Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Rahasia yang tidak di ketahui Lan wu 2,10


__ADS_3

Pandangan Lan wu mendadak silau usai melewati cahaya merah tersebut. Kini Lan wu telah berada di sebuah bukit yang di penuhi dengan pepohonan rimbun serta hamparan tanah yang di tumbuhi oleh rumput hijau.


Lan wu menatap tubuhnya seraya memastikan bahwa ia tidaklah berada dalam bentuk roh.


"Ha..untung saja" lan wu terlihat senang usai melihat tubuhnya yang tidak mengalami perubahan apapun.


Lan wu mendekat ke pinggir tebing seraya melihat aliran sungai yang jatuh dari tempat tersebut ke arah bawah.


Sekilas lan wu merasa begitu damai. Ia kini bernajak duduk seraya menggantungkan kakinya di pinggir tebing tersebut. Energi murni begitu besar di rasakan oleh lan wu di tempat tersebut. Energi yang menenangkan dan menyegarkan badan nya.


"Sayang sekali aku sudah tidak bisa menyerap energi murni" keluh lan wu seraya memejamkan matanya.


"Tuan lan, maaf membuat anda menunggu" ujar suara dari arah belakang lan wu.


Lan wu sontak mencabut pedangnya seraya menerjang seseorang yang berdiri di belakangnya.


"Tenanglah tuan lan" ujar sosok tersebut seraya menahan pedang lan wu dengan besi hitam dari tanganyan.


Sosok tersebut ialah mahkluk yang terlibat pertarungan dengan lan wu saat berada di tingkat satu menara energi hitam. Lan wu tentu merasa terancam, terlebih lagi kemampuan dari mahkluk tersebut sangatlah tinggi dan tak sebanding dengan lan wu.


"Apakah kau bisa di percaya?" Tanya lan wu seraya menjaga kewaspadaannya.


Mahkluk tersebut nampak tersenyum seraya besi hitam di tanganya berubah bentuk menjadi kursi dan meja.


"Tentu saja tuan. Selain itu di tempat ini hanya dapat di masuki oleh mereka yang memiliki darah dari ras langit kuno" ujar mahkluk tersebut seraya membersihkan lan wu untuk duduk.


Lan wu bertambah bingung dengan perkataam dari sosok di depannya tersebut." Darah? Ras langit kuno? Apakah kau sedang menceritakan ki sebuah dongeng?" Timpal lan wu dengan nada serius


"Hamba mana berani membohongi tuan muda lan, atau harus hamba panggil dengan nama tuan Chi Tian" sambung mahkluk tersebut membuat lan wu terbatuk hebat.


"Kau pandai mengarang rupanya, selain itu bagaiaman bisa kau mengetahui bahwa kau merupakan ras kalian? Bahkan penampilan ku sangat berbeda dari mu" lan wu sedikit kesal.


"Tentu saja karena darah serta kemampuan anda di segel oleh tuan besar. Istana Tian mendapat serangan dari aliansi iblis dan dewa yang menginginkan era kekuasaan istana Tian berakhir. Dalam kondisi tersebut tuan besar menyegel darah murni ada dan kemudian menggunakan jurus khusus untuk mengubah anda menjadi sebuah roh dan telahir kembali di alam fana sebagai anak dari pemimpin keluarga wu" lan wu merinding deras tak percaya dengan apa yang di dengar oleh nya.


Dia bahkan dapat mengetahui dengan rinci setiap kejadian yang di lalui oleh lan wu. Sulit bagi lan wu untuk mempercayai apa yang di dengar olehnya.

__ADS_1


"Kau...mengapa bisa mengetahui seluruh kejadian ku di alam fana?" Ujar lan wu sembari mengepalkan tangannya.


