Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
kondisi Wu jia


__ADS_3

Niat membunuh yang begitu pekat perlahan-lahan sirna ketika Lan wu berhasil mengendalikan dirinya.


"Aku akan pergi terlebih dahulu, kalian tetaplah bersama dengan rombongan Dang Lou. Jika sudah sampai, kirimkan pesan kepada ku"


Lan wu melesat cepat kearah depan meninggalkan tiga King bersaudara dan Yuali yang nampak berdebar kencang akan tekanan aneh saat Lan wu berbicara barusan.


Dang Lou memerintahkan kepada bawahannya untuk membawa mereka naik keatas kapal dan menyusul Lan wu dengan kecepatan maksimal.


Dua hari setelahnya, kini Lan wu dapat menghirup udara dataran timur yang telah lama ia tinggalkan. Hamparan tanah, perkotaan, dan hutan terlihat tidak berubah sama sekali.


Semakin ia mendekati pusat kota kekaisaran Yon, Lan wu menyaksikan aktivitas prajurit kekaisran dan beberapa pasukan dari tempat lain yang terlibat cekcok mulut di muka umum.


Lan wu sempat berkeinginan untuk ikut campur akan tetapi hal tersebut ditahannya.


Dia melewati langit kekaisaran Yon dan bergegas menuju perbatasan antara negara Ning dan Yon.


"Rupanya tidak ada pergerakan.."


Gumam Lan wu seraya mengarhkan pandangannya sisi benteng kekaisran Yon.


Tidak lama kemudian pandangnya teralihkan kepada rombongan suatu perguruan yang mendekat kearah benteng perbatasan.


Salah satu dari mereka adalah seorang tetua bernama Zuan sang seorang master tingkat pelepasan awal.


Tujuan kedatangannya tidak lain karena suruhan ketua saktenya yang meminta agar jendral penjaga benteng perbatasan membiarkannya melewati tempat tersebut.


Tidak terima akan permintaan semena-mena tersebut, jenderal memerintahkan pasukannya untuk mengusir orang-orang tersebut.


Disaat situasi menengang, muncullah seorang kultivator tingkat pelepasan 1 yang membuat pihak tetua Zuan sang ragu untuk menyerang.


"Jika bukan karena permintaan ayah ku, maka saat ini sakte iblis darah akan kehilangan satu lagi orang kuatnya"


Ujar pendekar tingkat pelepasan 1 dengan nada dingin.


Zuan sang tidak disangka malah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan tersebut.


"Hahahaha..! Cih... Ingin membunuh ku, mengapa tidak datang kesini dan mencobanya?"


Zuan sang membalas perkataan pria tersebut dengan nada merendahkan.


"Huh.."


"Ada baiknya kau bergegas pulang menuju sakte mu, langit telah mengirimkan hukuman kalian dengan rusaknya sakte serta hilangnya pemimpin kalian


Apa tikus seperti mu masih memiliki keberanian untuk menantang ku?"


"bajingan..! Aku harap kau tidak membodohi ku.!"


Timpal Zuan sang dengan nada kesal.


Ia memimpin murid-muridnya mundur meninggalkan benteng perbatasan dengan wajah kesal.


"Dang fu.. apa perkataan mu tadi sungguhan?"


Jendral yang sedari tadi diam kini bersuara.


Dang fu mengangguk pelan kemudian menjelaskan hal tersebut kepada jendral.


2 hari yang lalu informan keluarga Dang mengabarkan perihal pilar raksasa yang menancap tepat ditengah-tengah sakte iblis darah.


Aura mengerikan dari pilar tersebut semacam senjata roh yang mampu menghancurkan roh seseorang.

__ADS_1


Pancaran aura pilar itu juga mengundang gelombang monster yang tidak henti menyerang sakte iblis dan menewaskan banyak murid-murid ditempat tersebut.


Pagi harinya, banyak master tersembunyi datang dan mencoba untuk memurnikan pilar aneh itu, akan tetapi tidak ada yang sanggup memurnikannya.


Hingga beberapa jam yang lalu muncul seorang wanita yang memiliki kultivasi tak terukur datang meratakan sakte tersebut tanpa ampun.


Ia membawa pergi pemimpin sakte serta pemilik takdir raja dewa bersamanya.


Hal tersebut membuat banyak musuh dari sakte iblis darah bermunculan dan menggunakan kesempatan tersebut untuk membalaskan dendam mereka.


"Saat ini....sakte iblis darah akan lenyap selamnya"


Sambung Dang fu dengan wajah penuh harapan.


Dilain sisi, Lan wu yang mengamati dari langit segera menggunakan komunikasi batin untuk menghubungi Bingxue.


Ia akhirnya menemukan keberadaan Bingxue yang berada di sebuah hutan tidak jauh dari istana laut awan.


Lan wu bergegas cepat menuju ke lokasi Bingxue seraya berharap bahwa Wu Jia tidak mengalami luka serius akibat bakat miliknya diserap.


"Tuan..!"


Bingxue memanggil Lan wu yang melintas melewatinya.


Mendengar suara Bingxue, ia pun segera berbalik dan mendarat tepat dihadapan Bingxue.


"Apa kau terluka?"


Tanya Lan wu dengan wajah serius.


Dengan senyum manis, Bingxue menggeleng.


"Hufff.. syukurlah"


"Tuan muda sedang beristirahat didalam gua, meskipun tidak mengalami luka serius. Namun akibat proses penyerapan terus-menerus membuat tuan muda kehilangan ingatan serta meridianya rusak."


Lan wu nampak terdiam sejenak mendengar perkataan Bingxue. Ia mengarahkan tangannya kemulut gua bersamaan dengan terpental nya sosok pria berumur 40 tahun kehadapan Lan wu.


