
Hari kedua tidak terasa sudah datang, cuaca hari ini begitu mendung diiringi oleh gerimis kecil.
Lan wu yang tengah duduk disebuah restoran seraya menikmati arak, terlihat memandang tenang kearah luar tempat dimana beberapa orang berlalu-lalang dengan buru-buru.
"Seharusnya perburuan berlangsung besok, aku sedikit penasaran dengan kegiatan Cei Hua saat ini.."
Pikir Lan wu seraya tersenyum kemudian meneguk arak di cangkirnya.
Tidak jauh darinya terdapat 2 orang yang terdiri dari pria dan wanita yang juga menikmati hidangan mereka.
Dari pakaian yang mereka gunakan, Lan wu dapat memastikan bahwa keduanya berasal dari sebuah keluarga bangsawan.
"Tingkat mereka setidaknya lebih tinggi dari anda master. Jangan mencari masalah dengan mereka.."
Ujar pedang hitam yang membaca niat Lan wu.
"Hahahaha.. kau cukup peka ya, kira-kira jika aku bertarung satu lawan satu dengan mereka seberapa besar peluang untuk menang..?"
"Kurang dari 30%"
"Uhuk..! Apakah kau tidak bisa berbohong sedikit.."
Timpal Lan wu dengan perasaan campur aduk.
"Yap... setidaknya ada dua kandidat cocok untuk istana kabut ku.."
Ujar Lan wu kembali tersenyum tipis.
Ia kemudian mendekati keduanya lalu duduk tanpa permisi.
Kedua orang tersebut tampak terganggu dengan kemunculan Lan wu yang mendadak.
Ekspresi serta hawa yang dirasakan Lan wu cukup untuk membuat orang-orang di sekitar mereka menjauh.
"Siapa tuan ini.. apakah tidak ada tempat lain sehingga duduk disini..?"
Tanya seorang pria dengan nada tenang namun tersirat ancaman.
"Hanya pendatang baru. Apa aku bisa bergabung dalam tim kalian dan mengikuti acara perburuan..?"
Tanya Lan wu dengan senyum tenang.
"Kualifikasi anda tidak memadai. Mohon pergi dari sini.."
Balas pria tersebut yang kini menggenggam pedang miliknya diatas meja.
"Aku tidak akan merepotkan kalian, lagian jumblah kalian terlalu sedikit untuk berpartisipasi dalam acara perburuan ini.."
"Kakak seperguruan ku memiliki kemampuan setara dengan pemimpin istana. Mengenai orang lainnya.. dapat dengan mudah aku atasi.."
"Benarkah...?!"
Kini dibelakang Lan wu muncul kepala dari singa iblis yang memancarkan aura mengerikan beriringan dengan Lan wu yang tersenyum tenang.
__ADS_1
"Hmmm.. menarik.."
Ujar Lan wu melihat wanita disebelah pria tersebut masih begitu tenang. Berbeda dengan pria didekat Lan wu yang telah melepaskan energi miliknya.
"Apa kau ingin mencari masalah..?!"
Pria tersebut kini tidak bisa lagi menahan amarahnya. Ia sontak berdiri dari duduknya kemudian mengarahkan ujung pedang ke leher Lan wu.
Lan wu menyikapi hal tersebut dengan tenang dan bahkan masih bisa tersenyum.
Ia kemudian menetralkan auranya lalu berdiri dari duduknya.
"Aku hanya menawarkan diri, sepertinya kita akan bertemu sebagai lawan dalam perburuan nanti.."
Sambung Lan wu melirik singkat kearah wanita disamping pria tersebut.
"Netralkan energi mu Yuanji.."
Wanita tersebut terlihat menghela nafasnya.
"Kakak senior Rong.. tapi.."
"Tidak apa-apa..."
Wanita tersebut kemudian mempersilahkan Lan wu untuk kembali duduk dan kemudian mengenalkan dirinya.
"Nama ku Niu Rong, murid inti dari perguruan membalik awan. Untuk alasan yang tidak bisa dikatakan, aku harus menolak permintaan saudara ini.."
Sambung wanita tersebut.
"Aku tidak tertarik dengan tim lain. Selain itu maksud utama ku adalah mengajak kalian bergabung dengan istana kabut milik ku, dalam kurun waktu tertentu istana milik ku akan sejajar dengan istana lainya di wilayah ras manusia.."