"Aku di tugaskan langsung oleh tuan besar untuk melindungi anda dari alam atas, namun karena jarak dimensi antar alam langit dan alam fana sangatlah jauh. Aku pun memutuskan untuk turun ke alam dewa dan menggunakan menara energi hitam sebagai tempat penghubung seluruh energi di tiga alam. Meskipun ia hanya menghubungkan energi hitam dan kebencian, tapi dengan begitu aku dapat melacak keberadaan anda melalui hawa benci serta kemarahan yang anda keluarkan.." ujar mahkluk di depan lan wu yang menahan sesaat perkataanya.


"Namun energi hitam sangatlah kuat, jadi aku membagi energi ku dan hanya dapat memantau anda tanpa bisa mengulurkan bantuan kepada anda" sambung nya seraya tersenyum tenang.


"Siapa nama mu?" Tanya lan wu


"Hamba adalah Hui gu Tian, anak dari  Yi Da Tian jendral besar keluarga langit" ujar Hui sembari memberi hormat kepada lan wu.


"Jadi apa tujuan mu membawa ku kemari?" Lan wu melontarkan pertanyanya kembali.


" Tuan muda, aku akan segera kembali ke istana langit dan melapor kepada tuan besar perihal kemampuan ada yang sangat hebat, seraya menyampaikan perihal pembukaan portal langit untuk tuan muda" ujar Hui seraya tersenyum gembira.


Lan wu diam sesaat sebelum kembali berkata." Maaf Hui, sepertinya aku Takan berurusan lagi dengan alam atas. Aku memiliki tanggung jawab sebagai seorang suami dan ayah dari keluarga ku di alam fana. Aku pikir setelah mencapai energi hitam tingkat angin sempurna, aku akan segera kembali ke alam fana dan menjalani hidup dengan tenang. Katakan kepada ayah di kehidupan ku sebelumnya, bahwa aku tidak berniat terlibat lagi dengan situasi di luar logika ku" ucap lan wu dengan nada serius.


"Selain itu bisakah kau menghilangkan darah murni di tubuhku? Aku tidak ingin jika suatu saat terjadi situasi yang memaksa ku untuk meninggalkan keluarga ku sekali lagi" sambung lan wu seraya ekspresi Hui yang terlibat gusar.


"Tuan..hamba tidak berani melakukan hal tersebut, meskipun hamba bisa namun tetap saja harus mendapatkan izin dari tuan besar untuk melakukannya. Bisakah tuan muda ikut denganku sekali saja untuk menemui tuan besar, menurut pesan dari ayahku. Tuan besar tengah jatuh sakit dan nyonya besar begitu kesulitan mengurusi kerajaan langit menggantikan tuan besar. Setidaknya dengan kedatangan tuan aku yakin penyakit tuan besar akan segera sembuh melihat wajah anda. Setelah itu anda dapat secara langsung menyampaikan keinginan anda" saran Hui sedikit mempengaruhi lan wu.


"Tapi aku tidak mempunyai waktu yang lama, ada seseorang yang harus ku selamatkan terlebih dahulu" ujar lan wu seraya mengingat wajah Fei.


"Soal itu aku akan mengurusnya untuk tuan muda" ujar Hui seraya mematahkan kedua tanduknya.


Lan wu baru saja hendak menanyakan maksud dari tindakan Hui, namun ia segera menahanya usai melihat tanduk tersebut yang mendadak berubah menyerupai lan wu dan tanduk satunya menjadi sebuah pedang dengan energi hitam yang begitu kuat.


"Mengapa kau mematahkannya?" Tanya lan wu dengan tatapan wajah aneh


"Hahahahaha.. tanduk tersebut awalnya adalah senjata penampung energi milik ayahku, namun semenjak aku memasuki menara energi hitam. Pusaka tersebut menjadi terpengaruh dan mengalami penghitaman. Jadi aku memutuskan untuk menanam pusaka tersebut di tubuhku agar pusaka tersebut terus mendapatkan energi murni yang ku alirkan kepadanya" jelas Hui membuat lan wu sedikit paham.


