
Lan wu mendadak tersadar setelah merasakan sakit yang luar biasa di dadanya.
"Arghh..! Apa yang terjadi..?"
Tanya Lan wu dengan ekspresi kesakitan tanpa sanggup untuk bergerak.
Ia memeriksa tempat tersebut dengan kedua matanya dan menemukan bahwa dia saat ini telah berada di kamarnya.
"Apa para guru yang membawa ku kemari..?"
"Kupikir aku sudah mati.."
Disela-sela pemikiran Lan wu, terdengar suara langkah kaki seseorang yang mengarah ke ranjang Lan wu.
Orang tersebut adalah guru Nan yang datang membawa seember air untuk membersihkan tubuh Lan wu.
"Anda.. anda sudah sadar tetua..?"
Guru Nan tanpa sadar menjatuhkan ember ditangannya dan bergegas menghampiri Lan wu yang hanya tersenyum paksa kearahnya.
"Bagiamana perasaan anda?"
Tanya guru Nan sembari membantu Lan wu untuk bersandar.
"Uh.. jauh lebih baik dari sebelumnya.." jawab Lan wu berusaha menutupi rasa sakitnya.
"Bagaimana dengan para murid?"
"Mereka baik-baik saja dan sudah melanjutkan pelatihan mereka seperti biasanya.."
Jawab guru Nan yang terlihat sedang mengkhawatirkan sesuatu.
"Apa ada masalah?"
Tanya Lan wu memandang wajah risau guru Nan.
"Sakte cakar macan telah memutuskan untuk menjadikan guru Lingxi guen sebagai tetua sementara gerbang luar menggantikan posisi anda saat ini"
Jelas guru Nan dengan ekspresi tidak rela.
"Jadi begitu... Ya, sebagai tetua aku malah membiarkan murid-murid ku berada dalam masalah. Aku rasa keputusan sakte untuk menggantikan ku ada baiknya.."
"Tapi anda telah menyumbangkan prestasi besar dengan melenyapkan 6 utusan dari organisasi malam abadi, selain itu berkat anda sekarang area terbuang telah ditetapkan sebagai area khusus milik sakte cakar macan.."
Terlihat guru Nan terus-menerus berbicara mengenai perlakuan tak adil yang didapatkan oleh Lan wu. Sementara Lan wu yang mendengarkan sedari tadi hanya menyimak dengan santai seraya tersenyum beberapa kali.
"Ketenaran ini seharusnya menjadi milik anda, namun si ****** Wan xin ini...!"
"Wan xin..?"
"****** yang menjadi tetua ke 7..! Namanya adalah Wan xin, cucu dari ketua sakte Wan tug..!"
__ADS_1
Sambung guru Nan dengan eskpresi serius.
"Dia mengambil hak anda dan menjadikan dirinya terkenal di seluruh penjuru kota ini. Sekarang orang-orang telah menganggapnya sebagai pahlawan.."
Tambah guru Nan.
Ia menarik kerah baju Lan wu tanpa sadar kemudian berucap dengan penuh keseriusan. "Tetua, aku akan mendapatkan kembali hak gerbang luar kita dari ****** itu..!"
"Guru Nan... Tunggu..hey..?!"
Lan wu berusaha menghentikan wanita tersebut yang bergegas meninggalkan Lan wu untuk menjalankan rencananya.
"Hais.. wanita memang sukar ditebak.."
Lan wu mengesampingkan urusan tersebut dan mulai menyembuhkan lukanya menggunakan api suci miliknya.
Ia menggabungkan kekuatan api suci dengan teknik iblis milik Mo tian.
"Kombinasi ini memiliki efek penyembuhan yang luar biasa, meskipun tidak sepenuhnya luka ku sembuh. Namun setidaknya kondisi ku sudah kembali seperti sebelum aku bertarung melawan 6 orang itu"
Ujar Lan wu yang mengakhiri pemulihan dirinya.
Ia kemudian berjalan keluar dari kediamannya yang tampak lebih sunyi dari sebelumnya.
Ting.. Ting... Ting..!
Dari arah belakang kediamanya, Lan wu mendengar suara seseorang yang sedang berlatih pedang. Hal tersebut menarik perhatian Lan wu untuk melihatnya.
Gumam Lan wu setelah sampai dan melihat muridnya tersebut.
