
Lan wu menatap heran ke arah yiyi yang kini berdiri tepat di sampingnya, namun lan wu tidak terlalu memikirkan hal tersebut sebab tidak ada guna juga bagi lan wu untuk membunuh ketiga orang tersebut. Ia lebih penasaran mengenai tindakan yiyi yang seakan-akan berusaha melindungi rombongan tersebut, nampak yiyi yang berjalan mendekat ke arah pria yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
"Paman Kun Jia, sepupu xuliy Jia, aku harap kalian tidak lagi menyembunyikan tujuan kalian dari kakak lan, bagaiamanapun juga kakak lan merupakan orang yang pertamakali menemukan bidang petir" ujar yiyi sontak membuat wajah kedua orang tersebut berubah heran.
Dari ekspresi wajah yang mereka tunjukan. Mereka tentu mengenal sosok lan wu yang merupakan seorang pendekar hebat di wilayah barat, namun melihat rupa lan wu yang telah berubah membuat mereka berdua kesulitan untuk mengenali lan wu.
"Yiyi apakah mereka masih ada ikatan darah dengan keluarga Jia?" Tanya lan wu dengan nada heran.
"Benar kakak lan. Paman Kun Jia merupakan saudara ayah ku yang beberapa tahun lalu di angkat menjadi kaisar di wilayah timur. Mereka telah berkunjung cukup lama ke istana sekedar mengenalkan aku dengan paman Kun serta keluarga lainnya" jelas yiyi dengan senyum tenang di wajahnya.
"Hahahahaha ternyata masih keluarganya yiyi ya..? Lalu mengapa kalian berani menghina pedang dewa? Atau kalian merupakan kekaisran yang bertanggung jawab atas insiden perang besar beberapa tahun lalu yang melibatkan prajurit kekaisran yang tidak di ketahui asalnya?!" Nada lan wu mendadak meninggi.
"Keponakan lan, maafkan aku yang bahkan tidak mengetahui mu sebagai suami dari keponakan yiyi, dan mengenai insiden perang besar aku berani bersumpah bahwa kami tidak terlibat sama sekali" jelas Kun dengan perasaan bercampur aduk.
"Tuan lan, aku sangat senang dapat bertemu langsung dengan pendekar besar seperti anda" ujar xuliy dengan senyum manis di bibirnya.
Nampak lan wu mendesis kesal sebelum akhirnya memberi yiyi kesempatan untuk berbicara.
"Paman bagaiamana jika paman berkunjung ke tempat ku? Mungkin saja kakak lan akan menjelaskan beberapa hal yang paman cari di kekaisaran ini" jelas yiyi terlihat senang.
Akhirnya Kun mengiyakan tawaran yiyi. Mereka bergegas memutar haluan dan mengarah kembali ke pedang dewa. Yiyi ikut duduk di dalam kereta kuda sementara lan wu memilih untuk berjalan kaki, dan lan wu seakan menjadi pemimpin yang menuntun jalan kearah pedang dewa. Yiyi terlihat menggeleng pelan usai melihat mimik wajah lan wu yang di penuhi oleh kemarahan entah karena hal apa.
"Tuan sebaiknya anda masuk saja ke dalam kereta, sehingga perjalanan kita akan menjadi sedikit cepat" ujar prajurit yang merupakan jendral dari kerajaan tersebut.
Lan wu mengibaskan tangannya dan sontak membuat jendral tersebut tersungkur dari kudanya. Lan wu kemudian bergerak cepat seraya mencabut pedang sunyi dan mengarhkannya tepat di leher jendral tersebut.sorot mata lan wu berubah menjadi buas. Ia begitu ingin memusnahkan seluruh orang di rombongan tersebut terkecuali yiyi.
__ADS_1
Melihat situasi tersebut yiyi segera melompat dari dalam kereta dan memeluk lan wu untuk menenangkan emosi lan wu.
"Kaka tolong jangan marah lagi.." mohon yiyi dengan nada bergetar.
Lan wu terdiam sejenak sembari mengelus punggung yiyi kemudian akhirnya mengiyakan permintaan dari istrinya tersebut. "Baiklah yiyi, tapi apapun yang terjadi mereka harus meminta maaf kepada kakek Jian atas penghinaan yang di lontarkan oleh pria gobl*ok yang terbaring di tanah itu.!" Lan wu sedikit mengerang untuk menahan emosinya yang kembali berkobar.
"Tentu saja kakak. Yiyi juga tidak akan terima jika kakek Jian di hina sembarangan, namun kakak harus berjanji untuk tidak menyerang mereka lagi saat berada di pedang dewa" mohon yiyi sembari memasang wajah memelas.
"Baiklah aku berjanji" jawab lan wu.
Untuk mencegah lan wu kembali termakan emosi. Yiyi berusaha keras untuk membuat lan wu masuk ke dalam kereta kuda tersebut. Usai beberapa kali terlibat perdebatan akhirnya lan wu mengalah usai yiyi mengeluarkan suara tinggi kepada lam wu.
