
Setelah melakukan pertemuan di aula gerbang luar, akhirnya ujian yang akan dilaksanakan di tempat terbuang mendapatkan persetujuan dari Lan wu.
Ia juga mengikut sertakan muridnya kedalam ujian tersebut dan akan di awasi oleh dirinya dan Ciu hugo.
Setelah semuanya berkumpul ditempat, akhirnya Ciu hugo membuka pertandingan tersebut.
Para murid diharuskan mengumpulkan poin kontribusi berupa inti hewan spritual sebanyak mungkin. Pertaruangan antara murid diperbolehkan tanpa harus membunuh satu sama lainnya.
Yang berhasil mencapai bagian terdalam dari tempat terbuang pertama kali akan lolos tanpa perhitungan, sementara sisanya akan di hitung melalui point' kontribusi yang didapat.
Ujian berlangsung cukup sengit, hampir setiap tempat bagian pertama terjadi pertaruangan baik melawan hewan spritual ataupun sesama peserta.
"Bagaimana menurut tetua akan kemampuan murid-murid ini..?"
Tanya Ciu hugo yang melihat Lan wu begitu serius memperhatikan setiap peserta.
"5 murid teratas di gerbang luar sudah di temukan. Namun masih ada beberapa murid lagi yang menyembunyikan kemampuannya"
Jelas Lan wu dengan wajah tenang.
Mendengar ucapan Lan wu, Ciu hugo menjadi penasaran dengan sosok yang menarik perhatian Lan wu.
"Feng xian, Lou xuenyi, Ding hu, Lin bei bei, dan Wusang ji. Mereka adalah kandidat terkuat yang beberapa waktu ini bersinar.
Siapa orang-orang yang dimaksud oleh tetua Lan..?"
Pandangan Ciu hugo mendadak teralihkan kepada seorang anak berusia 14 tahun yang berhasil mengalahkan kawanan serigala mata 1 seorang diri.
"Anak ini bahkan masi berada di tingkat Qi awal, bagaimana bisa dia mengeluarkan serangan yang begitu kuat..?"
"Selain itu teknik pukulannya hanya menggunakan sedikit energi spiritual..."
Kagum Ciu hugo yang terheran melihat anak tersebut.
Berbeda dengan Lan wu yang tersenyum tipis kearah anak tersebut.
"Wu Chen telah menguasai teknik pukulan angin dalam waktu kurang dari 1 minggu.
Bakatnya ternyata begitu tinggi"
Batin Lan wu.
__ADS_1
"Ini master..?"
Wu Chen yang sedang mengumpulkan inti hewan spritual sedikit terkejut merasakan adanya aura keberadaan dari Lan wu.
Ia mengarahkan pandangannya mencari keberadaan Lan wu akan tetapi ia tidak bisa menemukannya.
Ia kemudian bergumam dalam hati "master aku tidak akan mengecewakan mu".
"Anak itu sangat menarik.." Ciu hugo melirik Lan wu dengan tatapan penasarannya seraya tersenyum penuh maksud.
"Huff..." Lan wu menghela nafasnya kemudian mengangguk paham dengan maksud Ciu hugo. "Aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari mu guru Ciu"
"Hahaha... Aku turut senang mengetahuinya"
Balas Ciu hugo yang tertawa keras.
"Ada beberapa murid yang sudah memasuki area tengah, aku akan bergegas lagi untuk mengawasi mereka"
Ciu hugo meninggalkan Lan wu setelah berkata agar tidak terlalu lama berada di tempat tersebut dan segera menyusulnya.
Menurut Ciu hugo, area tengah dari tempat terbuang sangatlah berbahaya dan memerlukan perhatian ekstra demi keselamatan murid yang mengikuti kompetisi tersebut.
Setelah berdiri cukup lama, akhirnya Lan wu memutuskan untuk menyusul Ciu hugo menuju area tengah.
"Beberapa dari mereka sudah memilih untuk menyerah dan telah menghancurkan gotik teleportasi..."
Lan wu mencoba lebih berkonsentrasi.
"Aura ini...?!"
Ia menghentikan langkahnya dengan mendadak, kemudian menggunakan kesadaran ilahi untuk memeriksa dengan jelas.
Betapa terkejutnya Lan wu saat ia menemukan beberapa peserta kompetisi yang tewas di sebuah reruntuhan bangunan berjarak 50 meter dari posisinya.
"Apa sebenarnya yang terjadi..?" Tanya Lan wu yang terlihat melakukan segel tangan dengan cepat.
"Penggeser waktu..!"
Lan wu berpindah tepat di depan reruntuhan bangunan.
Ia kemudian segera berlari menuju kedalam bangunan tersebut menghampiri suara teriakan para murid didalamnya.
__ADS_1
Sementara itu di aula utama sakte cakar macan, terlihat ketua sakte dan para tetua lainya sedang berdiskusi mengenai organisasi hitam yang berniat membangkitkan leluhur ras iblis.
"Kemunculan mereka yang mendadak ini tentu sulit untuk di atasi, terlebih lagi area terbuang merupakan tempat berbahaya bagi kultivator"
"Ada kabar mengatakan bahwa pemimpin organisasi ini adalah seorang ahli tingkat line heaven awal, setidaknya itu sudah cukup untuk menghadapi 3 sakte besar sekaligus"
Sambung tetua ke 2 dengan wajah serius.
"Hmm.. itu hanya perkiraan, jika setingkat line heaven awal tentu saja bukan masalah besar bagi ku, namun..."
Ketua sakte menahan ucapannya seiring dengan munculnya guru Nan yang terlihat begitu cemas.
"Ada apa guru Nan?" Tetua ke 7 yang melihat ekspresi wajah guru Nan, entah mengapa ikut merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan.
"Tetua Lan... Tetua Lan..."
Mulut wanita tersebut terasa begitu berat untuk memperjelas ucapannya. Hal tersebut semakin membuat tetua ke 7 tidak sabar dan terus memaksanya untuk berbicara.
"Sial..! Apa yang terjadi..? Cepat katakan.!"
Bentak tetua ke 7 dengan nada kesal.
"Tahan amarah mu tetua ke 7.."
Ujar ketua sakte mencoba mencairkan suasana.
"Hah.. bagaimana bisa aku tidak marah, wanita ini datang dan membuat panik tanpa memperjelas apa sebenarnya yang terjadi". Balas tetua ke 7 dengan nada yang sedikit tinggi.
"Hais..., Bagaimana bisa aku menjadi ketua dari orang-orang pemarah ini.."
Batin ketua sakte sedikit mengeluh.
"Jelaskan apa yang terjadi guru Nan, jangan terburu-buru..", Sambung ketua sakte.
Setelah menenangkan dirinya, guru Nan mulai menjelaskan situasi yang terjadi di area terbuang.
"Tetua Lan baru saja mengirimkan pesan padaku, ia saat ini sedang bertarung melawan 6 orang yang menyebut diri mereka sebagai pengikut Bai hong dari organisasi malam abadi",
"Mereka membunuh hampir 15 murid gerbang luar yang dimaksudkan sebagai tumbal untuk membuka segel terlarang"
Jelas guru Nan.
__ADS_1
"Apa..?!"