Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
kemenangan


__ADS_3

"Dan lagi.. dia adalah.."


"Bisakah kau diam..?" Potong Lan wu.


"Kau..?"


"Mengapa wanita selalu berisik dan menyebalkan..?" Sambung Lan wu seraya berbalik menatap Wan Xin yang terdiam dibuatnya.


Mendadak tiga tapak api yang berbeda muncul beberapa saat sebelum bola energi tersebut mengenai Lan wu.


"Kau ini lebih besar dari ku.. dasar monster.."


"Mengapa tidak mencari lawan yang sebanding dengan mu?" Tanya Lan wu yang tersenyum lebar.


Ia mengeluarkan pedang naga kiamat, kemudian bergerak cepat menuju monster tersebut. Sebelah tangan monster tersebut dengan cepat bergerak menahan pedang naga kiamat.


"Tidak akan berhasil untuk yang kedua kalinya.."


Lan wu melompat keatas menghindari ekor monster tersebut yang hendak menyerangnya.


"Hey bung, sepertinya dia ingin merebut tugas mu untuk menghancurkan duni.."


Usai mendengar ucapan Lan wu, mendadak pedang naga kiamat mengeluarkan aura mengerikan kemudian terbang dengan sendirinya kearah monster tersebut.


Monster itu mencoba menghancurkan pedang kiamat dengan tangannya, akan tetapi mendadak pedang naga kiamat berubah menjadi sosok naga raksasa yang melilit tubuh monster tersebut.


"Wah.. lihat, ada naga..!" Teriak para murid menunjuk kearah naga kiamat yang tengah melilit tubuh monster tersebut.


"Orang ini.. bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya.." gumam Wan Xin yang tercengang melihat kejadian tersebut.


Disisi lain ketua sakte dan para tetua juga telah berhasil menekan pria berjubah hitam.


Hal tersebut membuat para murid dan lainya begitu senang.


"Hebat, aku benar-benar melihat kemampuan petinggi di sakte ini.."


"Hahahaha... Tapi aku lebih mengagumi guru Lan, dia bahkan terlihat begitu tenang bahkan setelah melawan monster mengerikan itu seorang diri.."


"Wu Chen, aku benar-benar iri dengan mu.."


Ucap Hong sui yang mendadak mengejutkan Wu Chen disebelahnya.


"Mengapa begitu saudari Sui..?"


"Banyak yang ingin menjadi murid guru Lan, namun semuanya ditolak. Hanya kau satu-satunya yang mendapatkan kesempatan berharga ini. Itulah mengapa aku iri dengan mu"


"Itu.. aku hanya beruntung bisa mendapatkan kesempatan berharga ini" jawab Wu Chen seraya menatap kearah Lan wu dengan senyum senang.


"Oy naga bodoh...! Tunggu apa lagi makan saja dia..!" Kesal Lan wu seraya menendang kepala naga kiamat.


Roarr..!

__ADS_1


Naga kiamat seketika mengaum keras seiring dengan munculnya cahaya terang menyelimuti tubuh monster tersebut. Perlahan-lahan cahaya tersebut menjadi satu lalu muncullah monster anakan.


"Grrr..!" Naga kiamat terlihat mengibaskan ekornya dengan ekspresi senang menatap kearah anak monster tersebut.


"Kau ingin aku membiarkannya hidup?" Tanya Lan wu yang mengerti maksud dari naga kiamat.


"Hmmm.. sepertinya kau sudah lama tidak bertarung makanya kau menjadi seperti naga suci.."


"Gror..gror.."


"Baiklah.. baiklah.. aku akan menuruti mu"


Lan wu kemudian memukul kepala naga kiamat dengan keras hingga membuatnya berubah kembali menjadi pedang. "Uh.. ekspresi menjijikkan apa itu" ucap Lan wu pelan seraya melirik monster kecil didepannya.


"Hey kau..! Kemari..!" Teriak Lan wu kearah monster kecil dibawahnya.


Dengan penuh ketakutan, monster tersebut melompat kearah Lan wu seraya memejamkan matanya.


"Jika kau berani berbuat jahat lagi maka aku akan senang memakan sup anak monster.. hehehe" gertak Lan wu dengan ekspresi mengerikan.


"Oh.. ditambah naga goreng.."


Seketika pedang naga kiamat mendadak masuk kedalam tubuh Lan wu hingga tidak terasa lagi aura keberadaannya.


Degg..!


