
Di lain tempat terlihat pasukan naga merah yang dipimpin oleh Haiyang tengah bergerak mendekati kota Ziyou. Mereka berhenti di jarak 600 meter dari kota dan mendirikan tenda di area hutan.
**3 hari kemudian**
Lan wu telah menyelidiki titik penting di kota tersebut dan jumblah keseluruhan dari aliansi walikota. Total penjaga di kediaman walikota berjumlah hampir 200 an dan pasukan di 4 titik kota tersebut total berjumlah hampir 1000.
Lan wu telah menjelaskan rencana penyerangan kepada Haiyang dan jendral dari pasukan naga hitam yang akan bertugas untuk mengevakuasi penduduk kota menuju tenda pasukan mereka.
Tujuan dari penyerangan tersebut adalah menangkap walikota dan memberikan tekanan kepada orang-orang yang mendukungnya.
**
Malam semakin larut dan kini Lan wu sedang mengawasi kediaman walikota yang dijaga ketat dari atap kediaman tersebut.
Mendadak Lan wu merasakan adanya hawa kehadiran di dekatnya.
Lan wu melompat mundur tembok kediaman walikota disusul oleh cahaya merah seperti sayatan pedang menerjangnya. Bunyi dari tembok yang hancur menarik perhatian para penjaga dan langsung bergerak menuju tempat tersebut.
"Tarian pedang sunyi" ucap Lan wu dengan langkah cepat menebas beberapa pengawal yang mengarah padanya.
Satu-persatu pengawal tersebut mati oleh pedang Lan wu hingga dalam waktu kurang dari 1 jam, halaman kediaman walikota dipenuhi oleh mayat.
"Cih.. mengganggu" gumam Lan wu seraya mengarahkan pedangnya ke atas dan berhasil mengenai seorang pria berjubah hitam.
Keduanya bertarung beberapa gerakan hingga jurus pedang milik Lan wu nyaris membunuh sosok tersebut, akan tetapi ia berhasil melarikan diri dengan bantuan seorang berjubah hitam lainnya.
__ADS_1
Lan wu menebaskan pedangnya kearah rumah walikota dan membelahnya menjadi 4 bagian untuk membunuh walikota. Namun ia tidak menyangka bahwa kediaman tersebut telah kosong.
Di lain sisi pasukan walikota dari 4 arah telah mengepung kediaman tersebut dan memaksa Lan wu untuk tetap berada di tempat tersebut.
Ribuan pisau api bersama dengan tebasan pedang Lan wu terus-menerus menelan korban dari pihak lawan tanpa ampun.
Kini jumblah orang yang menyergap Lan wu hanya tersisa separuh dari sebelumnya.
"Iblis...tolong...!" Teriak beberapa prajurit yang terkena pisau api milik Lan wu.
"Jangan taku..! Serang bersamaan.!" Teriak pemimpin pasukan tersebut seraya berlari kearah Lan wu.
Pedang besar pria tersebut dengan mudah ditangkap oleh Lan wu, ia kemudian mencengkram leher pria tersebut dan membakar nya hingga menjadi abu.
"Penghianat harus mati.!" Ucap Lan wu dengan nada dingin bersamaan dengan munculnya tapak api raksasa.
Lan wu melepaskan jurusnya yang menimbulkan ledakan besar dan membunuh setidaknya semua prajurit di tingkat langit dan beberapa lainnya berhasil selamat.
Sisa prajurit yang selamat berusaha melarikan diri walau akhirnya tetap tidak selamat setelah tombak api milik Lan wu menancap ditubuh mereka satu-satu.
Tubuh dan pedang Lan wu dipenuhi oleh darah dari setiap orang yang dibunuh oleh pedangnya. Di lain tempat pasukan naga merah memulai pergerakan dengan menginvasi dalam dan luar kota Ziyou.
Pembantaian besar-besaran menewaskan hampir ribuan orang yang di dominasi oleh petinggi kota Ziyou dan keluarga yang mendukungnya.
Lan wu kini bergerak menuju area lain kota Ziyou dimana terjadi peperangan antar pasukan naga merah melawan aliansi menara 5 warna, pasukan sisa walikota, suku bar-bar, dan lembah dasar.
__ADS_1
Pertaruangan tersebut begitu sengit hingga membuat kedua belah bihak mengeluarkan seluruh kemampuannya.
"Pemanah mundur dan berlindung barisan belakang..!" Teriak Haiyang terdengar ditelinga Lan wu yang yang hampir mendekati tempat tersebut.
"Pasukan jarak dekat habisi lawan..! Jangan biarkan mereka menerobos kewilayah pasukan pemanah..!"
Bentrokan dari pertemuan kedua pihak disertai suara teriakan membuat siapa saja yang mendengarkan hal tersebut akan ketakutan untuk keluar dari dalam tempat perlindungan.
"Hajar, ayo kita tunjukkan kepada anjing kekaisran tentang kekuatan sebenarnya dalam perang..!" Perintah jendral suku bar-bar yang mengeluarkan aura menakutkan.
Dalam sekejap mata terlihat sebuah palu raksasa di langit yang mengeluarkan ribuan cahaya merah.
"Hancur..!" Teriak salah satu wakil jendral naga merah yang mengarahkan jurusnya kearah palu raksasa tersebut.
Akan tetapi serangannya sama sekali tidak berpengaruh. Terdengar tawa keras dari jendral suku bar-bar di barengi dengan wajah kesal dari wakil jendral naga merah.
"Jari langit.!" Gumam Lan wu bersamaan dengan terjadinya ledakan di langit.
Serangan Lan wu berhasil menghancurkan palu besar tersebut yang merupakan suplai energi bagi suku bar-bar.
"Haiyang, kerahkan pasukan mu menerobos ke posisi belakang. Aku akan membuka jalan.!" Perintah Lan wu seraya menebas beberapa musuh yang mendekatinya.
"Baik yang mulia..!" Jawab Haiyang seraya meminta beberapa prajuritnya untuk berada di belakangnya.
"Hehe ada makanan yang layak" ucap jendral Bar-bar yang mendadak muncul dan mengayunkan kapaknya kepada Lan wu
__ADS_1