Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Episode 46


__ADS_3

"guru apakah yang sedang kau pikirkan ?" Tanya yiyi menatap lan wu yang masih diam tanpa suara


Yiyi hendak bertanya lagi ,namun segera di hentikan oleh Zhen . "Kakak yiyi, sebaiknya kamu memberikan guru kesempatan untuk mendengarkan dirinya . Aku merasa bahwa guru sedang memikirkan nasib seluruh murid yang terlibat dalam peperangan ini " jelas Zhen di sambut dengan tatapan khawatir yiyi


Disisi lain yiyi juga merasakan apa yang lan wu rasakan ,namun ini merupakan pilihan terakhir yang harus di ambil oleh seluruh pendekar di wilayah barat . Mereka tentu tak akan Sudi jika rumah mereka di jadikan bahan jajahan oleh orang-orang di wilayah timur .


"Apakah kak lili sudah mempersiapkan diri ?" Tanya lue tersenyum melihat lili yang menampakan wajah cerianya


"Tentu saja .. aku tidak sabar ingin memukul orang-orang dari naga putih itu " jawab lili di penuhi semangat tinggi


Lan wu hanya mendengarkan pembicaraan murid-murid sembari terus menatap tajam ke arah depan . Angin menerbangkan rambut panjang lan wu yang terlihat meredam kekhawatiran besar akan dampak dari perang tersebut .


Xioca terbang berdampingan dengan elang putih yang di kendarai oleh Ning dan pemimpin istana langit . Semuanya hanyut dalam pikiran mereka masing-masing ,yang tetap menyimpan banyak kekhawatiran atas situasi tersebut .


" Ming yu , aku meminta mu untuk tetap bersama dengan yiyi dan lainya. Apapun yang terjadi aku ingin kau melindungi mereka dalam situasi sulit maupun tenang " ucapan lan wu seketika membuat seluruh muridnya menghentikan obrolan mereka


"Tentu saja guru . Aku pasti akan melindungi saudara-saudari ku apapun yang terjadi " sanggup Ming yu sembari mendekati lan wu dan berdiri tepat di sampingnya


" Yiyi , kau jangan terlalu memperhatikan orang di sekitar mu . Kau fokus saja pada lawan yang berada di depan mu . Kelemahan mu adalah rasa peduli mu terhadap orang yang tidak kau kenal " sambung lan wu bersamaan dengan anggukan pelan dari yiyi


"Lili dan Lingzi , kalian lakukanlah apa yang kalian senangi . Jangan pedulikan pandangan dari sekutu ataupun permohonan dari lawan mu . Jika ada kesempatan habislah mereka sebanyak yang kalian bisa" seru lan wu yang kini membalikan badannya seraya menatap seluruh muridnya


"Baik guru " ucap lili serentak dengan senyum senang nya


"Sedangkan Zhen dan lue. Aku ingin kalian tetap menggunakan ketenangan serta strategi yang kalian pikirkan . Ketenangan dan analisa situasi milik kalian merupakan kelebihan yang dapat menyelamatkan yang lainya dari situasi buruk . Sisanya serahkan saja pada ku . Tak akan ku biarkan mereka menyentuh kalian ketika sedang bertarung !" Nada lan wu sedikit meninggi


Lan wu kembali menatap kearah depan seraya menggenggam pedang sunyi miliknya . Samar-samar lan wu merasakan aura kuat dari arah depan mereka yang merupakan wilayah dari ibu kota Yon . Lan wu mengatur nafasnya seraya melepaskan aura neraka dengan serentak . Kini aura kuat tersebut perlahan hilang bersamaan dengan xioca yang mendarat tepat di halaman luas dari benteng pertahanan kota ing .


Nampak berbagai macam pendekar telah berada di benteng tersebut . Kota ing terlihat begitu padat oleh para pendekar dari sakte maupun pendekar mandiri yang tidak terikat oleh sakte manapun .


Rombongan lan wu langsung di tuntun menuju tempat tinggal mereka yang telah di sediakan oleh kaisar negara Yon kepada para tamu .


Bagi pendekar mandiri , mereka akan di berikan kamar di penginapan yang telah di sediakan oleh kaisar di area kota ing , sedangkan untuk murid dari suatu perguruan akan di tempatkan di kediaman yang lebih luas dan berada tepat di area istana kaisar tersebut .


