
** 2 hari kemudian **
para petinggi keluarga Kai datang ke kediaman Lan wu sesuai dengan perintah.
Terdapat 4 orang tetua keluarga dan dan 3 tuan muda serta 3 anak perempuan dari garis keturunan utama keluarga Kai.
Keluarga Kai dan Bingxue kini sedang berada di ruang tengah untuk membahas peraturan baru yang di tentukan oleh Lan wu dimana mau dan tidaknya harus bisa di turuti oleh pihak keluarga Kai.
"Tuan ku ingin seluruh aset dari keluarga Kai berada ditangannya. Pertambangan, perdagangan, dan bisnis properti barang antik semuanya.
Kalian akan mendapatkan perlindungan dari kelompok kami dan kekuatan kalian akan berkembang pesat, tuan ku menjanjikan bahwa keluarga Kai akan mendapatkan gelar keluarga utama di ibukota" jelas Bingxue dengan senyum ramah.
Nampak Kai kan dan 4 suadaranya berdiskusi akan hal tersebut. Namun apapun hasilnya tetap saja mustahil bagi mereka mempertahankan aset mereka secara semula.
"Nona Bing, apakah anda ingin membunuh kami? Mustahil bagi kami untuk hidup berkecukupan tanpa seluruh aset kami. Mohon anda memberikan keringanan.." pinta Kai De yang merupakan putri dari Kai kan.
"Benar nona, setidaknya biarkan kami mendapat 10% dari sektor usaha kami. Jika seperti ini maka keluarga kami tidak dapat bertahan dalam waktu beberapa bulan.." sambung Kai kan dengan wajah terbebani.
Tanpa disadari Lan wu kini telah berada di ruangan tersebut kemudian menanggapi permohonan dari Kai kan. "Kalian bisa mendapatkan hasil 60% dan sisanya akan menjadi milik ku..."
Perkataan Lan wu nampak membuat pihak keluarga Kai terkejut sekaligus senang.
"Benarkah tuan... Aku tidak salah dengar kan..?" Tanya Kai kan memastikan.
"Ya.. namun aku ingin kau mengumpulkan banyak pendekar ditahap suci awal dan menanggung biaya konsumsi mereka. Aset yang ku maksud adalah biaya untuk merekrut dan memenuhi kebutuhan mereka.
Aku sama sekali tidak tertarik dengan kekayaan. Aku harap kau tidak mengecewakan ku ketua Kai" jawab Lan wu.
"Tentu tuan."
Lan wu melirik sekilas kearah Kai De, Kai hing, dan Kai zhi tao. Kemampuan ketiganya cukup baik dengan kualitas fisik yang spesial Lan wu cukup yakin nama ketiganya akan bersinar di masa depan.
Kini tatapan Lan wu teralihkan kepada seorang pemuda berusia 19 tahun yang merupakan anak termuda di keluarga Kai.
"Anak ini memiliki aura jahat yang begitu pekat. Bakat yang biasa-biasa saja namun begitu tekun dalam berlatih. Sepertinya sudah tiba waktunya untuk ku mewarisi seni beladiri ku.
Walaupun aku kecewa bahwa bukan generasi muda dari pedang dewa ataupun kedua anakku yang mendapatkan takdir ini" gumam Lan wu kemudian menghela nafas.
"Bingxue akan melatih ke 3 tiga anak itu hingga masa liburanya habis. Setelah kembali ke perguruan mereka masing-masing akan tidak sulit menjadi murid inti atau murid khusus tetua disana" ujar Lan wu kemudian menunjuk ke pemuda dan gadis yang dimaksud.
__ADS_1
Ketiganya sontak merasa senang lalu bersujud dan memberikan penghormatan kepada Bingxue. Ke 3 tetua dan Kai kan ikut senang.
Sementara Kai Zhengjie dan ayahnya tetua Kai Lau tertunduk diam dengan ekspresi murung. Lan wu yang melihat hal tersebut sontak melepaskan aura neraka.
Ia mengontrol aura tersebut dan ditujukan khusus kepada Kai Zhengjie.
Wajah murung Kai Zhengjie berganti menjadi rasa sakit seolah-olah tubuhnya akan remuk.
"Tuan..apa yang anda ingin lakukan....?!" Tanya Kai kan dengan nada khawatir.
"Dia melakukan kesalahan" jawab Lan wu dengan nada dingin.
