Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
sengaja


__ADS_3

Dalam perjalanan, pemuda tersebut berfikir mengenai latar belakang dari Lan wu.


Ia dengan gampangnya mengeluarkan uang yang begitu besar tanpa berfikir panjang.


1 juta koin emas setara dengan penghasilan bulanan sebuah keluarga besar.


Tentu saja hal itu akan mudah dilakukan jika Lan wu berasal dari keluarga yang lebih besar ataupun seorang dengan posisi tinggi di kekaisaran.


"Tuan, ini adalah rumah yang ku maksud. Aku harap anda tidak kecewa dengan tempat ini.." ucap pemuda tersebut setelah sampai di tempat yang dimaksud.


Lan wu menatap singkat rumah tersebut dari halaman depan, ia sedikit terkejut merasakan adanya gejolak energi dari segel formasi yang mungkin tertanam ditempat tersebut.


"Aku puas, sekalian carikan aku beberapa penjaga dan juga pelayan rumah. Soal harga anda boleh memutuskan" tutur Lan wu yang masuk kedalam rumah meninggalkan pemuda tersebut yang nampak begitu senang.


"Tuan.. apa yang ingin anda makan hari ini?" Tanya Bingxue dengan nada sopan.


"Ehem.. Bing, kau tidak perlu melayani ku seperti raja. Akan ada pelayan rumah yang nantinya menyediakan kebutuhan mu juga.


Kau baru mendapatkan hidup baru jangan sia-siakan untuk melayani ku" balas Lan wu sontak membuat Bingxue berlutut seketika.


"Tidak boleh tuan, aku adalah pelayan anda mohon jangan mengusir ku" ujar Bingxue dengan nada ketakutan.


Lan wu sontak menjadi heran bercampur lucu. Ia tidak menyangka bahwa gadis tersebut salah mengartikan perkataannya.


"Ah.. maksudku kau tetap berada disini sebagai teman yang setara dengan ku.. aku.."


"Tidak boleh tuan, aku harus tetap melayani anda.." bentak Bingxue yang mengejutkan Lan wu.


"Ahehehe..baik..baik..jangan marah.."


Setelah tenang, Bingxue pergi keluar untuk membeli persediaan dapur dan beberapa makanan siap saji sementara Lan wu membereskan rumah besar tersebut.


Selesai beres-beres Lan wu memutuskan untuk melakukan pelatihan dan mencoba untuk melihat ranah tertinggi.


Beberapa saat melakukan pelatihan, mendadak sebuah energi besar terpancar keluar dari tubuh Lan wu hingga menciptakan angin kencang.


"Kemajuan yang luar biasa, namun memilih untuk menerobos tingkat ini akan sangat berbahaya bagi orang-orang disini.." gumam Lan wu yang menyudahi pelatihnya.


Dalam pelatihan singkatnya Lan wu melihat retakan kecil yang mengeluarkan aura mengerikan, aura tersebutlah yang memicu terjadinya gejolak alam berupa angin kencang barusan.


Lan wu menyudahi pelatihnya dan beranjak keluar dari kamarnya. Di ruang tengah, Bingxue telah menyediakan makanan dan beridiri menunggu Lan wu dipinggir meja.


"Anda sudah selesai berlatih tuan? Silahkan makan terlebih dahulu" tutur Bingxue yang menarik kursi untuk Lan wu duduk.


Dengan wajah tenangnya Lan wu duduk sembari mengisyaratkan kepada Bingxue untuk ikut makan.

__ADS_1


"Tuan..aku takut akan merepotkan anda.." ucap Bingxue yang belum menyentuh makanan nya.


"Ada Bing, apakah kau membuat keributan diluar?" Tanya Lan wu yang sebenarnya tidak terlalu memikirkan masalah yang timbul nanti.


"Aku memukul seorang tuan muda sebab menyentuh ku dengan wajah mesum, ia mengancam ku akan mendatangi rumah ini dan membalas.."


Lan wu menghela nafas panjang seraya bangkit dari kursinya dan meneguk secangkir air putih.


"Mereka sudah datang.." tutur Lan wu yang berjalan kearah pintu keluar diikuti oleh Bingxue.


Diluar rumah nampak sekitar 10 orang yang sedang menghancurkan hiasan di halaman depan rumah Lan wu. Dengan wajah arogan seorang pemuda melirik Lan wu dan Bingxue seraya berkata " hari ini kau akan menjadi mainan ku.!"


Bingxue sontak menjadi kesal akan tetapi ia menahannya. " Kau sebaiknya pulang kerumah mu selagi sempat, jika tidak maka kau akan menyesal..!" Ujar Bingxue yang tersenyum sinis.


"Hahaha...gadis kecil, jangan merasa hebat karena bisa memukul ku sekali. 10 orang ku ini adalah pendekar tingkat suci 5, sementara pria milik mu itu hanyalah sampah ditingkat suci 4.


Jangan memaksakan keberuntungan mu, kemari dan puaskan tuan muda ini maka aku bisa memberikan mu kekayaan dan gelar..hehehe" jawab orang tersebut seraya menjilati bibirnya dengan ekspresi mesum.


"Begitukah..? Apakah kau yakin bisa mengalahkan ku yang berada di tingkat suci 4 ini?" Timpal Lan wu dengan nada santai.


