Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
mengembara


__ADS_3

Lan wu kini perlahan-lahan mulai tersadar dengan kepalanya yang sedikit pusing.


"Apa aku berada di gua?"


Gumam Lan wu sembari perlahan-lahan bangkit dari tidurnya.


Tatapannya tertuju pada kitab kultivasi serta giok yang ditinggalkan oleh Mo tian.


"Heh... Dasar iblis labil"


Gumam Lan wu tersenyum lebar.


Tiga hari lamanya Lan wu pingsan akibat luka dalamnya yang kembali terbuka, ia merasa bahwa luka tersebut diakibatkan oleh radiasi aura murni Mo tian yang masuk kedalam tubuhnya saat pertempuran sebulan yang lalu.


Mo tian juga menyadari hal tersebut dan memasukkan kembali aura murni miliknya untuk menekan luka Lan wu, ia juga meninggalkan kitab kultivasi iblis yang merupakan kitab berisikan pelatihan miliknya selama berkultivasi.


Adapun tujuan dari Mo tian masih menjadi pertanyaan Lan wu hingga sekarang.


Meskipun pertaruangan tersebut dimenangkan oleh Lan wu, akan tetapi jauh di dalam hatinya. Lan wu mengetahui bahwa kekuatan Mo tian tidaklah seperti yang ia lihat.


Lan wu memutuskan untuk tinggal beberapa hari lagi di gua dan mempelajari kitab kultivasi iblis Mo tian demi menyembuhkan luka dalamnya.


Tiga hari berlalu, dan kini Lan wu telah bersiap untuk meninggalkan gua tersebut.


Tujuannya kali ini ialah untuk menemui Shang chen di ibukota ras manusia.


**


Dalam perjalanannya, Lan wu beberapa kali bertemu dengan pengelana serta pedagang yang melintas. Ia menanyakan arah ke ibukota serta menanyakan kondisi setelah pertempuran di kota Banteng.


Dari penjelasan orang-orang tersebut Lan wu mengetahui bahwasannya pasukan iblis telah mundur ke domain mereka sendiri setelah hilangnya Mo tian.


Selain itu diketahui juga bahwa kaisar tertinggi ras iblis saat ini terluka parah akibat pertempuran nya melawan pemimpin ras elf beberapa minggu setelah pertempuran di kota banteng.


Hal tersebut membuat ras iblis melemah dan kacau, satu-satunya cara untuk menstabilkan situasi mereka ialah dengan cara menemukan kaisar baru untuk memimpin.


Dan Mo tian selaku anak tertua kaisar iblis yang dipercaya akan menduduki tahta ras iblis.


"Mo tian... Latar belakang mu benar-benar tidak bisa ku percaya.."


Ujar Lan wu yang mengingat perkataan pedagang yang ia temui beberapa saat lalu.

__ADS_1


Hari yang semakin gelap akhirnya menghentikan perjalanan Lan wu, ia singgah di sebuah kota dan mencari tempat makan serta penginapan.


Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya Lan wu menemukan sebuah restoran mewah yang terletak ditengah-tengah kota tersebut.


"Selamat datang tuan, apa anda seorang kultivator?"


Tanya pelayan yang menghampiri Lan wu.


"Benar.. apa tempat ini memiliki aturan tertentu?"


"Benar tuan, bagi para kultivator yang berkunjung ke tempat kami dipersilahkan untuk ke ruangan khusus para kultivator"


Pelayan tersebut akhirnya mengantarkan Lan wu menuju tingkat dua.


Yang tampak lebih besar dari sebelumnya.


Setelah Lan wu duduk, ia memperhatikan sekelilingnya dan menemukan bahwa orang-orang di ruangan tersebut semuanya adalah kultivator.


Diantara orang-orang tersebut, terdapat sebuah kelompok berjumlah 4 orang yang mengenakan seragam sakte berwarna biru.


"Bisakah aku bertanya sesuatu kepada suadara ini..?"


Mendadak Lan wu dikejutkan dengan munculnya seorang pemuda di depannya.


Gumam Lan wu yang terkejut.


"Silahkan, apa yang bisa ku bantu untuk suadara?"


"Ah sebenarnya..."


Pemuda tersebut dengan tenang duduk.


"Aku ingin bertanya, apakah saudara berasal dari gunung dewa?"


"Jangan terkejut saudara, aku bisa merasakan sedikit energi pegunungan yang berasal dari tubuh mu. Faktanya, hanya sedikit orang yang bisa sampai ke gunung dewa dan hal itu membuat ku sedikit tertarik"


"Jadi saudara ingin pergi ke sana?"


"Hahaha.. benar, jika saudara bisa memberitahu ku arahnya maka aku sungguh akan berterimakasih kepada mu"


Pria tersebut tersenyum seraya menggaruk-garuk punggung kepalanya.

__ADS_1


"Gunung tersebut terletak di tengah-tengah sungai besar, untuk kesana kau harus melewati puluhan desa dan terbang selama 6 hari melintasi sungai tersebut"


"Tunggu.. apa sungai yang saudara maksud adalah sungai 7 pusaran kesengsaraan?"


Wajah pria tersebut seketika berubah drastis setelah mendengar arahan Lan wu.


Disis lain Lan wu hanya mengangguk membenarkan pertanyaan pria tersebut.


"Bagaimana bisa ada orang yang sanggup melewati sungai tersebut dengan selamat?"


Benak pria tersebut kini dipenuhi oleh banyak pertanyaan, ia sekilas mengalihkan pandangannya dan menatap Lan wu dengan serius.


"Ada apa saudara? Mengapa wajah mu seperti itu?"


Tanya Lan wu dengan nada heran.


Pemuda tersebut tersenyum sekilas kemudian menghela nafasnya.


"Tidak kenapa-kenapa.. aku hanya teringat sesuatu"


"Oh iya saudara, jika boleh tau siapa nama mu?"


Mendengar pertanyaan pria tersebut, Lan wu terdiam sejenak sembari memutuskan untuk memberitahukan namanya.


"Anda bisa memanggilku, Lan.."


"Hemm nama anda sepertinya tidak begitu asing..."


Ujar pria tersebut seraya mengingat-ingat.


"Hahahaha... Aku merupakan kultivator kecil yang berasal dari pedesaan, mustahil bila saudara pernah mendengar nama ku"


Sergah Lan wu dengan tawa kecil.


Pria tersebut tampak meringis malu kemudian memperkenalkan dirinya.


"Aku Long Xuan, senang berkenalan dengan saudara Lan"


Setelah berbincang beberapa saat, Long xuan beranjak kembali menuju kelompoknya.


Lan wu sempat menanyakan perihal situasi ibukota guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan Lan wu menutupi identitasnya sebagai pahlawan besar kota Banteng, ia melakukan hal tersebut dikarenakan tidak ingin terlibat lebih jauh dengan urusan dunia tersebut.


Prioritasnya adalah menemukan murid dari serigala putih dan menanyakan alasan mengapa dirinya ditarik paksa ke dunia ini.


__ADS_2