Kediaman lan wu berdekatan dengan kediaman milik bambu emas yang berasal dari negara Qin . Lan wu sengaja tidak menyebutkan asal saktenya dan hanya mengatakan bahwa ia merupakan salah satu tetua di sakte yang berada di kekaisaran Qin .


Usai mengurus segala keperluan di kediaman tersebut . Lan wu memutuskan untuk mengunjungi ketua Jian dan lainya . Di perjalanan nya , lan wu di suguhi dengan pemandangan para pendekar yang tertawa riang seakan tidak memiliki beban apapun di hidup mereka . Mereka menghabiskan waktu mereka dengan minum-minum serta menggoda beberapa pendekar wanita yang juga berada di kedai tersebut .


Lan wu tersenyum tipis sembari menatap orang-orang yang berada di tingkat dua tersebut dari jalan .


"Hey berhenti dulu !!" Terdengar suara teriakan dari tingkat dua bersamaan dengan melompat nya seorang pria ke hadapan lan wu .


Lan wu menaikan  sebelah alisnya sembari menerka apa yang hendak di lakukan oleh pria di depannya


"Ada keperluan apa senior memanggil ku ?" Tanya lan wu dengan nada sopan


"Melihat dari penampilan mu , sepertinya kau berasal dari keluarga bangsawan " pria tersebut memasang senyum jahat kepada lan wu "bisakah kau memberikan aku beberapa uang milik mu ?" Sambung pria tersebut sembari mencengkram bahu lan wu dengan kuat


Lan wu tersenyum kecut usai mengetahui bahwa ia sedang di palak oleh pria tersebut . Dengan mudah lan wu mengangkat tangan pri tersebut sembari menyodorkan sekantong uang di atas tangan pria tersebut


"Baiklah senior, kebetulan aku sedang menjalankan amal " ujar lan wu dengan senyum tenangnya sembari melangkah hendak meninggalkan pria tersebut


Pria tersebut menganga usai memeriksa kantong uang yang terdapat ratusan keping emas di dalamnya , bahkan seumur hidupnya baru hari itu ia memegang uang sebanyak ini .


Nampak pria tersebut memasang seringai sembari menahan pundak lan wu sekali lagi , ia bermaksud untuk meminta lebih di karenakan lan wu yang sama sekali tidak melawan nya .


"Senior aku masih memiliki urusan lain , traktir minumnya nanti aja ya " ucap lan wu membalikan badannya seraya menatap pria tersebut dengan senyum yang dipaksakan


"Bukankah terlalu pelit jika hanya memeri Ki sekantong ? Bagaiman jika kau menambahkan beberapa kantong lagi serta aku juga menginginkan pedang milik mu " ujar pria tersebut sembari mengeluarkan senyum serakah di wajahnya


"Hahaha kak qun kau memeng luar biasa " teriak seorang wanita di tingkat dua sembari memandang ke arah pria tersebut

__ADS_1


Dengan cepat pedang lan wu berada tepat di leher pria tersebut , kini suasana menjadi hening usai melihat lan wu yang menodong pria tersebut dengan pedang nya


Wajah qun di penuhi dengan keringat , ia tak menyangka bahwa pedang milik lan wu memancarkan aura yang begitu mengerikan, terlebih lagi ia bahkan tidak melihat kapan lan wu mengeluarkan pedang tersebut dari sarung nya


"Kalau bukan karena tujuan kita sama . Aku pasti sudah melepaskan kepala dari badan mu " seru lan wu dengan nada serius membuat tubuh pria tersebut gemetaran


Dari arah belakang nampak seorang gadis cantik dengan tampilan elegan mendekat ke arah lan wu yang masih meletakan pedangnya di leher qun


"Wah.. putri suiya memang merupakan gadis teecanti di kekaisaran ini " ujar beberapa orang sembari menatap gadis yang mendekat ke arah lan wu tersebut


"Ia. Aku dengar ia telah di jodohkan dengan jendral besar dari negara Qin " sambung suara lainya


"Bukankah jendral tersebut adalah orang terkuat di kekaisaran Qin ? Wah aku rasa nasib nona su begitu beruntung " balas seorang pemuda yang tengah duduk di kedai tersebut


" Apakah anda tuan lan ?" Tanya suiya dengan senyum ramah


Sontak seluruh orang di situ menganga usai mengetahui jika pemuda tersebut merupakan orang yang sedari tadi di bicarakan oleh merek . qun semakin bertambah pucat usai mengatahui identitas dari lan wu . Ia merasa bahwa masipnya sangat sial karena salah mengusik orang.