Pria tersebut nampak begitu ketakutan menatap wajah Lan wu yang nampak seperti iblis.


"Kau... Kau.. tidak bisa.. membunuh ku.. aku adalah pengikut leluhur Jia.. kau.. tidak bisa membunuh ku.."


Pria tersebut dengan suara terputus-putus, merangkak mundur menjauhi Lan wu.


"Bahkan jika kau anak dari dewa aku akan tetap membunuh mu!"


Lan wu mengarahkan api iblis miliknya kearah pria tersebut.


Melihat api mengerikan Lan wu, ia mencoba untuk melarikan diri. Namun hal tersebut sia-sia. Api iblis menyelimutinya dan membakar dirinya hidup-hidup.


Teriakan lirih bercampur kesakitan memecahkan keheningan ditempat tersebut.


Segera Lan wu menebas kepala pria tersebut sesaat sebelum api iblis membakar kepalnya.


"Kirimkan ini kepada kaisarJia An, aku yakin dia akan mengenali ku nanti"


Ujar Lan wu bersamaan dengan perginya Bingxue membawa kepala pria yang dibunuh oleh Lan wu.


Dengan wajah tegang penuh rasa bersalah, Lan wu berjalan memasuki gua dan terus menyusuri nya hingga berada ditempat paling dalam dari gua tersebut yang dimana terdapat Wu Jia.


Tubuh Lan wu sontak kaku mendapati tubuh kurus bocah laki-laki tersebut. Wajah teduh yang begitu mirip dengan Lan wu menyiratkan kepedihan dan rasa sakit.

__ADS_1


"Kau sudah banyak menderita nak... Aku tidak menyangka bahwa wanita tersebut bisa Setega ini terhadap darah dagingnya.."


Kepalan tangan Lan wu bergerak menghantam dinding gua dan menyebabkan kerusakan pada dinding tersebut.


Ia menarik nafas dalam-dalam kemudian mencoba untuk mengendalikan dirinya.


"Aku berjanji akan selalu menjagamu mulai dari sekarang apapun yang terjadi, bertahanlah.."


Lan wu menyalurkan api suci miliknya kepada Wu Jia, ia meletakkan tubuh bocah tersebut kedalam bola api berukuran sedang untuk menyembuhkan luka-luka dalam serta fisik.


Setelah menunggu selama hampir seharian penuh. Lan wu memutuskan untuk mencari monster di sekitarnya dan mengisi perutnya yang dari tadi berbunyi.


Ia menempatkan boneka miliknya di sisi Wu Jia sebelum keluar, serta memasang segel formasi dari luar gua.


Dilain tempat, terlihat kaisar Ning tengah berbincang serius dengan para penasihat kerjaannya serta beberapa ketua sakte yang diantaranya adalah seorang wanita berusia sekitar 30 tahun.


"Berita ini telah menyebar luas dalam waktu singkat, aku rasa kita harus menentukan pilihan yang tepat sebelum melangkah lebih jauh.."


Ujar seorang pria yang nampak begitu serius.


Sosok tersebut adalah legenda serta salah satu dari orang terkuat di kekaisaran Ning pada era ini, Mong we atau yang lebih dikenal sebagai tetua 13 dari istana laut awan.


"Tapi, apa kalian yakin bahwa itu adalah perbuatannya..?"


Kaisar Ning nampak meragukan apa yang ia dengar mengenai situasi yang terjadi di sakte iblis darah.


"Tidak ada satupun orang di dunia ini yang berani menyerang sakte mengerikan itu secara langsung terlebih lagi bisa memusnahkan pemimpin mereka.


Aku sangat yakin bahwa ini ada keterkaitannya dengan orang itu.."


Ujar Mong we dengan wajah serius.


Kaisar Ning dan para penasehatnya kini larut dalam pikirannya masing-masing.


"Aku tidak ingin membahas hal ini terlebih dahulu, namun aku yakin jika hilangnya pangeran Wu Jia dari sakte iblis darah adalah isyarat akan sebuah bencana besar yang akan terjadi.."


"Aku paham itu yang mulia, itulah mengapa aku mengusulkan agar memancing keluar orang ini secara langsung. Berdasarkan dari situasi nya saat ini.. aku yakin bahwa dia pasti akan berusaha akan melakukan apapun untuk menyembuhkan kondisi dari pangeran Wu Jia..


Pada saat itulah kita bisa menggunakan kelemahan ini untuk menangkapnya"


Saran dari Mong we tidak terlalu buruk bagi kaisar Ning, ia akhirnya menerima hal tersebut dan meminta agar Mong we sendiri yang mengurusnya.


..


Uhh...!


Lan wu mengarahkan pandangannya menatap kearah asal suara tersebut dengan perasaan yang begitu senang.


Ia sontak mendekati Wu Jia yang perlahan-lahan membuka matanya.


Pandangan kabur Wu Jia perlahan-lahan berubah menjadi jernih hingga ia bisa melihat sosok pria yang berdiri dihadapannya.


"Bagaimana perasaan mu Nak...?"


Lan wu memegangi bahu Wu Jia seraya memeriksa kondisi anaknya dengan hati-hati.


Wu Jia yang baru menyadari bahwa hal tersebut bukanlah mimpi, segera memeluk Lan wu dengan erat membuat Lan wu seketika diam tak bergerak.


Ia mendengar nafas berat serta isak kecil yang coba disembunyikan oleh Wu Jia.


"Maaf... Aku membuat mu begitu menderita.."

__ADS_1


Lan wu berucap perih meraya mengepalkan tangannya dengan kuat.


__ADS_2