Kai kan menyuruh keponakannya tersebut untuk meminta maaf namun ditolak mentah-mentah oleh Zhenghie yang merasa tidak melakukan kesalahan.
Suasana menjadi panik seirama dengan teriakan lirih Zhengjie. Dari mulutnya mengalir darah segar bersaman dengan otot-otot di kakinya bocor.
"Tuan.. aku tidak tau apa yang ku lakukan namun.. namun.. jika ingin membuat ku bersujud maka itu adalah mimpi..!" Ucap Zhengjie dengan nada serak.
"Argh.!! Hiah..! Ber..di....ri..!" Teriaknya memaksakan dirinya untuk melawan tekanan Lan wu.
"Zhengjie.." ujar Kai lau dengan nada khawatir.
"Tuan..mohon maafkan anak ku.." tutur Kai lau yang sontak berlutut dihadapan Lan wu.
"Anak ku memang sedikit nakal namun semua itu dikarenakan kebenciannya terhadap diri sendiri yang tidak berguna.
Aku bisa berjanji bahwa dia kelak tidak akan membuat kesalahan lagi.."
"Guru Bing bisakah anda membantu adik Zhengjie..?" Sambung Kai De yang menyembunyikan niat tertentu.
"Tidak, ketika tuan ku berkata maka aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menentang.." jawab Bingxue yang ikut mempertanyakan tindakan Lan wu.
"Tuan.. aku bisa..."
"Diam.!" Bentak Lan wu sontak membuat orang-orang di ruang tersebut terdiam.
"Zhengjie apa kau ingin menjadi kuat?" Tanya Lan wu yang kini membuat Zhengjie terkejut.
Dengan wajah lemahnya ia berusaha menggerakkan mulutnya untuk menjawab "i..iya.."
__ADS_1
"Apa yang akan kau lakukan saat kau menjadi kuat?"
"Membunuh orang-orang yang membawa adik ku.! Aku pasti akan membunuh mereka..!"
"Zhengjie lancang sekali kau dihadapan tuan Kein..!" Bentak Kai Zhi tao yang berinisiatif untuk memukul Zhengjie.
Namun dengan sigap Kai hing menahan pukulan tersebut lalu mendorong Kai zhi tao menjauh. "Apa yang kau lakukan.? Kau melihat adik zhengjie seperti orang lain.."
"Huh..! Sampah keluarga Kai tidak pantas dibela..!" Balas Kai zhu tao dengan ekspresi geram.
"Kalian berhenti berdebat.!" Teriak Kai kan yang merasa muak dengan kejadian tersebut.
"Maafkan mereka tuan, aku sangat malu dengan perbuatan mereka" sambung Kai kan dengan nada sopan.
"Tentu ketua Kai" jawab Lan wu seraya tersenyum.
Ia kembali menatap Zhengjie dan mempersilahkan dirinya untuk melanjutkan ucapannya.
"Aku membunuh untuk melindungi keluarga ku, menjadi kuat adalah satu-satunya harapan. Mimpi ku tidak setinggi anda tuan, aku hanya ingin cukup kuat cukup untuk melindungi mereka.."
Lan wu tersenyum singkat kemudian berjalan mendekati Zhengjie yang masih tertunduk dengan linangan air mata.
"Rasakan gejolak didalam tubuh mu" suruh Lan wu yang membingungkan zhengjie.
Namun ia memilih untuk melakukannya, beberapa saat kemudian muncullah tekanan energi yang disusul oleh pancaran energi berwarna hitam yang menjulang ke langit.
Hal tersebut membuat orang-orang disekitarnya menjauh seraya berdecak kagum akan tekanan energi dari zhengjie.
Setelah energi tersebut mereda, nampak tubuh Zhengjie pulih tanpa luka sedikitpun.
Auranya semakin kuat dan nafasnya jadi lebih tenang. Seketika Zhengjie bersujud kepada Lan wu seraya mengucapkan terimakasih.
"Tuan..aku sungguh berterimakasih, aku Zhengjie akan menyerahkan nyawaku saat anda membutuhkannya. Aku sungguh berterimakasih.." ujar Zhengjie seraya menangis bahagia.
Kai kan dan lainnya ikut senang terkecuali Kai De dan Kai zhu tao yang mengeluarkan ekspresi kesal.
**
sory guys ane telat.
__ADS_1