Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
naga misterius


__ADS_3

"Senior.."


"Apa.?!"


Lan wu beranjak dari duduknya disamping Wu Jia kemudian mencengkram leher Dang fu.


"Kuat...kuat..sekali.."


Dang fu nampak kesulitan untuk bernafas dihadapan intimidasi Lan wu.


"Siapa kau, beraninya mengajari ku soal perdamaian..!"


Dengan nada kesal, Lan wu melemparkan Dang fu hingga menabrak dinding gua.


Argh..!


Rintihan terdengar dari mulut Dang fu, pria tersebut menatap kaku kearah Lan wu dengan ekspresi menahan sakit.


"Diamana kau saat anak-anak ku dalam bahaya?"


"Senior.. dengarkan aku..."


Tapak api iblis melekat di dada Dang fu hingga membuatnya terlempar keluar gua dan menghancurkan beberapa pohon di area luar.


Ledakan terjadi saat Lan wu menerobos gua kemudian melepaskan sebuah pedang api yang melesat cepat kearah Dang fu.


Gluk..!


Pria tersebut menelan ludah menyaksikan jurus kuat yang semakin mendekati dirinya.


Pukulan mutlak.!


Dari arah lain melesat tinju raksasa yang m menghantam sisi kiri pedang Lan wu dan menyodorkannya beberapa sentimeter dari arah sebelumnya.


Pedang tersebut melesat dari tubuh Dang fu dan membelah hutan sejauh puluhan kilometer.


Inilah kekuatan sebenarnya dari senior Lan..!


Dang fu berdecak kagum bercampur kengerian melihat serangan kuat milik Lan wu.


"Tahan amarah mu anak muda.."


Seorang pria tua dengan janggut putih melayang tepat diatas Dang fu dengan balutan aura positif menyelimutinya.


Disisi lian tampak Lan wu yang sedikit terkejut dengan kemunculan sosok tersebut.


"Tahap separuh immortal akhir.. tidak.. immortal tingkat 6.."


Gumam Lan wu sembari menatap wajah pria tua dihadapannya.


"Benar-benar anak muda yang berbakat, bahkan di zaman ku tidak ada yang pernah mencapai tingkat tertinggi dari kultivasi.."


Pria tua tersebut juga menatap Lan wu penuh kekaguman, ia kemudian mendarat di tanah seraya menetralkan auranya perlahan-lahan.


"Kau pasti adalah leluhur yang dimaksud oleh tuan muda Dang.."


"Benar, nama ku Dang chen seorang pertapa yang menutup diri cukup lama"


Dengan wajah datar Lan wu mempersilahkan Dang chen untuk masuk kedalam gua dan melanjutkan pembicaraan mereka.


"Aku tidak memiliki apa-apa untuk menjamu anda, aku harap anda tidak keberatan soal itu"


"Hahahaha.. jangan khawatir, tujuan ku hanya ingin menyaksikan sendiri sosok pahlawan besar yang di hormati oleh seluruh orang di wilayah barat"


Dang chen mengeluarkan seguci arak dari cincin ruangnya kemudian ia jadikan sebagai pengiring cerita mereka.


"Ehem.."


"Seperti yang kau ketahui bahwasanya gerakan diplomasi sedang di perjuangan oleh beberapa sekutu kita dibantu pendekar kuat di pedang dewa.."


"Untuk mencegah hal lain yang merusak rencana kami, maka aku secara pribadi mengatur kelompok khusus untuk melindungi pihak kekaisran Yon dan orang-orang penting dari dua kekaisran"


"Tapi anda mengabaikan 2 orang penting yang bisa merusak rencana kalian.."


Potong Lan wu dengan nada dingin disertai wajah kaget dari Dang chen.


"Hais... Kedua anak mu berada dibawah pengawasan ketat pihak kekaisran Qin dan dua leluhur dari keluarga Jia dan Zi..


