Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Perginya lan wu (end part 1)


__ADS_3

3 hari berlalu dengan tenang usai naga emas menciptakan formasi pelindung di kediaman lan wu. Gerak lan wu semakin terbatas, ia hanya dapat berkeliaran di dalam kediamanya dan menghindari aktivitas di luar.


Ia menghabiskan waktunya untuk melatih xuya sembari menghabiskan waktunya untuk melihat senyuman indah dari istrinya. Rasanya begitu nyaman saat yiyi melantunkan nyanyian indah dari bibirnya.


Fondasi tingkat gerbang ilahi telah di sempurnakan oleh lan wu. Kekuatan yang telah melebihi kapasitas alam, membuat lan wu mendapatkan berbagai penolakan dari alam. Satu-satunya cara agar ia dapat mencapai tingkatan lebih tinggi ialah dengan naik ke alam atas.


"Kakak lan, mengapa kau tidak mengajak xuya untuk berkeliling di pedang dewa?" Tanya yiyi datang menghampiri lan wu yang tengah berbincang dengan xuya


"Ibu aku mau teh juga" sergah xuya dengan tatapan mengiba


Yiyi mengelus kepala xuya sembari mengambil cangkir teh lan wu, dan di serahkan kepada xuya


"Kau dapat meminum punya ayah" ujar yiyi sembari tersenyum


"Emmm..ayah pelit pada ku" xuya mengembungkan pipinya seraya menatap lan wu


"Benarkah? Padahal aku  sudah menawarinya tadi pada mu " lan wu menyentuh dagunya seraya menatap xuya dengan senyum


"I..i..itu " xuya tak sanggup melanjutkan perkataannya


Lan wu hanya tertawa kecil usai melihat eskpresi dari xuya. Pandangan lan wu kini tertuju kearah luar jendela, ia melihat banyak sekali petir bencana yang terus menyambar di atas formasi naga emas, namun petir tersebut tidak dapat di lihat oleh orang lain. Lan wu berusaha menutupi hal tersebut sembari menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya kepada yiyi dan xuya.


"Kakak lan, mengapa kau terlihat sedih?" Tanya yiyi mengamati wajah lan wu


Lan wu tersenyum sembari mengelus kepala yiyi "aku tidak sabar menanti kelahiran anak kita" jawab lan wu menutupi risau nya.


"Ahh..teh buatan ibu memang nikmat" ujar xuya usai meneguk teh milik lan wu


Dari kejauhan pintu masuk, nampak Jan bersama dengan putrinya datang mendekat ke arah lan wu


Lan wu tersenyum kagum usai mengetahui tingkatan jan yang telah mencapai tingkat dewa akhir bintang 5


"Salam untuk saudara lan" ujar jan di ikuti dengan putrinya


"Hahahha saudara jan telah mengalami kemajuan yang begitu pesat, aku ikut senang untuk mu" jawab lan wu seraya mempersilahkan Jan untuk duduk


"Kakak Jan duduklah, aku akan menyiapkan beberapa makan" ucap yiyi sembari melangkah ke dapur.


"Bibi yi, aku akan membantumu " nampak Jen yang berdiri sembari mengarah ke yiyi


"Ayah,paman, aku akan menemani ibu dan kak Jen di dapur" ucap xuya


Kini hanya tersisa lan wu dan Jan di ruang tersebut, Jan menjelaskan mengenai pelatihanya yang memakan waktu hampir 2 tahun. Jan juga menjelaskan mengenai kondisi tubuh Jen yang telah terbangun dengan sempurna.


Ia meminta agar lan wu mengajari Jen beberapa jurus yang tepat untuknya.


