Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Kembali 2.35


__ADS_3

Setiba di portal tersebut, lan wu segera meminta naga emas untuk mengaktifkan portal itu. Rasanya ia sudah sangat tidak sabar untuk segera turun ke alam fana. Sebelum mengaktifkan portal, naga emas menjelaskan beberapa hal kepada lan wu terkait tujuan dari portal ini dan cara agar lan wu dapat naik ke alam dewa jika ia hendak ke alam dewa.


"Ada kemungkinan kau akan berada di kekaisaran Ning atau kekaisaran Yon, karena portal kenaikan hanya terdapat di dua kekaisaran itu sedangkan di kekaisaran Qin sama sekali tidak terdapat portal kenaikan atau sejenisnya" ucap naga emas sembari menatap lan wu.


"Bukan masalah, dengan bantuan elang muda aku yakin akan Samapi ke pedang dewa dalam waktu singkat" jawab lan wu mantap.


Lan wu juga berpesan agar naga emas memberitahukan kepergiannya kepada ketua teratai putih dan elang batu, tidak lupa juga ia meminta naga emas untuk menyuruh Chu Tian agar menyusulnya ke alam fana.


"Untuk Chu Tian aku rasa kau dapat menyuruhnya kesini dengan menggunakan komunikasi roh, ia tentu akan mendengarkan perintah mu yang merupakan majikannya" ujar naga emas menyadarkan lan wu.


"Baiklah aku akan mencobanya" ujar lan wu seraya memulai komunikasi roh.


Benar saja, tidak lama setelahnya ia berhasil berkomunikasi dengan Chu dan mengatakan tujuannya untuk pergi ke alam fana. Lan wu menyuruh Chu untuk datang secepatnya ke portal kenaikan.


"Tuan, aku tengah melakukan pelatihan di menara sejak anda pergi menuju isatana ras harimau petir, mungkin aku akan menyelesaikan pelatihan  sekitar seminggu lagi" jelas Chu lewat komunikasi roh.


"Baiklah, segera selesaikan latihan mu dan menyusul ku ke alam fana" ucap lan wu mengakhiri komunikasi roh.


Ia segera menyuruh naga emas untuk mengaktifkan portal tersebut. Berselang bebera saat setelah naga emas mengaktifkan portal kenaikan, nampak portal tersebut di selimuti oleh cahaya putih. Lan wu segera melompat masuk kedalam portal kemudian hilang bersamaan dengan cahaya portal yang memudar.


Naga emas menghela nafas seraya memandang portal di depannya sesaat sebelum melompat ke udara.


Sekeliling lan wu kini di penuhi oleh cahaya yang membuatnya tidak bisa melihat, beberapa saat setelahnya lan wu dapat melihat sebuah portal yang berada di depannya. Senyuman nampak menghiasi bibir lan wu yang kini melangkah pelan mendekati portal tersebut. Kaki kanan lan wu kini telah menapak di luar portal, mendadak ia merasakan beberapa energi petarung yang berdiri di luar portal.


Benar saja, terlihat 3 orang tetua di tambah 2 gadis yang sepertinya merupakan murid dari salah satu perguruan tengah berdiri sembari menatap heran ke arah lan wu. Lan wu memasang senyum seraya menyapa orang-orang tersebut dengan sopan.


"Salam senior sekalian.. kalau boleh tau ini dimana?" Tanya lan wu seraya memberi salam.


Dengan tatapan penuh selidik akhirnya salah satu tetua menjawab pertanyaan lan wu. "Ini di wilayah kekaisaran Yon, tepatnya di area sakte pedang besi" jelas salah satu tetua tersebut.


"Kalau boleh tau siapakah kau, dan mengapa bisa keluar dari portal kenaikan? Apakah portal kenaikan sudah bisa di gunakan?" Tanya salah satu tetua tersebut dengan antusias.

__ADS_1


Lan wu sedikit bingung untuk menjawab pertanyaan tetua tersebut. " Emh..aku juga tidak mengetahuinya, tiba-tiba saat aku tersadar aku sudah berada di dalam portal itu" jawab lan wu dengan wajah yang di buat-buat.


"Jangan berbohong.! Jelas-jelas portal tersebut berhubungan dengan alam atas, aku sangat yakin bahwa kau merupakan orang atas yang turun ke alam ini" bentak salah satu gadis yang berada di depan lan wu.


Lan wu semakin bingung untuk menyelesaikan situasi tersebut. " Sungguh aku tidak membohongi kalian, jika aku memang berasal dari alam atas untuk apa aku masih berdebat dengan kalian di sini?" Ujar lan wu tersenyum tenang.


"Apa maksud mu?!" Nada gadis tersebut terdengar geram.


"Maksud ku akan sangat mudah bagi ku untuk menghabisi kalian semua, jika memang aku berasal dari dunia atas" sambung lan wu dengan nada tenang.


"Kau berani menantang sakte pedang besi?! Kau akan membayarnya dengan nyawa mu.!" Gadis tersebut menerjang lan wu dengan cepat.


Setidaknya pelatihan gadis tersebut berada di tingkat dewa awal. Lan wu sebenarnya tidak kesulitan untuk menghindari serangan gadis tersebut, namun ia memilih untuk sedikit berekting agar para tetua tersebut tidak semakin curiga kepadanya. Lan wu mengurangi seranganya tepat ketika tinju mereka beradu.


Lan wu terpukul mundur beberapa langkah akibat serangan tersebut.


"Bagaiamana apakah kalian sudah percaya bahwa aku bukan berasal dari alam atas?" Tanya lan wu sembari memasang muka kesakitan.