"Tuan tenanglah, aku yakin tiruan ini dapat menghadapi kebangkitan darah pada kekasih tuan" ujar Hui seraya menatap tiruan lan wu yang tercipta dari kedua tanduknya.


"Sekarang hanya perlu membawa tuan untuk keluar dari sini" ucap Hui kembali seraya mengangkat satu tanganya ke langit.


Seketika tubuh lan wu serasa di hisap kedalam sebuah pusaran ganas. Pusaran tersebut terus menarik lan wu yang masih memilih untuk melawan tarikan tersebut, dari rah belakang Napak sebuah tangan yang mendorong lan wu hingga terhisap masuk kedalam pusaran tersebut.

__ADS_1


"Huah..." Kaget lan wu bersaman dengan terbukanya mata lan wu.


Ia sedikit terkejut usai melihat Hui yang telah berdiri di depannya. Hui mengeluarkan tiruan lan wu dan menyuruh agar lan wu memasukan sedikit roh miliknya kedalam tiruan tersebut.


" Apa perintah tuan?" Ujar tiruan tersebut seraya berlutut di hadapan lan wu


Lan wu merasa aneh usai melihat tiruan tersebut yang berlutut di hadapannya. Rasa yang ia seperti melihat dirinya sedang berlutut.


"Kau tetaplah di menara ini dan kumpulkan energi hitam sebanyak mungkin, jika kau merasakan hawa kuat dari luar menara kau harus cepat pergi kesana, dan yang terpenting kau harus menekan kebangkitan darah dari Fei" titah lan wu di sertai dengan anggukan paham dari tiruannya.


"Baik tuan, aku akan melaksanakan perintah anda" ucap tiruan tersebut.


"Hmm..ada bagusnya aku memberi mu nama, coba aku pikir dulu nama apa yang pantas untuk mu?" Lan wu mondar-mandir seraya berpikir.


"Hahaha..aku dapat, kau berasal dari pusaka langit. Aku akan memanggil mu Chu Tian, dan sekarang kau juga termasuk keluarga langit" ujar lan wu bersamaan dengan Chu Tian yang berlutut seraya mengucapkan terimakasih.


"Wah tidak di sangka tiruan ini seperti manusia sungguhan" lagu lan wu


"Tentu saja tuan, terlebih lagi di tubuhnya terdapat sebagian roh milik tuan. Bisa di katakan bahwa ini merupakan diri tuan sendiri, namun tetap saja roh yang di milikinya masih kurang dan ia hanya mengerti beberapa hal dari ingatan di roh tuan" jelas Hui membuat lan wu bertambah kagum.


"Baiklah Chu, karna sekarang kau sedang menyamar menjadi diriku, maka kau sekarang menggunakan nama lan wu. Jangan sampai orang-orang mencurigai mu" lan wu menepuk pundak Chu seraya tersenyum tenang


"Hamba mengerti, dan tidak akan melakukan kesalahan sedikitpun" jawab Chu


"Bagus, sekarang aku mengandalkan mu Hui untuk membawa ku ke dunia atas" ujar lan wu di sertai dengan anggukan paham dari Hui


Hui mengeluarkan besi hitam yang kini berbentuk seperti lingkaran. Hui menyuruh agar lan wu memasukinya terlebih dahulu. Usai lan wu memasuki lingkaran tersebut Hui segera menyusul dan mengaktifkan segel pemindah yang mirip seperti milik Ning di istana laut awan.


Sekeliling lan wu di penuhi dengan cahaya putih yang menghakimi pandangannya.


Sekilas terdapat perasaan yang familiar di hati lan wu saat menatap teliti wajah dari Hui yang berdiri tenang di sampingnya, namun lan wu tak dapat dengan jelas menebak hal tersebut. Cahaya putih perlahan menghilang bersamaan dengan tersangka hembusan angin serta aroma wangi dari sekitar lan wu.


"Tuan, kita sudah sampai di kerjaan langit" ujar Hui seraya menyadarkan lan wu yang sedari tadi menutup matanya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2