Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
terbunuhnya 5 pemimpin besar


__ADS_3

Yeng fao tersenyum kemudian mengatakannya kepada Zhengjie.


"Sakte dewa adalah sakte terbesar di dinasti dewa pedang. Sakte sebesar ini tentu membutuhkan pengajar yang luar biasa hebatnya, aku berniat untuk mengajak guru mu bergabung sebagai tetua.."


"Tidak mungkin patriark... Guru ku tidak akan tertarik dengan hal semacam ini. Bahkan jika anda menjadikannya ketua sakte dia akan tetap menolaknya"


Potong Zhengjie yang mengejutkan Yeng fao.


"Mengapa? Siapapun tentu akan tertarik untuk bergabung dengan sakte terkuat di dinasti dewa pedang, terlebih lagi kami memiliki hubungan darah dengan keluarga dewa serta kaisar Yeng"


"Zhengjie jangan membela gurumu terlalu jauh..! Bagaimanapun juga dia hanyalah pemimpin dari organisasi hitam yang sebentar lagi akan dimusnahkan..!"


Bentak Yeng Dau dengan nada kasar membuat orang-orang ditempat tersebut menatapnya.


"Apa yang anda katakan tetua Dau..? Apakah anda sedang menghina guru ku..?!"


Zhengjie tersinggung dengan perkataan kasar yang dilontarkan oleh Yeng Dau, secara naluriah ia melepaskan seluruh aura nerakanya seraya menghunus pedang sunyi ditangannya.


"Aura ini..?! Ini adalah aura yang sama seperti milik pria barusan..!"


Dari kejauhan nampak pangeran ketiga dengan cepat melerai situasi tersebut.


"Yeng Dau..?! Apakah kau tidak malu menindas junior ini.?!"


Yeng Dau sontak memberi hormat kepada pangeran ketiga diikuti oleh patriark Yeng fao dan lainya.


"Mohon maaf pangeran, aku hanya mengajarkan kepada murid ini untuk tidak bersikap sombong. Meskipun gurunya adalah orang yang kuat, namun bagaimanapun juga Zhengjie masilah murid di sakte kami. Ia harus mematuhi perintah patriark dan menerima hukuman dari perbuatannya"


Jelas Yeng Dau berusaha menyudutkan Zhengjie dan menumpahkan kesalahannya kepada Zhengjie.


"Apa aku melakukan kesalahan tetua? Bagiamana bisa aku tidak marah saat kau menghina guru ku? Patriark meminta ku menyampaikan keinginannya untuk mengajak guru ku bergabung dengan sakte dewa dan aku menjawab hal tersebut sesuai dengan apa yang aku ketahui...


Lalu bagaimana bisa anda mengatakan bahwa aku melakukan hal yang salah? Seseorang yang pantas untuk disalahkan disini adalah anda, aku tidak tau guru bodoh seperti apa yang mengajari murid tidak sopan seperti anda ini.."


"Bajingan kecil..! Kau terlalu berlebih..!"


Yeng Dau melepaskan energinya dan melesat menerjang Zhengjie dengan cepat.


Akan tetapi serangan tersebut ditahan oleh pangeran ketiga dengan mudah.


"Kau benar-benar tidak tau malu, aku akan menghukum mu agar...?!"


Mendadak terjadi ledakan besar di benteng pertahanan yang membuat orang-orang didalamnya terkejut.


"Serangan..! Ada serangan datang..!"


Teriak pengawas diatas benteng yang menyerukan situasi diluar.


"Sial..! Semuanya cepat kembali ke posisi masing-masing, para prajurit pemanah lepaskan serangan nya..!"


Pangeran ketiga dengan sigap mengomandoi pasukannya.


"Zhengjie, kau bergabunglah dengan murid-murid inti sakte immortal dan bantu atasi area luar.."


"Baik yang mulia"


Zhengjie melesat cepat kearah luar benteng dan mendarat disebelah Qihua dan Ran xiojan.


"Auranya terasa begitu familiar.."


Gumam Qihua menatap sesaat kearah Zhengjie.


"Siapa kamu?"

__ADS_1


Tanya Ran xiojan dengan nada heran.


"Aku Zhengjie dari sakte dewa, aku disuruh pangeran ketiga untuk bergabung dengan saudara dari sakte immortal"


"Hahahaha.. rupanya murid no 1 di ibukota, sebuah kehormatan bisa bertarung bersama saudara Zhengjie"


Ujar Ran xiojan.


Zhengjie tersenyum sesaat kemudian mengarahkan pandangannya kearah depan tempat dimana ratusan ribu pasukan dinasti darah putih berdiri.


"Ini aneh... Mengapa tidak ada master tingkat tinggi di pasukan musuh..?"


"Jangan melamun saudara..!"


Teriak Ran xiojan bergerak cepat dan menebas sebuah batu besar yang mengarah tempat mereka.


Zhengjie tercengang melihat kemampuan berpedang milik Ran xiojan yang begitu tinggi. Dalam waktu singkat ia telah berhasil menghalau 10 batu besar yang dilontarkan oleh musuh.


"Pedang sunyi, putaran sunyi.!"


Zhengjie menerjang kearah depan menyambut kedatangan pasukan musuh.


Ia mengayunkan pedangnya dengan ritme cepat kemudian memutarkan nya 60⁰.


"Kemampuan yang mengagumkan, sesuai dengan rumor.."


Gumam Ran xiojan ikut bergabung dengan Zhengjie digaris depan.


