemampuan Lan wu yang kini telah melebihi puncak 100 lingkaran energi.
"Hiah..!" Keduanya berlari dan menerjang satu sama lain dengan kemampuan masing-masing.
Bongkahan arena yang hancur nampak melayang di udara lalu hancur menjadi partikel kecil dan lenyap dari pandangan mata. Suara benturan jurus serta tekanan udara yang dasyat terus - menerus dirasakan oleh seluruh orang yang berada di tempat tersebut.
Pedang api Lan wu mengarah cepat menusuk kobaran api berwarna putih yang seakan-akan memiliki banyak tangan yang menahan serangan pedang Lan wu.
Lan wu melompat ke udara seraya memutarkan tombak api berukuran raksasa di tangannya lalu melemparkannya tepat kearah kobaran api putih tersebut.
Dari balik kobaran api putih terlihat sebuah busur panah berwarna putih dengan kobaran api di mata panahnya melesat menyambut serangan Lan wu.
Tekanan hebat tercipta dari benturan tersebut, terlihat seluruh murid yang terlempar cukup jauh dari tempat mereka berdiri sebelumnya.
Lan wu terpukul mundur beberapa langkah di susul dengan Yan lang dengan kobaran api nya bergeser cukup jauh dari tempatnya berdiri. Kobaran api tersebut sontak membentuk sebuah bola besar yang menutupi seluruh pencahayaan dari matahari di atasnya.
Suasana kembali menjadi gelap gulita. Naga dewa yang menyadari hal tersebut sontak memerintahkan agar para tetua mengungsikan seluruh murid keluar istana.
"Kedua anak tersebut memiliki hubungan erat dengan takdir yang mereka miliki.." ucap naga dewa yang langsung di mengerti oleh naga hitam.
__ADS_1
**
Di atas arena bola api dari Yan lang semakin membesar hingga mencapai batasnya. Yan lang terbang keatas api tersebut dan menahan bola api dengan tangan kanannya.
Terlihat raut wajah Yan lang sedikit terbebani dengan jurus dasyat miliknya, sementara Lan wu kini telah mendarat di atas arena yang telah hancur begitu parah.
Matanya memancarkan aura mengerikan hingga memancarkan cahaya berwarna hitam dari tubuhnya. Dengan cepat ia menghunus pedang sunyi miliknya dari sarung pedang.
Aura dari pedang sunyi terasa begitu berbeda dari sebelumnya. Aura tersebut memancarkan amarah besar serta gejolak kuat dari energi hitam dan api iblis.
"Aku harus mengakui bahwa kau satu-satunya orang yang dapat berdiri tenang setelah beradu jurus dengan ku. Aku tidak paham dengan situasi ini, namun seakan-akan tubuh dan energi ku bereaksi kuat terhadap kemampuan mu.." ucap Yan lang dengan nada datar.
"Berhenti berucap hal tidak penting, datanglah kehadapan ku biar ku perlihatkan apa yang aku dapat selama ini" nampak Lan wu memejamkan matanya seraya menyilangkan pedang sunyi di arah depan.
"Tehnik api murni.. pembasmi kebencian..!" Ujar Yan lang seraya melayang turun bersama bola api di tangannya.
Yan lang segera mengarahkan bola api tersebut kerah depan bersamaan dengan Lan wu yang juga telah menggerakkan pedangnya.
"Pedang sunyi.. pembelah galaxy..!" Ujar Lan bersmaan dengan berbenturnya kedua jurus tersebut.
Goncangan hebat beserta badai angin menghiasi benturan jurus tersebut. Lan wu dan Yan lang terlihat sama-sama merasa kesakitan akibat benturan tersebut.
Mereka masih terus menahan jurus masing-masing agar tidak hancur terlebih dahulu. Urat-urat keduanya seakan-akan hendak keluar dan merobek kulit mereka.
Perlahan-lahan sebuah bola putih menyelimuti mereka lalu mengeluarkan suara ledakan besar bersamaan dengan hancurnya seluruh area tersebut.
__ADS_1
Di luar istana terlihat seluruh penghuni istana tersebut menatap dengan penuh tanya. Terlihat wajah khawatir dari naga dewa melihat benturan jurus yang melewati ekspetasi nya.
Dari balik debu yang menutupi arena pertarungan. Terlihat Lan wu dan Yan lang yang tengah terbaring di tanah dengan tubuh penuh luka-luka. Benturan barusan memberikan dampak serius kepada mereka berdua.
Perlahan-lahan Lan wu mulai menggerakkan tubuhnya, dengan usaha keras akhirnya ia berhasil duduk dengan nafas terengah-engah menahan sakit di sekujur tubuhnya.
"Aku bahkan menggunakan seluruh kemampuan ku untuk memperkuat pedang sunyi.. tubuh ku yang sudah berada di tingkat tinggi nampak tidak berarti di hadapan jurus pria tersebut.." pikir Lan wu seraya menatap sekitarnya yang hanya terlihat seperti tembok tanah yang cukup tinggi.
"Argh..!!" Terdengar rintih keras dari sebelah kanan Lan wu yang masih tertutupi oleh debu.
Lan wu sontak mengambil pedangnya yang terlempar cukup jauh darinya. Ia perlahan-lahan berjalan ke asal suara yang ia yakini adalah Yan lang.
Meskipun demikian entah mengapa firasat Lan wu menyuruhnya agar meningkatkan kewaspadaannya. Ia masih begitu kaget akan kemampuan mengerikan yang di keluarkan oleh Yan lang.
Saat posisinya sudah berada cukup dekat dengan asal suara, mendadak terdengar suara auman di sertai hembusan angin kencang yang menyibak debu-debu di area tersebut.
Pandangan Lan wu nampak jelas dan kini ia dapat melihat dengan jelas asal auman tersebut yang rupanya berasal dari seekor serigal putih berukuran raksasa.
Ia melihat serigala tersebut yang tengah mengobati Yan lang yang sedang merintih-rintih akibat rasa sakit yang ia rasakan.
"Grrr..! Rupanya kau pemilik takdir yang telah di ramalkan oleh singa iblis.." ujar serigala putih seraya mengibaskan ekornya dengan tenang.
"Apakah kau berniat untuk meminta kuci segel dari singa iblis dan gurou?" Tanya serigala putih dengan suara menggelar.
Rasa takut kembali menghampiri Lan wu yang seakan merasa ketidak sukaan dari pertanyaan seriga putih. Lan wu menelan ludah sembari mengumpulkan keberanian.
__ADS_1
"Benar.. aku di utus oleh singa iblis dan gurou untuk menyampaikan persoalan sang kesempurnaan" jawab Lan wu dengan suara bergetar.