Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Meneruskan pencarian 2.30


__ADS_3

Mendadak dari arah belakang lan wu terasa aura kuat yang mendekat ke arahnya, tidak berselang lama kini muncullah seorang pria beserta seorang gadis melayang turun dari udara kehadapan lan wu. Lan wu sedikit kaget usai membaca tingkatan pria tersebut yang berada di tingkat dewa akhir bintang 6, sementara gadis di sebelah pria tersebut berada di tingkat dewa awal.


Lan wu tidak menyangka bahwa ia dapat menemukan pendekar dengan tingkatan yang cukup tinggi, mengingat jumlah pendekar yang hampir menyentuh tingit dewa bintang akhir sangatlah jarang di temui, selain itu gadis di samping pria tersebut yang membuat lan wu begitu kagum. Bisa dikatakan bahwa usia gadis tersebut masi sangatlah muda namun telah berhasil mencapai tingkat yang begitu tinggi.


"Sepertinya akan sedikit merepotkan" gerutu lan wu sembari menambah aura neraka miliknya.


Lan wu sontak berpindah dengan cepat ke hadapan pria tersebut seraya memasang senyum tipis, tak disangka pria tersebut justru tak bereaksi usai lan wu tiba-tiba muncul dihadapannya. Pria tersebut seakan pernah melihat kecepatan yang sama dengan milik lan wu.


"Hais.. sungguh mengejutkan" ujar pria tersebut seraya menghela nafasnya.


Ia seketika mengeluarkan aura petarung miliknya. Lan wu sontak melompat kebelakang usai merasakan ancaman besar dari aura milik pria tersebut. Tekanan aura yang di keluarkan oleh pria dihadapan lan wu sangatlah berbeda dengan tekanan aura yang ia temui selama perjalanannya. Tidak habis lan wu berfikir, nampak pria tersebut bergerak dengan sangat cepat seraya mengayunkan pukul kepada lan wu.


Beruntung lan wu dapat menyadarkan dirinya dari lamunannya sesaat sebelum tinju pria tersebut mengenai tubuhnya. Kini justru sebaliknya pria tersebut yang mengeluarkan ekspresi kaget. Ia dapat melihat bahwa lan wu sama sekali tidak kesulitan untuk menahan serangan cepat miliknya, terlebih lagi ia menggunakan hampir setengah dari energi miliknya yang di salurkan pada serangan kejut tersebut.


Di sisi lain nampak gadis yang sedari tadi berdiri tenang, kini melesat ke arah lan wu sembari mengeluarkan pedangnya yang dipenuhi oleh ukiran kuno. Lan wu mendorong pria dihadapannya seraya berpindah ke kiri untuk menghindari tebasan dari pedang gadis tersebut. Ia sedetikpun tidak mengalihkan pandangannya dari tekanan angin yang tercipta ketika pedang wanita tersebut di ayunan.


Sepintas lan wu melihat kilatan kecil yang tercipta bersamaan dengan ayunan pedang gadis tersebut. "Pedangnya sedikit aneh, selain itu tekanan angin yang dihasilkan dari tebasan pedangnya begitu kuat, tapi.." gumam lan wu yang mendadak memasang senyum liar.


Gadis tersebut kembali menerjang lan wu seraya mengeluarkan salah satu dari jurus kuat miliknya, tak disangka lan wu justru tidak menghindari serangan tersebut. Ia nampak berdiri tenang sembari tetap memasang senyum aneh di wajahnya. Benar saja sesar sebelum pedang gadis tersebut menyentuh lan wu, nampak rambut milik lan wu seketika memanjang dan menahan jurus gadis tersebut.


"Ba.. bagaiamana bisa..?" Heran seluruh orang yang menyaksikan pertarungan tersebut.


"Hey kau.!!" Ujar lan wu dengan nada geram.


Nampak gadis di hadapan lan wu seketika memucat. Ia merasa sesak nafas akibat tekanan aura yang begitu kuat mengarah kepadanya. Di sisi lain para tetu dan seluruh orang di tempat tersebut juga memasang ekspresi serupa akibat tekanan aura hebat milik lan wu.