Cukup lama Lan wu memperhatikan Wu Chen berlatih, dan akhirnya ia memanggil muridnya itu untuk mendekat.
"Master..! Syukurlah anda sudah sadar.."
Wu Chen yang mendengar suara Lan wu dari arah belakang, sontak menghampiri Lan wu dengan langkah buru-buru.
"Aku sangat senang mengetahui murid ku sangat mengkhawatirkan ku"
Balas Lan wu seraya mengusap rambut anak tersebut.
"Anda sudah seminggu tidak sadarkan diri, dan banyak hal yang berubah semenjak itu.
Contohnya saudara Feng dan lainya yang telah di promosikan sebagai murid dari gerbang inti"
"Kini gerbang luar kita hanya memiliki setidaknya 2 murid berbakat untuk bersaing di kompetisi sakte"
Jelas Wu Chen dengan wajah murung.
Sepertinya anak ini begitu memikirkan kompetisi tersebut ya...?
Gumam Lan wu tersenyum lebar.
__ADS_1
"Akan ada tiga peserta, aku akan merekomendasikan mu pada tetua Guen untuk memasukkan mu dalam partisipasi mewakili gerbang luar"
"Benarkah master..?!"
Tanya Wu Chen terlihat begitu bersemangat mendengarnya.
"Ada apa..?"
Ekspresi Wu Chen yang mendadak berubah murung beberapa detik setelahnya membuat Lan wu bertanya-tanya.
"Kekuatan ku, apa bisa aku bersaing dengan mereka..?"
Wu Chen berkata pelan penuh keraguan.
"Bocah, saat kau perlu menghadapi pertaruangan sesungguhnya jika ingin menjadi lebih kuat. Kalian diberkati dengan energi serta misteri dunia yang mengagumkan, manfaatkan itu dan terus mengasah dirimu sendiri.."
"Jangan menyerah atau merasa malu pada ketidakmampuan, itu hanya akan menahan mu untuk berkembang lebih jauh lagi"
Jelas Lan wu dengan nada tenang sembari menepuk bahu Wu Chen.
"Aku akan menemui tetua Guen, kau lanjutkan saja pelatihan mu"
Sambung Lan wu yang kemudian berjalan meninggalkan Wu Chen.
Ia menyusuri jalan dengan langkah tenang dan sesekali mengawasi para murid yang bersantai di sekitarnya.
Beberapa dari mereka menyapa Lan wu dan menanyakan kondisinya.
Mereka juga mengucapkan terimakasih atas pertolongan Lan wu sewaktu di area terbuang.
Ia kembali melanjutkan langkahnya setelah meladeni para murid-murid tersebut, dan setelah beberapa menit akhirnya Lan wu sampai di balai gerbang luar.
Ia sedikit terkejut melihat Hong sui serta ketua sakte yang duduk bersama dengan Lingxi guen di dalam balai gerbang luar.
"Ternyata anda sudah sadar tetua Lan, bagaimana kondisi anda?"
Tanya ketua sakte dengan wajah ramah seraya mempersilahkan Lan wu untuk duduk.
"Aku sudah lebih baik dari sebelumnya, mengenai gelar tetua.. aku rasa anda tidak perlu menutupinya lagi ketua sakte.."
Jawab Lan wu yang duduk di kursi paling luar dari meja berbentuk memanjang ke arah pintu keluar.
"Aku sungguh minta maaf, aku tidak tau jika anda akan pulih lebih cepat dari perkiraan ku. Itulah sebabnya mengapa aku mengambil keputusan untuk menjadikan Lingxi sebagai.."
"Itu tidaklah mengganggu ku ketua, hanya saja aku sedikit kecewa dengan sikap malas tau anda mengenai insiden seminggu yang lalu" potong Lan wu menyindir ketua sakte.
"Soal itu.."
"Area terbuang khususnya bagian inti akan menjadi tempat latihan khusus bagi murid gerbang luar, sisanya terserah anda dan tetua gerbang lainnya. Anggap saja ini sebagai kompensasi atas keberanian para murid gerbang luar.."
Lan wu kembali memotong ucapan ketua sakte dan kali ini nada Lan wu terdengar begitu serius.
__ADS_1
"Apa anda keberatan ketua?" Sambung Lan wu seraya tersenyum tipis kearah ketua sakte.