
Leluhur keluarga Jia yang melihat hal tersebut seketika berpindah kehadapan Jian dan menghancurkan pisau angin tersebut dengan pedang emas miliknya.
Pria tersebut mulai bergerak menerjang tombak-tombak api Lan wu dengan ekspresi serius seraya sesekali menghindar.
Aku tidak menyangka bahwa pedang emas akan aku gunakan lebih awal...
Gumam pria tersebut membentuk gerakan melingkar yang kemudian ia akhiri dengan tebasan lurus.
Energi besar dari tebasan pria itu berhasil menghancurkan seluruh tombak-tombak api Lan wu yang bergerak bersamaan kearah pria tua itu.
Apa kemampuan anda hanya setinggi ini?
Tanya Lan wu yang menggenggam hancur jurus leluhur keluarga Jia dengan sebelah tangannya.
Benak pria tua tersebut kembali dipenuhi oleh rasa penasaran yang membuatnya kehilangan sedikit rasa percaya nya.
"Ia menghancurkan tebasan langit ku dengan satu tangan..?"
Anak ini seperti monster..!
Gumam pria tersebut sembari mengarahkan pandangannya ke tangan Lan wu yang terlihat diselimuti oleh energi berwarna hitam.
Gawat.!
Pria tersebut menebaskan pedangnya kearah belakang usai merasakan hawa kehadiran Lan wu.
Pedang emas tampak ditahan oleh pedang energi Lan wu.
Keduanya saling beradu tenaga sebelum akhirnya mulai saling menyerang dengan pedang.
Bunyi pedang yang berbenturan serta langkah keduanya tampak begitu cepat berpindah-pindah ke setiap penjuru.
"Siapa ku sebenarnya.?"
Tanya leluhur keluarga Jia sembari beradu jurus pedang dengan Lan wu.
Lan wu tampak tersenyum tipis, ia melemparkan pedangnya kepada pria dihadapannya yang dengan mudah dihindari olehnya.
Gawat..?!
Seketika wajah pria tua tersebut pucat usai Lan wu mendadak muncul dibelakangnya tepat di atas pedang yang ia lemparkan barusan, Lan wu menangkap pedang tersebut kemudian menebaskan nya kebelakang pria tua tersebut.
Argh..!
Rintih pria tersebut sembari memberikan perlawanan untuk menjauhkan Lan wu darinya.
Ia memegangi bahu kanannya yang kini mengalami luka parah akibat tebasan mendadak dari Lan wu.
Hos..hos.. sial..!
"Kondisi leluhur saat ini tidak bagus.."
Ucap kaisar An dari kejauhan menyaksikan leluhur keluarganya yang setengah berlutut sembari memegangi bahunya.
"Aku lengah.. tapi pertaruangan ini..?!"
Mendadak Lan wu berpindah ke samping pria tua tersebut dan menggerakkan pedangnya tepat di leher pria tersebut.
Melihat kemunculan Lan wu, dengan seluruh kemampuannya pria tersebut melepaskan Avatar miliknya dan berhasil menghempaskan Lan wu hingga pedang energi ditangannya hancur.
Pria tersebut kini melanjutkan serangannya setelah berhasil menyusul Lan wu, ia melancarkan puluhan tinjunya secara beruntun.
Lan wu yang sedang berada dalam posisi tidak menguntungkan, ia berusaha memperkecil kerusakan dari serangan cepat pria tersebut.
"Jangan meremehkan ku nak..!"
Seru pria tersebut yang mengumpulkan energi ditangan kanannya kemudian ia lepaskan bersamaan dengan tinjunya.
Lan wu mengarahkan dua tangannya untuk menahan serangan tersebut, akan tetapi kekuatan dari pukulan leluhur keluarga Jia terlalu kuat hingga membuat Lan wu terhempas ke tanah dalam kondisi luka-luka.
"Raja langit.. hukuman suci.!"
__ADS_1
Dari atas langit, muncul Avatar pria tua tersebut yang berdiri dari tahtanya kemudian menusukkan pedang emas raksasa kearah Lan wu yang terkapar ditanah.
"Tuan..!"
Teriak Bingxue dengan penuh kekhawatiran menyaksikan Lan wu yang masih diam tak bergerak.
"Hentikan itu kakak Bing, tuan masih belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.."
Tahan Zuwun yang sebaliknya malah tersenyum.
Dilain pihak nampak Yiyi yang menatap senyap kearah Lan wu, ia kemudian mengalihkan pandangannya pada Bingxue.
Wajah kesal bercampur sedih seketika menghiasi wajahnya yang semula begitu tenang.
"Ayah.. apa ini sudah selesai..?"
Tanya Yiyi dengan suara pelan.
Kaisar An tampak menghela nafasnya sembari mengusap punggung putrinya.
"Tidak ada yang mampu menahan hukuman suci.."
Jawab kaisar An.
"Tekanan ini..?!"
Mendadak ekspresi orang-orang ditempat tersebut berubah seketika.
Mereka merasakan adanya aura mengerikan yang melebihi tekanan dari Avatar suci milik leluhur keluarga Jia.
Lihat itu..!
Seru Sasa mengarahkan jarinya ketempat Lan wu berada.
Sosok singa raksasa dengan aura yang luar biasa tampak berdiri tenang sembari menatap kearah pedang emas yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya.
"Siapa kau sebenarnya..?!"
Singa iblis mendadak membuka mulutnya kemudian mengaum keras.
Auman singa iblis berhasil mendorong mundur pedang emas dan membalikkan arahnya pada Avatar suci yang menyelamatkan leluhur keluarga Jia.