Belum sempat pemuda tersebut menjawab, dengan cepat Lan wu telmenebas 3 dari 10 orang di dekat pemuda itu, kemudian mencekik leher pemuda itu dengan keras.


7 orang tersisa di lain sisi berhasil dilumpuhkan oleh Bingxue. Raut wajah pemuda ditangan Lan wu mendadak berubah drastis dengan bola mata yang melebar.


Dengan nafas yang sesak ia memohon kepada Lan wu agar melepasnya.


"Bukankah tadi sudah di peringatkan oleh adik ku ini..? Seorang pria harus berani mempertanggung jawabkan perbuatannya.." balas Lan wu dengan senyum dingin.


"Kau...kau..jika membunuh ku maka keluarga Kai...tidak akan melepaskan mu, kau akan mati.. aku peringatkan kau...!" Ancam pemuda tersebut seraya berteriak.


"Kai..?"


"Hehehe..kau takut sekarang, berlutut dan jilat sepatu ku maka aku akan melepaskan mu.." potong pemuda tersebut dengan wajah arogt.


"Mimpi yang indah.." tutur Lan wu yang meremukkan leher pemuda tersebut sembari tersenyum.


"Bing'er, bunuh orang yang masih hidup dan taruh mayat mereka didepan gerbang. Aku akan memancing ikan-ikan sedang mulai hari ini.." perintah Lan wu yang disanggupi oleh Bingxue.


Dalam waktu singkat pihak keluarga Kai telah mengetahui kematian tuan muda mereka. Kepala keluarga kai yang bernama Kai kan mengirim sebanyak 30 anggota keluarganya yang dipimpin oleh 1 tetua dipuncak ranah abadi untuk menangkap Lan wu.


Di waktu yang bersamaan pihak dari paviliun yang menjual rumah tersebut kepada Lan wu juga ikut bergerak dengan maksud menjadi penengah.


"Apa yang dipikirkan tuan muda itu, jika bukan karena dukungan nona Jing maka aku akan kesulitan membereskan masalah ini.." pikir pemuda paviliun tersebut yang bernama Jing Gan.


Sesampainya diluar gerbang kediaman Lan wu mereka terkejut setengah mati melihat mayat 10 orang ditambah tuan muda Kai yang beberapa anggota tubuhnya dipotong.

__ADS_1


Jing Gon sampai tak kuasa menahan muntah akibat pemandangan mengerikan bercampur bau bangkai yang teramat busuk.


Didalam rumah, Bingxue nampak berjaga di depan pintu masuk sementara Lan wu duduk santai di kursinya sembari menikmati secangkir teh.


"Tok..tok.." suara ketukan pintu.


Bingxue membuka pintu seraya mempersilahkan Jing Gon dan 5 orang bersamanya untuk masuk.


Mereka memberi salam kepada Lan wu yang kemudian dipersilahkan untuk duduk.


"Tuan, ini adalah pelayan yang anda minta. Mereka semua adalah pendekar yang ahli" ujar Jing Gon memperkenalkan kelima orang tersebut.


"Aku Gang Ju dengan julukan pedang gila, tingkat kultivasi ku berada di ruang pelepasan awal menghadap tuan Kein" sapa seorang pria yang terkuat diantara kelimanya.


"Aku Lei Qibo"


"Sying, si harimau buas"


"Aku Yong, anda bisa mempercayai ku keamanan rumah ini.."


"Aku adalah Zixuan" ujar kelima orang tersebut mengenalkan diri.


Lan wu menyambut kelimanya dengan senang. "Aku adalah Kein, kedepannya aku akan merepotkan kalian. Tugas pertama kalian adalah menghabisi para pengacau diluar sana." Ujar Lan wu.


Dengan wajah yang tenang kelima orang tersebut segera bergerak keluar untuk menyambut kedatangan keluarga Kai.


Lan wu juga ikut keluar dan meminta Bingxue membawakan kursi untuknya duduk.


"Siapa yang berani menyinggung keluarga Kai.!" Terdengar suara teriakan bersama dengan munculnya gerombolan pria yang memegang pedang dan tombak.


"Tuan muda anda yang mencari kematiannya, aku hanya mengabulkan permintaan itu" jawab Lan wu seraya tersenyum tipis.


"Bajingan kau..! Habisi semua orang ditempat ini, jangan sisakan siapapun..!" Perintah tetua keluarga Kai.


Gerombolan itu menerjang kedalam halaman Lan wu dengan niat membunuh, disisi lain kelima pengikut Lan wu telah bersiap menghadapi serangan tersebut.


Lan wu yang mengamati terlihat sedikit senang dengan kemampuan kelima orang tersebut yang bisa mengimbangi perbedaan jumblah.


"Tuan, sepertinya aku tidak perlu turun tangan.." tutur Bingxue memprediksi hasil dari pertaruangan.


Lan wu tersenyum tenang seraya menggeleng. Ia menunjuk ke belakang pertaruangan dimana terdapat 3 tetua yang ikut menyaksikan pertempuran tersebut.


"Jangan mundur, hanya tersisa 10 orang bodoh..!" Teriak Lei Qibo.


Dengan gampangnya 10 orang tersebut tewas ditangan kelima pengikut Lan wu.

__ADS_1


Namun mendadak sebuah serangan kuat menerjang Lei Qibo dan lainya.


__ADS_2