
Hari beranjak pagi. Lan wu kini telah membersihkan diri dan duduk santai di ruang tamu sembari menikmati segelas teh panas. Ia hendak melanjutkan perjalanannya untuk mencari yiyi dan xuya, namun ia tidak enak jika harus pergi tanpa pamit kepada wanita yang kemarin ia obati. Akhirnya lan wu memutuskan untuk menunggu wanita tersebut bangun barulah ia melanjutkan perjalanannya.
"Tolong..!!" Mendadak lan wu mendengar suara teriakan dari kamar wanita tersebut.
Ia segera berlari ke atas dan langsung mendobrak pintu kamar tersebut. Lan wu begitu kaget usai melihat mulut wanita tersebut mengeluarkan darah yang begitu banyak. Wajah wanita tersebut nampak pucat dan lemas. Ia tergeletak di lantai kamar sembari berusaha untuk bangkit usai melihat lan wu telah berdiri di depannya, kini mata lam wu tertuju ke jendela kamar yang nampak pecah seakan ada seseorang yang menerobos keluar dari jendela.
"Nona apa yang terjadi?" Tanya lan wu dengan nada heran.
"Me..me..mereka datang lagi.." jawab wanita tersebut dengan nada ketakutan.
"Mereka..?!" Tanya lan wu kembali.
"Me..mereka yang membantai keluargaku, mereka kini hendak membunuhku juga.. a..aku..aku sangat takut.. tuan tolonglah aku.. lindungi aku dari mereka" ucap wanita tersebut sembari memeluk kaki lan wu di sertai air mata yang mengalir.
Lan wu akhirnya mengangkat wanita tersebut dan kemudian meletakkannya di ranjang. Ia juga mengaliri beberapa energi murni melalui rambutnya untuk memulihkan kondisi wanita tersebut. Lan wu nampak sedikit ragu untuk melanjutkan perjalanannya melihat kondisi wanita tersebut sangatlah memprihatinkan. Bagaiamanapun juga ia bertanggung jawab untuk menjamin keselamatan gadis tersebut karena ialah yang melibatkan diri dalam situasi tersebut.
"Bagaiamana ini? Apakah aku harus menunda lagi perjalan ku? Takutnya yiyi dan xuya mengambil rute darat dan telah dalam perjalanan menuju ke negara emas biru" pikir lan wu usai menyalurkan energi murninya.
"Tok..tok..tok" terdengar bunyi ketukan pintu.
Dengan pikiran yang masih terbagi. Lan wu berjalan untuk membuka pintu kamarnya. Di luar nampak pemilik penginapan tengah berdiri sembari memegang sebuah surat. Pemilik penginapan tersebut menyerahkan surat tersebut kepada lan wu dan meminta izin untuk kembali ke bawah. Lan wu yang masih berdiri di pintu kamar tersebut kini membuka surat yang di berikan oleh pemilik penginapan tersebut. Alangkah kagetnya lan wu membaca isi surat tersebut yang berasal dari ketua jian.
"Lan wu. Mungkin ini terdengar egois untuk mu, tapi aku harap kau dapat mementingkan kondisi pedang dewa yang tengah menghadapi masalah besar. Mendadak muncul sekelompok orang dengan kemampuan hebat menyerang pedang dewa, beberapa dari murid dan tetua Yuan terluka parah akibat menahan serangan mereka. Sekarang pedang dewa hanya bisa mengandalkan kemampuan mu untuk agar bisa lolos dari bencana ini" bunyi surat tersebut.
Sontak lan wu terselimuti oleh amarah. Ia hampir melompat ke atap dan tebang cepat menuju pedang dewa, namun beruntung lan wu masih bisa menenangkan dirinya. Ia kembali berfikir mengenai cara ketua Jian bisa mengetahui keberadaan lan wu saat ini, terlebih lagi ia hanya mengatakan kepada tetua Feng bahwa ia hendak menuju ke istana kaisar an.
__ADS_1
"I..ini..?!" Kaget lan wu usai mencium aroma harum yang membuat kepalanya begitu berat.
Samar-samar ia melihat bayangan seorang wanita tengah berdiri di hadapannya yang saat ini dalam posisi terbaring di lantai. Lan wu mencoba memperjelas pandangannya namun efek dari aroma tersebut sangatlah kuat. Lan wu akhirnya kehilangan kesadaran dan hanya sepintas mendangar suara percakapan antar dua orang wanita.
**
Perlahan-lahan lan wu mulai sadar. Ia membuka matanya dan merasakan sekujur tubuhnya begitu sakit. Ia masih mencium aroma wangi yang ia cium sesaat sebelum kehilangan kesadarannya.
"Si...al.. kepala ku begitu sakit" rintih lan wu berusaha untuk bangkit dari posisi baringnya.
Ia begitu terkejut melihat kamar tempat ia berada, nampak kamar tersebut dihias bagai kamar pengantin. Lan wu juga melihat taburan kembang di ranjang yang ia tiduri. Belum habis keheranan yang lan wu rasakan, kini ia kembali tercengang melihat kondisi tubuhnya yang hany mengenakan selimut tanpa sehelai kainpun.
