
Perjalanan menuju ke pusat kota tidaklah memakan waktu yang begitu lama, dan akhirnya lan wu telah sampai di pusat kota tersebut. Ia memutuskan untuk mencari atap yang cukup tinggi dengan tujuan agar Indra perasa miliknya dapat menjangkau di seluruh pusat kota tersebut. Lan wu tersenyum seraya melompat ke sebuah atap bangunan lalu segera memfokuskan Indra perasa miliknya.
Sepanjang lan wu menggunakan Indra perasa miliknya untuk menelusuri kota tersebut, ia seperti menemukan sebuah tempat yang tidak bisa di tembus olehnya, namun samar-samar lan wu merasakan energi beberapa pendekar berada di balik tempat yang di kelilingi oleh segel kuat tersebut. Lan wu beranggapan bahwasanya yiyi dan xuya mungkin berada di tempat tersebut.
"Bisa juga Kun dan xuliy berada di sana" pikir lan wu sembari membuka matanya.
Ketika lan wu bersiap untuk turun dari atap tersebut, mendadak beberapa pria mendarat di samping lan wu seraya menatap tajam ke arahnya. Tidak lama datanglah seorang pria mengenakan baju hitam berjalan dari belakang orang-orang tersebut dan kini telah berdiri satu langkah di depan lan wu. Wajah pria tersebut terdapat goresan pedang di bagian pipinya.
Dari sorot pria tersebut lan wu dapat memastikan bahwa ia merupakan seorang pengawal keluarga yang telah melewati ribuan situasi yang berbahaya. Sedikitpun tidak terlihat raut takut di wajahnya, padahal lan wu sedari tadi telah mengeluarkan sedikit aura neraka miliknya.
"Maaf tuan, anda telah masuk ke kediaman putra walikota tanpa izin. Mohon anda ikut dengan kami untuk menjelaskan kepada putra walikota" jelas pria tersebut seraya tersenyum ramah.
"Pantas saja.. maaf aku tidak begitu memperhatikan, namun kau dapat menyerahkan ini kepada putra walikota tersebut" ujar lan wu seraya melempar sebuah lencana yang terbuat dari emas dan bergegas melompat pergi dari hadapan pria tersebut.
"Jangan di kejar.!" Cegah pria tersebut.
Ia mengetahui pasti pemilik lencana tersebut. Pria itu menyuruh anggotanya untuk membawakan lencana tersebut kepada putra walikota sementara dia hendak mengikuti lan wu diam-diam. Anggotanya pun setuju dan segera bergegas turun dari atap tersebut.
**
Di sisi lain nampak yiyi dan xuya tengah menaiki sebuah kapal berwarna putih. Pada tiang kapal tersebut berkibar bendera kerajan kekaisaran Qin. Kapal tersebut memang di khususkan bagi anggota kerajaan bila hendak bepergian keluar negara, dan kapal tersebut di kawal oleh seorang jendral beserta 20 orang prajurit khusus untuk mastikan keselamatan para anggota kerajaan yang berada di kapal tersebut.
"Putri yiyi, apakah kaisar telah mengetahui keberangkatan anda?" Tanya jendral yang berjalan di sebelah yiyi.
"Ya, ayah ku telah mengetahui keberangkatan menuju kekaisaran emas biru" ujar yiyi dengan nada tenang.
__ADS_1
Jendral tersebut tidak lagi meneruskan pertanyaannya dan memilih untuk diam seraya mengantar yiyi sampai ke kamar yang telah di sediakan oleh jendral tersebut.
Akhirnya yiyi tiba di depan pintu kamar yang di maksud oleh jendral tersebut. Usai mengantar yiyi sampai di kamarnya, jendral tersebut pamit undur diri.
Yiyi bernajak masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat. Usai berbaring di ranjang, yiyi sedikit heran menatap xuya yang sedari tadi diam tanpa suara. Semenjak mereka berdua meninggalkan istana kaisar an. Xuya menjadi lebih pendiam dari biasanya, namun yiyi sedikitpun tidak menanggapi hal tersebut dan berfikir bahwa xuya hanya kelelahan akibat menempuh perjalanan jauh.
"Xuya, apakah kamu ada masalah? Atau mungkin kamu tidak setuju dengan cara ibu untuk pergi diam-diam dari ayah mu?" Tanya yiyi dengan wajah sedikit sedih.
Xuya masih tak bergeming mendengar pertanyaan yiyi. Ia terlihat larut dalam pikirannya sendiri.
"Ibu, bukankah ayah telah berjanji untuk mencari adik wu Jia, mengapa ibu tidak meniadakan ayah sendiri yang mengatasi hal ini? Selain itu aku merasa seperti ibu tidak lagi mempercayai ayah" ujar xuya memecahkan keheningan.
