Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Pendekar kelana 2.12


__ADS_3

Nama Pendekar kelana tidak asing di telinga para pendekar di 3 alam. Ia pernah terlibat dalam perang besar yang mengguncang 3 alam dan mendapatkan julukan tersebut dari para pemimpin hebat ratusan tahun silam.


Usia dari pendek kelana sudah tak bisa di hitunga lagi, ia telah hidup dari era pembentukan 3 alam dan terus berkelana ke berbagai tempat yang ingin di kunjungi olehnya.


Singkat cerita, pendekar kelana akhirnya bertemu dengan Xin di suatu tempat. Pada massa itu tengah terjadi kekacauan hebat di alam fana yang melibatkan pertarungan antar aliran hitam dan putih yang puncaknya terjadi di gunung neraka. Pada saat itu Jian dan Liang wu di kenal sebagai 2 pedang yang berjasa besar dalam pertempuran tersebut. Semenjak kejadian di gunung neraka berakhir, nama pendekar kelana tidak lagi terdengar dan hanya di bicarakan dari mulut ke mulut hingga akhirnya terdengar di telinga lan wu.


Lan wu bertekad mengikuti jalan pendekar yang di lalui oleh pendekar kelana. Ia ingin menjadi kuat agar bebas bergerak kemanapun ia mau. Dan bertemulah lan wu dengan Xin yang saat itu telah menjadi tetua di pedang dewa serta penerus sebagian dari jurus pedang sunyi. Lan wu mulai berlatih di bawah bimbingan Xin dan mampu menguasai beberapa gerakan dari pedang sunyi di usia yang terbilang belia.


"Heh..tidak di sangka aku bisa bertemu langsung dengan pendekar hebat yang selama ini aku kagumi" ujar lan wu seraya tersenyum sembari melakukan beberapa gerakan.


Ia sudah 2 hari memulai pelatihanya dan berhasil menguasai 1 gerakan yang di ajarkan oleh pendekar kelana.


"Bagus, kau memang sangat berbakat, namun gerkaanbmi masih sangat kaku dan mudah di baca. Lakukan gerakan tersebut berulangkali sampai kau sendiri lelah. Aku akan menunggumu di penginapan, dan jangan kembali sebelum malam hari atau aku akan menyuruhmu kembali berlatih hingga pagi" ujar pria tersebut dengan nada tegas


"Hey guru.. bukankah kau hanya ingin mengintip para gadis cantik di restoran kemarin, mengapa kau mempersulit ku. Selain itu aku merasa bahwa gerkan ku sudah lebih ringan dari kemarin" protes lan wu.


"Memang seperti Xin, baiklah kau sedangkan aku dengan jurus badai sunyi" ujar pria guru lan wu seketika membuat lan wu tersenyum jahat.


Dengan cepat lan wuemerjang kearah gurunya seraya menggerakan pedang yang menciptakan ratusan angin tajam yang bergerak secara acak ke arah gurunya.


"Yang ku maksud kaku adalah ini" ujar guru lan wu seraya mengeluarkan jurus serupa dan berhasil menghancurkan seluruh angain tajam yang menerjangnya secara acak.


Lan wu begitu kagum melihat gerakan memukau dari gurunya." Guru bahkan tidak mengeluarkan energinya untuk mematahkan seluruh angin tajam tersebut. Ia hanya mengandalkan pergerakan cepat serta kelenturan dari tangannya. Jadi ini yang di maksud oleh guru bahwa gerkan ku masihkah kaku" ujar lan wu yang kini mengerti perkataan dari gurunya.


"Biasakan tangan mu untuk tidak terlalu keras menggenggam pedang, itu secara langsung akan mempengaruhi kecepatan mu dalam mengubah arah tebasan serta akanemberikan beban berat pada pergelangan tangan mu. Lakukan gerakan dari awal hingga kau merasa pergelangan tangan mu tidak tertekan oleh perubahan gerakan pedang" ucap gurunya seraya berjalan meninggalkan lan wu.


Lan wu mengangguk paham seraya menatap punggung gurunya yang berjalan menjauh.


"Benar-benar orang yang ku kagumi" gumam lan wu melanjutkan latihannya.


Lan wu mengulangi gerkan dari badai sunyi terus-menerus dan mencoba melemaskan pergelangan tangannya, namun tetap saja pegangan lan wu terus membebani pergelangan tangan. Lan wu mengakan dirinya sembari menarik nafas panjang kemudian menghembuskan nya.

__ADS_1


Ia kembali mengulangi gerkan tersebut dengan fokus hingga tak menyadari langit yang kini sudah memerah.


Ia mengusao jidatnya yang berkeringat akibat latihan nya tersebut. Ia berbaring di atas rumput seraya menatap langit yang kini telah gelap seraya memunculkan bintang dan bulan. Ia begitu rindu akan masa berlatihnya yang begitu menyusahkan dirinya. Lan wu mengira bahwa ia telah sepenuhnya menguasai jurus pedang sunyi, namun tak di sangka bahwa ia hanya menguasai sebagian kecil dari jurus tersebut. Masih terdapat banyak tahap yang harus di lewati oleh lan wu untuk menguasai seluruh jurus tersebut


"Guru.. aku telah bertemu dengan orang yang selalu kau ceritakan pada ku, heh..tak di sangka pendekar kelana yang begitu terkenal ternyata memiliki hobi untuk mengintip tubuh gadis, namun meskipun begitu ia sangatlah kuat dan tidak setengah-setengah dalam mengajari ku. Aku sungguh beruntung" ucap lan wu pelan seraya senyum uang memekar di bibirnya.


Ia menutup matanya seraya membayangkan wajah yiyi dan xuya yang begitu di rindukan oleh lan wu.