"Bajing*n man yang berani melakukan ini.!!" Teriak lan wu dengan dana besar.
Ia melilit selimut tersebut untuk menutupi badannya kemudian memaksakan diri untuk keluar dari kamar tersebut.
"Selamat siang tuan, bagaiamana kondisi mu?"tanya pria salah satu penjaga tersebut.
Tanpa berlama-lama lan wu sontak mengangkat ke 2 pria tersebut dari leher. Wajah lan wu di penuhi oleh kemarahan. Ia seakan hendak mengikuti ke 2 pria di hadapannya dengan menggunakan giginya.
Sementara ke 2 pria tersebut kelihatan bingung sembari menahan rasa sakit di leher mereka.
"Kakak ipar.. tolonf lepaskan 2 penjaga itu" terdengar suara wanita dari arah belakang ke 2 pria yang di angkat oleh lan wu.
"Muncul juga.!" Geram lan wu sembari membantai ke 2 pria tersebut.
__ADS_1
Lan wu menerjang gadis di hadapannya dan berhasil memukul mundur gadis tersebut hingga menghantam tembok yang berada begitu jauh di belakangnya. Lan wu kembali berpindah dengan cepat ke hadapan gadis tersebut. Ia mencengkram leher gadis tersebut sembari menyeretnya keluar dari ruangan tersebut hingga ke halaman luar. Lan wu sedikit terkejut melihat halaman luar yang di kelilingi oleh benrap villa sedang.
"Katakan ini dimana..?! Dan siapa yang membawa ku kemari..?!" Tanya lan wu dengan nada geram.
"Ka..ka..kakak ipar... A...aku tidak bisa bernafas.. uhuk ...uhuk .." ujar gadis di cengkraman lan wu sembari terbatuk-batuk.
Melihat wajah gadis tersebut semakin pucat akhirnya lan wu melemparkan gadis tersebut kebawah, namun lan wu tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari gadis tersebut. Seandainya gadis tersebut mencoba kabur dari hadapannya maka ia tidak akan ragu untuk membelah tubuh gadis tersebut menjadi dua bagian.
Lan wu kembali meminta gadis tersebut untuk menjawab pertanyaannya barusan.
Dengan wajah yang di penuhi oleh ketakutan akhirnya gadis tersebut menjawab pertanyaan lan wu. " Kakak ipar sekarang berada di kediaman keluarga wenji. 6 hari lalu kakak di bawa oleh kakak cai wenji kemari. Saat itu kebetulan kakak cai wenji sedang mencari calon suaminya dan melihat kakak ipar akhirnya kakak cai wenji memutuskan untuk menikah dengan kakak ipar" jelas gadis tersebut.
"Kurang ajar macam apa ini..?! Apakah kalian bisa seenaknya menikahi seseorang?!" Bentak lan wu dengan nada geram.
"Katakan ini dimana?!" Tanya lan wu kembali.
"Ini di bagian barat kota Ten" jawab gadis tersebut.
Lan wu sejenak dapat bernafas lega, setidaknya ia lebih dekat dengan pusat kota Ten, namun disisi lain ia telah menyia-nyiakan waktu yang begitu banyak. Lan wu akhirnya mengeluarkan jubah tetua pedang miliknya dari dalam cincin ruang, dan mencari tempat sunyi untuk mengenakan pakaian tersebut. Usai mengenakan pakaian tersebut lam wu kembali menuju ke halaman depan untuk menanyakan kepada gadis tersebut jalan keluar dari kediaman ini.
Sayangnya gadis tersebut tidak lagi berada di tempat tersebut, kini berganti puluhan murid beserta tetua dengan kemampuan tingkat suci akhir tengah berdiri di hadapan lan wu seraya memasang wajah datar. Dari arah belakang nampak seorang gadis berparas cantik tengah mendekat ke arah lan wu dengan langkah yang begitu anggun. Gadis tersebut mengenakan pakaian yang terbuat dari sutra berwarna merah ditambah cadar tipis yang menutupi bagian hidung dan mulutnya.
Gadis tersebut menghampir lan wu yang masih diam tak bereaksi. Lan wu hanya menunggu apa yang hendak di lakukan oleh gadis tersebut sembari tetap meningkatkan kewaspadaannya dari puluhan orang yang sepertinya berniat untuk menahannya pergi.
"Suamiku, bagaiamana kondisi mu sekarang? Apakah kau begitu tidak suka dengan kediaman ini?" Ujar gadis tersebut yang ternyata adalah cai wenji.
__ADS_1
"Sepertinya nona salah sangka, sebetulnya aku adalah tetua dari pedang dewa dan kebetulan tengah dalam perjalanan untuk mencari anak dan isty ku, selain itu aku belum mengakui bahwa nona adalah istri ku" jawab lan wu dengan nada tenang.
"Sekarang tunjukan bagaiamana cara untuk keluar dari kediaman ini, karena jika nona berniat menahan ku, mungkin saja aku akan sedikit tidak sopan" jelas lan wu seraya mengeluarkan sedikit aura neraka miliknya.