Samar-samar terlihat sebuah telapak tangan besar berwarna hitam terbentuk di atas Lan wu, sontak gadis yang sedari tadi berusaha menarik pedangnya memutuskan untuk melompat kebawah dan meninggalkan pedang miliknya yang masih di lilit oleh rambut lan wu.


"Sudah ku beri kesempatan untuk memotong rambut brengs*k ini, namun kenapa tidak terpotong.?!" Ujar lan wu dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Apa yang dia katakan?" Tanya para tetu sembari menunjuk lan wu.


"Dia.. membahas tentang rambut" jawab yang lainnya dengan nada heran.


"Pria ini mengapa sangat aneh?" Tanya pria di sebelah cai wenji  dengan nada heran.


"Ayah meskipun dia aneh, namun dia begitu kuat. Adik Sisi yang bahkan telah menerima anugrah dari langit masih tidak sanggup untuk menekan pria tersebut" jawab cai wenji dengan wajah tenang.


"Aduh..!! Bangs*t.!! Mengapa kau menutupi wajahku, aku tidak bisa melihat bodoh.!!" Teriak lan wu seraya marah-marah kepada rambutnya.


Melihat keanehan tersebut nampak cai wenji melompat ke udara sembari menarik pedang milik Sisi. Ia kemudian melempar pedang tersebut ke arah Sisi lalu mendekati lan wu.


"Suamiku, bukan begitu cara merawat rambut" ucap cai wenji dengan nada tenang.


"Hah.? Siapa yang kau panggil suami? Enyah saja kau dari sini, biar aku yang menyelesaikan masalah ku dengan rambut sialan ini.!" Jawab lan wu dengan nada kesal.


"Tunggu saja.. kau...akan ku... Argh.!!! Rambut Bangs*t.!!" Geram lan wu usai tidak berhasil menarik ramburnya yang menutupi seluruh wajahnya.


Sementara cai wenji perlahan menarik rambut lan wu, anehnya rambut tersebut malah menurut dan melepaskan lilitannya dari wajah lan wu.


Cai wenji kemudian mengeluarkan tusuk konde, lalu menata rambut lan wu dengan sangat mudah. " Rambut merupakan bagian tubuh yang memiliki nyawa. Kau hanya butuh kelembutan untuk menatanya" jelas cai wenji sesaat sebelum rambut lan wu selesai di tata.


Lan wu masih terdiam dengan rasa heran. Ia tidak menyangka bahwa rambutnya yang begitu liar padanya dapat menurut saat di sentuh oleh cai wenji. Lan wu seketika berfikir bahwa mungkin cai wenji memiliki ilmu sihir yang dapat mengendalikan sifat liar di setiap benda.


"Apakah kau tidak lelah terus melayang di udara?" Tanya cai wenji menyadarkan lan wu dari lamunannya.


Lan wu dengan cepat mendarat di tanah seraya menetralkan tekanan aura miliknya di susul oleh Sisi yang juga telah menetralkan auranya. Lan wu  menghela nafas sejenak sembari menatap ke arah cai wenji dan pria yang berada di sebelahnya.


"Mungkin aku sudah bertindak kurang sopan kepada kalian, dan aku dengan tulus meminta maaf. Sejujurnya aku hanya ingin pergi dari sini dengan damai dan tidak bermaksud untuk terlibat pertarungan dengan kalian, bagaiamana jika kalian segera memberi tau jalan keluar dari kediaman ini" jelas lan wu dengan nada tenang.

__ADS_1


Sesaat situasi menjadi hening, nampak cai wenji tengah berfikir seraya melirik ayahnya beberapa kali. Lan wu yang melihat hal tersebut sontak mengeluarkan pedang api iblis lalu ia bahkan ke sebuah pohon besar yang berada di belakang para tetua dan murid di belakang lan wu. Lan wu kini memasang senyum tepis seraya melihat batang pohon tersebut yang berubah menjadi sebuah gerbang.