"Hmm..sayang sekali aku baru mengetahuinya sekarang. kakak Jan, kondisi tubuh ilahi merupakan tingkat kualitas tubuh yang tertinggi di seluruh alam dan hanya terlahir sekali dalam seribu tahun. Kemampuan Jen pasti akan terus meningkat hingga mencapai batas maksimal dari tingkatan di seluruh alam. Sebetulnya Jen tidak membutuhkan jurus hebat untuk menyalurkan kemampuannya. Ia hanya membutuhkan tehnik pengendali. Mengapa tidak mengajarkan nya untuk menciptakan formasi pelindung? Aku yakin dengan kemampuanya formasi yang di ciptakan oleh Jen, pasti akan sangat kuat" saran lan wu


"Tapi mencara orang yang hebat dalam formasi pelindung sangatlah susah" ujar jan terlihat sedikit kecewa


"Kau benar kak Jan, aku juga tidak begitu memahami segel formasi" lan wu menggeleng sembari memasang senyum


"Namun aku yakin tetua 13 dapat membantu kesulitan tersebut. Ia memiliki berbagai jurus formasi pelindung yang begitu hebat, tetapi jika kau tidak ingin melepaskan putrimu ke sana. Aku masih dapat meminta bantuan kepada senior ko untuk datang dan mengajari putrimu di sakte elang surgaw" sambung lan wu membuat Jan terlihat lebih tenang


"Aku sungguh berhutang pada mu saudara lan" ucap Jan tersenyum


Beberapa saat kemudian keluarlah yiyi sembari membawakan hidangan di bantu oleh Jen dan xuya. Mereka menghabiskan sore sembari menyantap hidangan tersebut di iringi dengan perbincangan ringan mengenai kisah mereka masing-masing.


Usai menyantap hidangan tersebut. Lan wu mengajak Jan untuk bersantai di halaman depan kediamanya, mereka memesan beberapa guci arak dan kemudian meminumnya dengan tenang.

__ADS_1


"Sesungguhnya aku sangat ingin mengangkat Jen sebagai muridku , namun sayangnya aku tidak memiliki waktu yang banyak di dunia ini" ucap lan wu sontak membuat Jan terkejut


"Maksud mu? Apakah kau memiliki penyakit yang tak dapat di obati?" Tanya Jan dengan nada penasaran


Lan wu meneguk araknya kemudian menjawab pertanyaan dari Jan " Apakah kakak Jan pernah mendengar soal kenaikan alam?" Tanya lan wu menambah keterkejutan di wajah Jan


"Seperti kakak telah mengetahuinya.." lan wu tersenyum sedih "Tepatnya sudah 2 minggu aku di tolak oleh alam ini, jika bukan karena bantuan dari segel naga emas aku yakin mungkin sekarang aku tifak lagi dapat bersantai bersama kak Jan di sini " sambung lan wu


"Ta..tapi bukankah itu akan terjadi saat berada di tahap lebih dari dewa? Bukankah kau masih berada di tingkat dewa akhir bintang 6?" Jan kembali melontarkan pertanyaan


"Hahahahaha ternyata kak Jan mengetahui banyak soal hal ini. Aku memang telah berada di tingkat yang lebih jauh dari dewa akhir, tepatnya aku telah memasuki tingkat gerbang ilahi. Itulah mengapa alam ini begitu terancam akan kehadiranku. Semakin lama tekanan ini semakin besar, pelindung yang di ciptakan oleh naga emas juga telah mengalami keretakan" jawab lan wu sembari menatap beberapa retakan besar di segel pelindung yang terdapat di sekeliling kediamanya


"Bagaimana dengan xuya dan yiyi? Apakah saudara lan hendak mennggalkam mereka? Terbih lagi kini adik yiyi tengah mengandung" nampak wajah Jan terlihat sedih


"Takdirku memang kejam, namun bagaimanapun aku menentang. Takdirku selalu saja lebih kuat dari ku"


Mendadak terlihat sebuah cahaya besar menerjang ke arah lan wu, dengan sigap lan wu mendorong Jan kemudian mengeluarkan 4 tapak suci yang di arahkan ke arah langit. Ledakan serta tekanan besar terjadi usai jurus lan wu menahan serangan kuat tersebut.


"Kak lan apa yang terjadi?" Tanya yiyi hendak menerjang ke arah lan wu yang tengah menahan serangan kedua dari cahaya tersebut.


"Yiyi, jangan mendekat. Tetaplah di situ dan panggilkan xuya kemari" seru lan wu dengan wajah kesusahan


Dengan cepat kini xuya telah berada di samping yiyi usai di mendengar suara lan wu.