"Senior kau boleh pergi , jangan sampai kau melakukan pemalakan seperti ini lagi " seru lan wu di sertai dengan anggukan cepat dari qun .


Lan wu menatap gadis di sampingnya sembari bertanya dalam hatinya mengapa ia di kenali semudah ini oleh gadis tersebut .


"Apakah aku mengenal nona ?" Tanya lan wu balik


"Emm.. ak..aku adalah xen suiya , putri kedua dari kaisar di negara ini " jawab sui dengan tatapan memerah usai melihat wajah lan wu


" Ternyata tuan putri .. pantas saja kau dapat mengenali ku , lalu apakah tuan putri ada keperluan dengan ku?" Tanya lan wu sembari menyarungkan pedang nya kembali


"Ayah ku dan para ketua sakte ingin bertemu dengan mu , itulah mengapa aku di utus untuk mencari mu " ujar sui


Lan wu berfikir sejenak sembari memutuskan akan ikut atau menolak .


"Kebetulan ketua Jian juga berada di sana ,dan hendak menemui mu " sambung sui mencegah agar lan wu menolak ikut dengan nya


Lan wu berjalan di samping sui dengan tenang dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun , ia hanya sesekali bersuara jika sui menanyakan beberapa hal ,namun setelah menjawab pertanyaan sui . Lan wu akan kembali diam seperti semula .


Kini lan wu dan sui memasuki ruang utama istana kaisar yang terlihat tengah ramai di penuhi dengan berbagai ketua sakte di seluruh wilayah barat . Lan wu tersenyum lebar usai melihat Yui yang tersenyum sembari melambai anggun tangannya kearah lan wu .


"Ehm.. dasar bocah , giliran melihat gadis langsung melupakan kakeknya ini " ujar Jian seraya di iringi dengan tawa padat ketua di ruangan tersebut


Lan wu terbatuk-batuk beberapa kali usai mendengar tusukan dari perkataan yang di lontarkan oleh Jian kepadanya


Terlihat wajah Yui juga memerah akibat menahan malu dari semua pandangan yang menatap kearahnya


Lan wu mengarah ke kursi yang berada di meja Jian usai memberi salam kepada kaisar dan para ketua lainya


"Silahkan para ketua menikmati hidangan yang kami sediakan untuk menyambut kalian semua , aku selaku kaisar negara Yon mewakili semua prajurit istana sangat berterimakasih atas kehadiran para jendral dan ketua sakte di seluruh wilayah barat ini . Aku sangat merasa terbantu dengan kehadiran kalian semua , mari kita bersulang untuk ikatan persaudaraan yang terjalin hari ini dan selamanya " ucap kaisar dengan nada senang sembari mengangkat cangkir anggur miliknya


Mereka serentak meminum segelas anggur untuk menunjukan tekad mereka dalam persiapan menghadapi perang besar di depan mata mereka .


Sementara mereka menikmati hidangan tersebut , terlihat beberapa ketua berbincang dengan tenang sembari sesekali tertawa usai mendengar candaan yang di keluarkan satu sama lainya .


Lan wu hanya menyimak pembicaraan tersebut sembari menikmati anggur di cangkirnya , ia sedikit merasa heran usai mengetahui perjamuan tersebut khusus untuk para ketua sakte , sedangkan lan wu hanya menyandang gelar sebagai tetua pedang dewa dan seharusnya tidak termasuk dalam pertemuan tersebut .


Meskipun ia telah di gemari sebagai jendral besar , namun lan wu tidak aktif dalam lingkungan istana dan sebagaian nya. Entah mengapa ia merasakan ada sesuatu yang hendak di sampaika. Secara langsung oleh kaisar kepadanya


"Rasanya seperti mimpi dapat bertemu dengan pendekar yang banyak di bicarakan di wilayah barat ini " ujar salah satu ketua sakte yang berasal dari kekaisaran Yon


"Kau benar ketua beng, pendekar lan wu begitu terkenal usai melakukan beberapa hal luar biasa yang hampir tidak pernah kita sangka " sambung ketua sakte cakar langit yang bernama mong Zu


"Para ketua terlalu melebihkan diriku . Aku hanya sedikit beruntung "jawab lan wu dengan senyum tenang