Mendadak Lan wu oleh dan hampir kehilangan keseimbangannya.


"Hey menjauh dari sana..!"


Teriak Lan wu bersamaan dengan munculnya wujud dewa sunyi yang mengarahkan puluhan pedangnya pedangnya membentuk pagar dihadapan ketua sakte dan lainya.


Beberapa detik setelahnya, terjadinya ledakan dahsyat yang menyapu bersih seluruh area tersebut.


Wan Xin dibantu dengan Wu mengyi dan para guru di setiap gerbang ikut menciptakan pelindung energi untuk menghalau efek dari ledakan dahsyat tersebut.


"Tinju gelombang!"


Terdengar suara Lan wu bersamaan dengan munculnya tekanan angin yang membelah kepulan debu bercampur tanah dan pepohonan tersebut.


"Hey, cepatlah kemari..!" Teriak Lan wu usai melihat ketua sakte dan para tetua yang berlindung dibalik pedang besar milik dewa sunyi.


"Cepatlah, tempat ini akan segera hancur..!"


Timpal ketua sakte mulai berlari menyusuri jalur yang dibuat Lan wu menghubungkan tinju gelombang.


Tepat setelah ketua sakte telah berada dibelakangnya, Lan wu melompat keudara kemudian menciptakan pusaran api dingin mengelilingi tempat tersebut.


Api dingin berputar kencang dan membentuk ruang kosong ditengahnya, kini perlahan-lahan menyempit lalu saling bertabrakan.


"Luar biasa...!" Gumam ketua sakte yang menghalau hembusan angin kencang menggunakan sebelah tangannya.

__ADS_1


"Aku seperti menyaksikan sosok dewa api yang dirumorkan.."


Sambung tetua pertama dengan wajah kagum.


Disisi lain nampak pusaran api semakin mengecil kemudian membeku berbentuk kerucut yang menjulang setinggi 8 meter.


"Luar biasa... Sakte kita tidak hancur..!"


Teriak para murid yang begitu senang usai tekanan angin dan kepulan debu menghilang sepenuhnya.


"Hidup ketua sakte..! Hahaha... Hidup para tetua..!"


"Hebat..! Aku tidak salah masuk sakte..!"


Kegembiraan menghiasi seluruh penghuni sakte cakar macan.


Disisi lain nampak Ye duan tersenyum penuh kagum melihat sosok Lan wu yang melayang tenang diudra seraya menatap kearah api dingin yang membeku.


"Senior Lan, sepertinya kau sudah menemukan jawaban mu.." gumam Ye Duan kemudian melompat menghampiri gurunya.


"Guru, apa anda baik-baik saja..?"


"Hmm.. Duan'er, kau tidak perlu menghawatirkan ku.. sebaliknya, guru Lan yang justru berperan penting dalam pertaruangan tadi.." jawab tetua ke 2 seraya tersenyum.


Keduanya dikejutkan oleh Wu Chen dan Hong sui yang bergerak cepat menghampiri Lan wu didepan. Ekspresi keduanya menggambarkan bahwa mereka sangat mengkhawatirkan Lan wu.


"Guru Lan..! Apa anda baik-baik saja..?"


"Master, jangan melayang terlalu lama..!" Teriak Wu Chen dengan ekspresi khawatir.


"Oh, Chen'er.. Sui'er. Heheheh.."


Lan wu menatap keduanya seraya tersenyum lebar.


Lan wu kemudian mendarat didepan keduanya. Ia mengusap rambut Hong sui seraya menyuguhkan senyum ramah sebagai tanda terimakasih karena sudah mengkhawatirkan nya.


"Aduh..! Master kenapa kau memukul ku..?!"


Ujar Wu Chen setengah mengaduh.


"Heh..?! Kau bocah malah bersantai disini, pergi latihan sana..!"


Balas Lan wu yang kembali menjewer telinga muridnya tersebut.


"Aduh...duh...aghh..! Master kau tidak adil, mengapa kau begitu baik kepada saudara Hong sui sementara aku murid mu malah seperti ini.." protes Wu Chen seraya berusaha untuk lepas dari jeweran Lan wu.


"Cepat kembali latihan..!" Potong Lan wu.


"Huff... Mengapa aku memiliki murid yang malas berlatih?"


"Hahahaha..."

__ADS_1


Terdengar suara tawa dari arah ketua sakte disusul oleh murid-murid lainnya yang ikut menertawakan sesuatu.


__ADS_2