Seluruh kekuatan kini bergabung dan terjun langsung dalam perang melindungi gerbang benteng yang hampir hancur oleh dobrakan pihak musuh.


Pangeran ketiga terus-menerus mengganti formasi perang dan mengatur keseimbangan pasukan secara merata.


"Sial...! Kali ini kekuatan musuh benar-benar kuat.."


"Siapa ahli strategi yang mengatur pasukan musuh..?!"


Dari arah depan pangeran ketiga melesat sebuah cahaya energi yang memancarkan tekanan dasyat.


"Raja pedang, seni emas langit.!"


Pangeran ketiga menghunuskan pedangnya seraya terbang di udara menyambut kedatangan energi tersebut.


"Cih..!"


Ledakan hebat tercipta bersamaan dengan runtuhnya tembok benteng akibat benturan dasyat tersebut.


Pangeran ketiga nampak meringis dengan wajah kesal sembari mengelap darah di celah-celah bibirnya.


"Seorang master tingkat separuh immortal 4..?!"


Kaget pangeran ketiga menatap sosok pria berambut putih yang melayang tenang diatas udara. Pria tersebut mengarahkan tangannya keatas langit yang menyebabkan gejolak petir diarea tersebut.


"Menghindar..!"


Teriak pangeran ketiga yang melompat keatas menyambut datangnya sebuah tombak besar yang tercipta dari petir-petir dilangir.


Dilain pihak nampak Zhengjie dan Ran xiojan kewalahan menghadapi dua pendekar pedang dari dinasti darah putih.


Hampir separuh pasukan dari dinasti dewa pedang gugur hal tersebut membuat beban yang ditanggung oleh para pendekar sakte bertambah besar.


"Formasi apa yang sebenarnya digunakan oleh pihak musuh...?"


Pikir Zhengjie seraya menghindari tebasan pedang dari lawannya.

__ADS_1


"Duar...!"


Mendadak ledakan besar terjadi diarah belakang. Zhengjie sontak mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut.


"Yang mulia...!"


Teriak Jendral benteng dari kejauhan melihat pangeran ketiga yang terkapar ditanah dengan luka yang begitu parah.


"Uhugh... Kuat... Orang itu sangatlah kuat...!"


"Saudara ketiga, apa yang terjadi..?"


Yeng tanxu mengarahkan pedangnya kearah langit tepat dimana berdirinya pria berambut putih tersebut. Ia menarik kembali pedangnya kemudian menebaskan lagi kearah langit dengan kekuatan penuh.


Tekanan dasyat dari pedangnya nampak mengerutkan kening pria berambut putih di udara.


"Apa..?"


Yeng tanxu terbelalak ketika melihat jurusnya yang mendadak musnah tanpa jejek sebelum mengenai pria tersebut.


"Hahahaha..! Apa kalian pikir leluhur dinasti darah putih bisa kalian atasi..?!"


Mendadak dari arah belakang pasukan musuh terdengar suara tawa penuh kemenangan yang berhasil menarik perhatian Yeng tanxu.


"Kaisar Dagou...!"


"Jangan terlalu tegang pangeran Yeng, dinasti dewa pedang kalian tidak lagi memiliki peluang untuk memenangkan peperangan ini. Lihatlah orang-orang terbaik yang kau punya"


Ujar kaisar dinasti darah putih seraya menyuruh beberapa jendral-jendralnya maju beberapa langkah.


"Bagaimana... bagaimana bisa para patriark berhasil dikalahkan.?"


Gumam Yeng tanxu menahan keterkejutannya melihat hal tersebut.


"Kau....."


"Hahahaha.. jangan marah begitu pangeran, salahkan saja ayah mu yang begitu takut untuk berurusan langsung dengan ku. Selain itu berkat kekacauan yang terjadi di ibukota aku bisa menyiapkan kekuatan besar untuk menghadapi pasukan mu yang tidak sempurna ini..


Hari ini aku bisa membalaskan dendam ku dan menghancurkan dinasti darah putih untuk mengembalikan kejayaan leluhur ku..


Habis kelima orang ini.!"


Ujar Dagou menyeringai disertai oleh aura mengerikan yang terpancar keluar dari tubuh nya.


"Hentikan itu..! Jangan..!"


Yeng tanxu hendak menyelamatkan kelima patriark ditangan Dagou akan tetapi pria berambut putih di udara tidak membiarkannya.


"Ayah..!"


Dari arah lain terdengar teriakan Long Qinde yang berlari kearah patriark Keluarga Long.


"Jangan kesini Qi'er...! Tetaplah hidup dan balaskan dendam ayahmu ini suatu saat nanti.."


Patriark keluarga Long tersenyum lega seraya menatap putrinya yang ditahan oleh Zhengjie.


"Lepaskan aku..! Bajingan..!"


Geram Qinde yang berusaha melepaskan dirinya dari kekangan Zhengjie.


"Maaf.. aku hanya memenuhi permintaan ayah mu. Kekuatan kita saat ini terlalu lemah, jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk hidup..."


Zhengjie mencoba menenangkan gadis tersebut walaupun hatinya tidak tega melihat 5 pemimpin dari kekuatan besar di dinasti dewa pedang tewas didepan matanya.

__ADS_1


Dalam waktu singkat kelima patriark tersebut mati seketika. Situasi di benteng perbatasan menjadi begitu kacau, para prajurit dan pendekar-pendekar sakte berlarian tak tentu untuk menyelamatkan dirinya dari Medan perang.


__ADS_2