"Hahahahaha...! Kau sungguh pandai membual. Bahkan level mu lebih rendah dari kami, dan kau sudah berani berkata demikian.. benar-benar tau bagaimana caranya membuat orang tertawa..!hahahahaha..!"
Ejek pria disamping Lan wu yang tertawa terbahak-bahak.
"Maaf saudara, aku tidak bisa menerima tawaran tersebut. Aku hanya mengikuti seorang dengan kekuatan luar biasa dan bisa memberi arahan pada ku"
Sambung Niu Rong.
Hal tersebut akhirnya dipasrahkan oleh Lan wu. Terlebih lagi mungkin saja perkataan Lan wu barusan hanya dianggap omong kosong oleh Niu Rong.
"Sudah ku bilang master, mengumpulkan orang-orang yang serius dan setia pada anda tidaklah mudah. Selain itu anda harus meningkatkan kultivasi anda lebih jauh lagi"
Ucap pedang hitam yang ikut mengomentari Lan wu.
"Ya kau benar.. lagian ini hanya uji coba dan sudah ku prediksi hasilnya. Akan tetapi aku akan terus melakukan hal ini hingga menemukan satu tau dua pengikut istana kabut.."
Balas Lan wu seraya bangkit dari duduknya kemudian kembali ke mejanya.
Setelah cuaca kembali cerah, seorang prajurit datang menemui Lan wu untuk mengantarkannya menuju gerbang inti kota Nanren.
Ia kembali bertemu dengan Niu Rong dan pria tersebut tepat didepan gerbang inti kota.
__ADS_1
Kali ini Lan wu tidak seramah sebelumnya. Ia mengabaikan kedua orang tersebut yang berdiri berdekatan dengannya.
"Siapa diantara kalian yang bernama Bai xang..?"
Mendadak seorang penjaga gerbang berteriak seraya menyebutkan nama yang biasa dipanggil Cei Hua pada Lan wu.
"Aku.. ada apa?"
Balas Lan wu yang mengejutkan Niu Rong dan pria disampingnya.
Orang-orang yang ingin masuk juga tampak keheranan dengan situasi tersebut.
"Apakah anda memiliki token pengenal..?"
Tanya penjaga gerbang sedikit meragukan Lan wu.
Lan wu kemudian mengeluarkan token milik Cei Hua yang tidak sengaja ia dapatkan di kamar saat berada di kota petir.
"Ini...?!"
"Maaf tuan. Kami keliru hingga membuat anda kesusahan"
Ujar penjaga gerbang yang mengenali token milik Cei Hua.
"Yang mulia ratu istana persik abadi dan raja Nanren secara langsung memerintahkan kami untuk menyambut anda. Ratu juga berpesan agar anda menemuinya di kediaman tamu kehormatan yang terletak disisi kiri istana Nanren.."
Jelas penjaga gerbang dengan nada sopan.
"Aku akan mengantar anda.."
"Tidak perlu, aku bisa merasakan hawa keberadaan Cei Hua.. sebelumnya terimakasih karena sudah memberitahu ku.."
Lan wu kemudian mengeluarkan kristal spritual murni yang ia ambil dari istana kabut didalam cincin ruangnya.
"Tuan ini..."
Kaget penjaga gerbang yang melihat 5 kristal spritual murni ditangan Lan wu.
Ekspresi serupa ditunjukkan oleh Niu Rong dan pria disampingnya.
"Kakak, siapa dia sebenarnya..? Bahkan pemimpin istana tidak akan memberikan satupun kristal murni dengan gampangnya. Mengingat benda ini sangat langka dan begitu bermanfaat bagi kultivator semacam kita.."
Tanya pria tersebut pada Niu Rong.
"Aku tidak tau pasti, namun bisa memanggil ratu dingin seperti yang mulia Cai linhua dengan nama.. pasti bukanlah orang biasa.."
"Yunji mulai sekarang jangan terlalu memprovokasi nya, bisa saja perkataan sebelumnya akan terjadi saat acara perburuan berlangsung.."
Sambung Niu Rong yang didengar oleh Yuanji.
Setelah memberikan kristal murni pada penjaga gerbang, Lan wu mendadak hilang dari hadapan mereka tanpa jejak sedikitpun.
"Memang bukan orang sembarang.."
__ADS_1
Gumam penjaga gerbang dengan eskpresi kaget.