__ADS_1


"Tidak ..saudar lan . Kau memang merupakan pendekar paling berbakat di wilayah barat " ucap ketua istana naga air dengan nada tenang


Sontak para ketua mengangguk dan menyetujui perkataan dari ketua naga air tersebut. Lan wu hanya menggaruk kepalanya seraya merasa canggung dengan situasi tersebut


"Pendekar lan , sudah sepantasnya dirimu mencari pendamping hidup yang bisa mengurusi segala keperluan mu kelak . Bagaiman jika kau memberikan Kesempatan kepada putri ku untuk mendampingi mu ?" Tanya kaisar seraya tersenyum harap menatap lan wu yang seketika tersendat minuman nya


"Ka...kaisar .. apakah anda sedang bercanda ? Mana mungkin aku dapat menerima itu " jawab lan wu sedikit terbata


Kaisar menggeleng pelan seraya melanjutkan perkataan nya " aku telah membicarakan ya secara pribadi dengan ketua Jian selaku kakekmu, dan dia setuju dengan hal tersebut. Kini aku hanya memerlukan jawaban mu secara jujur apakah kau bersedia menerima putriku sebagai calon istri mu ?" Jelas kaisar membuat wajah sui memerah bersamaan dengan lan wu yang begitu bingung menyikapi permintaan kaisar tersebut


" Bagaiman jika putri sui tidak menerimanya ? Tentu saja aku tidak bisa memutuskan secara sepihak dalam permasalahan ini .." jelas lan wu yang segera di tanggapi oleh sui


"Tuan lan , aku tidak keberatan dengan perkataan ayah ku . Namun jika kau tidak menyukaiku maka aku tentu tidak bisa memaksakan kehendak ku untuk menikahi mu .." ucap sui dengan nada malu seraya sedikit menunduk


Lan wu begitu terjebak dalam situasi tersebut . Ia tidak ingin jika terjadi kesalah pahaman dengan penolakan nya , terlebih lagi ia memang membutuhkan seorang wanita yang dapat di percaya untuk mengurusi keperluan xuya kelak . Dengan nada lemah lan wu akhirnya menerima perjodohan tersebut .


"Baikalah kaisar . Aku akan menerima permintaan mu dan akan menikahi putri sui usai perang ini selesai " ujar lan wu dengan nada sedikit di tahan


"Hahahaha baikalah , dengan begini akhirnya putriku mendapatkan calon suami yang bisa menjamin keselamatanya di masa depan kelak " tawa kaisar di ikuti dengan ucapan selamat dari para ketua lainya


Mereka kemudian kembali melanjutkan santapan mereka yang sempat tertunda dengan situasi tanya jawab tadi .


Usai menghabiskan hidangan tersebut . Lan wu memohon diri untuk kembali menuju kediamanya bersam dengan ketua Jian yang juga pamit kepada kaisar .


Kaisar menyuruh sui untuk menemani lan wu ke penginapan nya serta bermaksud membuat hubungan lan wu dan sui menjadi lebih dekat .


Awalnya lan wu menolak dengan dalih ia akan singgah di Jian untuk membahas beberapa hal sebelum ia kembali ke kediaman miliknya . Namun usai melihat wajah sui yang berubah sedih lan wu akhirnya mengajak sui untuk ikut bersama dengan nya .


"Bagaiman aku akan terbiasa dengan situasi ini ?" Pikir lan wu sembari menatap sui yang berjalan tenang di samping nya .


Jian tersenyum diam-diam seraya menyaksikan lan wu yang tengah mengalami beban pikiran tersebut .


Entahlah apa jadinya jika yiyi mengetahui jika lan wu akan menikahi sui usai perang ini berakhir . Lan wu menghela nafas panjang seraya memikirkan penjelasan yang akan di berikannya kepada yiyi agar yiyi mengerti situasi yang sedang di hadapi oleh lan wu .


Hay guys.. tahnks atas dukungan dan semangat nya .


Jangan lupa di like,coment,fav,dan di shere jika kalian suka sapa kisahnya lan wu .


Ada berita bagus nih guyss..


.


.


.


.


.


.


..


.


Kayak nya bentar lagi si lan wu akan nikah 😂😂😂.


Siapanih yang pengen jadi penghulunya ?...


Ok author cuman mau ngomong ini .. ingat ! Stay at home .

__ADS_1


Buy...buy....buy.....guys.....


__ADS_2