Jika aku ikut campur, maka bukan hanya rencana kami yang gagal namun nyawa seluruh orang di kekaisaran Yon akan lenyap"

__ADS_1


Dang chen meneguk minumannya kemudian melanjutkan perkataannya.


"Wu Jia adalah reinkarnasi dari raja dewa di wilayah timur, bakat yang begitu besar tentu mengancam tatanan alam hingga kaisar An memutuskan untuk melenyapkan bakatnya dan memfokuskan dirinya dalam ilmu kenegaraan.."


Brak..!


Seketika dinding di belakang Dang chen hancur berkeping-keping. Kini ia dapat melihat dengan jelas suasana hutan yang sebelumnya tertutup gua.


"Seminggu.. seminggu dari sekarang, aku akan memimpin kelompok ku dan meratakan kediaman keluarga Zi kemudian keluarga Jia, jika anda ingin mencegah ku maka bersiaplah dari sekarang"


Dang fu dan Dang chen tampak terdiam dengan wajah serius.


"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke kediaman ku"


Kedua pria tersebut memberi salam kemudian menghilang dari pandangan Lan wu.


,,


Dilain tempat, nampak Bingxue yang membuat kekacauan di luar istana Qin.


Hal tersebut memancing jenderal naga emas datang dan menghentikan Bingxue.


Melihat hal tersebut, Bingxue dengan senyum tenang melepaskan jurusnya hingga membuat sekitar 10 prajurit naga emas terkapar seketika.


"Siapa wanita ini..."


Hugin bergerak kedepan dan memblokir tebasan pedang Bingxue dengan energi spiritual miliknya.


Benturan tersebut menghempaskan beberapa orang yang berada di sisi kiri dan kanan dari pusat benturan.


Merasa bahwa dirinya tidak mampu mendorong serangan Bingxue, Hugin sontak mengubah paksa arah jurus Bingxue ke sisi kanan kemudian melepaskannya.


Hal tersebut membuat Bingxue sedikit kagum dengan kecerdasan dari Hugin.


"Apa kau yang bernama jendral Hugin?"


Tanya Bingxue dengan tatapan seadanya.


Bagaimana dia mengetahui nama ku?


Hugin bergumam pelan sebelum menjawab pertanyaan wanita dihadapannya.


"Hehehe... Kau memang seorang pria sejati"


Bingxue tertawa kecil sebelum mengeluarkan sebuah benda yang dibaluti oleh kain berwarna hitam.


"Itu adalah hadiah dari tuan ku, dalam waktu singkat kami akan datang lagi dan menemui pemimpin mu"


Setelah melemparkan benda tersebut, Bingxue terbang menjauh meninggalkan Hugin yang keheranan.


Ia meminta seorang prajurit untuk mengambil benda tersebut.


Setelah kain hitam dibuka, betapa terkejutnya mereka mendapati kepala dari pemimpin sakte iblis darah.


"Kematian seperti apa yang ia rasakan hingga membuat ekspresi wajahnya terlihat seperti itu"


Ujar Hugin menelan ludahnya.


Ia segera mengambil kepala tersebut dan membawanya kedalam istana untuk diberikan kepada kaisar An.


,,


"Tunggu.!"


Teriak seorang pria yang mengejar Bingxue dari belakang.


Bingxue mengabaikan pria tersebut dan tetap mempertahankan kecepatannya.


Sejak ia meninggalkan area istana, ia sudah diikuti oleh pria tersebut yang berusaha mengajak Bingxue untuk berbicara.


Namun dikarenakan aura negatif dari pria tersebut, Bingxue mengabaikan tawaran itu.


"Senior, aku adalah murid dari gunung persik ingin meminta bantuan anda.. mohon anda mendengarkan dulu..!"


Teriak pra tersebut dengan keras.


Gawat, jika lebih lama lagi maka energi ku akan habis..


Mendadak Bingxue berhenti seirama dengan terjatuhnya pria tersebut akibat kehabisan energi. Beruntung Bingxue dengan cepat menangkapnya dan mendarat bersamaan di tanah dengan.

