
Seminggu kemudian kompetisi antar murid sakte akhirnya dimulai. Walaupun sempat ditunda beberapa hari, namun antusias para murid tidak berkurang sama sekali.
Jendral Guanxin juga telah sampai sesuai dengan perkataannya minggu Lan wu kepada Lan wu. Hanya saja keduanya belum memiliki waktu untuk berbicara.
Pertandingan dibuka setelah ketua sakte menyampaikan sambutan serta aturan kompetisi tersebut.
Dan peserta yang akan bertanding pertama adalah Wu Chen melawan murid gerbang 2.
"Wah guru Lan, sepertinya nasib murid anda sedikit buruk" ucap tetua ke 2 yang tersenyum kearah Lan wu.
"Hahaha begitulah, namun rasanya aku yang bernasib buruk. Mengapa aku harus hadir dan menonton acara ini?" Ujar Lan wu dengan senyum kecut.
Di arean, Wu Chen dan murid gerbang ke 2 telah saling menyerang satu sama lainnya.
Dapat dilihat dengan jelas bahwa dari segi kekuatan, Wu Chen masih tertinggal dari lawannya.
Hal yang menarik adalah Wu Chen mampu menutupi kelemahan tersebut dengan kecepatan miliknya. Selain itu setiap serangan milik Wu Chen selalu mengarah tepat ke titik lemah musuhnya.
"Hmmm.. tidak sia-sia kau berlatih keras di era terbuang.."
Lan wu tersenyum senang menatap Wu Chen yang berhasil merobohkan lawannya menggunakan tinju gelombang.
Pertandingan dilanjutkan dengan murid lainnya yang berasal dari gerbang 8 dan 7.
Seperti perkiraan Lan wu, Jei zuyung berhasil memenangkan pertandingan dengan satu jurus miliknya.
Kini putaran terakhir mempertemukan Wong zuguin melawan Ye duan. Disusul oleh Hyuzen melawan Lian su.
"Guru Lan, bagaimana jika kita bertaruh?"
Tawar tetua ke 2 yang menyadarkan Lan wu dari lamunannya.
"Em, bertaruh..? Apa yang ingin dipertaruhkan..?" Jawab Lan wu dengan nada biasanya.
"Aku bertaruh bahwa Ye duan akan memenangkan pertaruangan ini dengan mudah, jika aku benar maka anda hanya harus memberikan hadiah kepada murid ku itu.." jelas tetua ke 2 yang membuat Lan wu tersenyum tipis.
"Baiklah, kalau begitu aku akan bertaruh pada Wong zuguin. Jika aku menang anda hanya perlu diam dan jangan mengganggu tidur ku lagi.." balas Lan wu kemudian memejamkan matanya.
Rupanya pembicaraan Lan wu dan tetua ke 2 terdengar di telinga Wan Xin dan Mei Qingru.
Keduanya sontak mendekati Lan wu seraya menepuk pundaknya dengan keras.
__ADS_1
"Hais.. apakah tidur siang adalah kejahatan yang berat..? Mengapa setelah tetua ke 2 datang lagi 2 perusuh.." ucap Lan wu sembari memperbaiki posisi duduknya.
"Apa kalian juga ingin bertaruh?" Tanya Lan wu yang memahami maksud keduanya.
"Benar..!"
Wan Xin dan Mei Qingru sontak menjawab serentak kemudian saling bertatapan dengan eskpresi kesal.
"Dasar wanita.." gumam Lan wu pelan.
"Selain Jei ziyung, tidak akan ada lagi yang berhasil lolos dari babak ini" sambung Lan wu membuat orang-orang yang mendengar perkataannya sontak melebarkan mata mereka.
"Lelucon macam apa ini..?"
"Benar, apa kau pikir murid bau kencur mu itu yang akan bertanding di final?"
Mei Qingru maupun Wan Xin tampak tidak menerima perkataan Lan wu. Menurut mereka Wu Chen tidak akan mampu sampai di final.
"Lihatlah.." potong Lan wu seraya menunjuk kearah Wong zuguin dan Ye duan yang saling bertukar jurus kuat.
Perhatian mereka kembali tertuju pada pertaruangan tersebut. Terlihat keduanya begitu kelelahan dan mengalami cidera serius akibat pertaruangan keduanya.