Yiyi sedikit kaget mendengar perkataan xuya, namun apa yang di katakan xuya tidaklah salah. Yiyi memang terkesan egois dan telah melakukan sebuah kesalahan, namun bagaiamanapun ia begitu mengkhawatirkan keselamatan wu Jia. Ia hanya ingin secepatnya dapat melihat kondisi wu Jia secara langsung entah dengan cara apapun.
Yiyi kemudian memunggungi xuya dan berusaha untuk tidur. Saat ini tidak ada yang lebih penting baginya melainkan sampai ke kekaisaran emas biru, dan bertemu kembalu dengan wu Jia. Di sisi lain xuya masih duduk diam di samping ranjang. Ia terlihat sedih entah karena hal apa, mungkin saja ia memikirkan lan wu yang saat ini pasti tengah mencari keberadaan mereka.
**
"Apa..?!" Kaget Juan ho seraya berdiri dari kursinya.
"Apakah kau benar telah bertemu dengan jendral besar lan?" Tanya juan ho masih tak percaya usai mendengar laporan dari para pengawalnya.
"Benar tuan, lencana tersebut adalah bukti" jelas salah satu dari pengawal tersebut.
Juan ho terdiam sejenak seraya duduk kembali di kursinya. " Kalian bantulah tangan silver untuk mencari jendral besar, jika bertemu dengannya mohon untuk mengundangnya ke kediaman ku" seru Juan ho bersaman dengan melesatnya para pengawal tersebut.
__ADS_1
Di sisi lain nampak lan wu telah berada di depan sebuah gerbang yang di selimuti oleh formasi ruang yang begitu kuat. Ia menatap beberapa ukiran yang terdapat di gerbang tersebut sembari menerka asal dari puluhan aura yang bercampur aduk sehingga menimbulkan perasan ngeri yang luar biasa hebatnya. Usai mengamati formasi tersebut, lan wu akhirnya mengeluarkan pedang sunyi dari cincin ruangnya seraya mengalirkan energinya ke pedang tersebut.
"Badai acak" ujar lan wu mengarahkan jurusnya ke arah formasi tersebut.
Seketika tercipta guncangan hebat disusul dengan ledakan besar terjadi di sekitar area tersebut, nampak beberapa orang bergerak cepat mendekat kearah lan wu, namun mereka tidak berani bertindak gegabah usai melihat taruhan pisau api yang melayang di sekeliling lan wu.
"Tuan pendekar, ini merupakan area terlarang milik walikota di sini. Selain itu tempat tersebut juga merupakan tempat khusus yang di bangun oleh sang anak langit sebagai tempat pelatihan bagi para murid sakte yang berada di kota Ten" ujar salah satu pria yang berusia sekitar 50 tahun.
Lan wu tak bergeming sedikitpun. Ia hanya fokus menatap ke arah depan seraya bersiap melompat masuk usai melihat formasi tersebut perlahan hancur.
"Bagaiamana biasa di menghancurkan susunan formasi dari jiwa hewan langit yang di kumpulkan oleh sang anak langit?" Heran beberapa orang yang menyaksikan kejadian tersebut.
"Kemampuan orang ini tentu sangatlh tinggi" sambung yang lainnya.
Mendadak lan wu mengarahkan pedangnya ke samping, tak di sangka pedang lan wu seperti tertahan oleh sebuah benda yang tidak terlihat. Lan wu segera mengaliri api es dan kini terlihat membekukan seseorang yang sedari tadi tidak terlihat. Aura dingin dari api tersebut mampu membekukan tanah yang di pihak oleh lan wu. Seluruh yang menyaksikan kejadian tersebut segera menjauh untuk menghindari aura dingin dari api yang di keluarkan oleh lan wu.
"Tidak ada waktu lagi" ujar lan wu seraya mengeluarkan hawa dingin dari hembusan nafasnya.
Ia membentuk tapak api menggunakan api es, tidak di sangka tekanan dari jurus api es tersebut sangatlah kuat. Lan wu bahkan terlihat sedikit kesulitan menahan pancaran hawa dingin yang keluar dari tapak api es miliknya.
Ia mengarhkan tapak apinya ke arah formasi pelindung yang masih tersisa.
Kembali ledakan hebat di sertai tekanan angin dan udara dingin tersasa di sekitar area tersebut. Gerbang yang semula utuh kini nampak beku bersama dengan sebagian tanah yang berada di depan gerbang tersebut.
Lan wu menetralkan api es seraya berjalan melewati gerbang tersebut.
__ADS_1