Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
informasi kecil


__ADS_3

Lan wu tampak terdiam seiring dengan perginya prajurit-prajurit dari sungai tersebut meninggalkan Lan wu yang menatap sunyi kearah langit.


"Dunia macam apa ini..? Apakah keluarga tidak lebih berharga dari kekuatan dan kemewahan..?"


Ujarnya penuh tanya.


Setelah selesai, Lan wu pun beranjak menuju area kemah yang terlihat sudah ramai akan para prajurit dari istana persik abadi dan istana Shandian.


Hal yang membuat tertarik Lan wu adalah kebersamaan para prajurit tersebut. Tidak ada perbedaan kelas atau pangkat, bahkan jendral pasukan Shandian ikut bergabung dengan kelompok prajurit tersebut menikmati api unggun serta arak di cawan mereka.


"Saudara...! Marilah bergabung.."


Ajak seorang prajurit seraya mengangkat tangannya yang menegang cawan kosong.


"Hey.. Jangan sembarang. Tuan Bai merupakan orang dekat ratu Linhua, jangan samakan dia dengan kita.."


Potong prajurit yang duduk bersebelahan dengan jenderal pasukan Shandian.


"Hahahaha.. saudara prajurit terlalu sungkan, aku bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan jenderal serta prajurit seperti kalian yang mengorbankan nyawa demi kedamaian rakyat"


Balas Lan wu yang kemudian duduk bersama para prajurit tersebut.


"Pemikiran saudara Bai sangat murni, aku sungguh merasa senang bertemu dengan anda. Oh ya, nama ku Shenli.."


Ucap jenderal pasukan Shandian seraya memberikan cawan setelah diisikan arak olehnya pada Lan wu.


Lan wu menerima cawan tersebut kemudian bersulang bersama-sama sebelum akhirnya meminum arak tersebut.


"Ahh...! Luar biasa, sudah lama aku tidak merasakan arak seperti ini.."


Lan wu tersenyum lebar kemudian meminta prajurit yang berdekatan dengan guci arak agar mengisi lagi cawannya.


"Wahh.. taun Bai benar-benar pecinta arak"


"Hahahaha.. aku tidak bisa menyangkalnya.."


Lan wu tertawa lepas mendengar perkataan salah satu prajurit disebelahnya.


"Oh ya saudara Shenli, ku dengar bahwa acara perburuan adalah acara besar yang digelar setahun sekali..


Apa itu begitu penting sehingga diikuti oleh orang-orang dari 10 kekuatan utama?"


Tanya Lan wu yang mendadak penasaran.


"Hmmm.. bisa dibilang itu adalah kompetisi adu kuat antara 10 istana. Akan tetapi sayangnya setelah 3 tahun belakangan hanya tersisa 4 istana yang aktif dalam acara perburuan ini.."


Jawab Shenli yang menanggapi pertanyaan Lan wu.


"Aku juga dengar bahwa alasan istana lain tidak ikut serta dikarenakan insiden besar 3 tahun lalu.. apa itu benar jenderal Shenli?"


Sambung beberapa prajurit yang juga penasaran.

__ADS_1


"Ya.. sudah bukan rahasia lagi bahwa 6 istana lainya mendadak berubah menjadi reruntuhan tanpa penghuni. 4 istana yang tersisa sedang menyelidiki hal tersebut namun tidak ada tanda-tanda keberhasilan.."


"Kami menduga bahwa insiden ini berhubungan dengan ras iblis.."


"Sangat di sayangkan bahwa hal tersebut terjadi. Jika saudara tertarik mengapa tidak mengunjungi salah satu reruntuhan istana dan mengikuti ujian pewaris tahta?"


Shenli memotong keluhan Lan wu yang seketika membuat Lan wu terkejut akan perkataan Shenli tentang ujian pewaris.


"Apakah ada hak semacam itu..?"


Heran Lan wu bercampur ketertarikan.


"Tentu saja. Akan tetapi ujian pewaris tahta tentu saja tidak mudah, sudah ribuan kultivator hebat mencoba akan tetapi tidak berhasil. Bahkan pangeran pertama istana Shandian tidak mampu melakukannya.."


Jelas Shenli yang sebelumnya telah diprediksi oleh Lan wu.


"Tidak ada salahnya jika mulai membangun kekuatan untuk diriku sendiri kan? Tapi, hais.. nanti saja baru dipikirkan"


Pikir Lan wu dengan eskpresi bodoh.


..


