
Gawat...! Akan merepotkan jika bertarung lebih jauh dengan si sinting ini..
Pikir Lan wu dengan ekspresi khawatir.
Ia membentuk wujud aura neraka dan menggunakan tapak neraka untuk menyerang Mo ju yang tengah kesulitan melepaskan diri.
Hantaman dasyat dari tapak neraka membuat Mo ju seketika terdiam tanpa ekspresi sebelum akhirnya tubuhnya hancur berkeping-keping di cengkram oleh akar api.
Uhukk..! Uhh...!"
"Serangan roh dari orang ini sangat berbahaya.."
Ujar Lan wu yang mengalami luka dalam akibat pertaruangan singkat keduanya.
Duar...!
Ledakan dahsyat mendadak terdengar diiringi oleh teriakan beberapa orang dari sisi kanan jauh Lan wu.
"Mundur...! Bantu yang terluka dan menjauh dari tempat ini...!"
Teriak walikota yang tampak dipenuhi luka-luka di sekujur tubuhnya.
Disamping walikota terlihat para pemimpin kekuatan besar kota banteng yang juga mengalami beberapa luka akibat ledakan barusan.
"Pak tua We... Apa kau yakin kita bisa menahan iblis-iblis gila ini..?!"
Tanya patriark sakte langit merah.
"Patriark Leng Ge tidak perlu khawatir, usia kita sudah melewati batas untuk terus hidup.."
Sambung Kang fucang seraya mengeluarkan senjata rohnya.
"Hmmm... Sudah lama kita tidak seakaur ini...
Aku jadi ingat masa-masa muda kita.."
Timpal patriark Chu yang tersenyum sesaat menatap kearah depan.
"Dia sudah datang.. bersiaplah...!"
Ucap walikota We.
Dari balik kepulan debu, tampak sosok pria dengan dua tanduk berwarna ungu serta pedang yang terbuat dari tulang raja monster perlahan-lahan mendekat kearah mereka.
Sosok tersebut adalah Mo gui, jendral iblis tertinggi yang di bawahi oleh raja iblis Mo tian.
Kemampuan Mo gui bahkan mampu menghabisi setengah dari prajurit kota banteng dan memaksa mereka untuk mundur dan bertahan.
"Putaran sunyi..!"
Argghh..!
Lan wu dengan 3 pedang energinya, terus-menerus menghabisi prajurit ras iblis yang mencoba untuk menerobos barisan akhir pertahanan kota.
Ia ditemani oleh para tuan muda 4 kekuatan besar dan prajurit yang tersisa, menghadang gempuran musuh yang tidak habisnya.
"Tuan Lan... Jika seperti ini terus, maka sisi pasukan kita akan habis dalam beberapa menit kedepan..."
Ujar Kang yuan seraya menghadapi beberapa iblis dihadapannya.
"Sial...!"
"Benar yang dikatakan tuan muda Kang, mustahil bagi kita untuk tetap bertahan..!"
Sambung tuan muda Chu dengan ekspresi cemas.
Lan wu tampak menghiraukan ucapan kedua tuan muda tersebut, ia kini mengeluarkan wujud dewa sunyi dan wujud aura neraka sekaligus.
__ADS_1
Kemunculan kedua wujud Lan wu berhasil menghentikan pergerakan sisa-sisa prajurit iblis yang hendak menerobos kota.
Dilain sisi tampak ke 4 tuan muda tersebut juga ikut tercengang menyaksikan hal tersebut.
"Jangan manja...! Lihatlah jenderal dan ayah kalian yang bertarung mati-matian digaris depan... Jika bukan karena menjaga kota, maka saat ini aku pasti sudah berada di sana..!"
Lan wu menggertak ke 4 pemuda tersebut menggunakan nada tinggi.
Sial... Tidak ku sangka bahwa iblis yang menyerang kali ini begitu kuat...
Dalam waktu singkat pasukan kami hanya tersisa sekitar 200 an....!
Dari arah depan mendadak sebuah energi dasyat mengarah kepada Lan wu yang masih terlelap dalam pikirannya.
"Tuan Lan...!"
Teriak Kang yuan menyadarkan Lan wu yang sontak bergerak menahan serangan kuat tersebut.
Duar...!
Ledakan yang lebih dahsyat dari sebelumnya kini berhasil menghancurkan sebagian tembok kota dan membuat ke 4 tuan muda beserta para prajurit disekitar Lan wu terkapar ditanah.
"Si.. sial..!"
Kesal Lan wu sembari memegang dadanya yang terasa begitu sakit.
Kedua wujud Lan wu tampak hancur separuh dan hanya menyisakan dua telapak tangan dari kedua wujud tersebut yang menutupi Lan wu dari depan.
Dengan mimik wajah kesal, Lan wu membentuk ribuan tombak api dan mengarahkannya ke barisan belakang pasukan ras iblis.
Aura pekat mendadak terasa bersamaan dengan sebuah cakar hitam raksasa yang kemghalau tombak-tombak api Lan wu.
Hujan api dari hancurnya tombak Lan wu dan cakar tersebut tampak membanjiri area belakang ras iblis dan memusnahkan beberapa pasukannya.
