
Dalam kurun waktu 2 hari ke-enam orang tersebut telah memahami sekaligus meningkatkan fondasi dasar. Efek dari gelang kaki ataupun tekanan aura Lan wu tidak lagi menyulitkan ke-enam orang tersebut.
Lan wu mempercepat langkahnya mendahului ke-enam orang tersebut lalu mempertahankan kecepatannya yang berakar 1 meter didepan yang lainnya.
"Apa yang dia rencanakan..?" Tanya Qinde dengan firasat tidak enak.
"Gawat..!" Kaget Wun yuba yang melihat puluhan pisau api menerjang mereka dari belakang.
Ke-enam nya begitu kesulitan mempertahankan lajunya seraya menghindari hujan pisau yang tida habisnya.
"Hoy..! Apakah kau ingin membunuh kami!" Teriak Qinde yang lagi memperdulikan pisau api tersebut.
Akibatnya ia tertusuk pisau api tepat di bahu kanan dan mempengaruhi konsentrasinya.
Beruntung dengan sigap Wun yuba menggendong gadis tersebut sementara Angwu mengobati Qinde dalam situasi tidak memungkinkan tersebut.
"Hmm..tidak ku sangka rasa peduli dan kerjasama mereka menjadi begitu baik dalam waktu singkat." Gumam Lan wu melirik singkat kearah belakang.
Tepat pada malam ke 4, mereka berenam tumbang dijalan setapak dengan nafas tak beraturan serta wajah mereka yang begitu pucat.
Lan wu mengalirkan energi dari lingkaran ilahi untuk memulihkan kondisi mereka secara bersamaan, hal tersebut memakan waktu hingga berjam-jam sebelum akhirnya ke-enam orang tersebut terlelap pulas.
Lan wu menggunakan wujud aura neraka untuk mengangkat mereka lalu kembali melanjutkan perjalanan.
Ia bergerak tanpa beristirahat ataupun kelelahan walaupun menggunakan wujud aura miliknya dalam waktu yang lama untuk membawa ke-enam orang tersebut.
__ADS_1
Lan wu akhirnya sampai di kota terkahir sebelum benteng perbatasan yang dituju oleh mereka. Beberapa kilometer dari gerbang masuk kota terlihat anggota sakte mortal yang sampai satu hari lebih cepat kini menunggu Lan wu.
"Ketua Kein, apa yang terjadi dengan senior lainnya?" Tanya beberapa murid dengan ekspresi khawatir.
"Bawa mereka terlebih dahulu ke penginapan" ucap Lan wu yang menurunkan Qinde dan lainya dari wujud aura neraka kemudian menetralkan auranya.
**
Sore harinya di penginapan, kamar wanita.
"Emh..dimana ini..?" Tanya Qinde yang baru terbangun dari tidurnya.
"Adik Qin'er mandilah terlebih dahulu, yang lainya telah berkumpul di tingkat dua untuk makan bersama" ujar Angwu.
Setelah mandi keduanya bergegas ke tingkat dua untuk menemui yang lainnya. Wajah Qinde berubah jutek setelah melihat Lan wu yang bersandar seraya memejamkan matanya dan memperlihatkan ekspresi tidak biasa darinya.
"Eh..?! Apakah sebelah matamu buta.?" Tanya Qinde sontak membuat Rudo yang tngah makan menjadi tersedak.
"Apakah itu penting nona kecil? " Tanya Lan wu sontak membuat Qinde merasa tidak enak.
"Emm..ma..maaf.. aku tidak bermaksud menghina fisikmu, hanya saja ini pertama kalinya kau mengikat rambut mu sehingga aku bisa melihat wajahmu dengan jelas.." jelas Qinde yang tidak diperpanjang oleh Lan wu.
"Bagaimanapun juga itu hanyalah kesalahpahaman, namun tidak seharusnya nona kecil menyindir saudara Kein.." potong Qinhua yang membuat Qinde salah tingkah.
"Terlebih lagi saudara Kein yang membawa kita selama sehari perjalanan. Sungguh sikap yang tidak patut "timpal Ran xiojan menggoda Qinde .
__ADS_1
Mereka kemudian tertawa serentak usai puas mempermainkan Qinde. Disisi lain fokus Qinhua tertuju kepada Lan wu yang sedari tadi memejamkan matanya tanpa suara.
Wajah tenang namun menyiratkan permasalahan seakan tersembunyi dengan rapi dibalik kelopak mata tertutup.
"Orang yang misterius.." gumam Qinhua tersenyum tipis lalu menanggapi teman-temannya yang lain.
Setelah makan, Wun yuba mengajak Lan wu dan lainya menuju tempat pelelangan untuk melihat-lihat. Semuanya sepakat untuk pergi dan terlihat begitu tidak sabaran.
Diperjalanan menuju tempat lelang, Wun yuba menceritakan kepada mereka tentang asal pemilik tempat lelang.
"Selain hebat dalam alkimia, tuan Tei Sung juga ahli formasi tingkat 3 yang dapat mengeluarkan formasi 2 kali lipat dari ranah pelatihannya"
"Jika boleh aku menebak, mungkin keluarga mu ingin menjalin kerjasama dengan Tei Sung ini.." tambah Long Rou yang dibenarkan oleh Wun yuba.
Wun yuba melirik singkat ke arah Lan wu kemudian mendekatinya dan membungkuk.
"Kakak Kein, aku tidak tau apakah kesalahan sebelumnya bisa kamu maafkan atau tidak. Aku ingin menawarkan sesuatu dengan satu kemampuan milik mu" ucap Wun yuba yang membuat langkah mereka terhenti.
Lan wu menghela nafas seraya melirik pria yang membungkuk dihadapannya. "Apa aku terlihat seperti orang yang pendendam? Lupakan rasa cemas mu itu, aku akan memberikan apa yang kau setelah kau mendapatkan informasi mengenai keluarga dewa di ibukota"
Perkataan Lan wu barusan membuat ke-enam orang tersebut mengerutkan keningnya.
"Apa dia berasal dari keluarga dewa? Jika dilihat dari bakat dan kemampuannya maka hanya keluarga dewa yang memiliki kemampuan tersebut.." Qinde berargumen dalam hatinya.
"Aku bisa mendapatkan informasi mengenai mereka lewat paman ku di ibukota. Apa yang ingin kakak ketahui dari keluarga dewa?" Tanya Wun yuba seraya menatap Lan wu dengan penuh tanya.
__ADS_1
"Hubungan daratan barat dengan mereka, hanya itu" jawab Lan wu kembali melangkah