Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
tantangan Xuya!


__ADS_3

"Telapak tangan iblis..?!" Tanya seluruh orang dengan nada tidak percaya.


"Bagaimana mungkin murid dari sakte gerbang langit memiliki kemampuan yang begitu mengerikan..?" Ucap Jian yang juga terkejut melihat tehnik peserta kompetisi.


"Sebenarnya aku lebih tertarik dengan pemuda yang memegang pedang putih itu" sambung Lan wu mengarhkan pandangannya ke sisi kiri.


"Apakah murid dari sakte elang surgawi bisa mengalahkan murid dari gerbang surga?" Tanya Yiyi dengan nada penasaran.


"Pedang yang dipegang anak itu berasal dari energi murni yang dibentuk oleh seorang ahli. Kemampuannya tentu tidak biasa, terlebih lagi energi pedang itu masih ditahan..."


Penjelasan Lan wu tertahan usai kedua peserta kompetisi mengadu jurus mereka.


Tekanan hebat dan serangan aura terasa begitu pekat hingga mampu melukai roh murid-murid yang menonton.


Lan wu dengan terpaksa mengeluarkan energinya untuk melindungi seluruh orang-orang diarena.


"Huh..?!" Kaget Lan wu merasakan adanya gejolak tinggi dari energi kedua peserta diarena.


Murid dari sakte gerbang langit nampak bertransformasi menyerupai iblis dengan sorot mata berwarna merah dan energi gelap yang menyelimuti tubuhnya.


Disisi lain murid dari elang surgawi nampak dikelilingi oleh energi berwarna emas, belakang murid tersebut terdapat sebuah yang kemudian berubah menjadi sebuah pedang berukuran raksasa.


"Tetua Feng...! Hentikan kedua murid tersebut..!" Teriak Lan wu dengan nada keras.

__ADS_1


Ucapan Lan wu membuat beberapa orang menentangnya, bahkan mereka juga mendesak agar tetua Feng untuk tidak bergerak.


"Cihh...! Kalian yang minta.." keluh Lan wu seraya menutupi seluruh arena dengan tembok api iblis.


Ledakan hebat kembali terjadi di susul dengan serangan roh yang berhasil membuat beberapa murid yang menonton kehilangan kesadarannya.


"Apa yang terjadi kaisar...?!" Teriak Sun er setelah melihat beberapa tetua disampingnya kehilangan kesadaran.


"Bukankah sudah ku bilang untuk menghentikan pertandingan mereka? Serangan mereka bukan hanya beradu fisik, namun juga roh..


"Biasanya hanya seorang ditingkat dewa bintang 6 yang memiliki kemampuan roh begitu kuat, namun kedua bocah ini berbeda.


Selain unsur pelatihan yang bertentangan, aku menduga bahwa mereka mewarisi kemampuan kuno dari dua kultivator yang memiliki hubungan..." Jelas Lan wu seraya menetralkan energinya.


"Kau...! Siapa yang berani mengganggu pertaruangan kami..?!" Tanya dua wujud roh dari kedua murid diarena yang telah kehilangan kesadarannya.


Lan wu melesat cepat keatas arena dengan tatapan tajam.


"Jika kalian masih membuat keributan, maka aku akan melenyapkan kalian..!" Ancam Lan wu seraya mengeluarkan aura neraka miliknya dan berhasil membuat seluruh orang di tempat tersebut ketakutan.


"Aura ini...?! Kau... apakah kau memiliki hubungan dengan kaisar langit..?" Tanya kedua roh tersebut dengan nada tertekan.


"Kalian tidak pantas mengetahuinya, aku hanya mengingatkan bahwa kedua anak ini berada dalam perlindungan ku. Jika kalian memiliki niat jahat maka aku akan melenyapkan kalin" tegas Lan wu dengan nada dingin.

__ADS_1


"Kami...mohon maaf, namun masing-masing dari kedua anak ini memiliki takdir bersama kami. Aku harap kau tidak menghalangi takdir tersebut..." Ucap roh yang dipenuhi aura positif.


"Terserah... hilanglah dari pandangan ku.!" Balas Lan wu bersamaan dengan masuknya kedua roh tersebut ketubuh dua peserta kompetisi.


Dua ketua sakte dari murid-murid itu sontak mengucapkan terimakasih atas apa yang Lan wu lakukan.


Lan wu kembali ketempat duduknya seraya para tetua memperbaiki arena yang telah rusak.


Pertandingan kembali dilanjutkan dimana pada pertandingan kali ini untuk memutuskan pemenang dari kompetisi antar 5 sakte besar.


Pertaruangan final dimenangkan oleh Xuya setelah bertarung sengit melawan murid berbakat gunung persik. Xuya menjadi jenius no 1 dalam pertandingan tersebut dan berhasil mendapatkan banyak perhatian.


"Baiklah...dengan ini aku menyatakan bahwa Xuya menjadi pemen..." Ucapan Feng tertahan setelah melihat Xuya mengangkat tangannya.


"Adapa Xuya?" Tanya Feng dengan ekspresi heran.


"Aku ingin menantang seseorang, apakah boleh?" Tanya Xuya tersenyum tipis.


"Ah... berhubung sudah tidka ada lagi pertandingan, mungkin keinginan mu bisa dipenuhi selama orang yang kau tantang bersedia" jelas Feng didukung seluruh orang yang menonton.


"Hehe..aku ingin menantang pendekar pedang sunyi, keluarlah pengecut..!" Teriak Xuya seraya menunjuk kearah Lan wu yang tersendat nafasnya.


"Hahahaha... menarik, sudah lama aku tidak melihat tehnik pedang dari yang mulia" sambung ketua gunung persik yang tersenyum kearah Lan wu.

__ADS_1


"Hehehe... apakah kau takut bocah..?" Ejek Jian memanasi Lan wu.


__ADS_2