Air mata mengalir dari sudut mata lan wu bersamaan dengan kerinduan serta marahnya lan wu pada ketidak mampuan nya. Ia mengepalkan tangannya seraya beranjak duduk. Matanya memancarkan semangat kembali seraya bertekad akan kembali ke alam fana secepatnya.


**


Besoknya lan wu berniat kembali ke istana khusus untuk bertemu dengan Hui, seraya memutuskan untuk menerima kehadiran Huang dan Renxing sebagai orangtuanya. Kedatangan lan wu di sambut dengan Omelan ibunya yang begitu menusuk telinga. Lan wu memilih diam dan tidak berniat membela dirinya.


"Chi'er berapa kali harus ku bilang bahwa kami ini orang tua kandung mu. Apakah tampang ibu dan ayahmu terlihat seperti penjahat?!" Kini Renxing menarik telinga lan wu dan membuat lan wu mengaduh puluhan kali.


"Ba..baiklah bu, aku hanya bercanda sial kemarin" lan wu berusaha melepaskan tangan ibunya yang menarik telinganya.


"Aww.. aww.. ayah bantulah aku, ibu begitu marah" teriak lan wu seraya menatap Huang yang hanya menggelang dengan wajah tak berdaya.


"Jadi kau sudah mengingatnya?" Ucap Huang tersenyum senang.


"Sudah ayah, beberapa hari di lingkungan kerajaan langit membuat pikiran ku lebih tenang dan mengembalikan ingatan ku sebelumnya" ujar lan wu berbohong


"Hahahah baguslah Chi'er, ayah sungguh senang mendengarnya. Selain itu kemampuan mu telah berkembang pesat meski kekuatan mu telah ku segel sebelumnya, apakah kau berlatih dengan sangat keras?" Kini nada Huang terdengar sedih.


"Ayah tenanglah.. aku adalah seorang pria dan aku lebih senang berlatih keras hingga berdarah-darah ketimbang menjadi kuat hanya dengan kemampuan spesial dari ras langit. Ayah tak perlu memikirkan kesusahan yang ku alami selama ini, dengan kesulitan tersebut aku menjadi semakin kuat dan akan terus menjadi kuat dari rasa sakit dan lelah yang ku dapat dalam setiap perjalananku" lan wu tersenyum bersamaan dengan kaisar yang menjadi kagum melihat pemikiran putranya.


"Kau benar Chi'er"  kaisar merasa tenang


"Aku dengar dari Hui, kau telah menikah di alam fana jika begitu mengapa kau tidak membawa istrimu untuk menemui ku dan ibumu di sini?" Tanya Huang menatap heran kearah lan wu.

__ADS_1


Lan wu tersenyum beberapa saat sebelum kemudian menjelaskan permasalahan tersebut kepada Huang.


Ia menceritakan mengenai tolakan alam yang menetang kehadirannya di situ. Ia naik sendiri ke alam atas tanpa menggunakan portal ataupun pusaka tertentu untuk menaiki alam selanjutnya.


Huang begitu terkejut mendengar perkataan lan wu. Ia jelas mengetahui bahwa alam fana hanya akan menolak seseorang yang mengancam alam tersebut. Mendengar cerita dari kan wu, Huang dapat menyimpulkan bahwa lan wu tidak memiliki lawan sebanding di alam fana. Terlebih lagi usai mendengar cerita Hui saat bertarung melawan lan wu di menara energi hitam. Hui mengakui kemampuan lan wu hampir sebanding denganya yang merupakan seorang panglima di kerajaan langit, serata darah murni miliknya telah terbangun.


Huang menerka akan sekuat apa jika darah murni milik lan wu terbangun, ia meyakini bahwa jika saat itu terjadi maka lan wu akan masuk di daftar orang hebat di alam nirwana.


"Hmm jika begitu apakah kau bersedia jika ayah membantu mu?" Kaisar batuk kecil seraya kembali dari lamunannya.


"Maksud ayah?" Lan wu menatap Huang dengan heran.


"Jika kau mau, ayah akan membukakan gerbang kenaikan dan mengurus beberapa jendral untuk membawa menantu serata cucuku kemari" ujar Huang dengan wajah tenang.


Lan wu terkuat begitu senang mendengar perkataan ayahnya. Tidak di sangka bahwa apa yang di nantikan olehnya selama ini akan akan segera terwujud.


"Makasih ayah" ujar lan wu dengan perasaan senang.


"Cih..apakah kau pikir aku melakukanya untuk bocah nakal seperti mu" kaisar menatap lan wu dengan tatapan malas tau.


"Heh..sembarang berkata, aku merupakan anak yang paling baik dan tidak nakal"  teriak lan wu sembari berdiri.


"Kau Bahakan yang pertama di antara kakak-kakak mu yang menipu ku di ruang tahta" Huang dengan cepat menjitak kepala lan wu.


"A..aduh..kalau tidak mau bantu jangan bilang dong.." nada lan wu sedikit kesal seraya mengusap kepalanya.


"Tentu saja aku malas membantu mu, tapi karena ayahmu ini sudah begitu lama ingin menggendong cuci makanya aku mau membatu mu" nampak wajah Huang sedikit memerah.


Lan wu menahan tawa usai melihat ayahnya yang begitu antusias ingin bertemu dengan istri dan anak-anak lan wu.


Mendadak buang merangkul lan wu seraya berbisik pelan.

__ADS_1


"Chi'er pergilah mandi dan ganti pakaian mu, lalu segera menuju ruang makan untuk mengisi perut" ujar Huang sesaat sebelum lan wu pamit undur diri.


"Chi'er, kau memang seperti yang di katakan oleh guru besar langit. Takdirmu sungguh di luar dugaan ku" nampak Huang menatap lan wu yang berjalan menuju pintu keluar dengan tatapan bangga.


__ADS_2