"Ayah..a..apa yang terjadi?" Nampak xuya meneteskan air mata menyaksikan mulut lan wu yang mengeluarkan darah segar


Lan wu tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya "yiyi, xuya, dengarkan aku" ujar lan wu sembari memaksakan energinya untuk memperkuat tapak api


"Aku akan segera meninggalkan alam ini dan menuju alam atas, aku yakin kalian bingung dengan perkataan ku dan menuntun kejelasan dari semua ini. Maafkan aku yang tidak bisa lagi menemani kalian, aku terlalu lemah untuk menunjukkan takdirku. Aku begitu tidak berdaya melawan" ujar lan wu sedikit bersamaan dengan tangisan yiyi dan xuya


"Kakak, apakah kau tidak ingin melihat anak mu lahir? Bukankah kau sudah berjanji untuk tetap berada di sisiku?" Tanya yiyi dengan suara terisak


"Maafkan aku yiyi, tentu saja aku ingin melakukanya" tanpa sadar butiran air mata lan wu menetes


"Jaga diri kalian, aku pasti akan kembali ketika telah menjadi lebih kuat" ujar lan wu sesaat sebelum cahaya tersebut berhasil menutupi seluruh tubuhnya


Yiyi dan xuya menangis sekencang-kencangnya usai menyaksikan lan wu yang telah hilang bersamaan dengan cahaya tersebut. Jan menopang yiyi yang kini telah kehilangan kesadarannya akibat terpukul akan kepergian lan wu.


"Guru..!!" Teriak Ming yu yang baru sampai di tempat tersebut


Ming yu menatap Jan seraya menanyakan keberadaan lan wu, namun Jan hanya mengangguk pelan sembari mengisyaratkan bahwa lan wu tidak lagi berada di alam ini.


"Maaf kan aku yang tidak sempat mengantar guru untuk terakhir kalinya " Ming yu sontak berlutut sembari menatap ke arah langit.


**


Lan wu perlahan membuka matanya dan mendapati ia telah berada di depan sebuah gerbang. Lan wu dapat mendengarkan suara seorang pria yang tengah membicarakan berbagai hal di balik gerbang tersebut.


Lan wu menatap sekelilingnya yang terlihat di selubungi oleh cahaya ungu dan satu-satunya jalan keluar adalah gerbang berwarna putih yang berdiri kokoh di depannya.


"Inikah portal penghubung antar alam duniawi dan alam dewa?" Tanya lan wu seraya melangkah masuk melewati gerbang tersebut


Mendadak terasa tekanan kuat yang hendak menindihnya masuk kedalam tanah. Dengan cepat lan wu mengeluarkan energi miliknya dan berhasil memukul balik tekanan tersebut.


Tampak seluruh pandangan dari orang-oranv yang tengah duduk bersila terarah padanya.


"Orang ini bahkan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membiasakan dirinya dengan tekanan dunia dewa" heran salah seorang pria yang berdiri mengawasi lan wu dari sebuah panggung


Lan wu mendekati pria tersebut seraya memberi hormat " senior bolehkah aku mengetahui ini dimana?" Tanya lan wu yang hanya melihat sebuah halaman yang d penuhi dengan orang-orang

__ADS_1


"Ini merupakan kerbang kenaikan. Tempat ini merupakan penyaring dari seluruh orang yang naik ke alam dewa. Mereka yang naik ke alam dewa, harus terlebih dahulu menyesuaikan diri dengan tekanan alam dan barulah mereka dapat meninggalkan tempat ini" jawab pria di depan lan wu


" Baiklah, akan kembali ke bawah" ujar lan wu sembari melangkah turun dari panggung


"Kau tidak perlu melakukanya lagi, bukankah kau sudah berhasil melawan tekanan tersebut?" Ujar pria tersebut seraya menghentikan langkah lan wu


Lan wu berfikir sejenak dan akhirnya ia mengetahui maksud dari menyesuaikan tekanan alam dewa. Tekanan kuat yang barusan di rasakan nya adalah tekanan yang di maksud oleh pria di depan lan wu.