"Ilusi yang hebat" ujar lan wu seraya berjalan pelan kearah gerbang keluar.


Para tetua tidak ada yang berani menghalangi lan wu yang tengah di kelilingi oleh puluhan pisau api. Mereka hanya menatap lan wu dengan tatapan heran bercampur kagum. Sesaat sebelum lan wu melangkahkan kakinya ke luar gerbang, nampak terdengar suara gadis dari arah belakang yang tidak lain adalah Sisi.


"Pendekar besar, aku mohon padamu untuk membimbing ku dalam pelatihan ku" ujar gadis tersebut seraya membungkuk.


Lan wu menghentikan langkahnya seraya berbalik menatap Sisi. " Kau memiliki orang hebat disini yang dapat kau jadikan sebagai guru. Aku telah beristri dan akan sangat gawat jika membawa pulang gadis seusiamu ke kediaman ku" jelas lan wu dengan senyum.


"Aku berjanji tidak akan tinggal serumah dengan anda, tapi biarkan aku menjadi murid mu. Aku sungguh ingin menjadi kuat agar keluarga kami tidak perlu lagi bersembunyi di balik ilusi ini" mohon Sisi yang kini dalam posisi bersujud.


Lan wu seketika berfikir keras usai mendengarkan maksud dari Sisi meminta lan wu menjadi gurunya. Bisa dikatakan bahwa nasip keluarga wenji hampir sama dengan nasip dari teratai putih. Ia akhirnya meminta Sisi untuk bangkit dari sujudnya. Lan wu berjalan menghampiri Sisi seraya menyerahkan sebuah lencana dari cincin ruangnya.


"Ini merupakan lencana tetua milik ku, kau pergilah terlebih dahulu ke pedang dewa dan temui seseorang bernama ketua Yuan. Katakan saja padanya bahwa kau adalah murid ku yang hendak berlatih di sana. Aku akan mengajarimu usai kembali dari perjalanan ku" ujar lan wu dengan senyum tenang.


Ia membalikkan badan dan kembali melangkah menjauh dari Sisi.


"A..a...anda.. tetua lan? Apakah anda merupakan tetua pedang dewa yang begitu terkena?" Teriak Sisi dengan nada keheranan.


Lan wu hanya melambai-lambaikan tangannya seraya terus berjalan. Sisi terlihat begitu senang ia tidak menyangka bahwa dapat menjadi murid dari pendekar hebat yang di bicarakan semua orang, terlebih lagi perihal lan wu yang naik ke alam atas. Ia semakin tidak sabar untuk segera bertemu dengan lan wu di pernah dewa.


Sementara cai wenji nampak kehabisan kata-kata. Ia begitu kaget dan tak menyangka bahwa ia secara tidak langsung memanggil lan wu dengan sebutan suami. Ia kembali terpikirkan bagaiamana jadinya bila lan wu tidak menahan dirinya usai menerima perlakuan tidak senonoh darinya.


"Sungguh sangat beruntung, bisa bertemu langsung dengan orang yang menciptakan suasana damai di wilayah barat" ujar ayah cai wenji seraya menatap ke arah gerbang yang terdapat Sisi tengah berdiri diam.


"Ayah.. aku sungguh malu dan bodoh. Aku seenak menikahi tuan lan yang tidak sadarkan diri, aku hampir menyebabkan keluarga kita berada dalam bencana" ucap cai wenji dengan nada menyesal.


"Hais.. anakan bodoh, apakah kau tidak melihat bahwa tuan lan memperhatikan mu? Ayah merasa bahwa pandangan tetua lan kepada mu menunjukkan perasaan begitu dalam kepada mu, namun ia tentu tidak dapat menghianati putri yiyi" bohong ayah cai wenji berusaha menenangkan putrinya.

__ADS_1


"Ayah benar, aku akan menemui putri yiyi dan meminta maaf atas kesalahan ku" sambung cai wenji seray tersenyum tipis.


__ADS_2