__ADS_1


"Kau hanya memiliki waktu 1 menit untuk berbicara.!"


Tegas Bingxue.


"Aku, aku ingin meminta bantuan anda untuk menyelamatkan kekasih ku.!"


Pria tersebut sontak berlutut dihadapan Bingxue dengan wajah serius.


Bingxue yang melihat hal tersebut seketika berdecak heran dengan sikap pria tersebut.


Namun ia dapat yakin bahwa apa yang dikatakan oleh pria tersebut bukanlah kebohongan.


"Katakan kenapa harus aku?"


Pertanyaan Bingxue membuat pria tersebut terdiam sejenak.


Mari lihat niat lain mu..


"Itu, sebenarnya.."


Pria tersebut nampak kesulitan untuk berbicara seakan-akan ia memiliki rahasia besar yang tidak boleh ia ungkapkan.


"Sesuatu didalam tubuh ku yang mengatakan nya.."


Bisakah dia mempercayai nya?


Dengan tangan yang mengepal, pria tersebut tampak begitu gugup.


"Hmm.."


Bingxue mengarahkan jarinya tepat di jidat pria tersebut dan memeriksa lautan spirit di tubuhnya.


Betapa terkejutnya Bingxue yang melihat roh seekor naga yang menatapnya dengan pandangan tajam.


"Cih, hanya arwah penasaran berani ingin melahap jiwa ku.!"


Bingxue dengan marahnya melepaskan salah satu jurus terkuatnya hingga membuat roh naga tersebut terhempas kebelakang.


"Gadis kecil ini..!"


Apa ini..?!"


Bingxue yang merasa ancaman serius sontak membentuk sebuah pedang es raksasa yang kini melayang dihadapannya.


"Memang keturunan dari Bing tidaklah lemah"


Naga tersebut menetralkan auranya dan meminta agar Bingxue juga memenangkan dirinya.


"Sebenarnya permintaan bocah ini bukanlah keinginan ku, terlebih lagi ia akan berhadapan dengan penguasa lembah Kematian yang setara dengan bangsawan iblis..


Namun, setelah aku merasakan kehadiran mu aku jadi tau bahwa kau berhubungan dekat dengan pewaris dunia kecil ini.."


"Maksud mu?"


Bingxue terkejut mendengarkan perkataan dari naga dihadapannya.


"Yang aku maksud adalah orang yang berada di belakang mu"


Apakah tuan Kein adalah pria yang dimaksud?


Bingxue berfikir keras sembari menghubungkan perkataan naga tersebut dengan kekuatan dahsyat Lan wu.


"Jika dipikir-pikir, tuan memang memiliki kekuatan yang tidak tersentuh bahkan oleh raja dewa sekalipun.. tidak mustahil bahwa dia adalah pewaris dari dunia ini namun, apa maksudnya dengan dunia kecil..?"


Melihat ekspresi Bingxue, naga tersebut kemudian menjelaskan apa yang ia ketahui.


"Aku tau kau pasti pernah mendengar dari raja dewa tentang mahkluk yang hidup di dalam tubuh ras dari raja dewa..."


Naga tersebut menjelaskan dengan rinci kepada Bingxue hingga takdir seperti apa yang nantinya di jalani oleh Lan wu.


Di setiap perkataan naga tersebut, Bingxue tidak henti-hentinya terkejut mendengarkan.


Terlebih lagi takdir Wu Jia dan pria yang lautan spirinya di diami oleh naga tersebut.


"Bencana yang sebenarnya barulah terjadi jika pewaris dunia kecil mati ataupun kehilangan ketertarikan dalam kultivasi.


Perlahan-lahan ketiga alam akan bersatu, dan akan ada beberapa orang yang membawa kalian dalam perang besar nanti.


Kau tidak harus mempercayai perkataan ku, tapi setidaknya kau bisa mempersiapkan dirimu untuk tidak terkejut jika situasi yang aku katakan terjadi"

__ADS_1


__ADS_2