"Baikalah. Kalau begitu bagaimana caranya agar aku dapat keluar dari tempat ini?" Tanya lan wu sembari menatap pria tersebut


"Tunjukan ini ke penjaga gerbang yang berada di depan sana" ucap pria tersebut seraya memberikan sebuah plat perak kepada lan wu.


Lan wu pun kini mengarah ke gerbang yang di maksud oleh pria yang di temui nya tadi. Lan wu menunjukan plat tersebut dan akhirnya berhasil melewati gerbang yang di jaga oleh 4 orang pendekar tingkat abadi menengah


"Pantas saja di sebut alam dew" gumam lan wu begitu terkejut usai membaca tingkatan dari para penjaga gerbang.


"Sebaiknya aku mencari informasi sebanyaknya tentang alam dewa ini, selain itu aku perlu memulihkan energi ku sebelum kembali menelusuri alam ini" pikir lan wu yang kini telah berada di sebuah kota besar di alam dewa.


Lan wu kini duduk  di sebuah restoran sembari menunggu pesananya siap. Ia begitu kagum akan kemegahan kota tersebut yang terlihat begitu mewah dan berkelas. Ia hampir tidak melihat seseorang yang mengenakan pakaian lusuh ataupun barang yang murah, termasuk pedang serta jubah yang di kenakan oleh pendekar di alam dewa.


Perkataan mereka begitu beretika dan enak untuk di dengar, meskipun begitu lan wu tentu mengetahui jika di alam dewa sekalipun masih terdapat banyak orang yang bersikap semena-mena.


Kekuasaan,harta,kedudukan,kekuatan,dan kasta tetaplah menjadi patokan untuk mengelompokkan sejumlah orang ke tingkat masing-masingnya.


''sikahkan di nikmati tuan" ujar pelayan wanita sembari meletakan pesanan lan wu di meja


"Terimakasih nona" ujar lan wu yang entah mengapa membuat pelayan di depannya tertawa kecil


"Tuan pasti adalah orang yang baru naik ke alam ini ya?" Tanya pelayan tersebut membuat lan wu sedikit tertarik


"Mengapa nona bisa mengetahuinya?" Tanya lan wu dengan nada memancing


"Tentu saja, jika tuan merupakan orang dari alam dewa, mana mungkin tuan mengucapkan terimakasih kepada ku yang hanya seorang pelayan " wanita tersebut tersenyum kecil sembari menjelaskan beberapa hal kepada lan wu


"Nona temanilah aku makan, dan ceritakan seluruh informasi yang nona ketahui mengenai alam dewa kepada ku" ujar lan wu mempersilahkan pelayang tersebut untuk duduk


"Baikalah tuan " ujar pelayan tersebut tak kunjung duduk


"Aku tidak membedakan seperti yang di lakukan orang di alam ini" sahut lan wu bermaksud menyuruh pelayan tersebut untu duduk


"Terimakasih tuan, anda merupakan orang yang baik" jawab pelayan wanti yang kini telah duduk di samping lan wu


**


Kini lan wu telah siap memulai perjalanannya di alam dewa, ia telah siap menghadapi ribuan tantangan yang tengah menantinya di depan. Lan wu bertekad untuk menjadi lebih kuat dan kembali ke alam bawah untuk menemui yiyi dan orang-orang dekatnya.


End part 1.


Halo guys, kini perjalanan lan wu di alam bawah telah berakhir. Akan banyak petualang seru lainya yang menanti di alam dewa yang kini di singgahi oleh lan wu.


Part 2 dari pendekar kelana akan segera di rilis secepatnya, usai author menentukan alur dan lainya.


Dimana part 2 nya akan di rilis?


Jawaban: tetap di novel ini.


Karna author malas buat bikin part 2 nya di novel lain, dan selain itu author juga merasa lebih praktis jika part 2 dan lainya tetap di satu novel.


Nantikan kelanjutannya ya...

__ADS_1


Buy..buy..buy..guys


Sampai ketemu nanti🙂


__ADS_2