Di arena lainnya terlihat Lian su yang berhasil menumbangkan lawannya dengan usaha keras. Tepat setelah ia memenangkan pertandingan, Lian su mendadak pingsan.
"Ini pasti karena mu..!" Timpal Mei Qingru seraya mencubit lengan Lan wu dengan keras.
"Kau pasti menggunakan trik kotor untuk memudahkan jalan muridmu..!" Sambung Wan Xin yang mencekik leher Lan wu dengan kesal.
"Anu.. bisakah kalian berhenti..? Takutnya aku sudah mati saat kalian melepaskannya.." potong Lan wu yang kesulitan bernafas.
Setelah kedua wanita tersebut melepaskan Lan wu, mereka meminta penjelasan mengenai kondisi Lian su.
Dan mau tidak mau, Lan wu terpaksa menjelaskan hal tersebut kepada mereka.
"Energi spritual Lian su begitu tinggi, sementara fisik miliknya hampir sama seperti fisik orang yang tidak berlatih kultivasi...
Setiap jurus yang ia keluarkan akan membebani tubuhnya dan memberikan cidera baginya, saat ini dapat pastikan bahwa beberapa tulang gadis tersebut patah"
"Apa benar, jika sepet itu kenapa ia dapat mengalahkan Hyuzen..?" Potong ketua sakte yang tertarik dengan pembicaraan ketiganya.
"Apa ketua tidak bisa melihatnya?" Balas Lan wu yang balik melemparkan pertanyaan.
__ADS_1
"Gadis tersebut menggunakan teknik tinju gelombang milik ku dan menambahkan sejumlah energi spritual miliknya untuk menggantikan kekuatan fisik dari penggunaan tinju gelombang.
"Kombinasi itu setidaknya hampir mencapai tingkat yang sama dengan ku, akan tetapi.. gadis tersebut tidak akan bisa menggunakan lengan kanannya dalam beberapa hari" sambung Lan wu yang kini membuat ketua sakte terkejut.
"Aku sepertinya berhutang penjelasan dari tetua Hongmen.."
Lan wu menatap wajah Hongmen yang tampak mencemaskan kondisi Lian sui usai mendengarkan penjelasan Lan wu.
"Yap, sepertinya itu tidak diperlukan lagi"
Lan wu beranjak dari duduknya kemudian melompat ke atas erena tempat dimana Lian su terkapar.
"Apa yang dilakukan oleh guru Lan?" Heran tetua pertama.
Mereka memperhatikan Lan wu yang mengalirkan api suci dan membentuknya menyerupai bola menutupi Lian su.
"Aku tidak begitu yakin, namun api suci milik guru Lan memiliki kemampuan hebat untuk memulihkan diri ataupun meningkatkan kualitas fisik.."
Ujar ketua sakte yang mengamati api suci dengan seksama.
Lan wu kembali melompat ke tempat duduknya seraya membawa Lian su yang tampak lebih baik dari sebelumnya.
"Tetua Hongmen memiliki murid yang luar bisa, ia bahkan begitu keras pada dirinya sendiri..." Ucap Lan wu seraya memanggil beberapa murid lainnya untuk membawa Lian su.
"Jangan membiarkan murid mu menggunakan tinju gelombang lagi sebelum kekuatan fisiknya meningkat tau kau akan menemukan murid mu itu tergeletak tidak berdaya ditempat tidur salam sisa hidupnya"
sambung Lan wu sembari menatap tajam kearah tetua Hongmen.
Brakk..!
Dari arah arena terdengar suara ledakan besar yang menarik perhatian Lan wu dan lainya.
Ting..! Ting..!
Ye Duan menggunakan teknik pedangnya mendesak Wong zuguin yang terlihat sedikit kesulitan mengimbangi kecepatan Ye Duan.
Kini, giliran Wong zuguin yang balik menyerang setelah mendapatkan cela dari pergerakan lawannya.
"Belati neraka, pemotong roh..!"
Sebuah tekanan dasyat disertai aura mengerikan tampak menghiasi arena pertaruangan yang saat ini terjadi gejolak energi yang luar biasa.
__ADS_1
"Mereka ini..."