"Tuan Lan...."
Berkat ledakan tersebut, ke 4 pemimpin kekuatan besar kota berhasil mundur bersama jendral kota Banteng ke dalam kota.
Mereka memandangi Lan wu yang tampak berlumuran darah tanpa henti terus membantai ras iblis yang tidak ada habisnya.
"Pemanah rajawali, cepat bantu tuan Lan..!"
Teriak jendral kota memberi perintah.
Anak-anak panah dengan kekuatan spiritual kini menghujani ras iblis tiada henti dan memberikan Lan wu sedikit waktu untuk memulihkan lukanya.
"Sudah lama tubuh ku tidak bertarung seperti ini... Sepertinya ketahanan tubuhku juga menurun..."
Pikir Lan wu dengan ekspresi datar.
"Aku hanya bisa memaksakan tubuh ku hingga melebihi batasnya, dengan begitu kondisi ku akan seratus persen kembali seperti dulu.."
"Raja iblis...! Aku menantang mu untuk berduel 1 lawan 1, apa kau berani..?!"
Teriak Lan wu dengan keras.
Seketika udara berhenti bergerak, hawa dingin dan mengerikan mengelilingi tempat tersebut dan muncullah sosok pria melayang di udara dengan pedang panjang berwarna merah di tangannya.
"Itu raja iblis...!"
Seru walikota yang terkejut melihat sosok mengerikan tersebut.
Ekspresi seluruh orang berganti tegang, bahkan 2 jenderal iblis yang sebelumnya bertarung melawan Lan wu dan 4 kekuatan besar kini berdiri di samping raja iblis.
"Perintahkan saudara-saudara kita untuk beristirahat, aku rasa pertaruangan kali ini sudah cukup"
Ujar raja iblis dengan nada tenang.
__ADS_1
"Tapi tuan, kita hanya selangkah lagi untuk dapat merebut kembali kota kita...!
Bagaimana bisa seorang bocah manusai bisa membuat anda menghentikan rencana anda sendiri..?"
"Mo gui.. meskipun kita terus bertarung, namun ada akhirnya tidak akan ada yang berdiri tegak.."
"Apa maksud adalah...?!"
Ekspresi kedua jendral iblis tersebut seketika terkejut mendengar perkataan Mo tian.
Dilain sisi nampak Lan wu yang mengarahkan tangannya keatas.
Langit semakin terlihat gelap bersamaan dengan Sambaran petir yang tiada henti menggelar.
Ekspresi Mo tian kini berubah tegang, ia mengeluarkan segel tangan dan mengarahkan pedang ke sisi depannya.
Pedang Mo tian terselimuti aura merah dan mengambil wujud Avatar Mo tian sendiri, Avatar tersebut dengan cepat menerjang Sambaran petir di langit.
Sambaran petir dan Avatar Mo tian terlihat beradu di langit dan saling bertukar jurus dasyat yang berimbas pada hancurnya area dibawahnya.
Dari Sambaran petir tersebut keluarlah sosok naga raksasa dan yang dipanggil oleh Lan wu sedari tadi.
"Naga kuno...?!"
Tanya Mo tian dalam hati.
Ia menggerakkan tangannya kemudian menarik kembali pedang merah miliknya.
"Tehnik iblis surgawi, penderita 1000 malam.!"
Seribu pedang merah yang memiliki Avatar Mo tian terlihat mengepung sosok naga kiamat. Tekanan yang begitu dahsyat membuat orang-orang di kota Banteng dan pasukan ras iblis dipaksa berlutut dihadapan dua kekuatan mutlak tersebut.
"Uhug...!"
Lan wu tampak memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Ia merasakan setiap bagian di tubuhnya seperti tersayat oleh ribuan pisau bercun.
"Tekanan apa ini...?"
Ujar Lan wu dengan nada kesakitan.
Kondisi Lan wu membuat naga kiamat ikut melemah, hal tersebut disadari oleh Mo tian dan ia memanfaatkan kelengahan Lan wu untuk melancarkan serangan penutup.
"Hancurkan..!"
Mo tian melepaskan serangannya dengan cepat, disisi lain Lan wu mencoba untuk mengeluarkan serangan dengan sisa kekuatannya.
"Hukuman... Kemarahan..!"
Lan wu melompat ke udara seirama dengan naga kiamat yang mengaum keras.
"Berikan aku penglihatan mengenai kekuatan orang di alam ini...!"
Teriak Lan wu yang mendekat kearah Mo tian.
Mo tian tersenyum tipis seraya bergerak menyambut tinju Lan wu.
Hiahh..!
Duar...!
Langit yang semula gelap seketika dipenuhi oleh cahaya putih, cahaya tersebut membentuk sebuah kubah raksasa yang kemudian berputar dengan kencang kemudian meledak.
Ledakan tersebut berdiameter lebih dari 600 meter dan melenyapkan seluruh hutan serta danau yang berada di tempat tersebut.
Kedua sosok mengerikan yang bertarung sengit juga ikut lenyap bersamaan dengan cahaya ledakan tersebut.
__ADS_1