"Hahahahaha adik yiyi.. jangan marah..jangan marah.. aku sungguh tidak berani menolak" jawab lan wu seraya tertawa kecut.
Singkat cerita akhirnya lan wu dan yiyi kini berada di dalam kereta. Lan wu menyimak percakapan antara yiyi dan Kun seraya menatap keluar jendela.
Mendadak lan wu menjadi sedikit risih. Ia merasa bahwa sedari tadi ada yang memperhatikan dirinya, terlebih lagi mendadak badan lan wienjadi begitu gerah dan jantungnya berdebar kencang. Nafas lan wu menjadi berat, ia sontak menggenggam erat tangan yiyi sembari membisikan sesuatu di telinga yiyi.
"Yiyi bisakah kau meminta sepupu mu untuk berhenti menggunakan aura penggoda kepada ku? Aku begitu terganggu akan hal ini" ujar lan wu dengan nafas berat.
Yiyi sontak menjadi kesal, namun bagaimanapun ia tidak berniat menyinggung xuliy terlebih lagi ia tidak memiliki bukti untuk menjamin perktaaannya kepada xuliy. Di tengah kebingungan yiyi sontak kereta kuda mendadak seperti di tindih oleh benda berat hingga membuat roda kereta tersebut terlepas. Yiyi menjadi begitu heran usai melihat wajah xuliy yang menggigil ketakutan.
Perlahan kereta kuda serasa melayang di udara dan melaju cepat meninggalkan rombongan prajurit tersebut.
"Maaf.. aku baru ingat bahwa aku telah berjanji kepada xuya untuk menemaninya berlatih" ucap lan wu sembari mengontrol wujud aura miliknya.
__ADS_1
Lan wu mengangkat kereta kuda dengan wujud aura miliknya. Ia melakukan hal tersebut untuk menghindari godaan selanjutnya dari xuliy. Lan wu berhasil membuat xuliy ketakutan dengan menggunakan sedikit aura dari iblis singa yang ia arahkan hanya kepada xuliy, kini di mata xuliy lan wu berwujud seperti iblis singa yang belum sama sekali di lihat oleh xuliy selama berkelana di dunia fana.
Beberapa saat kemudian akhirnya kereta tersebut mendarat tepat di depan gerbang pedang dewa. Yiyi dan lainya yang kini telah berada di luar kereta dibuat terkejut setengah mati akibat melihat wujud aura lan wu yang memancarkan hawa mengerikan. Lan wu mengenggam tangan yiyi dan berjalan pelan meninggalkan Kun dan xuliy yang masih mematung melihat wujud aura neraka yang terus mengikuti lan wu dari atas.
"Paman ayolah" ujar yiyi menyadarkan kedua orang tersebut.
Sepanjang perjalanan mereka nampak para murid dan tetua yang melihat wujud aura lan wu seketika terdiam. Mereka mengira bahwa wujud aura tersebut merupakan hewan gaib yang belum pernah dilihat oleh mereka.
Lan wu yang tidak memperdulikan hal tersebut dan tetap berjalan tenang sembari di ikuti oleh wujud aura neraka miliknya.
"Wah.. tetua lan jurus anda begitu mengagumkan" kagum beberapa murid tetua pedang dewa yang kebetulan berpas-pasan dengan mereka.
Lan wu hanya tersenyum tipis seraya menetralkan wujud aura miliknya. Yiyi begitu heran dengan sikap lan wu barusan. Tidak biasanya lan wu memamerkan kemampuanya di muka umum. Dengan rasa penasaran akhirnya yiyi memutuskan untuk menanyakan perihal tersebut kepada lan wu. Ia tidak ingin lan wu menyalah gunakan kemampuannya dan menjadi begitu sombong.
"Kakak lan, apakah kau menyembunyikan sesuatu dari ku? Tidak biasanya kau memamerkan kemampuan mu seperti tadi" ucap yiyi dengan nada lirih.
"Aku hanya berusaha melindungi inti api suci dari tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jika menyerang mereka secara langsung tentu akan mengundang pertanyaan dari para murid dan tetua lainya" jawab lan wu sejenak menghentikan langkahnya.
"Yiyi.. tujuan dari paman mu tidak sepenuhnya hanya berkunjung ke pedang dewa, entah mengapa aku merasakan kehadiran sosok lain yang bersembunyi di sekitar paman mu" jeals lan wu sontak membuat yiyi keheranan.
"Mengapa aku tidak merasakan sosok tersebut? Apakah tingkatan ku belum cukup?"tanya yiyi dengan nada penasaran.
"Tentu saja tidak, bahkan seseorang yang berada di tingkat tertinggi akan kesulitan merasakan kehadirannya, namun aku dapat merasakannya dari niat serta pancaran kebencian yang ia keluarkan" jawab lan wu.
"Aku akan menunggu waktu yang tepat untuk memaksa dirinya keluar, untuk saat ini anggap saja kita tidak mengetahui hal tersebut " sambung lan wu sembari mengenggam kembali tangan yiyi.
__ADS_1