Keesokan harinya mereka kembali mengemas barang-barang dan melakukan pengecekan anggota sebelum melanjutkan perjalanan.


Sama seperti sebelumnya, Cei Hua menumpang di kereta milik pangeran ketiga ditemani oleh jenderal Shenli yang menjadi kusir dari monster spritual yang menarik kereta tersebut.


Lan wu akhirnya menyadari adanya perubahan sikap Cei Hua yang seperti menjauhi dirinya. Sebelumnya ia hendak mengajak Cei Hua untuk bersama menyaksikan bintang dipinggir sungai. Namun, dengan dinginnya Cei Hua menolak.


Ia juga secara sengaja menggandeng tangan pangeran ketiga didepan Lan wu meskipun masih terlihat raut terpaksa diwajahnya.


Panggil Yisun yang menyadarkan Lan wu dari lamunannya.


"Bisakah anda pergi bersama ku terlebih dahulu.."


Sambung Yisun yang mengisyaratkan bahwa ada ancaman yang menunggu rombongan mereka didepan.


"Baiklah aku mengerti.. Xianli dan Xianlu tolong mengawasi rombongan ya.."


Balas Lan wu kemudian melompat terlebih dahulu kearah depan.


Didalam kereta kuda terlihat pangeran ketiga yang sedikit keheranan melihat Lan wu dan Cei Hua yang terbang mendahului rombongan.


"Apa ada sesuatu..?"


Ucap pangeran ketiga dengan nada yang sedikit dibesarkan.


"Sepertinya tuan Bai dan jenderal Yisun hendak membersihkan jalan kita didepan"


Jawab Shenli yang juga menyadari hal tersebut.


"Benarkah ada pengganggu..? Bahkan aku tidak merasakan apa-apa.."

__ADS_1


"Bisa dibilang bahwa tingkat roh tuan Bai dan jenderal Yisun lebih tinggi dari kita.


Itulah mengapa dengan jarak yang jauh kesadaran ilahi mereka bisa mendeteksi adanya ancaman"


Jelas Shenli.


Mendengar penjelasan dari jenderalnya, pangeran ketiga seketika terdiam sejenak.


Ia tidak menyangka bahwa Lan wu yang tingkat kultivasi jauh dibawahnya bisa memiliki hak seperti itu.


"Kau pergilah dan bantu mereka..."


Ujar pangeran ketiga.


Shenli dengan wajah tenang mengangguk kemudian melesat dari duduknya menyusul Lan wu dan Yisun yang sudah terlebih dulu pergi.


Dilain sisi kini Lan wu dan Yisun telah sampai ditempat yang menghasilkan aura ancaman tersebut.


"Tidak ada apa-apa disini, apa aku salah..?"


Tanya Yusin kembali memeriksa dengan kesadaran ilahi miliknya.


"Kau tidak salah.. akan tetapi orang ini bukanlah sosok biasa yang bisa kita tangani.."


Jelas Lan wu dengan ekspresi serius dibaluti aura singa iblis yang membuat Yisun sedikit terkejut.


"Tuan Bai...."


Ia tidak mampu melanjutkan perkataannya setelah melihat dengan jelas wajah serius dari Lan wu.


Kali pertama bagi Yisun melihat Lan wu dalam keadaan seperti sekarang.


Perasaan penindasan yang sangat kuat diiringi oleh aura berwarna hitam yang menyelimuti tubuhnya membuat Lan wu terlihat seperti salah satu bangsawan dari ras iblis.


Lan wu kini tampak memejamkan matanya seraya bergumam kecil.


Yisun tidak bisa mendengar apa yang digumamkan oleh Lan wu walaupun ia menggunakan seluruh kemampuannya mencoba menerobos kobaran aura singa iblis yang menutupi Lan wu.


Setelah beberapa kemudian, Lan wu kembali menetralkan auranya bersamaan dengan Shenli yang berhasil sampai.


"Apa yang terjadi..?"


Tanya Shenli merasa bahwa dirinya melewatkan adegan penting.


"Aku tidak bisa merasakan apa-apa. Namun tuan Bai sepertinya menyadari sesuatu. Kita tunggu saja apa katanya.."


Jelas Yisun menatap Lan wu yang masih terdiam dengan tatapan tajam.


"Yisun, saudara Shenli.. sepertinya kita akan berpisah disini.."


Ucap Lan wu yang membuat kedua orang tersebut keheranan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi tuan Bai...?!"


Tanya keduanya hampir bersamaan.


__ADS_2