"Baikalah, namun kau harus ikut dengan kami menemui ketua sakte untuk mendengar keputusannya" jelas salah satu dari tiga tetua tersebut.


Dengan berat hati akhirnya lan wu menuruti perkataan tetua tersebut. Tidak jauh dari portal kenaikan terdapat sebuah sakte yang cukup besar. Lan wu segera memasuki sakte tersebut dan di giring menuju aula utama tempat ketua sakte berada. Tatapan dari para murid dan tetua yang berada di aula tersebut membuat lan wu sedikit canggung, di sisi lain ia begitu penasaran dengan sakte pedang besi yang belum pernah di dengar olehnya saat perang besar beberapa tahun lalu.


"Sepertinya sakte ini baru berdiri.." pikir lan wu seraya menatap tenang ke arah depan.


Tibalah ia di ruangan ketua sakte. Terlihat sekitar 8 orang tetua dan 2 orang sesepuh telah berada di ruangan tersebut. Tidak lama kini muncullah seorang pemuda yang seumuran dengan lan wu datang dari arah belakang kemudian duduk di kursi yang bertuliskan ketua.


Lan wu sedikit kaget mengetahui ketua sakte yang masih berusia sangat muda.


"Paman Yogi mengap kau membawa orang ini kepada ku? Terlebih lagi aku tidak mengenalinya" ujar ketua sakte seraya menatap lan wu yang kedua tangannya di belenggu oleh rantai energi.


"Ketua sakte, kami menemukanya berada di dalam portal kenaikan. Dia mengatakan bahwa dia tidak sadarkan diri dan tidak tau jika ia telah berada di portal kenaikan" jelas tetua Yogi sedikit membungkuk.

__ADS_1


Mendengar penjelasan tetua Yogi sontak para tetua tersebut saling berbisik seraya menunjuk lan wu beberapa kali, di sisi lain nampak ketua sakte yang menatap lan wu sembari memegang ujung dagunya. Ia terlihat seolah sedang membaca tingkat pelatihan lan wu.


"Apakah benar yang di katakan oleh paman Yogi?" Tanya ketua sakte tersebut dengan nada tenang.


"Benar ketua, aku sama sekali tidak ingat mengapa aku bisa berada di dalam portal tersebut. Seingat ku beberapa hari lalu aku tengah terluka akibat menghadapi beberapa kawanan perompak sewaktu menjalankan misi" ujar lan wu dengan muka yang di buat-buat.


"Jika begitu kau pasti ingat asal mu, katakan padaku asal sakte mu?" Tanya ketua tersebut kali ini dengan nada serius.


Lan wu dapat merasakan aura petarung yang keluar dari tubuh ketua tersebut. Ia tersenyum sesaat sebelum akhirnya menjawab pertanyaan ketua sakte tersebut. "Aku berasal dari istana awan biru, nama ku sein" ujar lan wu sontak membuat ketua dan para tetua di aula tersebut begitu terkejut.


Ketua pedang besi segera menyuruh tetua Yogi untuk melepaskan belenggu di tangan lan wu usai mendengarkan asal sakte lan wu. Mereka sangat mengenal istana awan biru, terlebih lagi soal tetua 13 yang merupakan panglima dari ras naga telah tersebar luas di seluruh wilayah barat.


"Maafkan ketidak sopanan dari ku, aku sungguh tidak mengetahui bahwa suadara sein berasal dari laut awan" ujar ketua tersebut dengan nada ramah.


Lan wu tersenyum seraya menatap ketua pedang besi. " Jika tidak ada hal lain, aku pamit undur diri" ujar lan wu memberi salam. Ketua pedang besi menyuruh Yogi untuk mengantar lan wu sampai di gerbang keluar, dan memberikan lan wu beberapa bekal untuk di gunakan dalam perjalanannya.


Berangkatlah lan wu dan Yogi menuju gerbang keluar yang berjarak sekitar 10 menit perjalanan. Di perjalanan lan wu menanyakan kondisi di kekaisaran Yon selepas perang besar beberapa tahun lalu. Yogi menjelaskan bahwa lepas perang besar, kekaisaran Yon kembali seperti semula, namun beberapa hari terakhir terjadi perselisihan antara sakte yang mengikuti perang besar dan sakte yang tidak terlibat dalam perang.


Mereka menuntut agar sakte yang tidak terlibat dalam perang besar di usir keluar dari kekaisaran Yon, suasana sedikit kacau hingga kaisar meminta bantuan dari pedang dewa dan istana laut awan untuk membantu menyelesaikan permasalah tersebut.


"Lalu apakah masalah tersebut telah selesai?" Tanya lan wu sedikit penasaran.


"Untunglah begitu, meski terdapat beberao sakte yang tidak puas akan keputusan tersebut" jelas Yogi dengan raut sedih.


"Sakte yang tidak terlibat dalam perang, harus membayar pajak dua kali lipat dari sakte-sakte yang terlibat dalam perang besar, hal tersebut jelas membuat sakte yang tidak terlibat dalam perang sangat kesulitan. Banyak yang terpaksa meninggalkan kekaisran Yon dan membubarkan sakte, sebagian memilih bertahan dan membayar pajak tersebut, dan sakte pedang besi salah satunya" sambung Yogi seraya menghela nafas.


"Berkat isatana awan biru, kami berhasil mendapat keringanan meskipun tidak sebesar yang kami harapkan, namun tetap saja kami sangat terbantu"


"Sepertinya kita harus berpisah di sini, saudara sein mohon sampaikan salam kami kepada ketua Ning" ujar Yogi seraya memberi salam.


Lan wu mengangguk sebelum akhirnya berlari kencang meninggalkan gerbang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2