Dari mulut pria tersebut tampak keluar cairan berwarna merah yang di akhiri dengan teriakan kesakitan.
"Cepat, lindungi leluhur..!"
Perintah kepala keluarga Jia yang menyuruh semua tetua dan anggota keluarga untuk menghentikan Lan wu.
Melihat hal tersebut, seketika kaisar An memerintahkan mereka untuk menjauh. Namun hal tersebut terlambat.
Seketika sebuah badai api menutupi anggota keluarga Jia didalamnya. Dari arah atas badai api, terlihat ribuan pedang api iblis raksasa yang menghiasi langit tempat tersebut.
"Tidak.. tidak mungkin..."
Ujar leluhur keluarga Jia yang tampak tidak berdaya dihadapan kekuatan Lan wu.
Ia mengarahkan pandangannya kearah Lan wu yang sedang beridiri tenang di tidak jauh dari dirinya.
Aura singa iblis yang begitu mengerikan seketika melesat kencang kearah pria tersebut dan menghancurkan Avatar pria tersebut.
Teriakan kesakitan terdengar bersahutan dari arah leluhur keluarga Jia dan anggota keluarga Jia yang terkurung didalam badai api iblis.
"Lan wu..! Tolong berikan kami kesempatan..! Maafkan kami..!"
Teriak kaisar An dengan nada putus asa.
Ia bahkan rela bersujud sembari membenturkan kepalanya ketanah agar Lan wu mendengarkannya.
Akan tetapi, perlakuan kaisar An dibalas oleh Lan wu dengan memerintahkan organisasi Diyuze untuk menghabisi keluarga Jia yang tersisa.
Disisi lain segel perjanjian dari gulungan suci kuil matahari telah di hancurkan oleh Bingxue, hal tersebut membuat kekaisaran Yon dapat dengan leluasa bergerak untuk menyerang kekaisaran Qin.
__ADS_1
"Hentikan itu..! Jangan berlebihan..!"
Terdengar sebuah suara dari arah langit tepat di sisi kanan Lan wu.
Tanpa basa-basi Lan wu bergerak cepat menerjang pria tersebut dengan bringas.
Pertaruangan keduanya di udara berlangsung cepat dan diakhiri dengan putusnya salah satu tangan dari sosok tersebut.
"Tanxu..! Apa kau tidak mendengarkan perkataan ayah mu untuk tidak ikut campur dalam urusan ku.?!"
Tanya Lan wu yang kini berubah menjadi begitu menyeramkan.
Pria tersebut seketika tercengang, ia baru menyadari keberadaan organisasi Diyuze dan sosok yang tengah ia hadapi saat ini.
"Tuan Diyuze... Kekaisaran Qin adalah bagian dari dinasti dewa pedang, sudah tugas ku untuk melindunginya.."
Balas Yeng tanxu dengan suara menahan sakit.
"Anda tidak bias seenaknya bertindak untuk menguasai kekaisran Qin, kekuatan Anda memang kuat akan tetapi jumblah kami lebih banyak..!"
Dari arah lain muncul jutaan ribuan orang dari berbagai kota di kekaisaran Qin yang datang ketempat tersebut.
"Cih.. menggunakan rakyat sebagai tameng, kau menang untuk saat ini.."
Senyum licik kini melekat di wajah kepala keluarga Jia yang berhasil selamat dari kelompok Diyuze.
"Bukan seperti itu tuan Diyuze, aku hanya berusaha mencegah masalah ini dengan bijak. Aku juga berjanji kepada anda bahwa dinasti dewa pedang tidak akan membantu kekaisran Qin dalam urusan penyerangan kekaisran Yon selama anda masih hidup"
Sambung Yeng tanxu tanpa beban sedikitpun.
"Oh.."
Lan wu kini mengarahkan tangannya pada leluhur keluarga Jia dan menariknya menggunakan akar api iblis.
Yeng tanxu membiarkan Lan wu dan tidak mengganggunya. Meskipun ia ingin menyelamatkan leluhur keluarga Jia, namun ia tidak ingin menghadapi sosok iblis seperti Lan wu.
"Junior.. apa kau ingin mendengar alsan ku"
Ujar pria tua di cengkraman Lan wu.
"Kematian mu akan mengungkap semuanya"
Jawab Lan wu dengan nada dingin.
Ia membakar tubuh pria tersebut dengan api iblis kemudian melemparkan nya kearah kaisar An.
Tampak raut wajah ketakutan menghiasi orang-orang tersebut yang mundur selangkah.
Berbeda dengan Yiyi yang kini menerjang Lan wu dengan geram. Ia melepaskan seluruh kekuatannya berusaha menebas Lan wu dengan pedang sunyi ditangannya.
Plak..!
Tamparan keras dilepaskan Lan wu.
"Ini untuk pikiran rusak mu"
Lan wu mengarahkan tinjunya dengan kuat tepat di perut Yiyi.
Arghh..!
Ia kemudian berpindah cepat mengikuti Yiyi yang terhempas ke arah bawah.
"Ini untuk Wu Jia..!"
Lan wu menendang Yiyi kembali kearah atas.
Ia berpindah lagi tepat diatas Yiyi yang meneteskan air matanya seraya darah segar yang mengalir di wajah dan mulutnya.
"Ini untuk Xuya.... Dasar jalang.!"
Aura yang mengerikan sontak menghiasi tempat tersebut bersamaan dengan munculnya pilar langit yang sebelumnya menancap lembah Kematian.
__ADS_1